cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2020)" : 8 Documents clear
DESAIN PEMBELAJARAN LABORATORIUM SENI TEATER ERA NEW NORMAL Moh. Mujib Alfirdaus
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p1-11

Abstract

Upaya penyesuaian dunia pendidikan dalam situasi pandemi sudah banyak dilakukan oleh semua sivitas akademika, baik tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Tentu semua itu melalui Arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pendidikan seni utamanaya pada proses pembelajaran sangat merasakan dampak ini, terlebih lagi seni pertunjukan yang sifatnya sangat komunal. Untuk itu harus ada perancangan atau desain pembelajaran terhadap pembelajaran seni agar tetap bisa dilaksanakan. Pembelajaran seni pertunjukan teater misalnya, yang memiliki kompetensi pengetahuan dan praktik maka pilihan yang paling utama untuk dilakukan dengan situasi pandemi ini adalah dengan belajar berani. Belajar jauh memiliki kelemahan dan kekuatan tersendiri. Pembelajaran yang bersifat teori/pengetahuan sangat bisa dilakukan dengan jarak jauh, tetapi untuk tentu saja sangat berbeda apalagi seni pertunjukan. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal.
TARI KIPAS CHANDANI: GERAK, RUANG, DAN WAKTU Rully Rochayati
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p12-25

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tari Kipas Chandani dapat dianalisa tentang konsep gerak, ruang, dan waktu. Penulisan ini dirasa penting karena  hadirnya bentuk tari tidak terlepas dari konsep yang mendasarinya, proses terbentuknya tari, hingga bagaimana tarian tersebut dapat dianalisa dari berbagai aspek.  Latar belakang  dari penulisan ini memuat diskripsi dari hasil temuan pada saat proses penggarapan dalam bentuk penjabarannya dari tiga elemen koreografi. Metode penelitian diskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil temuannya adalah secara menyeluruh gerak, ruang, waktu dalam tari Kipas Chandani merupakan satu bagian yang utuh. Elemen gerak dalam tari ini terbagi atas ragam yang terdiri dari ragam pokok, ragam kembangan, ragam sendi atau penghubung. Elemen  ruang nyata yang digunakan adalah area terbuka. Ruang imajiner pada tarian ini mencakup ruang positf-negatif, arah, level, pola lantai, dimensi yang terwujud menjadi satu dalam ragam  gerak. Elemen waktu yaitu tempo, ritme, dan durasi turut menjadi satu bagian dari ragam yang diwujudkan. Keterikatan antara ruang dan waktu terwujud dalam gerak yang tersaji secara utuh.
HIPNOTEATER SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI VAKSIN MENINGKATKAN IMUN PADA TUBUH Roci Marciano
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p25-41

Abstract

Setiap ranah keilmuan rasanya penting untuk memberikan kontribusi atas peristiwa yang terjadi, terutama ketika pandemi melanda Negeri. Peneliitan ini menjadi penting karena mencoba memberikan sumbangsih untuk mengantisipasi dalam memberikan ketenangan kepada masyarakat luas, khususnya teater. Kedatangan vaksin covid-19 telah menjadi angin segar bagi sebagian masyarakat Indonesia, namun masih memberikan kontroversi karena adanya sebagian masyarakat yang setuju akan vaksin, dan ada pula yang menolak. Drama baru tentang vaksin ini tentu saja memberikan dampak psikologis terhadap sebagian masyarakat yang lain yakni; masyarakat yang masih diliputi rasa ragu, karena dua narasi antara vaksin covid-19, sama kuatnya yaitu, oknum menerima dan menolak. Oleh sebab itu, penelitian hipnoteater ini muncul, berharap bisa membantu segenap masyarakat dalam menyembuhkan dirinya dari virus yang tidak kasat mata. Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana bisa teater menjadi vaksin bagi manusia? Itulah mengapa penelitian ini menjawab, karena dalam teater, seorang tokoh bernama Augusto Boal dengan metode games teaternya, dinilai telah berhasil memberikan dampak kesehatan mental pada manusia, tentu saja metode games tersebut menjadi vaksin alternatif untuk menyehatkan krisis mental yang diakibatkan virus corona. Seiring perkembangan dalam pembacaan gejala yang terjadi di Masyarakat, sebagai homoteatericus, saya merasa perlu menyumbangkan pula hasil uji coba yang pernah dilakukan, yakni hipnoteater, yaitu hipnotis ala teater yang selama ini dieksplorasi untuk menyembuhkan berbagai penyakit mental. Melalui metode kualitatif, oleh sebab itu pada kesempatan ini hipnoteater mencoba turut andil untuk menjadi salah satu solusi di masa pandemi virus corona yang masih merajalela di muka bumi ini. Hasil penelitian ini berupa teknik berlatih mensugesti diri.
PERANAN TRAVESTI PADA PERTUJUKAN LUDRUK Achmad. Fahmi Hidayat
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p42-52

