cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016" : 12 Documents clear
POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MENANGANI KONFLIK TERKAIT PENGELOLAAN PERTAMBANGAN DI KECAMATAN LAMBU KABUPATEN BIMA Firdaus Firdaus
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.511 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Pemerintah Daerah dengan Masyarakat dalam Menangani Konflik Terkait Pengelolaan Pertambangan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima”.Dengan permasalahan: 1) Bagaimanakah penerapan pola komunikasi formal dalam menanganikonflik terkait pengelolaan pertambangan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima? 2)Bagaimanakah penerapan pola komunikasi formal dalam menangani konflik terkait pengelolaanpertambangan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima?. Tujuan penelitian ini yakni: 1) Untukmengetahui penerapan pola komunikasi formal dalam menangani konflik terkait pengelolaanpertambangan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan polakomunikasi formal dalam menangani konflik terkait pengelolaan pertambangan di KecamatanLambu Kabupaten Bima.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan analisis terhadap kelimaindikator dari sub variabel pola komunikasi formal dalam penyelesaian konflik, baik melaluitatap muka; pertemuan resmi; sosialisasi; seminar atau sarasehan; melalui surat resmi hasilnyarata­rata dinilai tidak pernah dilakukan oleh pihak pemerintah. Warga sangat menyayangkansikap pemerintah yang masa bodoh dengan peristiwa yang telah merenggut korban jiwa padaKecamatan Lambu. Kedua, berdasarkan analisis terhadap kelima indikator dari sub variabelpola komunikasi informal dalam penyelesaian konflik, baik melalui komunikasi melalui telpon;sms; rumor; gosip atau kabar burung; desas­desus, rata­rata hasilnya dinilai responden belumdilakukan. Sampai sejauh ini pemerintah tidak pernah memberikan kabar ataupun melakukanmusyawarah bersama masyarakat terhadap kebijakan pengelolaan tambang emas yang akandilakukan.
STRATEGI KOMUNIKASI HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KOTA BIMA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK DONOR DARAH Aini Annisya
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.608 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bima Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Untuk Donor Darah.Rumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu, Bagaimana starategi komunikasi hubungan masyarakat (Humas) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bima dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk donor darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistarategi komunikasi hubungan masyarakat (Humas) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bimadalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk donor darah.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan analisis terhadaps sejumlahvariable penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitianyang diperoleh yaitu: Hubungan masyarakat atau Public relations adalah suatu usaha yangsengaja dilakukan, direncanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan salingpengertian antara sebuah lembaga/institusi dengan masyarakat. Aktivitas public relationsadalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik antara lembaga dengan publik yangbertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi tercapainya suatu tujuantertentu, kebijakan, kegiatan produksi, demi kemajuan lembaga atau citra positif organisasidan tujuan organisasi terhadap membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan donordarah.Saran diajukan untuk menampung pendapat dan masukan dari masyarakat luas terhadappelayanan dan fasilitas organisasi, akan lebih baik jika public relations PMI mengaktifkan foruminternet atau website yang bisa diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di dunia, sehingga bisa berguna untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan dan informasi PMI selanjutnya.
MAKNA RIMPU SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI NONVERBAL BAGI PEREMPUAN BIMA Rahmi Rahmi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.808 KB)

Abstract

This research is motivated rimpu culture which is one of the cultural community in general Bima, in which women wear to cover nakedness rimpu as Islam teaches that each of the womenwho have had to cover the nakedness “Aqil balik” in front of people who are not strange. In asociety Simpasai sarimpu realized by using a form of obedience to Allah SWT.Rimpu culture began to be known since the advent of Islam in Bima brought by religious leaders from Gowa Makassar. Although the community it self knows no cultural Gowa rimpu sorimpu culture is the result of women’s culture, especially in Simpasai Bima. Rimpu is wearinggloves to wrap the head in which the wearer’s face visible only by using gloves.Rimpu is a type of clothing women’s clothing Simpasi in which a part of nonverbalcommunication. Rimpu in the context of nonverbal communication has its own meanings. Asindividual expression which through this rimpu communicate about the values that are believedto users. Is a personal identity or a particular social group. In addition, rimpu reflect the statusof a woman in a community, he will be judged as a good woman and family well too if you wearrimpu. Rimpu also communicate the economic status of the wearer this can be seen from thetype of glove wearing. Women who wear rimpu will also be assessed as a woman who religionbecause obedient to God Almighty to cover nakedness.
Front Matters (halaman cover, susunan redaksi dan daftar isi) editor jurnal komunikasi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.24 KB)

