cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2020)" : 6 Documents clear
Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Integrasi Servqual Dan Model Kano Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Transportasi Online Uyuunul Mauidzoh; Esa Rengganis S
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.125

Abstract

Di era modern seperti saat ini alat transportasi dan komunikasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena dua hal tersebut sering digunakan untuk mempermudah segala pekerjaan manusia. Kecanggihan alat transportasi di abad 21 tidak dapat terbendung lagi. Semakin banyaknya transportasi online berdampak pada semakin ketatnya persaingan. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut yakni adanya persaingan harga dan banyaknya alternatif pilihan jasa tranportasi online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik layanan transportasi online yang dibutuhkan oleh masyarakat Yogyakarta. Menentukan kondisi kesenjangan kualitas layanan transportasi online yang ada di masyarakat Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui kriteria yang mempengaruhi kepuasan konsumen transportasi online dengan menggunakan model Kano yaitu must be requirement, one dimensionel requirement dan attractive requirement. Dengan metode Servqual didapatkan bahwa gap skor untuk 21 atribut layanan yang diukur dalam penelitian ini menghasilkan nilai yang negatif, dan 2 atribut pelayanan menghasilkan nilai positif. Integrasi Kano model ke dalam Servqual berimplikasi pada perubahan yang berarti juga terjadi perubahan prioritas urutan atribut pelayanan yang perlu diperbaiki. Terdapat 13 atribut pelayanan transportasi online yang perlu di-improve yaitu atribut yang merupakan irisan antara ‘weak attributes’ yang didapatkan dari perhitungan Servqual dengan yang berkategori ‘attractive’, ‘one-dimensional’ dan “must be”.
Optimalisasi Jumlah Produksi Menggunakan Fuzzy Inference System Metode Min-Max Joko Susetyo; Endang Widuri Asih; Heharuman Raharjo
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.126

Abstract

Perencanaan produksi yang tepat dapat diterapkan The GDL Konveksi guna meminimalisir over production dan stock out yang sudah terjadi sebelumnya. Fuzzy Inference System Metode Min-Max dapat digunakan dalam penentuan jumlah produksi kaos guna mencapai produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat output produksi yang optimal untuk bulan Juli 2019 dan membandingkan produksi perusahaan dengan produksi Fuzzy Inference System yang telah dibangun sehingga dapat mengetahui presentase kesalahan rata-rata dan nilai kebenaran prediksi. Produksi yang optimal bermanfaat untuk mengefisienkan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan hasil pengolahan Fuzzy Inference System Metode Min-Max  dengan variabel permintaan sebesar 2016 pcs dan  variabel persediaan bulan sebelumnya (Juni 2019) sebesar 60 pcs dihasilkan jumlah produksi yang optimal sebesar 1980 pcs. The GDL Konveksi dapat memproduksi sebesar 1980 pcs untuk mendapat kondisi optimal Perhitungan presentase kesalahan MAPE sebesar 6,64% dengan nilai kebenaran mencapai 93,36%, hal ini menunjukkan bahwa Fuzzy Inference System  Metode Min-Max dapat diterapkan untuk memprediksi jumlah produksi kaos di The GDL Konveksi dengan catatan sangat baik.
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Pekerja M W Wardana; Ergantara R I
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.127

Abstract

 Banyak hal yang mempengaruhi produktivitas diantaranya adalah pengaruh suhu udara dan kelembaban udara lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas pekerja. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja genteng pada bagian produksi (pengepresan) genteng dan finishin pada pabrik genteng yang ada di Kabupaten Pringsewu pada 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Gadingrejo dan Kecamatan Sukoharjo, data sampel akan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test menggunakan software SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS untuk variable suhu diperoleh hasil adalah nilai t hitung sebesar 13,403 > t tabel 2,032 dan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 , dan pada variable kelembaban nilai – t hitung sebesar -13,403 < -t tabel -2,032 dan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Sehingga H0 ditolak dan menerima H1, bahwa adanya pengaruh antara suhu dan kelembaban udara dengan produktivitas pekerja. Dengan demikian untuk menjafa hasil produksi agar terus maksimal sebaiknya tingkat suhu lingkungan kerja harus berada di suhu yang sejuk (suhu rendah) dan tingkat kelembaban udara pada tingkat kelembaban yang tinggi.
Analisis Kualitas Produk Velg Rubber Roll Dengan Metode Six Sigma Dan Kaizen Al Basith; Masrul Indrayana; Jono Jono
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.128

