JSES : Journal of Sport and Exercise Science
JSES is available for free (open access) to all readers. The articles in JSES include developments and researches in Sports and Exercise Sciences (theoretical studies, experiments, and its applications), Including: Strength and Conditioning Sports Coaching Sports Biomechanics Sports Physiology Sports Psychology Sports Medicine
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2019): Maret"
:
9 Documents
clear
METODE LATIHAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN POWER OTOT TUNGKAI ATLET BOLAVOLI PADA TIM PERVIK KEDIRI TAHUN 2018
Junaidi, Slamet
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p21-28
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan bermain terhadap power otot tungkai atlet bolavoli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subyek penelitian ini adalah seluruh atlet putri pervik kelahiran tahun 2003 yang akan ikut seleksi menjadi tim liga remaja Kota Kediri sebanyak 12 pemain, untuk disiapkan pada Liga remaja Juli 2018 di Ngawi. Teknik sampling yang digunakan adalah penelitian populasi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran. Untuk mengetahui power otot tungkai menggunakan vertical jump. Analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t diketahui nilai Sig. < 0,05 maka H0 ditolak, berarti dapat disimpulkan ada pengaruh metode latihan metode bermain terhadap power otot tungkai atlet bolavoli.
PENGARUH PROGRAM LATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KONDISI FISIK ATLET BOLATANGAN PORPROV KUBU RAYA
Purnomo, Edi
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p29-33
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pelatihan pada peningkatan kondisi fisik atlet bolatangan Porprov Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis dari data yang telah dikumpulkan sesuai dengan teori dan konsep sebelumnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua atlet bolatangan yang akan turun di PORPROV XII Kalimantan Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Bolatangan Universitas, berjumlah 12 atlet. Dari hasil uji t dapat diketahui bahwa Sig (0,000) <0,05, hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik pre-test dan post-test atlet bola tangan Kubu Raya sebelum dan setelah diberikan program latihan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa program pelatihan meningkatkan kondisi fisik atlet. Besarnya perubahan kondisi atlet handball dapat dilihat dari selisih nilai rata-rata pre test yaitu sebesar 45,49 dengan post test 54,54. Diketahui bahwa peningkatan kondisi fisik atlet handball Kubu Raya adalah 9,05 atau 19,89% setelah diberikan program latihan.
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET WUSHU PUSLATKOT KEDIRI DALAM MENGHADAPI KEJUARAAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018
Hanief, Yulingga Nanda
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p1-8
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Fisik atlet wushu Puslatkot Kediri dalam menghadapi Kejuaraan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018. Jenis penelitian adalah non eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode survey dan teknik tes. Subyek penelitian ini adalah seluruh atlet wushu Puslatkot Kediri sebanyak 15 atlet yang terdiri dari 7 atlet putra dan 8 atlet putri yang untuk disiapkan pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 di Ngawi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran. Berdasarkan hasil analisis diperoleh data kondisi fisik atlet wushu Puslatkot Kediri dengan kategori baik sekali sebanyak 1 atlet, kategori baik sebanyak 2 atlet, kategori cukup sebanyak 7 atlet, kategori kurang sebanyak 4 atlet dan kategori kurang sekali sebanyak 1 atlet. Kesimpulannya kondisi Fisik atlet wushu Puslatkot Kediri dalam menghadapi Kejuaraan Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dalam kategoi cukup.
EFEK SUHU LINGKUNGAN TERHADAP FISIOLOGI TUBUH PADA SAAT MELAKUKAN LATIHAN OLAHRAGA
Mintarto, Edy;
Fattahilah, Muhammad
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p9-13
Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh terhadap performa tubuh pada saat melakukan aktifitas olahraga. Suhu lingkungan yang terlalu rendah (10 o+1 oC) dan terlalu tinggi (37 oC) mampu meningkatkan kadar asam laktat lebih tinggi, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Proses review dilakukan untuk mengetahui dari berbagai sumber dan mengumpulkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan tubuh saat latihan. Indikator yang banyak disebut dalam penelitian ialah kondisi kandungan pada cairan ludah, suhu tubuh, komposisi cairan tubuh dan tingkatan kandungan asam laktat. Suhu lingkungan optimal yang dianjurkan pada saat melakukan aktifitas olahraga yaitu berada pada kisaran 20 o-23o Celcius.
FENOMENA DAN DAMPAK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BEROLAHRAGA DI KAWASAN CAR FREE DAY (CFD) DI KOTA BESAR (STUDI PADA KOTA SEMARANG, SURABAYA, SURAKARTA)
Darmanto, Fery;
Akhiruyanto, Andry;
Setyawati, Heny;
Suripto, Agus Widodo
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p14-20
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang fenomena kegiatan olahraga yang dilakukan dikawasan CFD (Car Free Day) di Kota besar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dengan desain korelasional yang bertujuan menghubungkan dua variabel atau lebih, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, pengumpulan dokumen lalu dianalisisi dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut fenomena yang terjadi di kota besar adalah 80% responden datang ke CFD dengan berkelompok dan membawa peralatan olahraga seperti bola, tali atau sepeda angina dari rumah, 86% responden datang rata-rata 2-3 kali dalam sebulan dan menghabiskan waktu selama 2 jam dikawasan CFD untuk berolahraga dan aktivitas lainnya. Dampak yang terjadi adalah 23% responden merasa senang dan terhibur dengan olahraga di kawasan CFD, sedangkan 72% responden merasa mendapatkan semangat dan motivasi baru sepulang dari olahraga dikawasan CFD dan 5% responden merasakan hal yang biasa saja. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia untuk mengadakan lebih banyak kegiatan CFD di daerahnya, untuk mengurangi dampak polusi kendaraan, meningkatkan kebugaran publik dan menjadi tempat hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat.