Abstract

POLA KOMUNIKASI KEPALA SUKU DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERNIKAHAN DAN KESENIAN TRADISONAL Arief Hidayatullah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.221 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberagaman identitas yang dimiliki manusia. Bahwa manusia baik sebagai individu maupun kelompok, memiliki ciri masing­masing yang disebutbudaya atau kebudayaan. Begitu juga dengan kebudayaan masyarakat Donggo (dou Donggo)di Bima, NTB. Dou Donggo merupakan masyarakat asli suku Mbojo (Bima), yang mendiamisalah satu wilayah administratif kecamatan di Kabupaten Bima, yaitu Kecamatan Donggo. DouDonggo menjadi bagian masyarakat Bima yang masih memegang teguh nilai­nilai kebudayaanasli suku Mbojo. Kepatuhan mereka dengan tetap memegang teguh nilai­nilai kebudayaan,tidak terlepas dari peran pemimpin mereka, yakni Ncuhi. Ncuhi merupakan sebutan dou donggountuk kepala sukunya. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi lapangandi Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, peneliti meneliti bentuk komunikasi Ncuhidalam upayanya melestarikan budaya pernikahan dan kesenian tradisional dou Donggo. Darihasil penelitian ditemukan, keberadaan Ncuhi sebagai penerus atau pewaris kebudayaan lokaltidak lagi berfungsi secara maksimal. Ncuhi hanya melakukan komunikasi antarpersonal,kelompok dan publik kepada generasi yang lebih muda untuk mewarisi nilai­nilai kebudayaan.Tidak ada lagi komunikasi secara organisasi, maupun menyebarkan dengan media massa untukmelestarikan kebudayaan pernikahan dan kesenian.
STRATEGI KOMUNIKASI BPJS KESEHATAN BIMA DALAM MENYOSIALISASIKAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) Tasrif Tasrif
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.794 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi BPJS Kesehatan Bima dalam Menyosialisasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahuistrategi komunikasi BPJS Kesehatan Bima dalam Menyosialisasikan program JKN; (2) untukmengetahui faktor pendukung dan faktor peghambat yang dihadapi BPJS Kesehatan Bimadalam Menyosialisasikan program JKN. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulanyaitu bulan Maret­ Mei 2014, berlokasi di BPJS Kesehatan Bima. Tipe penelitian adalahdeskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengantiga orang informan yaitu Bapak Sakarias Rewa (Bagian Umum kantor BPJS Bima); Ibu LusiWardani (Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan); Siti Nuraini (masyarakatpengguna kartu JKN asal Penaraga); Abdullah (masyarakat pengguna kartu JKN asal Penaraga);Faqih (masyarakat pengguna kartu JKN asal Penaraga). Hasil penelitian menunjukkan bahwaBPJS Kesehatan Bima telah melaksanakan beberapa langkah dalam merumuskan strategikomunikasi sosialisasi, mulai dari mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metodehingga seleksi dan penggunaan media. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam sosialisasiprogram JKN ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat. Faktorpendukung tidak lain berasal dari pemerintah pusat, instansi pemerintah yang diikat bekerjasama, dukungan dari perusahaan peserta kolektif, dukungan dari sarana dan prasarana,serta SDM yang ada. Sementara dari segi penghambatnya ada beberapa faktor, yaitu penyusunan jadwal sosialisasi, jarak demografi, komplain dari peserta dan adanya disonansidari peserta eks PT Askes, eks Jamsostek, serta Jamkesmas.
Back Matters (petunjuk penulisan, cover belakang) editor jurnal komunikasi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2602.786 KB)