Abstract

PT.Mitra Rekatama Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengecoran logam, non logam dan permesinan dengan hasil produksi berupa komponen pertambangan, komponen alat pertanian, dan komponen konstruksi. Dalam proses produksinya sering kali produk yang dihasilkan tidak dapat mencapai standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan. Salah satu produk yang dihasilkan adalah velg rubber roll. Dari pengamatan awal diketahui masih terdapat cacat produk sebesar 3% dari produk yang dihasilkan. Sehingga produksi velg rubber roll oleh PT.XYZ perlu dilakukan perbaikan kualitas agar mencapai zero defect atau tanpa cacat. Untuk mencapai produk tanpa cacat dapat melalui kajian menggunakan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen. Metode DMAIC digunakan untuk menganalisa faktor penyebab cacat. Sementara metode kaizen digunakan untuk mengupayakan perbaikan berkesinambungan. Hasil Penelitian menunjukkan Jenis cacat paling banyak terjadi yaitu, cacat mengsle. Faktor dominan penyebab cacat adalah keliru dalam pembuatan pola dan cetakan.Usulan perbaikan yang diberikan kepada pihak perusahaan yaitu: Melakukan pelatihan kerja bagi para operator, melakukan penilaian kinerja dan melakukan pengawasan pada setiap aktivitas kerja operator.
Pengaruh Konsentrasi Deterjen Pencuci Terhadap Kualitas Kain Batik Puji Asih
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.129

Abstract

Penelitian dengan Judul Pengaruh Konsentrasi Deterjen Pencuci Terhadap Kualitas Kain Batik, berjutuan untuk mengetahui adakah pengaruh konsentrasi deterjen terhadap kualitas kain batik dan sampai seberapa besar perubahan warna yang dihasilkan. Selanjutnya kualitas warna yang dihasilkan tersebut dibandingkan  menurut kriteria SNI .Kain batik dilakukan proses pencucian dengan menggunakan deterjen sesuai dengan konsentrasi yang telah ditetapkan . Kain batik yang telah mengalami proses pencucian menggunakan deterjen sesuai dengan konsentrasinyang. Selajutnya kain batik dikeringkan dengan menjemur langsung di bawah  sinar matahari hingga kering. Ulangi percobaan tersebut  sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan baik proses pencuciannya maupun penjemurannya. Lakukan uji ketahanan warna terhadap pencucian maupun katahanan terhadap sinar matahari  menggunakan Grey Scal . Selanjutnya nilai yang ada dibandingkan dengan ketentuan yang ada menurut kriteria pada SNI. Hasil penelitian  menunjukan kain batik yang dicuci menggunakan deterjen berulang mulai 5 kali telah memudar/luntur warnya. Semakin banyak konsentrasi deterjen yang digunakan dan semakin sering kain batik dicuci hingga 10 kali warna akan semakin memudar/luntur. Kain yang memudar warnanya akan sulit untuk dijual dipasaran. 
Intervensi Ergonomi Pada Perancangan Meja Las Untuk Sekolah Vokasi Suhartono Suhartono; Iva Mindhayani
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i1.130

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan laboratorium pengelasan, pelatihan pengelasan listrik dan asetilena, pengelasan yang dapat digunakan untuk semua pekerja produktif, seks dan untuk orang yang sehat atau tidak valid, terutama cacat kaki yang tidak valid, sangat penting untuk merancang meja pengelasan. Selain memberikan kenyamanan, meja juga memberikan kemudahan, keamanan, dan mengurangi kelelahan otot. Posisi pengelasan tabler dapat dirancang yang sesuai dengan kebutuhan semua posisi pengelasan. Namun demikian, untuk orang Indonesia (orang Asia pada umumnya), dimensi dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut: ketinggian meja geser adalah 2165 mm, tinggi meja di posisi pengelasan kepala adalah 17010 mm untuk posisi berdiri dan 1040 mm untuk posisi tapak. Sementara itu pada posisi pengelasan vertikal dan horizontal, ketinggian meja adalah 890 mm untuk posisi berdiri dan 530 mm untuk posisi tapak. Penyesuaian meja pengelasan untuk posisi pengelasan rata adalah 700 mm untuk posisi berdiri dan 340 mm untuk posisi duduk di kursi roda.

Page 1 of 1 | Total Record : 6