cover
Contact Name
Eka Mishbahatul Mar'ah Has
Contact Email
secretariat_ijchn@journal.unair.ac.id
Phone
+6285856018986
Journal Mail Official
eka.m.has@fkp.unair.ac.id
Editorial Address
Department of Mental Health and Community Nursing Faculty of Nursing Universitas Airlangga
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Health Nursing
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23553391     EISSN : 26564602     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Community Health Nursing is a scientific media periodically published twice a year (February and August) which contains scientific articles on health and nursing specifically related to the topic of community health nursing that published by Faculty of Nursing Universitas Airlangga. This journal as a medium for writers from students, lecturers and researchers to be able to publish scientific work and the results of the latest research to support progress in the field of community health nursing. This journal, which was first published in 2012, is managed by the Psychiatry and Community Nursing Department under the Faculty of Nursing, Airlangga University and has obtained p-ISSN: 2355-3391 and e-ISSN: 2656-4602. The Indonesian Journal of Community Health Nursing began to switch to the online journal system starting in 2019.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020" : 8 Documents clear
The Effect of Alevum Plaster (Zibinger Officinalea and Allium Sativum) Intervention on Joint Pain in Elderly with Osteoartritis Isnaini Via Zuraiyahya; Harmayetty Harmayetty; Lailatun Nimah
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.19059

Abstract

Pendahuluan: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan peradangan kronis akibat dari gesekan antar ujung tulang penyusun sendi. Osteartritis disebabkan oleh banyak faktor, yaitu usia, jenis kelamin, hormon, genetik dan diet. Gejala yang timbul berupa nyeri sendi, kekakuan, kelemahan otot dan pembengkakan tulang. Penggunaan analgesik untuk lansia dapat memberikan efek samping jangka panjang. Alevum plaster yang terdiri dari jahe dan bawang putih memiliki kandungan analgesik, dan antiinflamasi yang dapat membantu dalam mengurangiMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental. Populasi yaitu pasien osteoarthritis Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Sampel yang digunakan sebesar 50 responden secara purposive sampling. Variabel independen pada kelompok perlakuan adalah alevum plaster, sedangkan variabel dependen adalah nyeri sendi. Pada kelompok kontrol variabel independen yaitu kompres air hangat, sedangkan variabel dependen adalah nyeri sendi. Instrumen yang digunakan yaitu WOMACHasil: Hasil sebelum intervensi menunjukkan pada kelompok perlakuan sebagian besar mengalami nyeri sedang dan hasil paska tes kelompok perlakuan menunjukkan bahwa sebanyak 24 orang berada pada kategori nyeri ringan. Pada kelompok kontrol hasil pra  tes dan paska tes hampir sama yaitu sebagian besar lansia mengeluh nyeri sedang. Berdasarkan uji Mann-Whitney, terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan p=0,000.Kesimpulan: Intervensi alevum plester (jahe dan bawang putih) secara signifikan dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan nyeri sendi osteoarthritis dibanding kompres air hangat. Alevum plaster lebih berpengaruh karena dari segi skala nyeri dan rentang nyeri dapat menurunkan nyeri sendi.
Males’ Supports and Perspectives on Using and Selecting Long-Term Contraceptive Aids: A Descriptive Inquiries Lilik Choiriyah; Ni Ketut Alit Armini; Setho Hadisuyatmana
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.18481

