cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017" : 4 Documents clear
Pengaruh Substitusi Tepung Kelapa Terhadap Kandungan Gizi Dan Sifat Organoleptik Kue Kering [The Effect of Coconut Flour Substitution on Nutrient Content and Organoleptic Properties of Cookies] FAHRI FERDINAND POLII
Buletin Palma Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.686 KB) | DOI: 10.21082/bp.v18n2.2017.91-98

Abstract

ABSTRAKTepung kelapa merupakan salah satu alternatif substitusi tepung terigu dengan kandungan serat yang tinggi dan karbohidrat kompleks yang baik bagi kesehatan terutama untuk penderita diabetes. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan sifat organoleptik kue kering yang diolah menggunakan tepung kelapa. Penelitian dilakukan di Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado pada bulan Pebruari-Nopember 2014. Tahapan penelitian, yaitu: pengeringan daging buah kelapa segar, pengepresan minyak/pemisahan minyak kelapa, pembuatan tepung kelapa, pembuatan kue kering serta analisis komposisi kimia dan organoleptik kue kering. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan adalah perbandingan jumlah tepung terigu dan tepung kelapa yang digunakan yaitu pembuatan kue kering. Parameter yang diuji adalah kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat dan organoleptik (rasa, aroma, warna dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ampas kelapa memiliki kadar protein dan serat lebih tinggi dibanding tepung terigu. Kadar abu, protein, lemak dan serat kasar cenderung  meningkat  dengan bertambahnya jumlah tepung ampas kelapa yang digunakan, sebaliknya  kadar air dan karbohidrat mengalami penurunan. Tepung kelapa dapat mensubstitusi tepung terigu pada pembuatan kue kering sampai 50% dengan tingkat penerimaan panelis pada kategori rasa cukup suka sampai suka. ABSTRACT Coconut flour is an alternative substitution of wheat flour with high fiber content and complex carbohydrates that are good for health especially for diabetics. The purpose of this research is to know the nutrient content and organoleptic of cookies processed using coconut flour. The research was conducted at Research Center and Industrial Standardization of Manado on February-November 2014. The research steps were drying of fresh coconut meat, oil pressing/coconut oil separation, coconut flour making, processing of cookies, analysis of chemical properties and organoleptic test. Research using Completely Randomized Design, treatments were the ratio of the amount of wheat flour and coconut flour used in the manufacture of cookies. Parameters tested were moisture content, ash, protein, fat, crude fiber, carbohydrate and organoleptic (flavor, aroma, color and texture). The results showed that the coconut flour had higher protein and fiber content than wheat flour. The content of ash, protein, fat and fiber tends to increase with the increasing amount of coconut flour used, otherwise the water and carbohydrate levels decrease. Coconut flour can substitute wheat flour in processing of cookies up to 50% with panelist acceptance level in taste category quite like until likes.
Stabilitas Oksidasi Lipida Terstruktur Berbasis Minyak Kelapa dan Minyak Kelapa Sawit [Oxidative Stability of Structured Lipid Based on Coconut Oil and Palm Oil] Siti Nurhasanah; Nur Wulandari; S. Joni Munarso; Purwiyatno Hariyadi
Buletin Palma Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n2.2017.53-62

