cover
Contact Name
Fenny Sumardiani
Contact Email
jurnallitbang@gmail.com
Phone
+6285712816604
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Jalan Salak No.22, Bogor 16151 E-mail : jurnallitbang@gmail.com Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : http://dx.doi.org/10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian pertanian pangan hortiikultura, perkebunan, peternakan, dan veteriner yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian dan atau ketentuan kebijakan, yang ditujukan kepada pengguna meliputi pengambil kebijakan, praktisi, akademisi, penyuluh, mahasiswa dan pengguna umum lainnya. Pembahasan dilakukan secara komprehensif serta bertujuan memberi informasi tentang perkembangan teknologi pertanian di Indonesia, pemanfaatan, permasalahan dan solusinya. Ruang lingkupnya bahasan meliputi bidang ilmu: pemuliaan, bioteknologi perbenihan, agronomi, ekofisiologi, hama dan penyakit, pascapanen, pengolahan hasil pertanian, alsitan, sosial ekonomi, sistem usaha tani, mikro biologi tanah, iklim, pengairan, kesuburan, pakan dan nutrisi ternak, integrasi tanaman-ternak, mikrobiologi hasil panen, konservasi lahan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN SAPI POTONG BERBASIS INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Bambang Ngaji Utomo; Ermin Widjaja
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.431 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v31n4.2012.p%p

Abstract

Industri perkebunan kelapa sawit menyimpan potensi sumber dayapakan yang besar untuk pengembangan ternak ruminansia khususnyasapi. Integrasi sapi dengan kelapa sawit memunculkan tigakegiatan terpadu sekaligus, yaitu 1) industri pakan ternak berbasishasil samping perkebunan kelapa sawit, 2) usaha perkembangbiakansapi (cow calf operation), dan 3) penggemukan sapi potong.Potensi sumber daya pakan dari industri kelapa sawit meliputi daundan pelepah kelapa sawit sebagai sumber serat dan hasil sampingpabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) seperti solid sawit/lumpursawit dan bungkil inti sawit sebagai sumber protein. Inovasiteknologi Badan Litbang Pertanian pemanfaatan bahan pakan dariindustri sawit telah tersedia dan dapat diterapkan pengguna dilapangan. Usaha sapi potong dengan pola integrasi sawit-sapimenguntungkan dan berpeluang dikembangkan. Demikian pulapenggemukan sapi potong di dekat PKS memiliki prospek yangbaik sehingga dapat diterapkan di lokasi lain. Kegiatan ini dapatmembuka peluang usaha bagi karyawan kebun dan pabrik kelapasawit melalui koperasi. Pengembangan ternak berbasis industrikelapa sawit meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternakmaupun tanaman kelapa sawit. Namun, penerapannya masih terbatassehingga memerlukan dukungan dan komitmen dari berbagaipihak, yaitu petani, pengusaha/investor, perbankan, peneliti, sertapemerintah daerah dan pusat. Sosialisasi kepada pelaku usahaperkebunan kelapa sawit harus dilakukan pada level pengambilkeputusan agar ada pemahaman yang benar tentang integrasi sawitsapidan model pengembangannya.
PERKEMBANGAN PENELITIAN PEMBENTUKAN GALUR MANDUL JANTAN PADA PERAKITAN PADI HIBRIDA Yuniati Pieter Munarso
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.752 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v31n4.2012.p%p

Abstract

Perakitan padi hibrida merupakan salah satu alternatif dalampenyediaan varietas unggul baru padi. Pembentukan hibrida padapadi melibatkan galur mandul jantan (GMJ atau galur A), galurpelestari atau galur B, dan galur pemulih kesuburan atau galur R.Pengembangan padi hibrida di Indonesia pada awalnya menggunakanGMJ yang diintroduksi dari China dan IRRI. Meskipunmemperoleh beberapa GMJ dengan kemandulan tepung sari yangtinggi (highly sterile), GMJ tersebut masih memiliki kelemahan,antara lain tingkat persilangan alaminya sangat rendah, dayagabungnya kurang baik, serta potensi heterosisnya belum cukuptinggi (< 15%). Penelitian lebih lanjut memperoleh sejumlah GMJdengan sifat kemandulan tepung sari yang lebih mantap dan stabil,serta memiliki beberapa kelebihan, antara tingkat persilangan yanglebih baik serta lebih tahan terhadap hama penyakit utama. Upayaperbaikan galur pelestari juga dilakukan untuk memperbaiki GMJ.Pemanfaatan teknik inkonvensional melalui kultur antera masihdalam tahap awal program pemuliaan padi.
STRATEGI PEMBANGUNAN PETERNAKAN BERKELANJUTAN DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA LOKAL Sjamsul Bahri; Bess Tiesnamurti
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v31n4.2012.p%p

