cover
Contact Name
Made G. Juniartha
Contact Email
jurnalyogakesehatan@gmail.com
Phone
+6285936147164
Journal Mail Official
jurnalyogakesehatan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kenyeri Gang Sekar Kemuda Nomor 2 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Yoga dan Kesehatan
ISSN : 26210185     EISSN : 27229440     DOI : -
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Yoga dan Kesehatan adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Jurusan Yoga dan Kesehatan, Fakultas Brahma Widya, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Jurnal ini memuat tulisan yang isinya tidak hanya penting bagi kalangan akademis di lingkungan kampus Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, tetapi juga bagi masyarakat luas, dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang ilmu agama. Jurnal ini bisa dijadikan referensi, dokumentasi atau kajian ilmiah dalam menganalisis/menulis ilmiah dan memecahkan berbagai masalah Yoga dan Kesehatan yang semakin kompleks dewasa ini seirama dengan perkembangan globalisasi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 9 Documents clear
BRAHMAN TATTWA DALAM KENA UPANISAD Purnomo, Rian Afandi
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1568

Abstract

Upanisad merupakan susastra kuno yang sangat kaya akan ilmu konsep-konsep ilmu pengetahuan. Upanisad sendiri, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Weda yang menjadi sumber pengetahuan Agama Hindu. Artikel ini secara khusus akan mengulas tentang Brahma Tattwa dalam Kitab Kena Upanisad. Kena Upanisad sendiri merupakan bagian dari Kitab Sama Weda, yang didalamnya membicarakan ilmu pengetahuan tentang Brahman dan Atman. Data artikel ini bersumber dari hasil kajian kepustakaan terhadak Kitab Kena Upanisad. Berdasarkan hasil studi kepustakaan menunjukan bahwa isi pokok Brahma Tattwa dalam Kena Upanisad ini menjelaskan tentang Brahman yang maha tinggi, Brahman tidak dapat dicapai oleh sembarang orang, Brahman bersifat mesiterius, dan kesadaran terhadap Brahman adalah kesadaran yang mengacu pada diri sendiri. Pada dasarnya ajaran Brahma Tattwa dalam Kena Upanisad ialah tentang pengetahuan dan kesadaran tentang Brahman yang kemudian disebut dengan Jnana. Pengetahuan itu sendiri dalam Kena Upansida terbagi menjadi dua yaitu paravidya dan aparavidya. Dalam Kena Upanisad pengetahuan hanya dapat diperoleh melalui panca indera yang kemudian diolah oleh manas dan pada akhirnya menjadi buddhi atau kecerdasan. Meskipun demikian isi pokok dari Kena Upanisad ini telah melampaui ilmu konsep-konsep ilmu pengetahuan modern yang menjdefisikan bahwa pengatahuan adalah pengalaman indera dan memiliki batasan-batasan tertentu.
PRANAYAMA SEBAGAI SAINS SPIRITUAL Maharani, Ni Putu Rosa Agustina
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1561

Abstract

'Pranayama' consists of: Puraka which is entering the breath, Kumbhaka which is holding your breath, and Recaka is exhaling. But from the essence of pranayama is the ability to take and manage prana especially by using breath. In spiritual life, Pranayama's role depends on the individual. They feel that by asking for Protection, Peace and the Light of God they can change their nature and purify their lives as effectively as possible by doing Pranayama. The only breathing exercise that a spiritual candidate needs is to try to breathe pure. Control over the flow of prana in the vital body which calms the mind and limits the thought process, which is an important introduction to spiritual exercises. In the text of yoga sutra patanjalai pranayama is explained in the shadana padha sutra 49 which explains what the meaning of pranyama, sutra 50-51 describes the practice of pranayama, In Yoga Sutra, Patanjali describes pranayama as a process where they can break their subconscious breathing patterns and make long breath, subside, and smooth. The subconscious breathing pattern of some people is not easy and smooth; They tend to be tense, superficial, and erratic. Pranayama can also be practiced through java pranama, pranyama also has many techniques to practice pranyama, spiritual seekers get peace of mind. As long as some breathing techniques are slowed down and the strength of the exhaled air decreases. The well-known breathing techniques teach how to activate, stimulate energy that makes a person feel calm, relaxed, and comfortable. The purpose of pranayama is to reduce the speed of breathing / slow down breathing, Prana will be calm with a slow / slow breathing process. The mind will calm down, When breathing activity decreases, the activity of the mind will decrease, Between mind and prana are the senses.
PERAN JNANA MARGA DALAM MERETAS SAMSARA MENURUT KAUSITAKI UPANISAD Serliani, Ni Wayan
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1569