Abstract

Pendahuluan: Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menganjurkan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti Intra Uterine Device (IUD), implant, Metode Operasi Pria (MOP), dan Metode Operasi Wanita (MOW). Pertimbangan dalam pemilihan MKJP diidentifikasi berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya adalah dukungan suami. Namun, Dukungan suami dalam kepesertaan KeluargaBerencana khususnya kontrasepsi jangka panjang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dukungan suami terhadap pemilihan kontrasepsi jangka panjang.Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi langsung pada 16 partisipan pria pasangan usia subur. Partisipan dalam penelitian ini diperoleh dari teknik purposive sampling dengan kriteria, merupakan suami dari istri pengguna MKJP yang berusia 30-49 tahun dan bisa baca tulis. Penelitian dilaksanakan di desa Tlogopojok dengan tenik wawancara terbuka dan analisis ColaiziHasil: Terdapat 5 tema yaitu MKJP lebih mudah dan praktis, Pemilihan jenis MKJP menjadi keputusan bersama, MKJP memberikan pengalaman yang positif, MKJP pilihan yang aman dan menenangkan, dan dukungan suami dalam penggunaan MKJP.Kesimpulan: Penggunaan MKJP dipengaruhi oleh peran suami dalam pengambilan keputusan dan dukungan suami. Penelitian ini menemukan dukungan yang diberikan suami yaitu dalam bentuk transportasi, informasi dan diskusi bersama. Selain itu MKJP juga dinilai ungguluntuk menunda atau mencegah kehamilanyang tidak diinginkan dan aman untuk kesehatan.
The Difference in Effectiveness of Giving Aromacare Bergamot (Citrus Bergamia) by Inhalation Method and Soaking Feet Method to Comfort Dwi Ferafurisca Desi; Eka Misbahatul Mar'ah Has; Erna Dwi Wahyuni
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.12378

Abstract

Pendahuluan: Penyakit degeneratif yang umum diderita lansia salah satunya adalah hipertensi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan pada pasien hipertensi adalah teknik relaksasi, diantaranya yaitu aromacare bergamot dengan metode inhalasi dan rendam kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas pemberian aromacare bergamot melalui inhalasi dan rendam kaki terhadap peningkatan kenyamanan.Metode: Desain Quasi eksperimen dengan rancangan 3 kelompok pretest posttest, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel 75 Lansia pembagian kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing 25 responden dengan cara dikelompokan berdasarkan pengunaan obat hipertensi dan tekanan darah. Variabel independen aromacare bergamot dengan metode inhalasi dan rendam kaki. Variabel dependen kenyamanan. Intrumen General Comfort Questionnaire dan SOP aromacare bergamot metode inhalasi dan rendam kaki. Analisa data Wilcoxan signed ranks test dan Kruskal Wallis untuk uji kenyamanan.Hasil: Perbandingan tingkat kenyamanan rata-rata tiga kelompok dianalisis dengan uji kruskal wallis didapatkan data perbedaan rata-rata pada pre test 1 dan post tes 4 pada kelompok inhalasi meningkat rata-rata 44,20, kelompok rendam meningkat rata-rata 41,54 dan kelompok kontrol meningkat rata-rata 28,26 dengan nilai p value ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan signifikan tingkat kenyamanan.Kesimpulan: Aromacare bergamot dengan metode inhalasi memberikan dampak yang baik terhadap peningkatan kenyamanan, pada klien hipertensi direkomendasikan untuk diberikan edukasi tentang cara meningkatkan kenyamanan dengan pemberian aromacare dengan inhalasi.
Correlation Between Self-Compassion and Loneliness Among Older Adult Who Lossing Spouse Mitha Wulan Nur'aini; Joni Haryanto; Elida Ulfiana
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.18734

Abstract

Pendahuluan: Lansia yang kehilangan pasangan rawan mengalami kesepian. Self-compassion yang merupakan suatu sikap kebaikan diri ketika terjadi masa-masa sulit merupakan salah satu faktor psikologis pada orang dengan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-compassion dengan kesepian pada lansia yang kehilangan pasangan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 110 orang lansia yang didapatkan dari Purposive Sampling. Variabel penelitian yang digunakan yaitu self-compassion dan kesepian. Data diambil melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner yakni terjemahan kuesioner Self-compassion Scale – Short Form dan de Jong Gierveld Loneliness Scale, kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Spearman’s Rho dengan α ≤0,05.Hasil: Ada hubungan antara self-compassion dengan kesepian pada lansia yang kehilangan pasangan dengan p=0,000 dan r=-0,750 artinya semakin tinggi self-compassion semakin rendah kesepian lansia yang kehilangan pasangan.Kesimpulan: Lansia yang kehilangan pasangan dengan self-compassion yang tinggi akan menurunkan kesepian karena adanya kestabilan emosi, kesadaran terhadap pengalaman, motivasi dan perkembangannya serta mekanisme koping yang ada.
The Relationship between Family Support and Mother's Behavior in Implementing Nutritional Family Programs (KADARZI) in the Case of Children with Malnutrition Nurul Fitrianil Jannah; Elida Ulfiana; Sylvia Dwi Wahyuni
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.20847

