cover
Contact Name
Deasy Sylvia Sari
Contact Email
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Phone
+6285222251435
Journal Mail Official
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Jln. Ir Soekarno, KM. 21, Jatinangor Sumedang, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of International Relations
ISSN : -     EISSN : 26848082     DOI : https://doi.org/10.24198/padjir.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Politik Global, Ekonomi Politik Global, Organisasi dan Kerjasama Internasional, Tata Kelola Global dan Hukum Internasional, Diplomasi, Kebijakan Luar Negeri, dan Studi Keamanan, Gender dan Feminisme, serta Studi Budaya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Dialektika Regulasi Pertambangan Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia melalui Pendekatan Obsolescing Bargaining Model Angga Danu Fadil Irawan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.28621

Abstract

Implementasi UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara di Indonesia menjadi awal dari polemik renegosiasi kebijakan dan kepentingan ekonomi politik yang berlawanan di antara Pemerintah Indonesia (Host State) dan PT Freeport Indonesia (Multi National Corporation). Artikel ini akan menganalisis bagaimana proses renegosiasi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang tertera di dalam UU No. 4 Tahun 2009 melalui skenario daya tawar (bargaining power) di antara kedua aktor yang bertikai. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif yang bersumber pada studi kepustakaan. Penulis akan menitikberatkan analisis melalui spektrum paradigma neomerkantilisme untuk melakukan eksplorasi variabel yang lebih berorientasi pada kepentingan negara (state centric model of bargaining). Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia akan diartikulasikan posisi tawarnya melalui Obsolescing Bargaining Model. Hasil analisis mengacu pada posisi dominan Pemerintah Indonesia dalam proses renegosiasi IUPK sehingga hasil artikulasi daya tawar akan lebih berorientasi pada keuntungan Pemerintah Indonesia sebagai Host-State.
Peran United Nations Human Rights Council (UNHRC) dalam Menangani Diskriminasi Terhadap Zainichi Koreans di Jepang Fildza Nabila Anandhini
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.30694

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran The United Nations Human Rights Council (UNHRC) dalam mengatasi permasalahan diskriminasi terhadap zainichi Koreans di Jepang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rumusan masalah “bagaimana peran UNHRC dalam mengatasi permasalahan diskriminasi terhadap zainichi Koreans di Jepang?” Peneliti menggunakan teori organisasi internasional dan konsep minority rights sebagai konsep pendukung yang menjelaskan mengenai masalah hak-hak terhadap minoritas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah telaah kepustakaan, berupa buku, media online, maupun dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNHRC sebagai organisasi internasional yang bergerak dalam bidang hak asasi manusia memiliki tiga peran dalam mengatasi permasalahan zainichi Koreans di Jepang, yaitu inisiator, fasilitator, dan mediator. Sebagai inisiator artinya UNHRC mendorong penegakan hukum terhadap zainichi Koreans di Jepang. Sedangkan sebagai fasilitator artinya UNHRC menjadi wadah untuk memfasilitasi aktor-aktor negara maupun non-negara untuk melakukan kerjasama. Dan yang terakhir, peran mediator yaitu sebagai perantara dalam menyelesaikan masalah antara Jepang dan Korea Selatan.
Diplomasi Yayasan Sukma dalam Negosiasi Pembebasan Sandera Warga Negara Indonesia di Filipina Selatan Joshua Joshua; Hasan Sidik
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.29254

Abstract

Penelitian ini menjelaskan aktivitas yang dilakukan Yayasan Sukma hingga ke sepuluh sandera WNI di Filipina Selatan dapat dibebaskan. Untuk menjelaskan aktivitas Yayasan Sukma dalam pembebasan 10 sandera WNI di Filipina Selatan, penelitian menggunakan konsep multi-track diplomacy, eskalasi konflik, serta negosiasi pembebasan sandera. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi pustaka, serta penelitian berbasis daring. Penelitian ini menemukan bahwa multi-track diplomacy yang melibatkan pendekatan kemanusiaan dan kebudayaan menjadi kunci keberhasilan terbebasnya 10 WNI yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf. Penelitian ini juga mendeskripsikan proses eskalasi yang terjadi selama upaya pembebasan sandera berlangsung. 
Corporate Diplomacy: Peran SM Entertainment melalui New Culture Technology dalam Diplomasi Publik Korea Selatan Maharani Putri; Sofia Trisni
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.29391

