cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner" : 5 Documents clear
KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KALIANGET Miri Waris Wati Fitriyani; Wilda Rasaili
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.121 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.281

Abstract

Pembangunan kualitas hidup masyarakat disuatu daerah atau desa dapat diketahui sejauh mana keberhasilan pembangunan diukur melalui beberapa indikator yakni  kekayaan rata-rata, pemerataan, kualitas kehidupan atau PQLI (Physical Quality of Life Index), kerusakan lingkungan serta keadilan sosial dan kesinambungan. Oleh karena itu setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah khususnya pemerintah daerah ataupun desa harus mengetahui sejauhmana keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan. Apakah pembangunan yang telah dilakukan bisa dikatakan berhasil ataupun tidak.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Keberhasilan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran mengenai keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat kepada pemerintah daerah khususnya pemerintah desa karanganyar kecamatan kalianget. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang memfokuskan pada: 1) Rata-rata Harapan Hidup Sesudah Umur Satu Tahun, 2) Rata-rata Jumlah Kematian Bayi, 3) Rata-rata Melek Aksara,. Lokasi dalam penelitian ini berlokasi di Desa Karanganyar KecamatanKalianget. Analisis data bersifat analisis kualitatif.Mengacu pada hasil penelitian yang telah peneliti analisis dan disandingkan dengan teori, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Keberhasilan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Karangayar Kecamatan Kalianget sudah bisa dikatakan berhasil. Hal ini ditandai dengan indikator 1) Rata-rata harapan hidup sesudah umur satu tahun ;angka harapan hidup di desa karanganyar bisa dikatakan tinggi, hal ini bisa dilihat dari rendahnya angka kematian dalam satu tahun terakhir, 2) Rata-rata jumlah kematian bayi ; jumlah kematian bayi sejak satu tahun terakhir bisa dikatakan rendahhanya 2 bayi yang meninggal dari 62 bayi yang lahir. Dan 3) Rata-rata prosentasi melek huruf ; sebagian besar rmasyarakat desa karanganyar sudah melek huruf dan hanya sebagian kecil saja yang masih buta huruf. Jadi diharapkan keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya pemerintah desa bisa dikatakan berhasil.
KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK Enza Resdiana
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.826 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.282

Abstract

Pada era sekarang ini, kepemimpinan dalam inovasi harus mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan lingkungannya.Selain itu, tiga jenis perubahan yang berkaitan dengan masalah kepemimpinan tersebut adalah perubahan rutin, perubahan pengembangan dan inovasi sendiri.Mengelola suatu perubahan memanglah hal yang sulit. Ukuran kapasitas kepemimpinan seseorang salah satunya adalah kemampuannya dalam mengelola perubahan.Kemampuan ini penting sebab pada masa kini pemimpin dituntut untuk mampu mempelopori perubahan lingkungan. Kepemimpinan berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan oleh seorang pemimpin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kepemimpinan Inovatif Dalam peningkatan Pelayanan Publik di Kecamatan Kota sumenep.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode wawancara. Sampel penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan informan yang merupakan Kepala Kantor Kecamatan Kota Sumenep dan Sekretaris Camat sebagai informan utama, dan 3 tokoh masyarakat sumenep sebagai informan tambahan. Data informan dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu berdasarkan fokus penelitian diantaranya berorientasi tugas kinerja para karyawan serta kepemimpinan Camat kota Sumenep sangat baik. Beorientasi Hubungan, dalam menciptakan kepemimpinan inovatif Camat kota sumenep selalu berupaya membangun hubungan dan komunikasi yang baik dan harmonis dengan para karyawan. Serta berorientasi perubahan dalam ragka menciptakan kepemimpinan inovatis Camat Kota melakukan perubahan dengan membuat kebijakan HAK PATEN di kecamatan untuk memaksimalkan pelayanan pada masyarakat.
STRATEGI LAYANAN E-SPT DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK Putri Kuzaifah; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.572 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.283

