cover
Contact Name
Eka Mishbahatul Mar'ah Has
Contact Email
secretariat_ijchn@journal.unair.ac.id
Phone
+6285856018986
Journal Mail Official
eka.m.has@fkp.unair.ac.id
Editorial Address
Department of Mental Health and Community Nursing Faculty of Nursing Universitas Airlangga
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Health Nursing
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23553391     EISSN : 26564602     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Community Health Nursing is a scientific media periodically published twice a year (February and August) which contains scientific articles on health and nursing specifically related to the topic of community health nursing that published by Faculty of Nursing Universitas Airlangga. This journal as a medium for writers from students, lecturers and researchers to be able to publish scientific work and the results of the latest research to support progress in the field of community health nursing. This journal, which was first published in 2012, is managed by the Psychiatry and Community Nursing Department under the Faculty of Nursing, Airlangga University and has obtained p-ISSN: 2355-3391 and e-ISSN: 2656-4602. The Indonesian Journal of Community Health Nursing began to switch to the online journal system starting in 2019.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019" : 6 Documents clear
The correlation between Individual Characteristic, Physical Activity, and Lifestyle with The Level of Physical Vitality among Elderly Nurlita Kurnia Wijaya; Elida Ulfiana; Sylvia Dwi Wahyuni
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.12365

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan pada manusia adalah hal yang wajar. Lansia dengan usia> 60 tahun yang dapat mempertahankan kebugaran fisik yang baik akan memperlambat proses degenerative. Namun, fakta yang ditemukan di masyarakat bahwa masih banyak lansia yang mengalami kemunduran fisik karena tidak menjaga kebugaran fisik lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional studi. Total sampel dalam penilitian ini adalah 108 responden yang ditentutakan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Variable independen dalam penelitian ini adalah karakteristik individu (jenis kelamin, usia, status perkawinan, dan jumlah tanggungan), aktivitas fisik, dan gaya hidup. Sedangkan variable dependen dalam penilitian ini adalah tingkat kebugaran jasmani pada lansia. Instrument dalam penilitian ini meggunakan kuesioner dan tes kebugaran fisik pada lansia. Analisis dalam penilitian ini menggunakan uji chi squere.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antar usia (0,000), status perkawinan (0,027), aktivitas fisik (0,508), dan gaya hidup (0,034) dengan tingkat kebugaran fisik.Kesimpulan: Lansia melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuannya dan rajin berolahraga serta menjalani gaya hidup yang baik, kebugaran fisik mereka juga akan baik.
Knowledge Determinant about Contraceptions on Young Mother in Kupang Novy Loudoe; Ferry Efendi; Rista Fauziningtyas
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.12471

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi kehamilan usia muda pada ibu remaja di Kupang yang tinggi meningkat, sehingga diperlukan informasi dan penyuluhan kesehatan yang tepat serta cara penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pengetahuan tentang kontrasepsi pada ibu muda di Puskesmas Pasir Panjang Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi 144 dan diperoleh 71 sampel dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, informasi, dan pengaruh orang tua, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan. Data diperoleh dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square dan regresi ordinal.Hasil: Ada hubungan umur (p = 0,001), pendidikan (p = 0,000), informasi (p = 0,000) dengan pengetahuan, namun  tidak ada hubungan antara pengaruh orang tua (p = 0,099) terhadap kontrasepsi pada ibu muda.Kesimpulan: Bertambahnya usia dewasa, pendidikan tinggi, penyebaran informasi yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang kontrasepsi. Diharapkan perawat di puskesmas dapat memberikan informasi yang sesuai tentang kontrasepsi di lingkungan pendidikan formal dan selanjutnya peneliti dapat melakukan intervensi pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi yang mudah dipahami remaja dan melakukan penelitian etnografi terkait perilaku remaja yang menikah di Indonesia. remaja mereka dan mengembangkan penelitian ini berdasarkan budaya lokal
Prevention of TB Transmission Behavior with Health Promotion Model Astin Thamar Genakama; Laily Hidayati; Setho Hadisuyatmana
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.13056

