cover
Contact Name
Prof. Dr. Elna Karmawati
Contact Email
littri_puslitbangbun@yahoo.co.id
Phone
+62251-8313083
Journal Mail Official
littri_puslitbangbun@yahoo.co.id
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 1, Cimanggu, Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri)
ISSN : 08538212     EISSN : 25286870     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Tanaman Industri (JLITTRI) aims to publish primary research articles of current research topics, not simultaneously submitted to nor previously published in other scientific or technical ojournals. General review articles will not be accepted. The journal maintains strict standards of content, presentation,and reviewing. SCOPE The journal will consider primary research papers from any source if they make an original contribution to the experimental or theoretical understanding and application of theories and methodologies of some aspects of agricultural science in Indonesia including: Estate crops; Soil science; Climate science; Agronomy; Plant breeding; Biotechnology; Genetic resources; Plant pathology; Plant physiology; Entomology; Farming system; Postharvest technology; Socio-economic agriculture; Environment; Agricultural extension. The journal publishes Indonesian or English articles. Since the year of 2017, the jurnal is published twice a year in (June and December).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2002): September, 2002" : 6 Documents clear
PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) . SUDIARTO; Nur Maslahah; Deden Sukmajaya
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.77-82

Abstract

Daun kaluk (Sauropus androgynus (I.) Merr) banyak dikonsurnsi sebagai sayuran yang horkhasial dapal meningkatkan produksi dan kualitas air susu ibu (ASI), Kim ekstrak simplisia daun kaluk telah diproduksi dan dipasarkan perusahaan farmasi dan jamu dalam ramuan pelancar ASI .Adanya peningkatan permintaan kaluk untuk sayuran dan produksi ramuan ASI sebaiknya pengembangannya didukung teknologi budidaya tepat guna yang memadai agar dapat diperoleh hasil yang bcmiutu dengan produktivitas tinggi Komponen teknologi pemupukan organik menipakan salah satu altematif yang dipandang dapat mencapai tujuan tersebut. Penelitian pemupukan dengan pupuk kandang Iclah dilakukan di pertanaman katuk umur tiga tahun milik petani di Desa Cilendek Timur. Kecamatan Semplak Kabupaten Hogor, pada Marel sampai Juni 1998. I ujuan penelitian adalah unluk mendapatkan komponen tcknologi dosis pemberian pupuk kandang yang dapal meningkatkan pertumbuhan tanaman. hasil panen pangkasan, hasil daun dan kandungan protein Klon kaluk yang digunakan adalah klon baslar yang ditanam pada hedengan Perlakuan terdiri atas sembilan dosis pupuk kandang, masing-masing dalam kg. plot adalah ,0 (kontrol), 1.8, 3.6, 5.4, 7.2, 9.0. 10.8. 12.6 dan 14.4 atau setara 0, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 dan 40 ton ha dengan memakai rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Pupuk kandang yang sudah lerdekomposisi dengan baik diberikan secara merata pada setiap plot lanaman I'aiienan dilakukan dengan memangkas lanaman 10 1 5 cm dan atas lanah selang 40 42 hari sekali. Sebelum percobaan dimulai. lanaman dipangkas lebih dahulu Hasil pencliuan menunjukkan bahwa dosis 5 4 kg plot pada panen pertama dan ketiga hanya berpengaruh terhadap komponen pertumbuhan linggi lanaman. Pada panen petama dosis 10.8 kg/plot nyata memberikan rataan per tanaman hasil pangkasan tertinggi (38.64 g) Pengaruh pupuk kandang selanjutnya nyata pada panen ketiga, hasil tertinggi dicapai pada dosis 5.4 kg plot baik untuk hasil pangkasan segar (48.79 g), dan daun segar (27 43 g). Jumlah hasil tertinggi dan liga kali panen secara nyata juga dicapai pada dosis 5.4 kg plot terhadap hasil pangkasan kering (42.79 g) serta daun kering (5.05 g). Kandungan protein daun nyata lebih linggi (37.83 -41.29 %) pada perlakuan dengan pupuk kandang, dibandingkan dengan kontrol (33.50%). Hasil analisis rcgresi dosis pupuk kandang dengan kandungan protein daun berbentuk persamaan kuadratik y=34.8372 + 1.2977x 0.0664X2 Hasil maksimum dapat dicapai pada dosis 9.76 kg/plot.Katakunci : Sauropus androgynus, pupuk kandang, hasil pangkasan. hasil daun. kandungan protein ABSTRACT Effect of manure on growth and yield of katuk (Sauropus androgynus L. Merr)Katuk leaves (Sauropus androgynus L. Merr,) are used as vegetable which have beneficial effect on stimulating the production of breast milk during lactation periode. Nowadays katuk extract has been produced and put on the market by pharmaceutical and jamu (traditional medicine) companies. The high demand of kaluk boOi for vegetable and pharmaceutical product should be supported by adequate cultivation technology, to obtain high quality and yield of kaluk. Organic fertilizers such as farmyard manure (FYM) is one of Uic alternatives to achieve the goal. A field trial using randomized block design, with nine treatments of FYM dosage, 0 (control), 1.8 kg/plot (5 ton/ha), 3.6 kg/plot (10 ton/ha), 5.4 kg/plot (15 ton/ha). 7 2 kg/plot (20 ton/ha), 9.0 kg/plot (25 ton/ha), 10.8 kg/plot (30 ton/ha), 12.6 kg/p(oI (33 Ion/ha) dan 144 kg/plot (40 tonlia), Uiree replication was carried out from March to Juni 1998, on larmer's kaluk plantation in fast Cilendek village, Semplak, Bogor. For the beginning of the trial, formerly katuk was pruned, and then a well decomposed 1 YM was broadcasted on each plot between plant rows Harvesting was done at an interval lime of 40 42 days by pruned lop part of the green lealy stem 10 1 5 cm above the soil surface Results showed only plant height as one of growth components was significantly influenced by the application of 5 4 kgplot I YM plot at the first harvest The highest significant yield of fresh green leafly steins (38 64 g per plant), was given by a 10 8 kgplot treatment al die first harvest, and then at the third harvest (48 79 g) of fresh green leafly stems and (27.43 g) of fresh leaf yield respectively, Ihe highest yield from three limes of harvest, was produced from the plots applied with 5.4 kg'plot for, dry basis (42 79 g) leafly stems, and dry leaf (5.05 g) Prolein content of the leaf signilicanly were higher (37 83 41.29 %), on FYM treatment lhan control (33 50 0/o). The regression equation between dosage of FYM with Icar protein conten( was y 34 8372 I 1.2977x 0.0664X2 Maximum prolin conlcnl can be obtained by a 9 76 kgplot.Key words : Sauropus androgynus. farmyard manure, yield, leaf, protein content
PRODUKTIVITAS KELAPA HIBRIDA KHINA-1 DAN PB-121 DI LAHAN MINERAL DAN GAMBUT HELDERING TAMPAKE; WILY A. BARINGBING; H. T. LUNTUNGAN
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.91-96

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada lahan mineral dan lahan gambut Perkebunan Kelapa PT. Sac Nusantara di Kecamatan Mcsudji, Kabupaten Tulangbawang, Propinsi Lampung selama dua tahun (Juni 1999 - Juni 2001). lokasi penelitian terletak pada kelinggian 9 - 23 m dpi. dengan jenis tanah mineral yakni Podsolik Merah Kuning (PMK) dan lahan gambut rawa lebak yang tidak dipengaruhi pasang surul air laut. Curah hujan tahunan 2100 mm dengan 8 bulan basah dan 4 bulan kering. Jenis kelapa yang digunakan yakni kelapa hibrida PB-121 (MYDxWAT) dan KHINA-1 (GKNxDTA) yang ditanam tahun 1992 pada jarak tanam 9 m x 9 m segitiga. Penanaman menggunakan sistem blok yang luasnya antara 15 - 20 ha dan 10 blok diantaranya pada setiap ekosistem ditanami kelapa hibrida PB-121 dan KHINA-1. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan jenis hibrida sebagai perlakuan dan blok sebagai ulangan Penelitian bertujuan untuk mengetahui produktivitas kelapa hibida PB-121 dan KHINA-1 skala pengembangan di lahan mineral dan gambut. Pengamatan dilakukan terhadap sifat-sifat jumlah tandan/ph/Oi, jumlah buah/tandan, jumlah buah, berat daging dan berat kopra/ph/th selama 24 bulan panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat intcraksi antara genolip x lingkungan tumbuh pada semua sifat. Jumlah landan/ph/th sangat dipengaruhi lingkungan tumbuh sedangkan jumlah buah/tandan. jumlah buah/ph/th, berat dagingphth dan berat kopra/ph/th dipengaruhi genolip lanaman. Di lahan gambut jumlah tandan/ph/th lebih banyak dibandingkan dengan lahan mineral, sedangkan jumlah buah/tandan, jumlah buah/ph/th, berat daging/ph/th dan berat kopra/ph/th kelapa hibrida KHINA-1 lebih banyak dibandingkan dengan PB-121, baik di lahan mineral maupun lahan gambut. Hal itu merupakan suatu indikasi bahwa KHINA-1 lebih adaliT terhadap berbagai lingkungan tumbuh.Kata kunci: Kelapa, produktivitas, kelapa hibrida, lahan mineral, lahan gambut ABSTRACTProductivity of hybrid coconut KHINA-1 and PB-121 in mineral and peat soilThis research was conducted in mineral and peat soil of PT. Sac Nusantara Coconut Plantation at Mesudji District, Tulangbawang Regency, Lampung Province for two years (June 1999 - June 2001). The altitudes were 9-23 meters above sea level, type of mineral soil is Red Yellow Podsolic (PMK) and peat soil of low lands wamps. 'The rainfalls were 2100 millimeters a year with 8 wet months and 4 dry mondis. The experiment used two coconut varieties i.e.: PB-121 (MYDxWAT) and KHINA-1 (GKNxDTA) hybrid, planted in 1992 with plant spacing 9 m x 9 m triangle. The plant planting used in block system were 15 - 20 Ha. a width and 10 blocks among these on each ecosystem planted PB-121 and KHINA-1 hybrids. The experiment was designed as a randomized block design with two hybrids as a treatment and blocks as replication. The objective of this study was to know the production of PB-121 and KHINA- 1 on a developed scale in mineral and peat soil. The observation character was done during 24 months to die number of bunch/palm/year, number of nut/bunch, total number of nut, weight of meat and weight of copra/ palm/year. Results of the experiment showed that there was genotype x environment interaction of die caracters observed. The number of bunch/ palm/year caused by environment conditions but the number of nut/ bunch, he total number of nut, weight of meal and weight of copra/palm/ycar were caused by genotype. On the peat soil, the total number of bunch/ palm/year higher than die mineral soil. The number of nuts/hunch. number of nuts.palm/year, weight of meat/palm/year and weight of copra/palm/ycar of the KHINA-1 in the peal soil were higher than those of PB-121 hybrid in mineral and peal soil. This indicated that KHINA-1 hybrid was more adaptive to the cnvironmcnl conditions.Key words : Coconut, productivity, hybrid coconut, mineral soil, peat soil
RESPON DAUN UNGU (Graptophyllumpictum L.) TERHADAP CEKAMAN AIR IRENG DARWATI; ROSITA S.M. D.; . HERNANI
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.73-76

Abstract

Daun ungu atau handeuleum (Graptophyllum pictum I.) merupakan salah satu tanaman penghasil bahan baku obat Daunnya dapal digunakan untuk mengobati wasir, batu empedu. dan penyakit hati Penelitian ini bertujuan untuk mcmpelajari pengaruh cekaman air terhadap produksi dan mutu daun handeuleum. Percobaan pot (polybag) dilakukan di rumah plastik Balai Penelitian lanaman Rempah dan Obat. Bogor mulai bulan September 1997 sampai dengan Februari 1998. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 ulangan. Perlakuan tcrdiri atas 4 taraf cekaman air, yaitu : 1) 40% kapasitas lapang (KL), 2) 60% KL, 3) 80% KL dan 4) 100% KL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas daun, jumlah cabang, bera( kering akar, berat kering ba(ang dan berat kering daun pada 60% KL dan 80% KL paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya Untuk mutu daun yang dihasilkan, dari semua perlakuan memenuhi persyaratan yang dilctapkan dalam Malcria Medika Indonesia.Kata kunci : Graptophyllum pictum L. cekaman air, produksi, mutu ABSTRACT Effect of water stress on Graptophyllum pictum L.Graptophyllum pictum is one of the raw materials lor medicinal The leaf can be used for hemorrhoids, bladder and liver, The objectives of the experiment was to study the efect of drought stress on production and quality of leaves. Pot experiment was carried oul in green house of Research Institute for Spice and Medicinal Crops (RISMC). Bogor in September 1997 to February 1998. A randomized block design was used with six replicates. The treatments consisted of 4 levels of ield capacities 40%, 60%, 80% and 100%. The result of experiment showed mat leaf area, number of branches, root dry weight, branches dry weight and leaf dry weight on 60% and 80% of ield capacity were the highest compared with odier treatments. The quality of all treatments arc fulfilled in requirement of Indonesia Materia Mcdica.Key words : Graptophyllum pictum L, water stress, production, quality
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KORELASI ANTAR SIFAT-SIFAT MORFOLOGI KELAPA (Cocos nucifera, Linn) HELDERING TAMPAKE; H. T. LUNTUNGAN
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.97-102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter genetik dan korelasi antar sifat-sifat morfologi kelapa. Bahan lanaman yang digunakan adalah 19 populasi kelapa lokal hasil koleksi dan beberapa pulau di Indonesia, ditanam di Kebun Percobaan Pakuwon, Jawa Barat pada tahun 1978 dan 1982. Tinggi tempat 450 m di atas permukaan laut dengan tipe iklim Bl menurut Oldeman. Jumlah tanaman 100 pohon, dengan jarak tanam 9 m x 9 m scgi empat untuk kelapa Dalam dan 60 pohon kelapa Genjah dengan jarak tanam 7 m x 7 m scgi empat sciiap populasi. Pengamatan dilaksanakan dalam dua lahap Mei-Agusius 1996 pada 14 populasi dan Juni-Agustus 2000 pada 5 populasi saat tanaman kelapa berumur 18 tahun. Tanaman yang diamati 4 pohon diulang 3 kali setiap populasi sehingga total tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 19x4x3 « 228 pohon. Sifat yang diamati meliputi sifat-sifat morfologi batang, daun dan rangkaian bunga Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas genetik sifal-sifal morfologi kelapa umumnya sempil. Beberapa sifat seperti: diameter batang 1,5 m dai permukaan lanah, panjang batang 11 bckas daun, langkai bunga tanpa bunga betina, dan jumlah bunga betina menunjukkan variabilitas genetik yang luas Pada umumnya hcritabilitas dalam am luas dan kemajuan genetik dalam persen untuk semua sifat tinggi, kecuali hentabilitas sifat tangkai bunga membawa bunga betina bemilai sedang. Terdapat korelasi genetik positif yang nyata pada sifat-sifat morfologi batang dengan daun dan rangkaian bunga, kecuali dengan jumlah bunga betina/tandan dan jumlah tandan/ph/lh. Dari 15 sifat yang diamati, hanya 6 sifat yang mempunyai korelasi genetik nyata dengan sifat jumlah bunga betina/tandan yaitu: diameter batang 1.5 m dari permukaan lanah (rg = -0.5215*), panjang batang 11 bckas daun (rg • -0.5369*), lebar anak daun (rg ■ -0.5961**), tebal tangkai landan (rg = 0.5802**), panjang rangkaian bunga (rg ■ -0,6143**), dan panjang tangkai bunga (rg = -0.4907*), sehingga sifat-sifat tersebut dapat digunakan sebagai kiteia seleksi untuk memperoleh jumlah bunga betina banyak per mayang pada lanaman kelapa.Kata kunci: Kelapa, parameter genetik, korelasi, sifat morfologi ABSRACT Estimation of Genetic Parameters and Correlation Between Morphological Traits in Coconut (Cocos nucifera, Linn)The objective of this experiment was to determine genetic parameters and correlation between morphological trails on the coconut population. A total of 19 local coconut populations were collected from some islands in Indonesia, planted at Pakuwon Experimental Garden, West Java in 1978 and 1982. The altitude is 450 meters above sea level with climate type Bl Oldeman. The total number of sample is 100 palms for each tall coconut with planting distance 9 x 9 m and 60 palms for each dwarf coconut with planting distance 7 x 7m. The observation was done in two steps i.e.: May - August 1996 on 14 populations and June - August 2000 on 5 populations when the coconut population was 18 years old. A number of 4 palms with 3 replications were observed of each population to measure morphological traits of he stem, leaf and inflorescence. Therefore, the total palms used in the experiment were 19 x 4 x 3 = 228. The results revealed that the genetic vaiability of coconut morphological trait were generally narrow. A few traits i.e.: stem diameter 1 5 m from ground level, stem length of 11 leaf scars, spadix without female flower, and number of female flowers/bunch showed a wide degree of variability. In general, the heritabilily estimates in broad sense and genetic gained in percent for all trails were high, except the henlability of spadix with female flower Irait was lowly. A positive significant genetic correlation were found to the morphology traits of stem with leaf and inllorcsccncc except Uic number of female flower/bunch and number of bunch/palm/ycar. From fifteen traits, only six traits had significant genetic correlation with the number of female flower Ihcy were diameter stem 1 5 m from ground level (rg 0.5215*), stem length of 11 leaf scars (rg - -0.5369'), leaflet width (rg - -0.5961**), peduncle thickness (rg 0.5802**), length of inflorescence (rg -0.6143**), and length of spadix (rg -0.4907*), and these traits could be used as selection criteria for selecting high female flower bunch on the coconut.Keywords ;Cocos nucifera. genetic parameters, correlation, mor- phological trails
PENGARUH SELANG PANEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI NILAM HOBIR, .
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.103-107

Abstract

Pengaruh sclang panen terhadap pertumbuhan dan produksi nilam dipelajari di KP Manoko (Lembang ) dari tahun 1992 sampai 1994 Percobaan dirancang secara acak kelompok dengan 9 ulangan Luas pelak 5m x 4.5m, jarak tanam 90 cm x 30 cm. Perlakuan Hang panen diatur sebagai berikut. Unluk menycragamkan pertanaman, pada umur 6 bulan seluruh pertanaman dipangkas setinggi 30 cm dai permukaan tanah. Setelah itu tanaman dipanen masing masing dengan selang 2, 4, atau 6 bulan. Parameter yang digunakan untuk mcnilai penganih perlakuan adalah komponen pertumbuhan, yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah cabang (primer dan sckundcr), serta komponen produksi, yang meliputi produksi tcma (segar dan keing), produksi dan kadar minyak.. Untuk parameter tinggi tanaman. jumlah cabang, dan kadar minyak, data yang diolah adalah rata-rata pengamatan tahun pertama dan kedua. (masing- masing 1 tahun pengamatan), sedangkan unluk pcroduksi tcrna dan minyak data yang diolah adalah hasil panen kumulalif, masing masing selama tahun pertama dan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman makin tinggi dengan makin lamanya sclang panen Tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan selang panen 6 bulan. Terhadap jumlah cabang primer, selang panen tidak berpengaruh nyata, sedang terhadap jumlah cabang sckundcr perlakuan tersebut berpengaruh nyata, dimana selang panen 2 bulan menghasilkan cabang sekunder terbanyak. Produksi tcma (segar atau kenng) pada tahun pertama tidak berbeda antar perlakuan, produksi tcma segar mencapai 61.3 68.68 kg/plot (+ 27 30 ton/ha) dan tema keing 17.15 17.87 kg/plot (+ 7.6 - 7.9 ton/ha). Pada tahun kedua, sclang panen berpengaruh nyata terhadap produksi tema, selang panen 2 bulan menghasilkan tcma tertinggi yaitu 12.02 kgplot tcma segar (+ 5.3 ton/ha) dan 5.72 kg'plot tema kering (+ 2.5 ton/ha). Terhadap produksi minyak, selang panen berpengaruh nyata, baik pada tahun pertama, maupun tahun kedua. Produksi tertinggi diperoleh dari selang panen 2 bulan, yaitu 449 ml/plot (197 |/ha) pada tahun pertama dan 142 ml plot (63 l/ha) pada tahun kedua. Terhadap kadar minyak, pada tahun pertama selang panen berpengaruh nyata, dimana kadar minyak tetinggi (2.59%) diperoleh dai pelakuan sclang panen 2 bulan. Pada tahun kedua selang panen tidak berpengaruh terhadap kadar minyak, yang bervariasi antara 2.25 - 2.97%.Kata kunci: Pogostemon cablin, sclang panen, pertumbuhan produksi ABSTRACT Effect of harvest intervals on the growth and yield of patchouliEfect of harvest intervals on the growth and yield of patchouli was studied at the Manoko Expeimental Garden from 1992 to 1994. The expeiment was designed as a randomized block in 9 replicates, and the treatments were arranged as follows. A clone of patchouli (Aceh Merah) was planted in a 5m x 4.5m plots with a plant spacing of 100cm x 30cm. Six months ater planting the plants on all plots were pruned 30 cm above the ground to make them uniform. The plants of each plot were then harvested every 2, 4, or 6 months. Ihe parameters used for evaluating the efect of treatments were the growth components, including plant height, number of branches (primary and secondary branches), and yield components, including the yield of herbs (resh and dry herbs), and oil yield and content. The processed data for plant height, number of branches and oil content were respectively the average data of one- year observation in the first and the second year, while those for yield of herbs and oil. the processed data were the accumulated data from die harvest in the first and the second year respectively Results of Ihe study are summaized as follows 'lant height was afected by harvest intervals, longer harvest interva, produced higher plant. In the irst year, no significant difference in herb yield (fresh or dry herbs) among treatments. The yield of herbs varied from 61.3 to 68.68 kg'plot (+ 27 - 30 tons/ha/year) and dry herbs from 17 1? lo 17 8 kg'plot (+ 7.6 -7.9 tons/ha). In the second year, harvest interval signiicantly afected herb yield, where the highest yield was produced by 2-month harvest interval. Oil yield was significantly afected by harvest interval, cither in the irst or in the second year. The highest yield was produced from 2-month harvest interval, i.e. 449 ml/plot (197 lha) in the irst, and 142 ml (63 l/ha) in ile second year. In he first year, oil content was afected by harvest interval, where me herbs harvested every 2 months produced the highest oil content (2.59%). In the second year, harvest interval did not affected oil content, which varied from 2.25 - 2.97%.Key words: Pogostemon cablin, harvest interval, plant growth, yield
PENGEMBANGAN BUDIDAYA LORONG BERBASIS TANAMAN PERKEBUNAN DI DATARAN TINGGI SEKITAR DANAU TOBA ELNA KARMAWATI; SAHARMAN DAMANIK; . Mukhasim
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 8, No 3 (2002): September, 2002
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v8n3.2002.83-90

Abstract

Penelitian budidaya lorong bcrbasis tanaman perkebunan di sekitar Danau Toba telah dilaksanakan di kabupaten Simalungun Sumatera Utara dai bulan November 1999 - Januari 2002. Tujuan dari penelitian ini adalah unluk (I) mengidenlifikasi potensi dan peluang pengembangan tanaman perkebunan dan (2) memperoleh model usahatani yang layak dikembangkan pada daerah dataran tinggi sekitar Danau Coba Pcnarikan contoh acak secara berlapis dilakukan untuk memperoleh data primer dan petani/kelompok tani dan pedagang pcngumpul. I.apis pertama adalah kabupaten, kedua kecamatan dan ketiga adalah desa. Data sckundcr diperoleh dari instansi terkait yaitu UPS, Dinas Perkebunan lingkat propinsi dan kabupaten, BPN, I3PTP Gcdong Johor, BPK Ack Nauli dan kantor kecamatan. Berdasarkan penelitian yang Iclah dilaksanakan di dataran tinggi Danau Toba dapat diambil kesimpulan bahwa dari keadaan lahan dan iklim, sarana dan prasarana, kcragaan usahatani serta pemasaran. tanaman perkebunan berpeluang untuk dikembangkan di dalaran tinggi Danau Toba. Model yang dipilih dalam penerapan tanaman perkebunan dan tanaman pangarvhortikullura adalah model yang dapal mclcstarikan sumberdaya lahan, menccgah erosi dan memberikan nilai tambah kepada petani. Model tersebut adalah budidaya lorong dengan tanaman kopi yang ditanam segitiga sebagai pembentuk lorong dan baricr penahan erosi Diantara lorong ditanam tanaman jahe dan tanaman cabai merah secara tumpang gilir, dengan nilai BCR antara 1.07 -1.25. Pcngurangan laju erosi dengan penanaman kopi mencapai 30-44%.Kata kunci : Coffeae sp, Zingiber oicinale, potensi, peluang, Danau Toba, sumberdaya lahan, erosi, budidaya lorong, dalaran tinggi ABSTRACT Development of estate crop based alley cropping in the area of Toba LakeAlley cropping research on estate crops in area of Toba I ,ake was carried oul in Simalungun, North Sumatera from November 1999 to January 2002 The objectives were (1) to identify the polcncy and probability to develop estate crops and (2) lo obtain farming system model which are feasible to develop. Purposive stratified Random Sampling had been conducted lo obtain pimary data from farmers/farmers group and traders. The irst level was regency, the second sub distict and the third was village. Secondary data were obtained from related institution Based on the condition of soil and climate, facility, farming system performance and marketing. It could be concluded that estate crops had polcncy lo develop in upland area of Toba Lake. The model Uiat had to be selected was a model that could preserve land resource, prevent erosion, and increase farmers' income. The model was alley cropping based on triangle-planted coffee as erosion barrier. Ginger and red pepper were planted rotation between alleys. The value of BCR was 1.07 -1 25. The erotion rate decreased about 30-44%.Key words : Cofeae sp, Zingiber oficinale, potency, probability, Toba Lake, erosion, alley cropping, upland

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2021): December 2021 Vol 27, No 1 (2021): June, 2021 Vol 26, No 2 (2020): December, 2020 Vol 26, No 1 (2020): June, 2020 Vol 25, No 2 (2019): Desember, 2019 Vol 25, No 1 (2019): Juni, 2019 Vol 24, No 2 (2018): Desember, 2018 Vol 24, No 1 (2018): Juni, 2018 Vol 23, No 2 (2017): Desember, 2017 Vol 23, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 22, No 4 (2016): Desember, 2016 Vol 22, No 3 (2016): September, 2016 Vol 22, No 2 (2016): Juni, 2016 Vol 22, No 1 (2016): Maret, 2016 Vol 21, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 21, No 3 (2015): September 2015 Vol 21, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 21, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 20, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 20, No 3 (2014): September 2014 Vol 20, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 20, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 19, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 19, No 3 (2013): September 2013 Vol 19, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 19, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 18, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 18, No 3 (2012): September 2012 Vol 18, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 18, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 17, No 4 (2011): Desember 2011 Vol 17, No 3 (2011): September 2011 Vol 17, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 17, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 16, No 4 (2010): Desember 2010 Vol 16, No 3 (2010): September 2010 Vol 16, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 16, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 15, No 4 (2009): Desember 2009 Vol 15, No 3 (2009): September 2009 Vol 15, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 15, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 14, No 4 (2008): Desember 2008 Vol 14, No 3 (2008): September 2008 Vol 14, No 2 (2008): Juni 2008 Vol 14, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 13, No 4 (2007): DESEMBER 2007 Vol 13, No 3 (2007): SEPTEMBER 2007 Vol 13, No 2 (2007): JUNI 2007 Vol 13, No 1 (2007): MARET 2007 Vol 12, No 4 (2006): DESEMBER 2006 Vol 12, No 3 (2006): SEPTEMBER 2006 Vol 12, No 2 (2006): JUNI 2006 Vol 12, No 1 (2006): MARET 2006 Vol 11, No 4 (2005): DESEMBER 2005 Vol 11, No 3 (2005): SEPTEMBER 2005 Vol 11, No 2 (2005): JUNI 2005 Vol 11, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 10, No 4 (2004): Desember, 2004 Vol 10, No 3 (2004): September, 2004 Vol 10, No 2 (2004): Juni 2004 Vol 10, No 1 (2004): Maret 2004 Vol 9, No 4 (2003): Desember 2003 Vol 9, No 3 (2003): September, 2003 Vol 9, No 2 (2003): Juni, 2003 Vol 9, No 1 (2003): Maret, 2003 Vol 8, No 4 (2002): Desember, 2002 Vol 8, No 3 (2002): September, 2002 Vol 8, No 2 (2002): Juni, 2002 Vol 8, No 1 (2002): Maret, 2002 Vol 7, No 4 (2001): Desember, 2001 Vol 7, No 3 (2001): September, 2001 Vol 7, No 2 (2001): Juni,2001 Vol 7, No 1 (2001): Maret, 2001 Vol 6, No 3 (2000): Desember, 2000 Vol 6, No 2 (2000): September, 2000 Vol 6, No 1 (2000): Juni, 2000 Vol 5, No 4 (2000): Maret, 2000 Vol 5, No 3 (1999): Desember, 1999 Vol 5, No 2 (1999): September, 1999 Vol 5, No 1 (1999): Juni, 1999 Vol 4, No 6 (1999): Maret, 1999 Vol 4, No 5 (1999): Januari, 1999 Vol 4, No 4 (1998): November, 1998 More Issue