cover
Contact Name
Fenny Sumardiani
Contact Email
jurnallitbang@gmail.com
Phone
+6285712816604
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Jalan Salak No.22, Bogor 16151 E-mail : jurnallitbang@gmail.com Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : http://dx.doi.org/10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian pertanian pangan hortiikultura, perkebunan, peternakan, dan veteriner yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian dan atau ketentuan kebijakan, yang ditujukan kepada pengguna meliputi pengambil kebijakan, praktisi, akademisi, penyuluh, mahasiswa dan pengguna umum lainnya. Pembahasan dilakukan secara komprehensif serta bertujuan memberi informasi tentang perkembangan teknologi pertanian di Indonesia, pemanfaatan, permasalahan dan solusinya. Ruang lingkupnya bahasan meliputi bidang ilmu: pemuliaan, bioteknologi perbenihan, agronomi, ekofisiologi, hama dan penyakit, pascapanen, pengolahan hasil pertanian, alsitan, sosial ekonomi, sistem usaha tani, mikro biologi tanah, iklim, pengairan, kesuburan, pakan dan nutrisi ternak, integrasi tanaman-ternak, mikrobiologi hasil panen, konservasi lahan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014" : 5 Documents clear
METODE PEMBENTUKAN VARIETAS PADI TOLERAN SALINITAS DAN MEKANISME TOLERANSINYA Rossa Yunita; Deden Sukmadjaja
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p165-171

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan penting yang kebutuhannya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Pemanfaatan lahan salin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi. Oleh karena itu, diperlukan varietas padi toleran salinitas dan berdaya hasil tinggi. Mekanisme toleransi salinitas pada padi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu inklusi dan eksklusi. Metode pemuliaan untuk merakit varietas padi toleran salinitas meliputi pemuliaan secara konvensional, variasi somaklonal, mutasi genetik yang diseleksi secara in vitro, serta transformasi genetik. Untuk mempercepat perolehan varietas, penggunaan seleksi berbantuan marka dapat membantu dalam menentukan gen yang mengendalikan sifat toleransi salinitas untuk digunakan dalam pemuliaan konvensional atau rekayasa genetik. Melalui cara konvensional, Indonesia telah menghasilkan varietas padi toleran salinitas Inpari 34 dan Inpari 35 Salin Agritan. IRRI berhasil menyeleksi 10 varietas padi toleran salinitas, Tiongkok 103 varietas, dan India sembilan varietas.
Seleksi dan Perakitan Varietas Kedelai Adaptif Lahan Kering Masam Febria Cahya Indriani; Heru Kuswanto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p131-140

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan sumber protein nabati di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai, upaya peningkatan produksi dilakukan melalui perluasan area tanam terutama ke lahan kering masam. Kendala dalam pengembangan kedelai di lahan kering masam ialah pH tanah rendah dan keracunan aluminium (Al) yang memengaruhi proses fisiologi dan biokimia tanaman sehingga pertumbuhan dan hasil kedelai rendah. Program pemuliaan kedelai adaptif lahan kering masam membutuhkan koleksi plasma nutfah yang mempunyai keragaman genetik tinggi agar peluang memperoleh genotipe toleran Al meningkat. Kriteria seleksi menggunakan karakter morfologi, fisiologi, dan molekuler dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan tetua-tetua kedelai toleran cekaman Al. Selain itu, perlu disertakan karakter lainnya seperti ukuran biji, warna biji, dan umur genjah untuk meningkatkan adopsi varietas tersebut.
PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA DARI PETERNAKAN MELALUI PEMANFAATAN BAHAN PAKAN LOKAL YANG MENGANDUNG TANIN Erni Gustiani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p159-164

Abstract

Ternak ruminansia turut berperan dalam peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer yang berdampak pada pemanasan global. Gas metana dihasilkan selama proses fermentasi pakan berserat di dalam rumen dan dikeluarkan ke lingkungan melalui eruktrasi. Produksi gas metana dalam rumen merupakan kehilangan energi dan mencerminkan penggunaan pakan yang tidak efisien. Pemilihan jenis pakan sangat menentukan produksi gas metana  oleh ternak. Ternak yang diberi pakan rumput memproduksi gas metana lebih tinggi dibandingkan yang diberi hijauan leguminosa. Pemanfaatan bahan pakan lokal yang mengandung tanin meru-pakan alternatif untuk mengurangi produksi gas metana. Tanin adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat pada hijauan pakan ternak, bersifat antinutrisi, dan dapat menyebabkan keracunan apabila dikonsumsi secara berlebihan oleh ternak. Kebanyakan tanaman leguminosa mengandung tanin. Kaliandra mengandung senyawa tanin 27% bahan kering, yang berfungsi sebagai by pass protein dan mampu mengurangi emisi gas metana dari rumen. Penambahan leguminosa pada pakan dapat meningkatkan kecer-naan bahan organik dan mempercepat passage rate dalam rumen.
PeManfaatan Asosiasi Lintas Genom (Studi asosiasi Genom) dalam Pemuliaan Tanaman Utami, Dwinita Wikan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p141-148

Abstract

Teknologi pemuliaan tanaman berkembang seiring dengan kemajuan revolusi hijau pada akhir tahun 1960-an. Teknologi ini terbukti mampu mengungkit produktivitas tanaman padi hingga mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk,  diperlukan teknologi yang mampu memenuhi swasembada pangan. Pemanfaatan marka molekuler dalam pemuliaan berpotensi mempercepat dan meningkatkan presisi seleksi. Teknik ini antara lain diaplikasikan untuk menganalisis keterpautan antara gen dengan sifat penting pada populasi segregasi sehingga gen target dapat terpetakan dalam genom tanaman. Studi asosiasi genom (genome wide association study/GWAS) merupakan pengembangan dari teknologi pemetaan gen yang analisisnya memerlukan data genotipe dan fenotipe. Berbeda dengan studi pemetaan gen, GWAS dapat dilakukan pada ratusan aksesi plasma nutfah tanpa memerlukan populasi segregasi hasil silangan antara dua tetua. Melalui teknologi GWAS, keragaman plasma nutfah dapat diungkap lebih detail sebagai sumber genetik dalam perbaikan varietas.
PERANAN SIFAT FISIKOKIMIA GANDUM DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA Suarni Suarni; Herman Subagio
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p149-158

Abstract

Gandum memiliki kelebihan dibanding serealia lainnya, antara lain mengandung gluten. Gluten bersama pati gandum dapat membentuk struktur dinding sel (building block) sehingga menghasilkan adonan yang elastis dan mengembang. Gandum memiliki komponen gizi dan fungsional yang relatif tinggi dan spesifik. Tepung gandum mudah diolah menjadi berbagai produk pangan olahan terutama roti, mi, dan sejenisnya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan beberapa varietas unggul gandum subtropis yang dapat dikembangkan pada lahan yang sesuai. Gandum produksi Indonesia dapat mensubstitusi terigu yang bukan termasuk kategori prima seperti gandum impor. Gandum produksi Indonesia sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan olahan terigu seperti untuk gorengan, cookies, puding, dan sejenisnya. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi impor gandum yang terus meningkat setiap tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5