Abstract

Jnana marga adalah suatu jalan menuju moksa dengan mempergunakan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Dalam Bhagavad Gita IV.33 dijelaskan bahwa orang yang mempersembahkan ilmu pengetahua, lebih mulia dari pada persembahan materi. Secara keseluruhan, semua kerja berpusat pada ilmu pengetahuan.Sivanada (1993:133-134) menyatakan bahwa jñanayoga merupakan  jalan pengetahuan.Dalam buku  Sri Svami Sivananda juga mengatakan bahwa Samsara adalah kekuatan yang berlangsung terus menerus dalam kehidupan, bahkan dari sudut pandang duniawi begitu banyak mimpi dan begitu banyak ambisi yang dikejar belum terpenuhi, kaum muda perlahan-lahan jatuh kedalam usia tua dan kelemahan, dan bara api harapan yang sulit dipahami semakin pudar dan melemah namun nyalanya tetap berkedip oleh sebuah harapan yang tipis bahwa mungkin dalam kelahiran berikutnya mimpi-mimpi itu mungkin dapat dipenuhi.Pengetahuan membawa kita ketempat dimana nafsu itu berhenti, a-kama, dimana semua keinginan terpenuhi, apta-kama, diman atman sajalah yang menjadi keinginan atma-kama .dia yang mengerti dirinya tidak akan memiliki keinginan. Ketika yang maha tinggi terlihat semua ikatan hati akan terputus, keragu-raguan akan lenyap dan akibat dari perbuatan kita terbasmi. Tidak aka nada penderitaan, kesakitan, atau ketakutan. Jiwa yang terbebas adalah seperti orang buta yang yang memperoleh pengelihatannya, orang sakit yang sempurna. Dia mencapai sukacita yang maha tinggi, yang bila diumpamakan dengan perumpamaan yang dangkal adalah layaknya kebahagian perkawinan. Dia bisa mencapai dunia mana saja yang dia cari. Hukum karma berlaku dalam dunia samsara dimana perbuatan kita akan menuntun kita kedalam tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam dunia waktu. Apabila kita memperoleh pengetahuan tentang kenyataan abadi brahmanatau atman perbuatan tidak lagi mempunyai ikatan terhadap kita. Keadaan hidup abadi dikatakan berada diluar kaidah baik buruk.
LONTAR TARU PRAMANA: PELESTARIAN BUDAYA PENGOBATAN TRADISIONAL BALI Adnyana, Putu Eka Sura
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1572

Abstract

Lontar Taru Pramana menguraikan obat-obatan alternatif dengan bahan tumbuh-tumbuhan. Disamping itu Lontar Taru Pramana bermanfaat untuk kesehatan. Pengobatan dengan obat berdasarkan Lontar Taru Pramana sangat murah karena tidak banyak mengeluarkan biaya, terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat. Bahan-bahan obat dapat diambil dari alam diramu secara mudah. Disamping itu meningkatnya obat alternatif memanfaatkan tumbuh-tumbuhan secara tidak langsung akan melestarikan tumbuhan-tumbuhan itu, dengan lestarinya tumbuhan-tumbuhan maka pelestarian lingkungan sebagai sumber kesehatan mahluk hidup akan meningkat, sebagaimana progam dari pemerintah. Ajaran pengobatan Taru Pramana, bahwa dalam Lontar Taru Pramana menjelaskan mitologi tumbuh-tumbuhan itu dapat berbicara dan menceritakan khasiat dirinya. Setiap tumbuh-tumbuhan menyatakan dirinya dapat menyembuhkan suatu penyakit tertentu, baik dengan daunnya bunganya, buahnya, kulitnya, akarnya, bahkan kayunya. Fungsi Tumbuh-Tumbuhan Sebagai Bahan Pengobatan, disebutkan bahwa dalam Taru Pramana semua tumbuh-tumbuhan menyatakan dirinya dapat dijadikan obat ketika ia dicampur dengan tumbuh-tumbuhan yang lainnya dengan presentase tertentu. Setiap campuran ada dengan cara dihaluskan kemudian ditambah dengan air lalu diminum dipakaikan jamu. Adapun tujuan pelestarian tumbuh-tumbuhan disamping sebagai bahan obat adalah juga menjaga keseimbangan ekosistem dalam kehidupan serta melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. 
YOGA DALAM BHAGAVADGITA Zulaicha, Eli
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1563