Abstract

Grup kesenian Ludruk Karya Budaya adalah salah satu grup terbesar di Jawa Timur. Ludruk Karya Budaya yang sampai saat ini masih mempertahankan travesti didalam pertunjukannya. Travesti adalah suatu bentuk eksistensi dari sekumpulan pemeranan wanita yang dimainkan oleh seorang pria, dan ini sangat berpotensi untuk dikaji dari segi bentuk, simbol, dan perananya terhadap ludruk karya budaya. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana peranan travesti pada pertunjukan ludruk.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut. peranan travesti dalam ludruk karya budaya adalah sangat penting karena, ludruk karya budaya tidak ingin merusak esensi pekem bentuk pertunjukan ludruk yang sudah ada sejak dulu, serta pentingnya peranan travesti untuk menarik minta penonton dengan daya tariknya yang mebuatnya menjadi magnet ampuh untuk membuat penonton tertarik dan melihat pertunjukan ludruk. Serta diterimanya seorang peran travesti itu dalam grup ludruk karya budaya dan masyarakat, sehingga membuat para pemeran travesti memiliki minat untuk melestarikan kebudaya tradisional yang pertunjukan ludruk yang ada di Ludruk Karya Budaya.
PERANAN PENDIDIKAN SENI DI DALAM PENGEMBANGAN KREATIFITAS DAN PEMBENTUKAN NILAI POSITIF PADA ANAK Naomi Diah Budi Setyaningrum
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p53-63

Abstract

Wacana pendidikan, dalam hal ini adalah pendidikan seni bagi anak  dalam pengembangan kreatifitas dan pembentukan sikap mental anak positif. Karena anak adalah asset masa depan menuju generasi emas atau generasi yang diharapkan bagi bangsa dalam membangun masa depandan peradabannya.Wacana pendidikan. Selain karena selalu bersentuhan manusia dalam membangun peradaban, juga adanya evaluasi dan refleksi terhadap system pendidikandi  di masa lalu, adalah suatu keharusan untuk pembelajaran, agar pendidikan lebih baik dan tidak terjerumus pada kesalahan yang sama.Maka wacana pendidikan tidak pernah usang dan basi untuk diperbincangkan. Berbicara tentang pendidikan bagi anak , maka tidaklah bisa dilepaskan dari pendidikan œkesenian. Wacana pendidikan, dalam hal ini adalah pendidikan seni bagi anak  dalam pengembangan kreatifitas dan pembentukan sikap mental anak positif. Karena anak adalah asset masa depan menuju generasi emas atau generasi yang diharapkan bagi bangsa dalam membangun masa depandan peradabannya.
MUSIC THERAPY OF PANDEMIC Ratna Mestikasari Putri
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p64-83

Abstract

Banyak ahli pendidikan dan psikologi yang mengkaji tentang peran dan fungsi musik dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Salah satu fungsi musik adalah sebagai media terapi. Penelitian ini mengkaji tentang peran musik sebagai terapi yang dilakukan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan segala aktivitas terapi yang dilakukan peneliti dalam memanfaatkan musik sebagai media.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis digunakan dengan mengembangkan deskripsi kasus dengan mengunakan teknik reduksi data, kategorisasi dan penafsiran data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan musik terapi bagi penderita covid 19 di Surabaya dilakukan dengan dua cara yakni melalui terapi pelayanan khusus. Tujuan terapi musik bagi penderita Covid 19 adalah  untuk  meningkatkan imunitas  dan  menghilangkan  stres, mengembalikan individu  yang  tertutup  ke  realitas,  melatih  persepsi, menimbulkan harga diri, membentuk hubungan interpersonal, meningkatkan pengenalan dan pengetahuan musik, dan menghilangkan kelelahan serta menciptakan suasana santai. Aktifitas musik yang dilakukan dalam proses terapi musik mencakup kegiatan mendengarkan musik, merespon musik dengan gerak berirama, bernyanyi, membaca notasi musik, dan bermain alat musik.Saran dalam penelitian ini adalah : (1) Diharapkan mengembangkan lebih lanjut  proses  terapi  musik,  khususnya dalam  pengembangan  pemanfaatan media, (2) bagi lembaga-lembaga terkait, disarankan agar menyelenggarakan program pengembangan  peningkatan  sarana dan  prasarana terapi musik yang sesuai dengan kebutuhan penderita Covid 19.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI JANGER ABHINAYA DI TENGAH ERA PANDEMI Ni Kadek Rai Dewi Astini
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p84-99

