cover
Contact Name
JUNAIDIN
Contact Email
junaidinmuhaimin@gmail.com
Phone
+6282336472744
Journal Mail Official
ejournal.fitrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukun Karara, Kota Bima, NTB 646818
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan
ISSN : 20857365     EISSN : 27223027     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan (P-ISSN 2085-7365 dan E-ISSN 2722-3027) adalah jurnal ilmiah, berkenaan dengan Studi Pendidikan sebagai domain studi yang diterbitkan dua kali oleh Institute for Research and Community Service (LP2M) STIT Sunan Giri Bima.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2019)" : 14 Documents clear
ETIKA GURU SEBAGAI PENDIDIKAN YANG MENDASAR BAGI SISWA Hermawansyah Hermawansyah
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.212

Abstract

Dalam pendidikan, transformasi pengetahuan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja disetiap pertemuan, tidak hanya di tempat pendidikan formal namun pada tempat non formal sering terjadi pertukaran pendidikan itu secara tidak langsung. Namun kadang kala ada banyak pendidik atau guru tidak pernah menyadari bahwasannya pendidikan pertama itu adalah etika keseharian guru yang selalu Nampak dan ditemuai oleh peserta didik dilingkuangan sekolah baik dalam tutur kata, teguran, hukuman dan bahkan perilaku berkomunikasi sesama pendidikpun akan diperhatikan oleh para peserta didiknya. Sebab etika merupakan Pedoman dalam bersikap dan Berperilaku yang di dalamnya berisi Garis Besar Nilai Moral dan Norma yang mencerminkan lingkungan Sekolah yang edukatif, kreatif, santun dan bermartabat, untuk kepentingan bersama warga sekolah terutama siswa dan masyarakat lingkungan sekolah pada umumnya. Mengacu pada persoalan ini berarti pelajaran atau pendidikan yang paling pendasar bagi para siswa adalah etika seorang guru sebagai pelajaran yang paling utama yang akan menjadi tauladan atau ditiru mulai dari tutur kata, sapa salam dan bahkan pada hukuman dan teguran semuanya menjadi factor nilai yang paling mendasar yang dapat merubah peserta moral peserta didik.
PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI WUJUD PENDIDIKAN Suryani Suryani
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.249

Abstract

Gejala kemerosotan akhlak tersebut, dewasa ini bukan saja menimpa kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar tunas-tunas muda, orang tua, ahli didik dan mereka yang berkecimpung dalam bidang Agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap perilaku sebagian pelajar yang berperilaku nakal, keras kepala, mabuk-mabukan, tawuran, pesta obat-obatan terlarang, bergaya hidup seperti di Eropa dan Amerika dan sebagainya Untuk menumbuhkan nilai-nilai keislaman pada lingkungan sosial, dalam kehidupan sosial perlu adanya program kegiatan keagamaan dilingkuangan sosial dengan mengintegrasikan nilai nilai Agama pada setiap kegiatan dan perilaku. Mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan Agama adalah satu upaya yang muneul sebagai reaksi terhadap adanya konsep dikotomi antara Agama dan ilmu. Orang tua memiliki tanggung jawab mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anaknya sejak kecil. Pengajaran Al-Qur'an mempunyai pengaruh yang besar dalam menanamkan iman (aqidah) yang kuat bagi anak. pengajaran Al-Qur'an pada anak merupakan dasar pendidikan Islam terutama yang harus diajarkan. Ketika anak masih berjalan pada fitrahnya selaku manusia suci tanpa dosa, merupakan lahan yang paling terbuka untuk mendapatkan cahaya hikmah yang terpendam dalam Al-Qur'an, sebelum hawa nafsu hilang.. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Khilafatul Muslimin, Khilafah Islamiyah
KONSEPTUALISASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS PENANAMAN AQIDAH Idhar Idhar
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.253

Abstract

Keluarga merupakan lembaga institusi pendidik pertama, tidak hanya mendidik atau memperhatikan anak-anaknya tentang ilmu umum tetapi yang lebih penting adalah menanamkan pemahaman mereka akan ilmu agama bahkan lebih sepesifik juga membekalinya dengan penanaman pendidikan aqidah yang menjadi kewajiban sebagai orang tua. Tidak berlebihan ketika orang tua dikatakan sebagai sumber pendidikan aqidah anak pertama sebelum masuk sekolah formal. Pendidikan yang diselenggarakan dan diterima oleh seorang anak dalam perjalanan hidupnya. Pendidikan aqidah ini secara agama sudah dimulai sebelum ia masuk kedunia ini. Artinya, pendidikan akidah sudah berlangsung jauh semasa manusia masih di alam absolut (ruh) yaitu alamnya yang paling awal yang tidak dapat dibatasi dengan waktu atau disebut masa azaly. Orang tua yang bertanggung jawab dalam mendidik anak di usia dini bisa dilihat dari kuatnya penanaman aqidah. Anak didik yang ditanamkan aqidah pada usia dini bisa dilihat secara dzahir yaitu identik dengan keshalehan, baik itu secara individu maupun sosial. Hal ini wajar, karena pembiasaan orang tua dalam menanamkan aqidah dan mendidik anak-anak diusia dini baik mulai dari dalam kandungan dengan menjaga pandangan, berdo’a sebelum berbuat intim dengan suami istri sampai memperhatikan sekolah formal anak didiknya. Karena pendidikan aqidah orang tua di usia dini lebih mengena daripada hanya mengandalkan penjelalasan materi di sekolah. Tujuan dari pendidikan ialah meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (Pasal 31 ayat 3) Dalam pasal ini dijelaskan bahwa tujuan dari pendidikan di Indonesia adalah bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia pada pelajar pada realitanya seperti jauh api dari panggang. Sistem pengajaran yang diberikan sekolah terhadap siswanya sebagian besar ialah hanya berorientasi kepada kecerdasan intelektual semata (intelegensia) sedangkan penanaman nilai-nilai aqidah pada diri anak sangat kurang sekali. Dalam tulisan ini saya membahas tentang bahasan mengenai konseptualisasi pendidikan anak usia dini berbasis penanaman aqidah Kata Kunci : Pendidikan Anak Usia Dini, Penanaman Nilai-nilai Aqidah
PERAN GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA Tamjidillah Tamjidillah
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan mengetahui peran guru aqidah akhlaq dalam mengatasi kenakalan siswa serta bagaimana penanganan yang dilakukan guru Aqidah Akhlaq dalam mengatasi kenakalan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi para guru dalam rangka penanganan terhadap kenakalan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dari bentuk kenakalan siswa yang bervariasi pada suatu lembaga pendidikan adalah merupakan peran guru ketika berada di dalam kelas yaitu guru sebagai pendidik, pengajar dan penilai, sedangkan guru ketika beraada di luar kelas adalah membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi untuk menciptakan peserta didik sesuai harapan pendidik. Tanggung jawab guru sebagai orang tua adalah ketika para siswa berada di lingkungan sekolah. Tanggungjawab guru sebagai seorang pengajar ketika guru berada di dalam ruang kelas. Tanggungjawab guru sebagai seorang pendidik adalah ketika guru berada di dalam maupun diluar kelas atau di lingkungan sekolah.

Page 2 of 2 | Total Record : 14