Abstract

Bhagavad Gita merupakan hakekat segala pengetahuan Veda dan salah satu diantara Upanisad-upanisad yang paling penting dalam kesusastraan Veda. Bhagavad Gita juga menyatakan bahwa yoga merupakan suatu keadaan yang bebas dari penderitaan dan kesedihan. Dalam bhagawad gita & kitab upanisad; jiva  dalam kondisi dosa & keduniawian adalah disebabkan karena hidup terpisah dan terasing dari roh tertinggi untuk menaklukan sifat jahat dalam diri kita dianjurkan untuk melaksanakan yoga. Agar lepas dari penderitaan dan dosa kita harus mencapai  persatuan spiritual persatuan jivatman dengan paratma atman identik dengan kebahagian eternal. Kebahagiaan merupakan cita-cita manusia hidup di dunia, tidak seorangpun bercita-cita menderita. Ada kebahagiaan ragawi/duniawi.  Ada kebahagiaan spiritual/rohani. Ada ingin keduanya (lahir & bathin).
KONSEP PRAWERTI DAN NIWERTIPADA KITAB KATHA UPANISAD SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN TEOLOGI MASYARAKAT BALI Sugiharta, Dewa Made Bali
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1571

Abstract

Konsep Prawerti dan Niwerti merupakan jalan atau sadhana untuk mewujudkan rasa bhakti kehadapan Tuhan, dimana Prawerti dilakukan dalam bentuk Tapa, Yadnya dan Kirti sedangkan Niwerti dilaksanakan dalam bentuk Yoga dan Samadhi. Konsep Prawerti dan Niwerti ini secara keseluruhan mengajarkan tentang Bhakti Marga yang dalam pelaksanaannya menggunakan Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Marga Yoga. Konsep Prawerti dan Niwerti sesungguhnya baik secara eksplisit maupun implisit terdapat dalam berbagai sumber sastra ajaran Agama Hindu, salah satunya pada Upanisad tepatnya pada Katha Upanisad. Sebagai bentuk sadhana yang dijalankan oleh umat Hindu maka konsep Prawerti dan Niwerti terimplementasi dalam berbagai bentuk cara pemujaan terhadap Tuhan mulai dari Yadnya dalam bentuk ritual, yoga, maupun relasi pembeajaran guru dan murid. Kedua konsep yang terdapat dalam Katha Upanisad tersebut seyogyanya mampu menjadi media pendidikan yang mampu mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang cara pemujaan Tuhan yang berimplikasi pada tentang pembelajaran konsep ketuhanan di dalam masyarakat khususnya masyarakat Bali 
AJARAN KELEPASAN DALAM LONTAR TUTUR KUMARA TATTWA Yasa, Putu Dana
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1565

Abstract

Lontar Tutur Kumara Tatwa adalah salah satu  lontar yang diwarisi oleh orang Bali saat ini. Tutur Kumara Tatwa memiliki ajaran yang bernilai tinggi, di Lontar Tutur Kumara Tatwa menjelaskan mengapa orang mengalami penderitaan dan bagaimana melepaskan penderitaan atau keterikatan untuk benar-benar mendapatkan kebebasan abadi atau moksa. Beberapa perpustakaan suci yang diwarisi termasuk Lontar Tutur Kumara Tatwa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama umat Hindu di Indonesia. Lontar Tutur Kumara Tatwa berisi ajaran filosofis mengapa manusia yang terlahir sebagai makhluk paling mulia benar-benar mengalami penderitaan yang luar biasa dan bagaimana melepaskan semua keterikatan. Dalam Tutur Kumara Tatwa (2003: 65) dijelaskan bahwa Bhatara Kumara bertindak sebagai gembala, ia hidup sendirian di sebuah rumah gembala bernama Argakuruksana, karena sudah lama berada di tempat gembala, ia merasa bosan. Dia berpikir bahwa apa yang dia lakukan dan alami hanyalah kemiskinan dalam kehidupan. Sebenarnya ia bukan gembala sapi, tetapi menggembalakan dasendriya (sepuluh nafsu). dalam Lontar Tutur Kumara Tatwa disebutkan ada delapan cara untuk bisa lepas dari kebapaan agar mencapai pembebasan, setiap manusia selalu merasa tertekan, karena di dalam dirinya masih ada keraguan, kebingungan yang membuat orang takut untuk mengambil tindakan. Untuk mengantisipasi pengaruh sifat astadewi, Lontar Tutur Kumara Tatwa menjelaskan bahwa ada delapan cara pembersihan batin untuk menghindari pengaruh kekotoran batin yang disebut asta lingga.
ATMAN MENUJU BRAHMAN (PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU) Sutrawan, I Gusti Ngurah Elga Putra
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1566

