cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA MANDARIN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TIME TOKEN ARREND MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA KEBON DALEM SEMARANG Wardani, Septa Kusuma; Elmubarok, Zaim; Sari, Titin Komala
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.964 KB) | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.14045

Abstract

Speaking ability is one of four aspects which should be achieved, especially in learning Mandarin. Mandarin speaking ability and interest of study of X-1 students Kebon Dalem Semarang High School was still not quite good. