cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012" : 8 Documents clear
Rekayasa Alat Pengolahan Etanol dari Aren Sistem Evaporator-Destilator Ganda A. LAY
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.92-102

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memodifikasi alat dan sistem pengolahan etanol dari hasil fermentasi dan destilasi yang berkadar etanol 25-39% menjadi etanol 95% atau lebih melalui proses evaporasi, destilasi dan dehidrasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Bengkel Rekayasa Alat Balai Penelitian Palma, tahun 2011. Kegiatan penelitian terdiri dari: (a) Modifikasi alat pengolahan etanol, destilator-dehidrator dan uji kinerja, (b) Karakterisasi dan neraca massa bahan baku dan produk etanol, dan (c) Analisis ekonomi pengolahan etanol. Pengamatan meliputi suhu pemanasan optimal masing-masing unit operasi, waktu proses, konsumsi bahan bakar, debit air destilasi, proporsi produk etanol, kadar etanol, kadar gula dan pH etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengolahan etanol ini efektif, ditandai waktu proses yang singkat, dan menghasil etanol dengan kadar yang tinggi. Pengolahan etanol pada proses dehidrasi yang menggunakan saringan molekuler menghasilkan etanol kadar 98-99%, sedangkan tanpa menggunakan saringan molekuler etanol menghasilkan etanol dengan kadar 95-96%. Alat pengolahan etanol ini dapat diaplikasikan pada kelompok tani dan usaha kecil menengah. Kata kunci: Aren, etanol, alat pengolahan etanol.ABSTRACTEngineering Design of Ethanol Procedssing from Fermented Sap of Sugar Palm with Evaporator-destilator Double SystemThe research aim to modify the unit and processing technology of ethanol from fermented sap of sugar palm, with ethanol content of 25-39 % to produce ≥ 95% through evaporation, distillation and dehydration processes. Research conducted at the Laboratory and Workshop Equipment Engineering, Indonesian Palmae Research Institute, in 2011. Research activities consist of: (a) Modification of ethanol processing tools, distillator-dehydrator system and performance test, (b) Characterization and mass balance of raw materials and ethanol product, and (c) Economic analysis of ethanol processing. Observations included the optimal heating temperature of each unit operation, processing time, fuel consumption, discharge of distilled water, proportion of ethanol products, ethanol content, sugar content and ethanol pH. The results showed that ethanol processing tools is effective which marked by short processing time, and produced ethanol high content. The ethanol processing using molecular sieve proced ethanol 98-99 %, whereas the processing without molecular sieve produced ethanol 95-96 %. The ethanol processing tools can be applied to farmer groups, small-medium busines scale.
Pengaruh Suhu dan Waktu Inkubasi Terhadap Bahan Pemantap Nata de Coco HILDA F.G. KASEKE
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.261 KB) | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.74-78

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh suhu dan waktu inkubasi pada proses pembuatan bahan pemantap dari nata de coco. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan 2 (dua) kali. Perlakuan suhu (00 C, 100 C dan 200 C) dan waktu inkubasi (0, 3, 6, dan 9 hari). Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu dan waktu inkubasi memberikan pengaruh nyata terhadap derajat substitusi, kadar CMC, kadar garam, kadar natrium glikolat, kadar NaOH dan viskositas dari produk pemantap, sedangkan suhu proses dan waktu inkubasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap viskositas. Kombinasi suhu 100 C dan lama inkubasi 6 hari adalah yang terbaik dengan kadar CMC 66,94%, derajat subsitusi 0,656, kadar garam 24,885%, natrium glikolat 1,036% dan viskositas 5,7 cp. Kata kunci : Nata de coco, bahan pemantap, proses.ABSTRACTEffect of Temperature and Time of Incubation on Material Nata de cocoThis research was done to see the effect of the temperature and time of incubation in making materials proces stabilizer of nata de coco.The research using a factorial experiment arranged in a complately randomized design with repeated 2 lines. The treatment that the process temperature (00 C, 100 C and 200 C) and the incubation time 0, 3, 6 and 9 days. Statistical anlysis showed that the treatment temperature and duration of the incubation processes and interactions of the two treatment give significant effect on the degree of substitution, CMC content, salinity, glycolate sodium, NaOH content and stabilizer viscosity of the resulting product Combination temperature 100 C and incubation 6 days old is the best CMC grading 66,94% degree of substitution of 0,656, salinity 24,885, glycolate sodium 1,036% and viscosity of 5,7 cp.
Pengaruh Pengupasan Benih dan Jenis Mulsa Terhadap Kecepatan Berkecambah dan Daya Kecambah Benih Pinang (Areca catechu L.) MUHAMMAD NUR; nFn MIFTAHORRACHMAN
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.122-126