Abstract

Pajak sebagai sumber utama pendapatan negara dalam pembiayaan pemerintah dan pembangunan. Keberhasilan pemerintah dalam menopang penerimaan pajak membutuhkan dukungan berupa kepatuhan wajib pajak dengan cara membayar dan melaporkan surat pemberitahuan secara benar, lengkap dan tepat waktu. Adanya tuntutan akan peningkatan kepatuhan wajib pajak mendorong Direktorat Jendral Pajak melakukan reformasi administrasi perpajakan modern berupa layanan e-SPT (elektronik surat pemberitahuan) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan pelaporan. Akan tetapi penyelenggaraan layanan e-SPT di Kabupaten Sumenep masih belum sepenuhnya dipahami oleh wajib pajak sehingga menghambat proses penyampaian laporan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi layanan e-SPT dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak Sumenep berdasarkan atas 4 (empat) strategi dalam layanan yaitu atribut layanan pelanggan, pendekatan untuk penyempurnaan kualitas, sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan, dan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi layanan e-SPT yang dilakukan oleh KP2KP Sumenep sudah cukup baik. Karena, dengan layanan e-SPT mampu meningkatkan jumlah wajib pajak terdaftar yang menyampaikan SPT. Akan tetapi, penerapan e-SPT belum berdampak pada tingkat kepatuhan wajib pajak Sumenep. Pemahaman wajib pajak mengenai layanan e-SPT masih sangat minim, sekalipun sudah dilakukan sosialisasi wajib pajak kurang mampu menyerap materi yang disampaikan sehingga membuat mereka masih menanyakan kembali prosesnya secara langsung kepada petugas pajak. Oleh kerena itu, wajib pajak didorong untuk menyampaikan segala bentuk keluhannya melalui media online yang telah disediakan untuk mengukur tingkat kepuasan wajib pajak dan kualitas layanan yang diberikan. Penyediaan informasi dan sarana evaluasi ini belum ditanggapi secara positif oleh wajib pajak. Jadi, tingkat layanan yang ingin dicapai berupa kepatuhan dan kesadaran wajib pajak secara sukarela belum dapat terpenuhi secara efektif dan efisien.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DALAM MENDORONG PEMBANGUNAN DESA Septaning Rena Julika; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.673 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.285

Abstract

Kebutuhan informasi saat ini menjadi kebutuhan umum masyarakat Indonesia, selain kebutuhan sandang, pangan dan papan. Informasi yang baik akan meningkatkan pola pikir masyarakat untuk bergerak aktif terutama dalam pelaksanaan pembangunan desa. Seiring perkembangan zaman saat ini pemanfaatan tekhnologi menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengelola informasi yang cepat. Akan tetapi bagi masyarakat desa bukanlah hal yang mudah dalam memanfaatkan tekhnologi informasi, maka dari itu diperlukannya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai lembaga Sosial yang dibentuk sebagai jembatan informasi masyarakat desa dan pemerintah, maupun sebaliknya. Mengingat pentingnya KIM di dalam desa sehingga perlu adanya kegiatan pemberdayaan maksimal yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberdayaan KIM dalam mendorong pembangunan desa berdasarkan atas empat (4) kegiatan pemberdayaan yaitu Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil lokasi di Diskominfo Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep melalui empat (4) kegiatan pemberdayaan yang meliputi bina manusia berkaitan dengan keanggotaan KIM serta bentuk hubungan jejaring KIM. Selain itu melalui bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan. Kegiatan tersebut bersumber dari Permendagri No. 08 tahun 2008 yang mengemukakan materi pemberdayaan KIM haruslah berkaitan dengan pengembangan SDM, manajemen, aktifitas KIM serta kelembagaan.Penerapan kegiatan tersebut direalisasikan melalui workshop, pembinaan, sosialisasi serta pameran KIM. Dilakukan melalui kegiatan workshop, sosialisasi, pelatihan dan pameran KIM oleh Diskominfo Kabupaten Sumenep. Namun kecilnya anggaran yang dimiliki Diskominfo, keadaan geografis wilayah kabupaten sumenep serta status perekonomian masyarakat menghasilkan belum maksimalnya pemberdayaan KIM tersebut.
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN (STUDI AKSELERASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA) Ida Syafriyani
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.221 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.286

Abstract

Berdasarkan Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004, Desa atau yang di sebut dengan nama lain adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas –batas wilayah yuridiksi, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat  yang di akui dan atau di bentuk dalam sistem pemerintahan nasional yang berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana di maksud dalam Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.            Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat.            Kepala Desa adalah seseorang yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan desa, yang memiliki kewenangan antara lain pengaturan bagi kehidupan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa, seperti : pembuatan peraturan desa, pembentukan lembaga kemasyarakatan desa, pembentukan badan usaha milik desa, dan kerja sama antar desa, urusan pembangunan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana dan fasilitas umum desa, seperti jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, pasar desa dan urusan kemasyarakatan yang meliputi pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kehidupan sosial budaya masyarakat seperti kesehatan, pendidikan serta adat istiadat.Mengingat pentingnya peran kepala desa dalam mendukung visi dan misi pemerintah, maka penulis tertarik untuk menulis tentang “ Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan”.

Page 1 of 1 | Total Record : 5