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (Tb) termasuk dalam 10 penyebab kematian diseluruh dunia. Indonesia menempati posisi ke-tiga diseluruh dunia hal ini menandakan perilaku pencegahan penularan yang dilakukan oleh penderita Tb belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor perilaku pencegahan penularan TB berdasarkan teori Health Promotion Model.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden108 penderita Tb secara random dilibatkan dalam penelitian. Variabel penelitian yaitu perilaku sebelum sakit, pengetahuan tentang Tb, persepsi tentang manfaat tindakan, presepsi tentang hambatan tindakan, self efficacy, sikap yang berhubungan dengan aktifitas pencegahan penularan, dukungan keluarga dan pengaruh lingkungan dilibatkan sebagai predictor perilaku pencegahan penularan Tb paru. Data didapatkan dengan kuisioner dan dianalisis menggunakan Spearman’s Rho dengan signifikansi 95%.Hasil: Hasil menunjukan ada hubungan yang signifikan antara perilaku sebelum sakit (r=0.239), pengetahuan tentang TB (r=0.261), persepsi tentang manfaat tindakan (r=0.371), dukungan keluarga (r=0.284) dengan perilaku pencegahan penularan TB paru. persepsi tentang hambatan tindakan (r=-.113), self efficacy (r=0,160), sikap yang berhubungan dengan aktifitas pencegahan penularan (r=-.097), pengaruh lingkungan (r=0.034) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan Tb.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor perilaku sebelum sakit, pengetahuan tentang Tb, persepsi tentang manfaat tindakan serta dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan Tb. Petugas puskemas yang terlibat dalam program Tb lebih memperhatikan perilaku pencegahan Tb paru dan juga lebih menganjurkan untuk penggunaan masker pada penderita Tb paru.
A Coping Strategy Relation onSelf Efficacy and Self Care in Pulmonary Tuberculosis Patients Firda Dwi Yuliana; Makhfudli Makhfudli; Tiyas Kusumaningrum
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.12371

Abstract

Pendahuluan: Pasien tuberkulosis paru memiliki banyak stressor yang dapat menghambat kesembuhan. Self efficacy dan self care merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan dan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan self efficacy dan self care.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur. Variabel independen dalam penelitian ini adalah strategi koping, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah self efficacy dan self care. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 105 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh dengan instrumen kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Spearman Rho dengan signifikansi α < 0,05.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara strategi koping dengan self efficacy (p=0,015), ada hubungan strategi koping dengan self care (p=0,018).Kesimpulan: Strategi koping yang berfokus pada problem focused coping dapat meningkatkan self efficacy dan self care pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Perak Timur.
Diabetes Self Management Education (DSME) Improve Knowledge, Attitude, And Self Efficacy of Diabetes Mellitus Type 2 Patients Melan Apriaty Simbolon; Ninuk Dian Kurniawati; Harmayetty Harmayetty
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.14687

Abstract

Pendahuluan: Penderita Diabetes masih kesulitan melakukan perawatan mandiri dari informasi kesehatan yang sudah di dapat dan didengar. Salah satu satu aspek yang memegang peranan penting dan efektif dalam pengelolaan diabetes melitus adalah pemberian edukasi dalam bentuk Diabetes Self Management Education (DSME). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap pengetahuan, sikap dan self efficaccy penderita DM Tipe 2Metode: Penelitian berdesain Quasy Experimental. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Total Populasi 75 responden dan didapat sampel 37 responden. Variabel independen adalah Diabetes Self Management Education (DSME). Variabel dependen adalah pengetahuan, sikap, dan self efficacy. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dan Mann Whitney U rest dengan kemaknaan α≤0,005.Hasil: Hasil analisis statistik Uji Wilcoxon rank test didapatkan pada pre post test kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu pengetahuan dari (p=0,000) menjadi (p=0,317), sikap dari (p=0,000) menjadi (p=0,046) dan self efficacy dari (p=0,000) menjadi (p=1,000). Uji statistik Mann Whitney U rest didapatkan nilai p = 0,000 pada kelompok perlakukan dan kelompok kontrol.Kesimpulan: Diabetes Self Management Education (DSME) dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan self efficacy penderita DM tipe 2. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) dengan media booklet dan media lain dengan menggunakan kelompok kontrol.
Penerapaan Promosi Kesehatan Piagam Ottawa Charter dalam Upaya Capaian Target ASI Ekslusif Sylvia Dwi Wahyuni
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 4 No. 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v4i2.22453

Abstract

Penerapaan Promosi Kesehatan Piagam Ottawa Charter dalam Upaya Capaian Target ASI Ekslusif

Page 1 of 1 | Total Record : 6