Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman
LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah jurnal yang terbit 2 kali setiap tahun pada bulan Februari dan Agustus. LOSARI Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman adalah peer reviewed jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah mengenai arsitektur dan Rancang Kawasan Binaan pada lingkup ilmu arsitektur, lansekap, interior, perencanaan wilayah kota dan kawasan.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 Agustus 2017"
:
8 Documents
clear
PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (GIS) DI PESISIR DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO
Mukti Ali;
Slamet Trisutomo
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.837 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.57
Salah satu daerah di Indonesia yang rawan banjir pada waktu musim penghujan adalah Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir yang terjadi disebabkan oleh meluapnya air dari Danau Tempe akibat Sungai Walanae, Sungai Bila, Sungai Belokka, Sungai Batu-batu dan Sungai Lawo yang membawa sedimentasi dari daerah hulu kemudian bermuara di Danau Tempe. Banjir yang hampir terjadi setiap tahunnya tersebut, menyebabkan kerugian materil maupun non-materil bagi masyarakat utamanya yang berada di wilayah sekitar Danau Tempe. Selain itu, belum adanya pemetaan secara menyeluruh terkait mitigasi bencana banjir di Pesisir Danau Tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan daerah rawan banjir di Pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo berbasis sistem informasi geografis. Metode pencapaian target luaran disusun berdasarkan proses perencanaan konsep dan arahan. Perencanaan dijabarkan/implementasikan pada konsep-kosep kemitigasi-bencanaan sehingga menghasilkan sebuah arahan atau kebijakan untuk mitigasi bencana banjir di pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo. Konsep perencanaan ini di hasilkan dari proses penelitian dimulai dari identifikasi masalah, survei baik secara primer dan sekunder, kegiatan analisis data - kajian teori, dan keluaran berupa arahan kebijakan
TRANSFORMASI FUNGSI JALAN UMUM SEBAGAI RUANG PUBLIK BAGI MASYARAKAT URBAN Studi Kasus: Bundaran Lungsir Bandar Lampung
M. Shubhi Yuda Wibawa;
Yunita Kesuma
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.46 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.58
Jalan sejatinya berfungsi sebagai prasarana transportasi darat yang menghubungkan suatu tempat ke tempat lain. Sementara itu Jalan Umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum dan untuk kepentingan umum. Namun seiring berkembangnya suatu kota dan bertambahnya jumlah penduduk, fungsi jalan umum yang semula hanya sebagai prasarana lalu lintas mengalami transformasi fungsi. Jalan Umum yang semula hanya mempunya fungsi tunggal berubah menjadi suatu tempat yang dapat berfungsi ganda. Jalan Umum digunakan sebagai tempat efektif untuk menyebar informasi melalui konvoi dan pawai. selain itu, digunakan juga sebagai media sosialisasi pasif untuk mencitrakan identitas suatu kota kepada pengguna jalan dengan cara mendesain ruang-ruang pembentuknya yaitu melalui desain monumen dan atau landscape yang diletakkan pada median jalan atau bundaran. Jalan umum di suatu kota khususnya pada kota-kota besar belakangan ini banyak digunakan untuk aktivitas sosial masyarakat seperti perayaan peristiwa penting, pesta rakyat, olah raga massal, dan aktivitas sejenis yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Namun seiring mendesaknya kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan ruang publik dan sarana rekreatif non komersil, Jalan Umum dijadikan ruang publik tanpa mengenal waktu atau momen tertentu. Salah satu contohnya adalah pada Jalan Umum di sekitar Bundaran Lungsir Bandar Lampung. Jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir memiliki suasana spasial potensial yang mudah dikenali yaitu terdapat masjid besar bersejarah, monumen Patung Pengantin, pandangan langsung ke arah laut dan dimensi jalan yang sangat lebar. Penelitian ini akan menganalisa tentang bagaimana jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir bertransformasi menjadi ruang publik yang sangat diminati di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini akan menganalisa asal muasal dan pengaruh-pengaruh yang menyebabkan terjadinya transformasi pada jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir. Dengan menggunakan metoda sinkronik – diakronik penelitian ini akan menghasilkan ilustrasi kronologis tentang proses terjadinya transformasi fungsi jalan umum menjadi ruang publik dengan memetakan waktu dibangunnya fasilitas fisik dan spasial yang membentuk citra visual ruas jalan umum di sekitar Bundaran Lungsir. Selain itu penelitian ini juga akan dilakukan secara kualitatif – eksploratif dengan mewawancarai pengguna jalan umum untuk mengetahui motivasi masyarakat yang datang dan menggunakan sebagai ruang publik.
PROFESI ARSITEK DI ERA GLOBALISASI
MUNICHY B. EDREES
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.492 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.59
Keberadaan profesi arsitek sangat erat sekali dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Hubungan antara profesi arsitek dengan sejarah dan peradaban manusia dapat kita lihat dari pola rancang bangun yang mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Sejarah dan peradaban manusia di tiap negara satu dengan yang lain berbeda-beda, hal ini membawa keberagaman dalam perkembangan ilmu arsitektur. Indonesia adalah Negara yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan bahasa, suku bangsa dan budaya. Memiliki budaya arsitektur yang beraneka ragam. Budaya itu ditunjukkan dari keberagaman rumah adat, lingkungan adat, dan penggunaan material-material pendukung dalam pembangunan pemukiman/hunian adat.
KONSEP DAN BENTUK RUANG RAKKEANG RUMAH TRADISIONAL BANGSAWAN BUGIS DI BONE SULAWESI SELATAN
Andi Muhammad Akbar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.502 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.60
Arsitektur tradisional Bugis erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Bugis pada masa lalu, dimana Kota Bone sebagai basisnya di Sulawesi Selatan. Didalam rumah tradisional bangsawan Bugis Bone terbagi atas 3 ruang secara vertikal yaitu: Rakkeang, Alle Bola dan Awa Bola. Konsep bentuk ruang yang khas pada Rakkeang mampu memberikan ekspresi karakteristik tersendiri, sehingga perlu diteliti lebih mendalam sebagai aset karya arsitektur nasional penghubung masa yang lalu dan masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini menemukan konsep bentuk ruang Rakkeang yang berpengaruh terhadap karakter arsitektur rumah tradisional bangsawan Bugis. Penelitian ini mencakup basis kerajaan suku Bugis di Kabupaten Bone. Metedologi penelitian ini kualitatif dengan pendekatan paradigma rasionalistik. Hasil penelitian bentuk ruang Rakkeang ini secara spasial terletak simetris dengan Indo Bola dan cenderung mengikuti pola ruang yang ada dibawahnya, semakin besar ukuran ruang Rakkeang semakin tinggi derajat kebangsawanannya, Sedangkan orientasi ruang Rakkeang menghadap kejalan dan hirarki ruang merupakan simbol kewibawaan dengan fungsi khusus yang sifatnya privasi. Secara fisik konsep bentuk Rakkeang simetris berukuran lebih besar dan kemampuan variasi konstruksinya lebih varatif. Hal ini sebagai simbol derajat sosial dan kemampuan penghuni secara ekonomis. Sedangkan bentuk elemen-elemen Rakkeang dimaksudkan agar hegemoni kebangsawanan tetap diterjaga, dan dapat mempengaruhi persepsi setinggi apa status sosialnya dalam masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN VISUAL PERMUKIMAN NELAYAN Studi kasus: pemukiman nelayan lette
Nurmiah Nurmiah
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.167 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.61
Pemukiman nelayan adalah suatu pemukiman bagi masyarakat secara visual, dipandang kumuh dan kawasan tertinggal yang tidak memenuhi persyaratan ideal suatu hunian secara tekhniks maupun non tekhnis. Hal itu mendorong pemerintah untuk merivatilisasi kawasan itu dengan pengadaan dan pembenahan infrastruktur yang ada Kota Makassar juga terkenal sebagai kota bahari yang memiliki banyak potensi namun mengalami problema yang terjadi diatas. Dalam revitalisasi kawasan Lette yang diadakan pemerintah tidak membuat efek keindahan bagi kawasan tersebut namun, yang terjadi adalah kawasan Lette kembali menjadi kawasan yang kumuh. Salah satu penyebabnya kawasan Lette kembali menjadi kawasan kumuh, adalah pembenahan yang dilakukan pemerintah belum sesuai dengan apa yang dipersepsikan sehingga menimbulkan berkurangnya apresiasi masyarakat untuk tetap menjaga lingkunganya.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan visual dikawasan Lette. Kenyamanan visual di kawasan Lette dapat kita ukur dengan mengetahui bentuk persepsi masyarakat dan apa yang menjadi faktor utama pembentuk persepsi visual mereka. Sehingga acuan ini dapat menjadi tahap peningkatan kenyamanan visual kawasan Lette dari tingkat kumuh. Landasan teori dari penelitian ini adalah bagaimana mengarahkan persepsi masyarakat tentang kenyamanan visual pada standart desain suatu waterfont yang ideal, dan juga mengarahkan persepsi masyarakat Lette pada faktor – faktor pembentuk kenyamanan visual tata massa bangunan, ruang, sirkulasi, vegetasi , street forniture, fungsi aktifitas. Untuk mengarahkan perancangan pada faktor – faktor visual yang secara kuantitas menpengaruhi kenyamanan visual. Metode yang dipakai penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dengan cara wawancara, observasi, dan suvey. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu patokan untuk mengatasi permasalahan kenyamanan visual pada kawasan nelayan.sehiingga pemerintah mendapatkan suatu langkah yang tepat guna.
