cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2023): Januari" : 9 Documents clear
Pengaruh Kepribadian Introvert-Extrovert terhadap Kepercayaan Diri dan Kecemasan pada Mahasiswa Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.171

Abstract

Kepribadian merupakan karakteristik yang khas yang ada pada diri seseorang yang terdapat pada orang lain. Terdapat 2 type kepribadian introvert dan extrovert, intovert lebih cenderung tertutup dan berakibat pada kepercayaan diri rendah dan mudah mengalami kecemasan, sebaliknya untuk kepribadian extrovert. Penelitian bertujuan melihat pengaruh kepribadian intovert-extrovert terhadap kepercayaan diri dan kecemasan. Te knik random sampling, jumlah sampel 100. Tekni uji kendall tauu dan regresin linier berganda. Hasil kepribadian introvert p 0.245, extrovert p 0.326 > 0.05, t introvert 0.326-extrovert -1.001kepribaidan introvert berpengaruh terhadap kecemasan. Kepribadian introvert-extrovert 0.329 p 0.245, extrovert -.0338 p 0.326 uji regresi linier berganda p 0 .452 >0.05, Tidak ada pengaruh kepribadian introvert- exrovert terhadap kepercayaan diri. Penelitian di laksanakan di Akademi Kesehatan Rustida Prodi DIII Keperawatan TA 2021/2022. Kesimpulan kepribadian introvert lebih berpengaruh pada insiden kepercayaan diri dari pada extrovert. Perlu perhatian serius pada mahasiswa yang berkepribadian introvert untuk mendapatkan konseling secara intensiv
Gambaran Karakteristik dan Kondisi Psikologis Caregiver Pasien Skizofrenia Mulyanti Mulyanti; Ilham Restu Maulana; Desi Arisanti; Dina Ayu Lestari; Sugiarto Sugiarto; Tri Paryati; Rosma Fiky Kamala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.175

Abstract

Angka kekambuhan gangguan jiwa mengalami semakin mengalami peningkatan. Hal ini akan menimbulkan beban kesehatan. Caregiver atau perawat pasien merupakan salah satu faktor penentu terjadinya kekambuhan pada pasien. Pasien dengan gangguan jiwa membutuhkan perawatan yang lama sehingga dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan caregiver salah satunya aspek psikologis. Semakin buruknya aspek psikologis dari caregiver berpengaruh pada kualitas perawatan yang buruk sehingga meningkatkan risiko kekambuhan pada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi gambaran aspek psikologis pada caregiver pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kasihan 2 Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah caregiver pasien skizofrenia. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 responden yang merawat pasien Skizofrenia berdasarkan diagnosis dokter, tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kasihan 2, berusia lebih dari 17 tahun. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner general self efficacy, WHOQOL-BREF, Beck Depression Inventory, Generalized Anxiety Disorder (GAD-7). Hasil penelitian didapatkan tingkat depresi caregiver dalam kategori normal (92.9%), tingkat kecemasan dalam kategori minimal (39.3%), Self efficacy dalam kategori tinggi (69,6%), kualitas hidup dalam kategori sedang (80,4%). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti aspek lain yang ada pada caregiver pasien skizofrenia sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan tindakan keperawatan yang tepat.
Hubungan Penerapan Vulva Hygiene dengan Insiden Keputihan pada Remaja Putri Gema Ellvina Dwi Ahmadi; Maulida Nurfazriah Oktaviana; Siswoto Hadi Prayitno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.179

Abstract

Masalah yang sekarang terjadi pada wanita dalam kesehatan reproduksinya salah satu nya adalah keputihan. Remaja sering kali beranggapan kalau keputihan merupakan hal yang wajar. Keputihan dikatakan tidak normal jika disertai dengan perubahan warna serta jumlah yang tidak normal. Keluhannya disertai dengan gatal dan nyeri bagian punggung bawah. Dampak dari keputihan bisa mengakibatkan bau tidak sedap dan infeksi pada organ genetalia. Peneliti ini bertujuan untuk menganalis hubungan penerapan vulva hygiene dengan insiden keputihan pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian secara cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling pada remaja putri sejumlah 70 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner dengan uji chi-square. Hasil uji .000<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara penerapan vulva hygiene dengan insiden keputihan pada remaja putri. Penerapan vulva hygiene menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya keputihan. Vulva hygiene dengan benar sangat berpengaruh dalam kebersihan alat reproduksi pada wanita karena vulva merupakan organ kelamin bagian luar, secara otomatis kebersihan akan berpengaruh pada kondisi organ kelamin bagian dalam. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan vulva hygiene dengan insiden keputihan pada remaja putri kelas XI. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang penerapan vulva hygiene dengan baik dan benar sehingga dapat mencegah terjadinya keputihan.
Pengaruh Warna terhadap Short Term Memory pada Remaja Eni Safitri; Rizki Yulia Purwitaningtyas; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.180