Abstract

Pendahuluan: Keluarga dengan balita kurang gizi merupakan salah satu sasaran program Kementrian Kesehatan yaitu Keluarga Sadar Gizi (KADARZI). Masih banyaknya masalah gizi pada balita dan persentase KADARZI yang belum mencapai target nasional 80% menunjukkan bahwa asuhan gizi di tingkat keluarga belum memadai. Salah satu penghambat KADARZI adalah ibu tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku ibu dalam melaksanakan program keluarga sadar gizi (KADARZI) pada kasus balita dengan kurang gizi.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita kurang gizi berusia 12-59 bulan di Surabaya. Sampel penelitian ini berjumlah 107 responden yang diperolah menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga. Variabel dependen adalah perilaku ibu balita yang kurang gizi dalam melaksanakan KADARZI. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi p = 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku KADARZI (p=0,000) dengan arah korelasi yang bernilai positif.Kesimpulan: Terdapat dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku ibu balita dalam melaksanakan KADARZI. Semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula perilaku ibu dalam melaskanakan KADARZI. Perawat Komunitas dapat memberikan intervensi berupa penyuluhan tentang pentingnya KADARZI agar ibu balita dan keluarga termotivasi untuk melaksanakan kelima indikator KADARZI.
Mother and Child Health Care Implementation during COVID-19 Pandemic Eka Mishbahatul Mar'ah Has
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.22449

Abstract

Tunaikan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Masa Pandemi Covid-19
Analysis Factors Influence Compliance Behavior of Drug Prevention and Drug Compliance on Tuberculosis Patient Based on Health Belief Model Liliek Juliati; Makhfudli Makhfudli; Andri Setiya Wahyudi
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.17694

Abstract

Pendahuluan: Penularan TB dan kegagalan dalam pengobatan dapat berdampak pada sulitnya pemberantasan penyakit TB Paru serta memperberat beban pemerintah dan rawan menyebarluas di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berperan dalam kepatuhan pencegahan penularan dan pengobatan pada pasien TB paru dengan pendekatan teori health believe model.Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan 120 responden yang menjalani pengobatan pada fase intensif dan lanjutan. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji multivariat yaitu dengan regresi logistik.Hasil: Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pencegahan penularan adalah usia (0.042;OR=4.372), persepsi kerentanan (0.045;OR=0.289), pada kepatuhan pengobatan adalah sosial ekonomi (0.006), persepsi keseriusan (0.024;OR=0.109), persepsi kerentanan (0.009;OR=0.773),  pendidikan (0.034;OR=4.674).Kesimpulan: Usia dan pendidikan merupakan faktor dominan pada model (HBM) terkait pencegahan penularan dan pengobatan pada TB paru. Diperlukan media pendidikan dalam upaya peningkatan pengetahuan pencegahan dan pengobatan TB Paru.
Family Empowerment Program Increase Self Efficacyand Quality of Life Among Elderly in Puskesmas Oebobo Kupang Marice Oktavia Hutagalung; Joni Haryanto; Rista Fauziningtyas
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 5 No. 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v5i2.20989

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas merupakan masalah yang paling umum dihadapi oleh lansia. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia, sehingga dibutuhkan perawatan dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap self-efficacy dan kualitas hidup lansia.Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian Quasy Experimental dengan menggunakan data kuantitatif. Sampel sejumlah 39 responden yang berkunjung di Puskesmas Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner General self efficacy scale (GSES) dan kualitas hidup lansia menggunakan WHOQOL – BREF. Analisis dengan menggunakan uji statistik wilcoxon test dan mann- whitney.Hasil: Hasil uji wilcoxon signed rank test menunjukkan adanya pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,034 atau ≤ 0,05. Uji mann whitney post-test kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukka terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai post-test kecemasan kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000 atau p ≤ 0,05.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif pada pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan self efficacy dan kualitas hidup lansia. Semakin baik pola peran keluarga maka semakin baik tingkat self efficacy dan kualitas hidup lansia. Perawat komunitas dapat memberikan edukasi atau penyuluhan tentang pemberdayaan keluarga dalam ikutserta perawatan pada lansia untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Page 1 of 1 | Total Record : 8