Abstract

Lipase-catalyzed interesterification is used to synthesize a value added structured lipid (SL) from coconut oil and palm oil. SL is a modified lipid (triacylglycerols; TAG) with replacement and/or arrangement of fatty acid positions to change the fatty acid composition and/or their positional distribution in glycerol backbone. In this research, modification was conducted by enzymatic process, to produced SLs with some beneficial changes in chemical and physical properties.  Sepecifically, objective of this research was to study the oxidative stability of SL obtained from enzymatic interesterification of coconut oil and palm oil. Stability was studied using schaal oven test method and parameters tested were free fatty acid, peroxide value, anisidine value, total oxidation, and thio barbituric acid (TBA) value. Results showed that the type of lipase used and length of interesterification resulted in SL with different oxidative stability. Among SLs evaluated, SL produced with esterification process using lipase of Novozyme 435 for 5 hours has high oxidative stability. At the end of the observation, product that was stored for 4 weeks at 50 oC, contained free fatty acid value of 4.21 %, peroxide value of 2.88 meq O2⁄kg, anisidine value of 5.16, TBA value of 2.01 mg malonaldehyde/kg sample, and total oxidation of 10.92. Those result shows that oxidation stability parameter of structured lipid still meet the standard of palm oil  product and its derivatives AbstrakInteresterifikasi enzimatik dengan lipase digunakan untuk mensintesis lipida terstruktur (structured lipid/SL) dari bahan baku minyak kelapa dan kelapa sawit. SL adalah lipida (trigliserida) termodifikasi melalui penggantian dan/atau pengaturan posisi asam-asam lemak pada kerangka gliserolnya.  Pada penelitian ini modifikasi secara enzimatik untuk dilakukan untuk menghasilkan produk SL dengan sifat kimia dan fisika tertentu yang memiliki nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari stabilitas oksidasi produk SL hasil interesterifikasi enzimatik minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Stabilitas oksidasi diukur dengan menggunakan metode uji oven schaal dengan  parameter uji adalah asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan anisidin, total oksidasi, dan nilai asam tio barbiturat (TBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lipase yang digunakan dan lama interesterifikasi menghasilkan SL dengan stabilitas yang berbeda. Diantara produk SL yang dievaluasi, SL yang diperoleh dari proses interesterifikasi menggunakan lipase Novozyme 435 selama 5 jam mempunyai stabilitas oksidasi tinggi.  Pada akhir pengamatan, produk yang disimpan selama 4 minggu pada suhu 50 oC memiliki nilai asam lemak bebas 4,21%, bilangan peroksida 2,88 meq O2/kg, bilangan anisidin 5,16, bilangan TBA 2,01 mg malonaldehid/kg sampel, dan nilai total oksidasi 10,92. Hasil tersebut menunjukkan bahwa stabilitas oksidasi lipid terstruktur yang dihasilkan mampu memenuhi standar sebagai produk minyak sawit dan turunannya. 
Keragaman Fenotipe dan Genetik Kumbang Brontispa longissima (Coleoptera: Chrysomelidae) pada Tanaman Kelapa [The Genetic and Phenotypic Diversities of Brontispa longissima Beetle (Coleoptera: Chrysomelidae) on Coconut Palms] Jelfina C. Alouw; Ismail Maskromo; Fadjry Djufry
Buletin Palma Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n2.2017.83-90

Abstract

ABSTRAKBrontispa longissima merupakan salah satu hama utama kelapa yang dapat menyebabkan kerusakan daun dan kehilangan hasil kelapa secara ekonomi. Terdapat variasi warna dan pola pewarnaan elytra B. longissima yang tersebar di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis keragaman fenotipe dan genetik hama Brontispa longissima yang berasal dari beberapa daerah dengan menggunakan marka RAPD. Analisis keragaman genetik berdasarkan marka RAPD dilakukan terhadap hama B. longissima yang dikoleksi dari Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Ambon/Seram, dan Papua Barat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), dan Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), dari Bulan Maret sampai dengan November 2016. Berdasarkan analisis RAPD menggunakan 3 primer pada enam sampel B. longissima menunjukkan sampel mengelompok menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok I terdiri atas sampel Papua Barat dan Sulsel 2 dan kelompok II  terdiri dari sampel  Ambon/Seram, Sulut 1, Sulut 2 dan Sulsel 1  dengan tingkat kemiripan sekitar 50%. Pada kelompok I, sampel Papua Barat dan Sulsel 2 mempunyai kemiripan sekitar 75%. Kemiripan tertinggi      (> 80 %) tampak antara sampel Sulut 1 dan Sulut 2 yang memiliki warna dan pola warna elytra yang berbeda. Primer OPA 01 dapat digunakan untuk membedakan antar sampel atau keragaman populasi sehingga dapat diaplikasikan sebagai alat deteksi yang cepat dan akurat.    ABSTRACTBrontispa longissima is one of the main pests of coconut causing leaf damage and yield losses. Variation of color and pattern of the elytra was found among population of B. longissima distributed in Indonesia. The objective of the study was to analyze the phenotypic and genetic diversities of Brontispa longissima pests from several regions using RAPD markers. RAPD marker based diversities analysis was carried out to evaluate genetic and phenotipic relationships among population of B. longissima collected from North Sulawesi (Sulut), South Sulawesi (Sulsel), Ambon/Seram, and West Papua. Laboratory expriments were carried out at the Integrated Pest and Disease Laboratory of The Indonesian Palm Crops Research Institute (IPCRI) and the Laboratory of The Indonesian Center For Agricultural Biotechnology And Genetic Resources Research and Development (ICABOG RAD) from March to November 2016.  Three of the twenty primers selected, have grouped the samples into two distinct clusters.  Cluster analysis indicated 75% similarities between West Papua (P) populations and collections from South Sulawesi 2, and 50% similarities among samples from Ambon/Seram, North Sulawesi 1 and 2, and South Sulawesi 1. The highest similarity of more than 80% was found on two samples from North Sulawesi having different color and pattern of elytra. Primer OPA-01 showed highest polymorphism percentage.
Pengaruh Penambahan Tepung Ampas Kelapa Terhadap Karakteristik Biskuit [Effect Of Addition Coconut Flour on Biscuit Characteristic] Rindengan Barlina; Engelbert Manaroinsong; Jerry Wungkana
Buletin Palma Vol 18, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v18n2.2017.63-71