Abstract

Memori merupakan tempat penyimpanan informasi, sedangkan memori jangka pendek merupakan tempat penyimpanan informasi selama 20-30 detik saja didalam memori. Warna memiliki efek positif pada psikologis remaja. Salah satunya pada retensi memori. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui Pengaruh Warna pada memori jangka pendek pada siswa MTsN 11 Jember. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan rancangan pre test dan post tes only. Sampel pada penelitia ini menggunakan purposive sampling sebanyak 120 sampel. Instrument penelitian ini menggunakan tes buta warna Ishihara dan tes ME. Variabel bebas pada penelitian ini Short Term Memory pada remaja, sedangkan variabel terikatnya yaitu pengaruh warna. Survei dilakukan pada Bulan Juli di MTsN 11 Jember Dusun Pasar Alas Garahan Silo Jember. Uji analisis yang digunakan uji paired T-tes. Hasil uji statistik dengan menggunakan Paired Sample T-Test, terdapat nilai p = 0,000. Karena nilai p= 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh warna terhadap Short Term Memory. Pegaruh memori jangka pendek pada masa remaja disebabkan karena respon psikologis yang positif terhadap warna yang mengarah pada retensi memori permanen. Penggunaan warna dapat dijadikan acuan bagi psikologis remaja untuk penyimpanan informasi kedalam memori.
Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental pada Remaja Putri Tara Diva; Roshinta Sony Anggari; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.184

Abstract

Teknologi merupakan perubahan yang muncul sangat pesat pada saat ini, salah satu perubahan tekonologi tersebut adalah munculnya media sosial. Hal ini tidak selalu menimbulkan dampak yang positif bagi para penggunannya, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif yaitu berupa stress, depresi, cemas, gangguan tidur hingga bunuh diri. Minimnya pengetahuan remaja akan pentingnya menjaga kesehatan mental membuat para remaja sering kali tidak menyadari bahwa tindakan ataupun perilaku yang ia lakukan adalah salah satu tanda gejala bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMP X Glenmore. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 216 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunankan berupa kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Self Reporting Questionner 20 (SQR-20). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan google form dan data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 82 siswa dengan kategori intensitas rendah tetapi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil uji spearman rank didapatkan hasil p-value = 0,125 > a 0,05 yang menandakan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMP X Glenmore. Perlunya dilakukan penelitian lanjut tentang kesehatan mental remaja dan pentingnya membatasi jumlah intensitas pengggunaan media sosial yang digunakan oleh remaja sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan mental.
Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik Della Dwi Anggraini; Hendrik Probo Sasongko; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.178

Abstract

Penggunaan kontrasepsi, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang dalam memilih alat kontrasepsi. Penggunaan ini suntik dinilai sangat efektif karena hanya memerlukan satu kali kunjungan ulang pada jadwal yang telah ditentukan oleh penerima.. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang pmempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi suntik di puskesmas kalibaru. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan random sampling. Instrument yang digunakan berupa keusioner mengenai factor pemilihan KB suntuk bulanan. Teknik analisi yang diguanakan adalah spearman rank Lokasi penelitiaan di Puskesmas Kalibaru pada bulan Juni 2022. Hasil dari penelitian ini adalah memperoleh nilai 0.003 yang artinya < 0.005 yang maknanya ho ditolak dan ha diterima. Yang artinya terdapat pengaruh pengetahuan keputusan pemilihan KB. Kesimpulan dari penelitian faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan KB suntik 1 bulan di Puskesmas Kalibaru terdapat pengaruh pengetahuan yang signifikan. Diharapkan bahwa perlunya pengarahan dan penyuluhan dari petugas kesehatan mengenai pola dasar pemilihan kontrasepsi KB suntik yang sesuai dengan kebutuhan akseptor.
Hubungan antara Pengetahuan dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Lailiyatul Latifah; Vita Raraningrum; Tria Eni Rafika Devi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.185