Abstract

Tulisan ini dilakukan berdasarkan ketertarikan penulis terhadap proses kehiduan yang penuh dengan misteri yang sulit dijelaskan melalui pengalaman indrawi. Kehidupan ini berjalan sedimikian rupa mengikuti alur yang telah ditentukan. Penentu kehidupan inilah yang disebut ?karma? sebagai penentu kehidupan, kematian, kebahagiaan serta kesengsaraan manusia pada kehidupan selanjutnya yang disebut dengan ?Punarbhawa? dan Karma Pula sebagai penentu kapan saatnya atma itu kembali kepada Brahman. Sehingga tidak ada lagi kesengsaraan maupun kebahagiaan yang terasa semua kembali menjadi Achintya. Mengendalikan manah dalam sapta angga, dengan cara melaksanakan Prayogasandhi dengan Samyagjnana sebagai penuntunnya serta melaksanakan Catur Yoga berdasarkan pada kebenaran dan ketulusan hati, sehingga seseorang akan mencapai kesadaran akan sang diri  dan hakekat Tuhan. Setelah tercapainya kesadaran tersebut pasti seseorang akan melaksanakan sesuatu berdasarkan pada kesadaran tersebut. Perbuatan yang baik tentu akan selalu terlaksana walaupun belum sempurna. Dengan selalu melaksanakan perbuatan baik, tanpa pamrih, tulus ikhlas dan selalu ada dalam kesadaran sejati maka seseorang akan dapat terhindar dari lapisan alam bawah yang penuh dengan kesedihan dan perlahan akan meniti ke atas untuk mencapai satya loka dan pada akhir Atman akan menyatu dengan Brahman.
URGENCY PRAKTIK PRANAYAMA DI ERA MILENIAL Pradnyantari, Bintang
JURNAL YOGA DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v2i2.1560

Abstract

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya praktik pranayama di era milenial. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena tingkat stres di masyarakat yang semakin hari semakin banyak masyarakat yang mengalami stres dari berbagai kalangan. Ini terjadi dikarenakan pekerjaan, gaya hidup dan juga lingkungan social masyarakat. Pranayama mengajarkan agar bernafas secara sadar yang dapat mengurangi pergolakan emosi, agar kita dapat bernafas lebih seimbang, tenang dan mendalam. Bernafas secara sadar bekerja langsung di pusat integrasi pikiran dan badan. Ingatan adalah gerakan dari pernafasan, dan pernafasan adalah gerakan ingatan. Dengan berbagai permasalahan yang dialami masyarakat saat ini peran pranayama sangatlah penting dalam menyembuhkan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat seperti stress yang mendalam yang diakibatkan oleh permasalahan permasalahan di era modern ini, yang dapat mengganggu pikiran  hingga membuat masyarakat menderita penyakit stres yang juga penyakit stress ini dapat memicu penyakit fisik yang dapat membahayakan tubuh sehingga tidak dapat menjalani aktivitas secara fit. Pranayama memberikan efek positif yang sangat banyak manfaatnya untuk masyarakat di era modern ini. Dengan melakukan pranayama masyarakat dapat mengendalikan nafasnya sehingga dapat juga mengendalikan pikiran dan jika sudah dapat mengendalikan pikiran maka tingkat stress pada masyarakat dapat menurun.

Page 1 of 1 | Total Record : 9