Abstract

ABSTRAKPengolahan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) umumnya menggunakan daging buah kelapa yang bagian testanya dipisahkan, sedangkan yang dilakukan menggunakan  metode pemanasan bertahap bagian testa tidak dipisahkan dan produk yang dihasilkan tidak berwarna (bening). Hasil samping ampas kelapa masih memiliki nilai gizi,  sehingga dapat disubstitusi pada pengolahan pangan tertentu. Penelitian  dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Palma, pada bulan Januari sampai Desember 2013. Tujuan penelitian memanfaatkan hasil samping ampas kelapa yang diolah menjadi tepung dan digunakan sebagai substitusi pada pengolahan biskuit serta mempelajari karakteristik biskuit, baik yang disubstitusi tepung ampas kelapa tanpa testa maupun yang ada testa.  Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap  dalam  percobaan faktorial.  Faktor A adalah Tepung ampas kelapa, terdiri dari: a1) Tepung Ampas Kelapa ada testa dan  a2) Tepung Ampas Kelapa tanpa testa.  Faktor B, yaitu konsentrasi penambahan tepung ampas kelapa, terdiri atas :  b1) 15%,  b2) 20% dan b3) 25%.  Hasil analisis biscuit yang ditambah 25% tepung ampas kelapa ada testa, memiliki kadar lemak 25%, abu 1,61%, protein 9,30%, air 0,16%, karbohidrat 63,93%, serat kasar 8,39% dan 517,92 kkal serta asam lemak rantai medium (ALRM) 13,04%.  Sedangkan yang ditambah 25% TAKtt, memiliki  kadar lemak 24,99%, abu 1,65%, protein 10,15%, air 0,27%, karbohidrat 62,94%, serat kasar 8,65% dan 517,27 kkal serta asam lemak rantai medium (ALRM) 12,66%. Biskuit yang dihasilkan walaupun ditambah tepung ampas kelapa, secara organoleptik diterima panelis dan juga memiliki nilai nutrisi yang baik.   ABSTRACTVirgin Coconut Oil (VCO) processing uses coconut meat which part of  the testa   separated,   while with a gradual heating   method   the testa  not separated and the results product colorless. Coconut pulp still has  nutritional value so it can be substituted in  food processing.  The research was carried out at the Laboratory of Palm Research Institute, on January until December 2013.  The purpuse of the research  is to utilize the  coconut  pulp side product, which is  processed into flour and  used as substitution for biscuit  processing and to know the  characteristics of biscuit.  The  study was conducted using a complete randomized design  in  factorial  experiment.   Factor A is the kinds of coconut pulp flour, consisting of : a1)  coconut pulp flour there is testa and  a2)  coconut pulp  flour without testa.  Factor B, is consentration of  coconut pulp  flour, consist of : b1) 15%, b2) 20% and 25%.  The results analysis of biscuit which  added  25%  coconut pulp flour has testa have moisture content  0,16%,  fat 25%,  ash 1,61%, protein 9,30%, carbohydrate 63,93%, and crude fiber 8,39%,  medium chain fatty acid  (MCFAs) 13,04%   and 517,92 Calorie.  While   the  added  25%  coconut pulp flour without testa  have moisture content 0,27%,  fat   24,99%, ash 1,65%, protein 10,15%, carbohydrate 62,94%, crude fiber 8,65%,  medium chain fatty acid  (MCFAs) 12,66% and 517,27 Calorie.  Biscuits are produced atlhough added coconut pulp flour, accepted of the  panelists and also has good nutritional value.

Page 1 of 1 | Total Record : 4