Abstract

Gizi berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, baik secara fisik maupun mental. Itu sebabnya pada masa kanak-kanak membutuhkan perhatian serius dari orang tua. Kurangnya pengetahuan gizi melemahkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah salah satu penyebab gangguan pemenuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi bayi usia 1 sampai 3 tahun di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kulon. Metode penelitian adalah analisis korelasi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 1 sampai 3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kulon di Posyandu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Sehingga didapatkan 30 sampel ibu balita dan 30 sampel ibu balita. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan 25 pertanyaan. Uji statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sampel ibu berpengetahuan tinggi sebanyak 14 responden (46,7%), sedang 10 responden (33,3%) dan rendah 6 responden (20,0%). Hampir seluruh balita memiliki status gizi baik yaitu sebanyak 26 bayi (86,6%) dan status gizi kurang sebanyak 4 bayi (13,3%). Berdasarkan uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak, ditunjukkan dengan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Status gizi balita dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu. Oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan gizi ibu melalui penyuluhan dan peningkatan makanan bayi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Remaja dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Firda Miftahul Ghofur; Rizky Dwiyanti Yunita; Sri Aningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.181

Abstract

Masa remaja ditandai dengan terjadinya menstruasi yang berarti organ reproduksinya telah matang. perilaku hygiene remaja saat menstruasi sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan fisik maupun mental. Di Jawa Timur jumlah kasus Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) pada remaja putri yang disebabkan oleh personal hygiene yang buruk saat menstruasi sebanyak 86,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku remaja tentang personal hygiene saat menstruasi di SMK Muhammadiyah4 Glenmore Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik cross- sectional, jumlah sampel sebanyak 62 responden yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan 80,6% responden memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang kebersihan saat menstruasi, 59,7% responden memiliki perilaku positif , 50% responden memiliki personal hygiene positif saat menstruasi. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan personal hygiene saat menstruasi p=0,335 dan ada hubungan antara perilaku remaja dengan personal hygiene saat menstruasi p<0,000 di SMK Muhammadiyah4 Glemore Banyuwangi hal ini sebabkan karena perilaku personal hygiene sangat penting dilakukan karena jika tidak diterapkan dengan benar maka akan menimbulkan infeksi saluran saluran reproduksi, infeksi jamur dan bakteri. Disarankan kepada pihak Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan SMK Muhammadiyah 4 Glenmore Banyuwangi untuk dapat bekerja sama dengan lembaga kesehatan untuk memberi pendidikan kesehatan reproduksi atau PHBS untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pada remaja.
Identifikasi Bakteri Coliform pada Susu Kedelai Menggunakan Metode MPN (Most Probable Number) Vincentia Ade Rizky; Saadah Siregar; Asvia Rahayu; Visensius Krisdianilo; Suci Mustika Mawardani; Dian Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.191

Abstract

Escherichia coli yaitu bakteri yang hidup diusus manusia, sebagai flora normal. Akan tetapi bakteri ini juga sering mengkontaminasi dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Pengolahan pangan yang tidak hygienis dapat menyebabkan berkembangnya bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Coliform pada susu kedelai yang disimpan disuhu kulkas dan suhu ruangan metode MPN (Most Probable Number). penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan populasi susu kedelai yang disimpan disuhu kulkas dan suhu ruangan pada penyimpanan ½, 1, 1 ½, dan 2 hari. Berdasarkan hasil pengujian dengan metode presumptive test, confirmative test dan complete test didapatkan hasil pada penyimpanan disuhu kulkas penyimpanan ½ hari dan 1 hari sampel 1,2,3,4,5 yaitu <3 CFU/mL, penyimpanan 1 ½ hari sampel 1, 2 dan 3 didapatkan 15 CFU/mL, sampel 4 dan 5 yaitu 11 CFU/mL. Penyimpanan 2 hari didapatkan 20 CFU/mL. Sedangkan pada penyimpanan disuhu ruangan ½ hari sebesar <3 CFU/mL, penyimpanan 1 hari pada sampel 1,2 dan 3 yaitu 11 CFU/mL, sampel 4 dan 5 yaitu 7 CFU/mL. Penyimpanan 1 ½ hari didapatkan sampel 1,2 dan 3 yaitu 21 CFU/mL, sampel 4 dan 5 yaitu 20 CFU/mL, penyimpanan 2 hari yaitu 28 CFU/mL. Pada penyimpanan ½ hari dan 1 hari pada penyimpanan disuhu kulkas serta penyimpanan pada suhu ruangan ½ hari dinyatakan tidak ada pengaruh dan layak dikonsumsi serta memenuhi syarat mutu, Sedangkan pada penyimpanan 1 ½ hari dan 2 hari pada suhu kulkas dan 1, 1 ½, dan 2 hari pada suhu ruangan terdapat pengaruh penyimpanan dan tidak memenuhi syarat mutu konsumsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9