Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KINERJA PELAYANAN PRASARANA PELABUHAN FERI BAJOE KABUPATEN BONE Muhammad Natsir Husain; Adithya Yudistira
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 2 No 2 Agustus 2017
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.599 KB) | DOI: 10.33096/losari.v2i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja pelayanan prasarana pelabuhan ditinjau dari persepsi penumpang pada pelabuhan Feri Bajoe, dan bagaiamana prediksi pertumbuhan penumpang sepuluh tahun kedepan, apakah masih sesuai atau seimbang dengan fasilitas prasarana pelabuhan yang ada. Penelitian dilakukan pada pelabuhan Feri Bajoe Kabupaten Bone. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja prasarana Pelabuhan Feri Bajoe yang meliputi variabel dermaga, parkir kendaraan tunggu, dan ruang tunggu secara total menurut persepsi penumpang berada pada katagori kurang baik dengan total skor 4.469. Oleh sebab itu jarak capai, memisahkan jalur jalan bagi penumpang tidak berkendaraan dengan penumpang berkendaraan, menyiapkan moda angkutan gratis bagi penumpang masuk ke terminal pelabuhan, menyiapkan sarana pendukung khusus pada parkir kendaraan tunggu, penentun pola parkir yang jelas, dan menyiapkan sarana tempat duduk pada ruang tunggu penumpang
IDENTIFIKASI LETAK DAN FUNGSI RUANG TERBUKA PUBLIK DI PULAU KODINGARENG LOMPO Muhammad Zaki; Muhammad Yusri Lukman; Adithya Yudistira
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i1.41003

Abstract

Hampir semua studi mengenai perencanaan kota (yang dipublikasikan dalam bentuk rencana umum tata ruang kota dan pendetailannya) menyebutkan bahwa kebutuhan ruang terbuka di perkotaan berkisar antara 30% hingga 40%, termasuk di dalamnya bagi kebutuhan jalan, ruang-ruang terbuka perkerasan, danau, kanal, dan lain-lain. Ini berarti keberadaan ruang terbuka hijau (yang merupakan sub komponen ruang terbuka) hanya berkisar antara 10 % – 15 %. Salah satu ruang terbuka kota yang selama ini kurang mendapat perhatian adalah ruang terbuka yang berada di daerah pesisir laut yang lebih dikenal dengan pantai. Menurut UNESCO (1993), kawasan pesisir merupakan kawasan yang paling padat dihuni, dimana dua pertiga kota-kota di dunia dengan penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa terdapat di wilayah pesisir (kurang lebih 60%). Salah satunya di pulau Kodingareng Lompo luas area daratan di pulau ini seluas 48 Ha. Tutupan daerah pulau umumnya didominasi oleh permukiman, sekitar 85% lahan di pulau Kodingareng Lompo digunakan untuk permukiman selebihnya adalah fasilitas dan vegetasi pulau. Permasalahan yang dihadapi yaitu Tidak adanya peruntukan ruang terbuka publik yang jelas sebagai media interaksi masyarakat Pulau Kodingareng Lompo dan konsep dan arahan desain dalam merancang ruang terbuka publik yang refresentatif. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif (field research). Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Penulis mendeskripsikan data-data yang diperoleh secara langsung dari Pulau Kodingareng Lompo. Data tersebut di deskripsikan sesuai dengan keadaan nyata dilapangan dan dibandingkan dengan teori yang sudah ada dan menjadi dasar dari penelitian ini. Keywords: Ruang Terbuka Publik , Kawasan Pesisir