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh benih pinang yang cepat berkecambah dan daya kecambah yang tinggi. Penelitian dilakukan di KP. Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma, selama dua bulan (Mei - Juli 2011). Benih yang digunakan adalah aksesi pinang Sumatera Barat yang ditanam di KP. Kayuwatu Balai Penelitian Tanaman Palma. Penelitian berbentuk percobaan faktorial 2 x 5 x 3, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sehingga terdapat 30 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 10 benih. Faktor A = pengupasan sabut (A), yang terdiri atas: benih tidak dikupas (A0) dan benih dikupas (A1). Faktor B jenis mulsa, terdiri atas: tanpa mulsa (B0), daun pinang (B1), daun kelapa (B2), sabut pinang (B3) dan sabut kelapa (B4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara pengupasan benih dan pemberian mulsa terhadap kecepatan berkecambah tetapi mempengaruhi daya kecambah benih pinang. Namun secara factor tunggal, pengupasan benih dan jenis mulsa mempengaruhi kecepatan berkecambah. Kata kunci : Pengupasan sabut, mulsa, kecepatan berkecambah, daya kecambah, pinang.ABSTRACTEffect of Peeling Husk and Type of Mulch on Germination Rate and Viability of Arecanut (Areca catechu L.)The study was conducted in the experimental station of IPRI in Mapanget from May to July, 2012 to obtain rapid and high percentages of germination of betel seeds. A factorial experiment 2 x 5 x 3 was laid-out in a randomized block design with 30 experimental units. Two factors, stripping seeds (factor A) and types of mulch (factor B) were used. The factor A was consisted of two levels, without stripping seeds (A0) and stripping seeds (A1). The factor B consisted of without mulch (B0), betel leaves (B1), coconut leaves (B2), betel coir (B3), and coconut coir (B4). The results showed that there is no interaction effect of two factors on germination rate of betel seeds. However, as a single factor stripping seeds ang mulch type affect the germination rate. Interaction between stripping seeds and mulch types affect the viability of betel nut (A1) can speed-up germination rate 14.33 days after sowing. Keywords: Peeling husk;mulch;germination rate;viability;arecanut
Introduksi Teknologi Pengolahan Alkohol Teknis dari Nira Aren G.H. JOSEPH
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.103-108