STUDI PENGEMBANGAN FASILITAS WISMA ATLIT
Azis Alimuddin
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.345 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.62
Makassar merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia, saat ini telah mengalami perkembangan pesat dalam bidang olahraga. Hal ini ditunjang dengan semakin banyak event olahraga yang di selenggarakan di Makassar. Fasilitas pendukung olahraga pun cukup banyak dan berkembang seperti gelanggang olahraga, stadion sepak bola, serta fasilitas lain seperti kolam renang dan sebagainya. Oleh karena itu, dengan adanya Wisma Atlet ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan potensi anak bangsa di dunia olahraga, khususnya di kota Makassar. Karena jika dilihat dari segi kemampuan, atlet di kota Makassar sangat banyak yang bisa dan mampu bersaing di kanca internasional. Itu semua sebagai motivasi buat mereka yang ingin mengembangkan keahliannya dalam bidang olah raga. Diharapkan dengan adanya Wisma Atlet ini, para atlet-atlet yang berkunjung ke Makassar dapat beristirahat dengan nyaman dengan fasilitas yang lengkap yang telah di sediakan. Atlet-atlet ini juga disuguhkan dengan panorama kota Makassar yang tidak akan di jumpai di kota-kota lain di Indonesia.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN PRASARANA PELABUHAN FERI BAJOE KABUPATEN BONE
Muhammad Natsir Husain;
Adithya Yudistira
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.599 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.63
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja pelayanan prasarana pelabuhan ditinjau dari persepsi penumpang pada pelabuhan Feri Bajoe, dan bagaiamana prediksi pertumbuhan penumpang sepuluh tahun kedepan, apakah masih sesuai atau seimbang dengan fasilitas prasarana pelabuhan yang ada. Penelitian dilakukan pada pelabuhan Feri Bajoe Kabupaten Bone. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja prasarana Pelabuhan Feri Bajoe yang meliputi variabel dermaga, parkir kendaraan tunggu, dan ruang tunggu secara total menurut persepsi penumpang berada pada katagori kurang baik dengan total skor 4.469. Oleh sebab itu jarak capai, memisahkan jalur jalan bagi penumpang tidak berkendaraan dengan penumpang berkendaraan, menyiapkan moda angkutan gratis bagi penumpang masuk ke terminal pelabuhan, menyiapkan sarana pendukung khusus pada parkir kendaraan tunggu, penentun pola parkir yang jelas, dan menyiapkan sarana tempat duduk pada ruang tunggu penumpang
STUDI IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KAWASAN KANTOR BUPATI DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR
Baso Asnang
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.505 KB)
|
DOI: 10.33096/losari.v2i2.64
Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kolaka maka pada tanggal 11 januari 2013, Kabupaten Kolaka memekarkan Kabupaten baru yaitu Kabupaten Kolaka Timur. Sarana perkantoran pemerintahan kabupaten Kolaka Timur merupakan wadah untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan daerah setempat dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat dan melayani kepentingan umum di wilayah Kabupaten. Saat ini, rata - rata peningkatan jumlah pegawai terus meningkat terjadi peningkatan sebesar 0.074% pada tahun 2015 (Bagian Organisasi dan Tata Laksana sekertariat Daerah, 2015). Dengan presentase jumlah pegawai yang terus meningkat maka salah satu sarana perkantoran yang dibutuhkan oleh suatu kabupaten baru yaitu kantor bupati. Secara fisik, penataan ruangan dan tampilan bangunan kantor bupati Kolaka Timur terlihat sederhana yang dibangun dengan luas 24 m X 18 m persegi dan tidak terdapat fasilitas – fasilitas penunjang lainnya. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan dua masalah yang timbul yakni Bagaimana konsep perencanaan kantor bupati Kolaka Timur yang layak sebagai tempat yang dapat menampung kegiatan pemerintahan agar lebih efektif dan efisien dan Bagaimana mewujudkan bentuk penampilan, tata ruang dan struktur bangunan yang dilengkapi dengan fasilitas – fasilitas penunjang lainnya yang sesuai dengan fungsi bangunan kantor Bupati di Kolaka Timur