Abstract

Penduduk Indonesia pada tahun 2012 sekitar 235 juta orang dan diperkirakan akan menjadi 273 juta orang pada tahun 2025. Meningkatnya jumlah penduduk akan diikuti oleh meningkatnya kebutuhan pangan, termasuk pangan hewani. Sementara itu, luas lahan/daratan sebagai basis untuk memproduksi pangan tidak bertambah, bahkan cenderung berkurang karena konversi, abrasi, dan terendam akibat meningkatnya permukaan air laut sebagai dampak dari  pemanasan global dan perubahan iklim, serta kualitas sumber daya alam yang makin menurun. Konsumsi protein hewani penduduk Indonesia  sangat rendah (sekitar 6 g/kapita/hari) dan diperkirakan akan meningkat tajam apabila pendapatan penduduk terus meningkat, yang diprediksi  mencapai US$13.000 pada tahun 2025 sesuai target MP3EI 2025. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah perlu menyiapkan strategi  pembangunan peternakan jangka menengah dan panjang secara berkelanjutan dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya lokal. Dalam hal ini, selain mengeksplorasi sumber daya genetik ternak yang efisien dalam penggunaan pakan, juga harus dapat memanfaatkan bahan pakan berupa produk samping tanaman maupun industri pertanian yang tidak bersaing dengan bahan pangan. Kebijakan ini harus didukungdengan inovasi teknologi yang telah dihasilkan maupun yang perlu dikembangkan. Peningkatan produktivitas dan produksi ternak secara berkelanjutan dengan pola seperti ini dapat menghemat sumber daya alam sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dalam rangka  mewujudkan konsep green economy.
POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN KEDELAI DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ., Marwoto; Taufiq, A.; ., Suyamto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v31n4.2012.p%p

Abstract

Produksi kedelai perlu ditingkatkan karena produksi nasional barumampu memenuhi 35−40% dari kebutuhan dalam negeri. Salah satuupaya untuk meningkatkan produksi kedelai adalah mengembangkankedelai pada perkebunan kelapa sawit. Luas perkebunan kelapasawit terus meningkat dari 4,15 juta ha pada tahun 2000 menjadi8,04 juta ha dan pada tahun 2010, terutama di Sumatera danKalimantan. Perkebunan kelapa sawit umumnya terdapat di lahankering dan lahan kering masam dengan tanah podsolik. Introduksibudi daya kedelai di perkebunan kelapa sawit perlu memperhitungkankesesuaian varietas kedelai dengan tingkat naungan tajuk kelapasawit, serta peningkatan kesuburan tanah melalui ameliorasi dengankapur (dolomit atau kalsit) dan/atau bahan organik dan pemupukanhara N, P, dan K. Teknologi produksi kedelai di lahan kering masampodsolik melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu(PTT) telah tersedia, meliputi varietas unggul dan teknologi budidaya spesifik lokasi. Penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkanproduktivitas kedelai sekitar 2 t/ha. Teknologi PTT kedelaidapat dikembangkan pada area kelapa sawit dengan menggunakanvarietas kedelai toleran naungan seperti Wilis.
POTENSI PARASITOID HYMENOPTERA PEMBAWA PDV SEBAGAI AGENS BIOKONTROL HAMA Lina Herlina
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v31n4.2012.p%p

Abstract

Parasitoid pembawa polydnavirus (PDV) adalah kelompok parasitoid dari famili Braconidae dan Ichneumonidae (ordo Hymenoptera) yang memiliki PDV sebagai simbion obligat dalam saluran reproduksi betinanya. PDV  termasuk dalam grup Polydnaviridae, suatu kelompok virus yang unik, bersifat persisten, dan terintegrasi secara stabil di dalam genom  parasitoid yang menjadi koleganya. PDV berperan dalam membantu mengatasi sistem respons pertahanan inang sehingga parasitisasi oleh parasitoid berhasil. Penelitian PDV pada parasitoid telah lama dilakukan di luar negeri. Identifikasi gen yang memengaruhi sistem imun inang maupun fisiologinya telah mengalami kemajuan yang luar biasa sehinggasangat berpotensi dalam meningkatkan peran parasitoid sebagai agens biokontrol hama. Peran kedua famili dari ordo Hymenoptera tersebut sangat besar sebagai musuh alami pengendali hama penting di Indonesia, namun penelitian terkait parasitoid pembawa PDV maupun PDV itu sendiri masih belum berkembang. Diharapkan, informasi tentang PDV ini akan menumbuhkan ketertarikan para peneliti untuk menggali potensi parasitoid pembawa PDV untuk direkayasa sebagai agens  biokontrol hama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5