Abstract

Salah satu produk diversifikasi aren yang bernilai ekonomi cukup tinggi adalah alkohol. Sebagian kecil petani hanya menyadap nira aren untuk diolah menjadi gula, namun pada umumnya didominasi pada pengolahan minuman lokal Captikus yang berkadar alkohol 30%. Introduksi teknologi pengolahan akan meningkatkan kadar alkohol dari 30% menjadi alkohol teknis berkadar 75-80%. Alkohol teknis dilakukan melalui 2 tahap, tahap pertama fermentasi nira aren selama 48 jam dan penyulingan hasil fermentasi, dan tahap kedua adalah penyulingan II memperoleh alkohol teknis. Pada tahap pertama diperoleh, yakni selama 48 jam fermentasi, dengan kadar alkohol awal 40%. Kadar alkohol setelah penyulingan II adalah di atas 70%. Analisis usaha pembuatan captikus secara ekonomis memberi keuntungan bersih Rp2.869.299, sedangkan dalam pengolahan alkohol teknis mendapat keuntungan bersih Rp9.000.000. Dalam pengolahan alkohol teknis teralokasi penggunaan tenaga kerja pria paling dominan, yakni 37 HOK per tahun. Kata kunci : Teknologi, pengolahan, alkohol teknis, tenaga kerja.ABSTRACTIntroduction of Technical Alcohol Processing Technology from Sugar Palm SapOne of the product diversification by high economic valuable sugar palm is to tap nira to be processed to alcohol. The small farmer only tapping sugar palm to be processed to become sugar, but is general predominated by processing of local Captikus which have alcohol rate to 30%. Introduktion of processing technology will improve rate of alcohol, from 30% becoming technical alcohol have rate to 75-80%. Introduction of technology with through 2 stage, first stage determine time and way of ferment and also distillation of first alcohol, and the second phase is distillation of II obtain;get technical alcohol. The fermentation time of alcohol obtained during 48 hour to produce with rate of alcohol early 40%. Alcohol rate after distillation of II is above 70%. Economic analysis showed that the benefit of technical alcohol Rp9,000,000 and captikus Rp2,869,299, and competent to be developed. In processing of technical alcohol is allocation usage of man labour most its 37 HOK per year.
Produk Ekstrusi Berbahan Tepung Jagung, Tepung Beras dan Konsentrat Protein Krim Kelapa STEIVIE KAROUW
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.66-73

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui sifat kimia, fisik dan tingkat kesukaan terhadap produk ekstrusi dari campuran tepung jagung, tepung beras dan konsentrat protein krim kelapa (KPKK). Perbandingan tepung jagung dan tepung beras yaitu 100:0; 90:10 dan 75:25. Konsentrat protein krim kelapa yang ditambahkan berturut-turut 2,5%, 5,0% dan 7,5%. Hasil formulasi selanjutnya diproses menggunakan single screw extruder. Analisis dilakukan untuk mengetahui sifat kimia, fisik dan kesukaan terhadap produk ekstrusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KPKK terbukti meningkatkan kadar protein, lemak dan derajat pengembangan, sedangkan kadar karbohidrat dan indeks penyerapan air turun dengan bertambahnya KPKK. Berdasarkan uji tingkat kesukaan, produk ekstrusi yang paling disukai panelis adalah formula E, hasil olahan dari campuran 75% tepung jagung, 25% tepung beras dan 5,0% KPKK. Formula E mengandung kadar air 5,83%, lemak 2,09%, protein 17,86%, abu 2,45% dan karbohidrat 71,49%, derajat pengembangan 1,86%, kekerasan 40,14 N dan indeks absorbsi air 5,43 g air/g bahan. Kata kunci : konsentrat protein krim kelapa, produk ekstrusi, tepung jagung, tepung beras.ABSTRACTExtrusion Product from Corn Flour, Rice Flour and Coconut Cream Protein ConcentrateThe objectives of the reserach are to evaluate chemical, physical properties and level of preference of extrusion products made from corn flour, rice flour and coconut cream protein concentrate (CCPC). The mixture was held at various of corn flour:rice flour ratio (100:0; 90:10 and 75:25). Coconut cream protein concentrate of 2.5%, 5.0% and 7.5% of total flour was added to the mixture. The mixture was then extruded using single screw extruder. The extrusion products were analyzed to evaluate chemical and physical properties and level of preference. The results showed that addition of CCPC appeared to increase protein and fat content and expansion degree but decrease carbohydrate content and water absorption index of the extrusion products. Extrusion products made from 75% of corn flour, 25% of rice flour with addition of 5.0% of coconut cream protein concentrate (Formula E) having the best sensory attributes. The extrusion products (Formula E) contained moisture 5.83%, fat 2.09%, protein 17.86, ash 2.45% and carbohydrate 71,49%, expansion degree 1.86%, texture 40.14 N and water absorption index of 5.43 g water/g sample.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kecepatan dan Daya Kecambah Benih Pinang (Areca catechu L.) FARIDA OKTAVIA; nFn MIFTAHORRACHMAN
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.127-130