PENGARUH LATIHAN TUCK JUMP DAN BARRIER TERHADAP POWER DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI
Putri, Saraswati Dharani;
Wiriawan, Oce;
Mintarto, Edy
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p34-37
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh dua jenis latihan tuck jump dan barrier terhadap power dan kekuatan otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian Non Equivalent (pre test and post test) control group design. Kelompok pertama merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan barrier. Kelompok kedua merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan tuck jump kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun. Terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pre-tes, perlakuan, dan pos-tes. Waktu penelitian yang digunakan adalah selama enam Minggu. Syarat uji hipotesis adalah variansi dan homogen. Pada variable power otot tungkai memiliki signifkan 0,006 pada kelompok Barrier dan 0,001 pada Tuck jump. Kedua latihan juga memiliki perbedaan pengaruh terhadap power otot tungkai (0,034) dan kekuatan otot tungkai (0,031). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa latihan barrier dan tuck jump memberikan pengaruh, baik terhadap power otot tungkai maupun kekuatan otot tungkai. Pengaruh yang diberikan dari kedua jenis latihan juga berbeda.
Pengaruh Latihan Tuck Jump dan Barrier terhadap Power dan Kekuatan Otot Tungkai
Putri, Saraswati Dharani;
Wiriawan, Oce;
Mintarto, Edy
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p34-37
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh yang diberikan oleh dua jenis latihan tuck jump dan barrier terhadap power dan kekuatan otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian Non Equivalent (pre test and post test) control group design. Kelompok pertama merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan barrier. Kelompok kedua merupakan kelompok yang mendapatkan perlakuan berupa latihan tuck jump kelompok ketiga adalah kelompok yang tidak mendapat perlakuan apapun. Terdapat tiga tahapan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pre-tes, perlakuan, dan pos-tes. Waktu penelitian yang digunakan adalah selama enam Minggu. Syarat uji hipotesis adalah variansi dan homogen. Pada variable power otot tungkai memiliki signifkan 0,006 pada kelompok Barrier dan 0,001 pada Tuck jump. Kedua latihan juga memiliki perbedaan pengaruh terhadap power otot tungkai (0,034) dan kekuatan otot tungkai (0,031). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa latihan barrier dan tuck jump memberikan pengaruh, baik terhadap power otot tungkai maupun kekuatan otot tungkai. Pengaruh yang diberikan dari kedua jenis latihan juga berbeda.
Metode Latihan Bermain Untuk Meningkatkan Power Otot Tungkai Atlet Bolavoli pada Tim Pervik Kediri Tahun 2018
Junaidi, Slamet
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p21-28
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan bermain terhadap power otot tungkai atlet bolavoli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subyek penelitian ini adalah seluruh atlet putri pervik kelahiran tahun 2003 yang akan ikut seleksi menjadi tim liga remaja Kota Kediri sebanyak 12 pemain, untuk disiapkan pada Liga remaja Juli 2018 di Ngawi. Teknik sampling yang digunakan adalah penelitian populasi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran. Untuk mengetahui power otot tungkai menggunakan vertical jump. Analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t diketahui nilai Sig. < 0,05 maka H0 ditolak, berarti dapat disimpulkan ada pengaruh metode latihan metode bermain terhadap power otot tungkai atlet bolavoli.
Efek Suhu Lingkungan Terhadap Fisiologi Tubuh pada saat Melakukan Latihan Olahraga
Mintarto, Edy;
Fattahilah, Muhammad
JSES : Journal of Sport and Exercise Science Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jses.v2n1.p9-13
Peningkatan suhu lingkungan berpengaruh terhadap performa tubuh pada saat melakukan aktifitas olahraga. Suhu lingkungan yang terlalu rendah (10 o+1 oC) dan terlalu tinggi (37 oC) mampu meningkatkan kadar asam laktat lebih tinggi, serta proses oxygen intake (VO2Max) yang kurang optimal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Proses review dilakukan untuk mengetahui dari berbagai sumber dan mengumpulkan data-data yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan tubuh saat latihan. Indikator yang banyak disebut dalam penelitian ialah kondisi kandungan pada cairan ludah, suhu tubuh, komposisi cairan tubuh dan tingkatan kandungan asam laktat. Suhu lingkungan optimal yang dianjurkan pada saat melakukan aktifitas olahraga yaitu berada pada kisaran 20 o-23o Celcius.