Abstract

Diplomasi publik merupakan kunci utama dari soft power yang sering digunakan oleh pemerintah berbagai negara di dunia, termasuk Korea Selatan, untuk mencapai kepentingan nasionalnya dengan memanfaatkan kekuatan budaya dan aktor swasta. Sebagai salah satu aktor swasta, Star Museum (SM) Entertainment memberikan kontribusi positif terhadap diserapnya budaya Korea Selatan dengan cepat secara global melalui Korean wave. Penelitian ini menganalisis strategi perusahaan SM Entertainment yang dikenal dengan New Culture Technology (NCT) dan hubungannya dengan diplomasi publik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Korea Selatan dengan menggunakan konsep corporate diplomacy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh SM Entertainment dan menguji apakah aktivitas tersebut sesuai dengan konsep corporate diplomacy. Penelitian ini menemukan bahwa SM Entertainment berperan dalam diplomasi publik Korea Selatan dengan mengaplikasikan strategi New Culture Technology (NCT) dalam aktivitas diplomasi kebudayaan, penanaman modal asing, kegiatan branding (place/nation/destination), pengembangan brand dan produk, serta pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Gelombang Pop Culture Tik-Tok: Studi Kasus Amerika Serikat, Jepang, India dan Indonesia Elisa Kusumawardhani; Deasy Silvya Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.27758

Abstract

Artikel ini membahas TikTok sebagai gelombang pop culture global, dengan studi kasus pada negara Amerika Serikat, Jepang, India dan Indonesia. TikTok merupakan budaya populer yang tidak berasal dari Barat tetapi mampu berkembang dan menyebar ke seluruh dunia dan diterima oleh masyarakat. Bahkan, TikTok berkembang pesat di Amerika Serikat, yangmana Amerika Serikat sering dianggap sebagai sumber dari budaya populer. Penulis menggunakan konsep budaya, pop culture dan globalisasi, serta studi literatur untuk mengkaji gelombang pop culture TikTok. Penulis menemukan bahwa dari sisi aplikasi, TikTok mampu bersaing dengan aplikasi twitter, Instagram, facebook, linkedIn, dll. TikTok mampu beradaptasi dengan pasar domestik dari sisi konten dan budaya karena memiliki tim lokal dalam pengembangan konten khusus. TikTok sering menghadapi tantangan sehingga dianggap aplikasi yang buruk dari sisi budaya yang tidak sesuai konteks lokal ataupun dianggap memiliki tendensi politis. Namun, TikTok senantiasa memperbaiki dalam menghadapi isu-isu tersebut.
Perang Dagang Amerika Serikat dan Tiongkok di Masa Pandemik COVID-19 Azmi, Fuad
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i1.29605

Abstract

        The presence of COVID-19 at the beginning of 2020 caused instability in the global economy. This impact was also felt by the United States and China, which were involved as actors in the trade war. New dynamics have emerged amid the COVID-19 pandemic which directly impacts the national economies of the two countries. This paper aims to analyze the efforts of the United States and China in maintaining the economic strength of the two countries through the opportunities and challenges that arise amid the pandemic as a great power country. The discussion is presented through the analytical framework of the concept of struggle of power and zero-sum game in the theory of mercantilism in the study of global political economy. In its preparation, this paper uses qualitative research methods based on descriptive case studies using secondary data collection techniques through literature studies. The results of the study conducted showed that the United States and China have significantly different methods and priority scales in dealing with COVID-19, but have fundamental similarities in the concept of restructuring the country's economy. America's main challenge is still dealing with the country's internal problems, while China's challenge lies in rebuilding its trust and credibility in the eyes of the world. On the other hand, the vulnerability of the global economy in various countries can be an opportunity for great power countries to expand their influence and gain power in the international state system. Where parties who have more influence in the global economy have a higher chance of winning the trade war.Keywords: COVID-19, Trade War, economics, Opportunities, and Challenges 

Page 1 of 1 | Total Record : 6