Abstract

Benih pinang yang bermutu merupakan salah satu syarat yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman tersebut. Oleh karena itu, penanganan buah harus mendapat perhatian serius untuk mendapatkan benih pinang yang bermutu. Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah penyimpanan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan benih pinang yang ideal terhadap kecepatan berkecambah dan daya kecambah. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2011 hingga September 2011 di Kebun Percobaan Kayuwatu, Balai Penelitian Tanaman Palma. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan tunggal dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah lama penyimpanan benih, yaitu tanpa penyimpanan 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari dan 35 hari. Parameter yang diamati adalah kecepatan kecambah dan daya kecambah benih pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan benih mempengaruhi kecepatan kecambah tetapi tidak mempengaruhi daya kecambah benih pinang. Buah pinang yang disimpan selama 35 hari lebih cepat berkecambah dengan kecepatan kecambah 7,7 hari. Namun, daya kecambah hanya 75%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa lama penyimpanan benih yang terbaik adalah 14 hari dengan kecepatan kecambah 39,20 hari dan daya kecambah 89%. Kata kunci : Lama penyimpanan, kecepatan kecambah, daya kecambah, benih pinang.ABSTRACTThe Effect of Storage Duration on Germination and Viability of Arecanut Seeds (Areca catechu L.)Certifiable arecanut seed is one of condition determining success of the crop conducting. Therefore handling of fruit of having to gets serious attention to get certifiable arecanut seed. One of way of that need to be done is fruit storage. The research was conducted to know the duration storage that affected vigority and viability of arecanut seeds. Research is done in July 2011 finite of September 2011 at the Kayuwatu Experimental Garden of Indonesian palmae Research Institute. Research is done in the form of single trial with six treatment and three replications. Treatment tried is seed storage, that is without storage 0 day, 7 days, 14 days, 21 day, 28 days and 35 days. Parameter observed is germination and viability of arecanut seeds. Result of research indicates that storage stripper of seed influences speed of sprout but doesn't influence areca seed germinative power. Betelnut kept during quicker 35 days germinated with speed of sprout 7,7 days. But, germination power 75% only. Result of research indicates that storage seed of best seed is 14 days with germination 39,20 days and viability 89%.
Performance of Four Tall Coconut Population North Sulawesi for Assembling Coconut Composite Variety Specific for Upland on Wet Climate JEANETTE KUMAUNANG; ARIE A. LOLONG
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.79-85

Abstract

Coconut plant improvement was made to increase the average local production by 1 ton of copra per year nation wide through coconut composite plantation. Coconut Composites were constructed by combining the seven populations/genotypes selected with the production above 3.5 tons of copra/ha/year. Coconut composite superior possessing several advantages compared with other Tall coconut in general such as high productivity as well as high genetic variability inherited from both parents with different genetic composition. Assembling the Tall coconut composite is focused on the upland on wet climate. Performance the local Tall coconut that having potential as selected mother palm for several characters such are production components, pest and disease resistance included leaf physiology and biochemistry was evaluated. The results showed that the four genotypes was specific upland on wet climate with productivity from 3.7 to 4.8 tons of copra/ha/year. The results of this study are expected to produce high yielding coconut genotypes and available for farmers in large quantities so as to increase national production and increase farmers' income. ABSTRAKPenampilan Empat Populasi Kelapa Dalam Potensial Asal Sulawesi Utara untuk Perakitan Kelapa Dalam Komposit Spesifik Lahan Kering Iklim BasahPerbaikan potensi kelapa selalu diupayakan untuk meningkatkan produksi kelapa lokal/daerah yang hanya berproduksi 1.1 ton/ha secara nasional. Salah satu upaya yang dapat dijalankan adalah dengan membangun kebun kelapa Dalam Komposit. Kelapa Komposit dibangun dengan menggabungkan tujuh populasi/genotipe kelapa terpilih dengan produksi di atas 3.5 ton kopra/ha/tahun. Kelapa Dalam unggul komposit memiliki beberapa keunggulan dibanding kelapa Dalam pada umumnya, karena selain produktivitasnya tinggi, juga mempunyai variabilitas genetik tinggi yang diwariskan dari kedua tetua dengan komposisi genetik berbeda. Perakitan kelapa Dalam komposit lebih diarahkan untuk spesifik lokasi dalam hal ini lokasi lahan kering iklim basah. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan penelitian diawali dengan mengamati penampilan kelapa Dalam unggul lokal yang berpotensi kemudian dilakukan seleksi untuk beberapa karakter, yaitu komponen produksi, ketahanan hama dan penyakit dengan karakter fisiologi dan biokimia daun. Hasil yang diperoleh yaitu empat genotip kelapa Dalam spesifik lahan kering iklim basah dengan produktivitas antara 3,7 ton kopra/ha/tahun sampai 4,8 ton kopra/ha/tahun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan genotip kelapa yang berproduksi tinggi dan tersedia untuk petani dalam jumlah banyak sehingga dapat meningkatkan produksi kelapa secara nasional dan meningkatkan pendapatan petani. Kata kunci : Kelapa, seleksi, varietas komposit, gugur buah, kumbang kelapa.
Metode Analisa Dextran dalam Nira dan Gula Aren PONTOH, JULIUS; MIRAH, GARY; KARUNDENG, PRAYCILIA; KAMUH, VANDA
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.109-114