Abstract

PERANAN ORGANISASI PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA DI DESA TANAH PUTIH KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Gufran Gufran
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.322 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengembangan Industri Kerajinan Rumah Tangga (Studi Peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima).Rumusan masalahnya yakni bagaimana peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinanrumah tangga di Desa Tanah Putih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan strategipemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga di Desa TanahPutih Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Untuk membahas Penelitian ini penulis menggunakanjenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara,dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik purposivesampling. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yangdimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitianyang diperoleh bahwa peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembanganstrategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, baikpersiapkan kualitas alat yang baik, fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasidengan mereka, pilih lokasi usaha yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan:dekat kantor, kampus, mall, dan lain­lain, buatlah merek, jika kita sudah ada karyawan, maka beritraining untuk jualan dan motivasi agar maksimal ketika jualan, lakukan promosi yang masif, bisadengan spanduk, brosur, ataupun sosial media: facebook, twitter, youtube, blog, terapkan strategiharga, misalnya strategi potongan harga, catat data konsumen untuk database, maupun lakukanevaluasi penjualan secara berkala, maka hasilnya sudah cukup baik dan sesuai dengan manajemenkewirausahaan dan prinsip­prinsip pemberdayaan masyarakat. Saran penulis, dengan melihathasil analisis data yang diperoleh dari fokus kaitan dengan peranan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam pengembangan strategi pemasaran sebagai bentuk manajemen usaha industri kerajinan rumah tangga, dengan hasilnya sudah cukup baik dan sesuai dengan manajemenkewirausahaan dan prinsip­prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan hasil yang dinilaiinforman sangat baik, akan tetapi disarankan untuk dipertahankan hasil yang telah dicapai danseyogyanya terus dikembangkan terus sehingga benar­benar mencapai hasil yang maksimal.
PENGARUH KOMUNIKASI PIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KELURAHAN RABADOMPU TIMUR Ahmad Yani
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.535 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komunikasi Pimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Kelurahan Rabadompu Timur”. Tujuan penelitian 1). Untuk mengetahui prosesstrategi komunikasi pimpinan terhadap pegawai, 2). Untuk mengetahui hambatan­hambatanapa saja yang terjadi selama proses strategi pimpinan terhadap pegawai. Dalam pembahasanpenelitian ini penulis menggunakan jenis Jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yangmenjelaskan kausal antara variabel–variabel melalui pengujian hipotesis, dengan teknikpengumpulan data yang digunakan yaitu, Angket sebagai pengumpul data primer. Sedangkanwawancara, observasi dan dokumentasi sebagai pengumpul data pendukung/sekunder. Hasilpenelitian ini berdasarkan dari hasil uji hipotesis yang telah penulis uraikan diatas, makapenulis berkesimpulan antara lain sebagai berikut ini : 1). Hubungan antara variabel X dan Ydilakukan dengan melihat besarnya korelasi dari hasil perhitungan. Adapun kedua variabelyang telah diuji yakni. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah.2). Frekuensi tatap muka dari pimpinan kepada bawahan dapat meningkatkan kedisiplinanapabila para bawahan mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugas masing­masing.Hal ini dapat dibuktikan dari analisis tanggapan responden tersebut. 3). Efektivitas pesan yangdisampaikan oleh pimpinan melalui komunikasi antar pribadi dapat member motivasi parabawahan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, sehingga pekerjaanyang diberikan berjalan dengan lancar. 4). Melalui komunikasi personal yang dilakukanpimpinan dengan pegawai, dapat terlihat efek pesan dalam menimbulkan inisiatif dan rasatanggung jawab dari bawahan terhadap pekerjaan yang telah ditugaskan pimpinan kepadanya,dengan demikian kinerja pegawai dapat tercapai dengan lebih baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN MELALUI ALOKASI DANA DESA DI DESA WILAMACI KECAMATAN MONTA KABUPATEN BIMA Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan Melalui Alokasi Dana Desa di Desa Wilamaci Kecamatan Monta Kabupaten Bima”. Masalah yang dijawabdalam penelitian ini adalah bagaimanakah partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan,pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari Alokasi Dana Desa diDesa Wilamaci Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitianini yakni untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan, pengambilankeputusan dan pelaksanaan pembangunan dari Alokasi Dana Desa di Desa Wilamaci KecamatanMonta Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informannya adalah staf Desa Wilamaci,Ketua dan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Wilamaci, pengurus PKK, RW, RT,tokoh­tokoh masyarakat Desa Wilamaci, masyarakat Desa Wilamaci, serta masyarakat lainnya diDesa Wilamaci Kecamatan Monta. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakanteknik snowball sampling. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptifkualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diungkapkandalam penelitian ini yakni: Pertama, masyarakat sangat aktif dalam pertemuan/rapat, partisipasimasyarakat dalam mengajukan usulan ketika rapat berlangsung, maupun partisipasi masyarakatdalam mengusulkan program. Kedua, masyarakat turut ikutserta dalam pengambilan keputusantersebut. Ketiga, partisipasi masyarakat yang berwujud dalam memberikan sumbangan tenaga,sumbangan material/uang, sumbangan pemikiran, dan partisipasi masyarakat dalam pembuatanjadwal kerja bhakti sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan, maka hasil yangdiperoleh menjawab sudah aktif.

Page 1 of 2 | Total Record : 12