Abstract

Tari  Janger Abhinaya merupakan sebuah hasil kreativitas pengolahan prinsip-prinsip dasar tari Janger tradisi, penggunaan lagu-lagu yang saling bersahutan yang dilakukan dalam suasana kegembiraan. Penciptaan karya tari ini dikemas ke dalam balutan tari kreasi baru yang kehadirannya tidak lain bertujuan untuk memberikan motivasi, membangun jiwa untuk terus bersemangat, dinamis, suka cita, memupuk rasa kebersamaan dan rasa kegotong-royongan. Penciptaan karya tari ini adalah hasil dari proses eksperimen yang dilakukan di tengah menyebarnya virus corona yang menimpa Bangsa Indonesia. Walaupun di tengah masa pandemi, kreativitas tidak boleh surut, karya ini mengajak kita untuk bangkit, pupuk rasa semangat dan tetap optimis. Kehadiran karya tari ini juga  mencari satu bentuk  koreografi kelompok dalam balutan tari kreasi baru, ditarikan oleh tiga penari putri dengan menggunakan pola-pola gerak dengan kualitas kuat, tegas, karakter lincah, enerjik, semangat, dinamis dan pola tempo yang cenderung cepat. Kehadiran pola-pola gerak tersebut ditarikan secara bersama-sama dalam suasana hati yang riang gembira penuh suka cita dan optimis. Struktur pola garap penciptaan karya ini mengacu pada pola penggarapan tari kreasi kakebyaran yang terdiri dari pangawit, pengawak, pengecet, dan pakaed. Kehadiran tulisan ini juga bertujuan untuk menjelaskan  metode dan tahapan kreatif penciptaan karya tari Janger Abhinaya di tengah masa pandemi.  Metode penciptaan yang digunakan sebagai tuntunan mengawali sebuah proses kreatif dalam proses penciptaan karya ini adalah menggunakan metode penciptaan: eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Dalam proses pengaplikasian metode penciptaan ke dalam proses penciptaan, hasil yang didapat berupa sajian bentuk tari kreasi baru yang disajikan dalam durasi yang relatif pendek, dengan penggunaan tempo cenderung cepat, kualitas gerak stakato, tegas dan kuat.
PERFORMING ARTS SEBAGAI AJANG EKSPRESI DAN KREATIVITAS ANAK-ANAK DI DESA BATAH BARAT DAN KARANGANYAR BANGKALAN Angga Fitriyono
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p100-108

Abstract

Seni pertunjukan di desa Batah barat dan Karanganyar, Kabupaten Bangkalan, Madura dirasa masih kurang. Hal ini terlihat dari anak-anak sampai para warga masih belum terlalu antusias dengan seni. Hal ini dikarenakan tidak adanya fasilitas seperti sanggar maupun pengajar di kedua desa tersebut. Selain itu seni pertunjukan jarang sekali diadakan dalam acara-acara desa.Melihat situasi tersebut peneliti beserta para mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura berusaha menumbuhkan minat dan bakat berkesenian anak-anak di desa Batah Barat dan Karanganyar, Bangkalan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan Performing Arts melalui beberapa tahap yakni (i). Melaksanakan pendataan awal terhadap minat dan bakat anak di desa tersebut dan menetapkan minat dan bakat yang di diklasifikasikan pada bidang musik, tari dan drama (ii). Pemberian materi dan keterampilan dasar dalam berkesenian (iii). Evaluasi penguasaan materi dan pengembangan dalam gelar karya seni. Setelah pelaksanakan serangkayan tahapan mulai dari pendataan hingga pelatihan, kemudian produk yang dihasilkan berupa karya pertunjukan di tampilkan pada tanggal 23 januri 2019. Terlihat ekspresi dan unjuk kreativitas anak-anak sangat total dan sangat mencerminkan performer yang sesungguhnya dalam suguhan seni pertunjukan  yang berkualitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8