Abstract

Gula aren merupakan salah satu produk utama tanaman aren yang mempunyai berbagai manfaat bagi manusia. Walaupun gula aren merupakan salah satu bahan makanan utama bangsa Indonesia sejak dahulu, tetapi pada saat ini peran gula aren semakin berkurang dengan pengembangan gula tebu. Salah satu penyebabnya adalah kualitas gula sangat bervariasi yang disebabkan antara lain oleh perbedaan perlakuan terhadap bahan baku, yaitu nira aren. Dextran merupakan suatu produk biokimia mikroorganisme yang terkontaminasi secara alami dalam nira aren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode analisa dextran dalam nira dan gula aren. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Institut Teknologi Minaesa, Tomohon pada Februari sampai Juli 2012. Dua metode yang telah diuji adalah metode gravimetri dan metode kabut. Pada metode gravimetri, etanol ditambahkan sampai terjadi pengendapan dextran yang ditetapkan dengan metode penimbangan, sedangkan metode kabut adalah dengan penambahan etanol sampai 50 persen sehingga terbentuk kabut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kabut lebih akurat dari pada metode gravimetri. Konsentrasi dextran dalam gula maupun nira aren telah ditetapkan dengan metode kabut. Konsentrasi dextran dalam nira aren berkisar pada 0,099 persen (b/v) sedangkan dalam gula aren berkisar pada 0,19 sampai 1,68% (b/b). Metode kabut merupakan metode yang sederhana (mudah dilakukan), cepat dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium yang sederhana. Kata kunci: Analisa dextran, gula aren, nira aren.ABSTRACTDextran Analytical Method for Palm Juice and Palm SugarPalm sugar is one of the sugar palm products which is the plant has various benefit for human. Although, palm sugar has been used as food for generations of Indonesian but its roles tends to decrease due to the development of cane sugar. One of the reason for decreasing of the role of palm sugar is the quality of the sugar varies due to the variability of the sugar palm juice as the main raw material. Dextran is a biochemical product of naturally contaminated microorganism in palm juice. The object of this research is to develop a reliability method for dextran analysis in both juice and palm sugar. This research had been conducted at Institut Teknologi Minaesa Laboratory, Tomohon during the periode of February to July, 2012. Two methods of dextran analysis namely gravimetric and haze methods have been tested. The gravimetric method based on the addition of ethanol up to precipitation of dextran and measured by weighing, while the haze method is done by addition of ethanol up to 50 percent until haze developed. This result showed that the haze method produced more reliability method for both accuracy and precision than that of gravimetric method. The dextran consentration of juice and palm sugar have determined by haze method. The dextran concentration of palm juice was 0.099 percent (w/v), while dextran concentration of palm sugar varied from 0.19 to 1.68 % (w/w). The haze method is simple, fast and can be done by simple equipments in any laboratory.

Page 1 of 1 | Total Record : 8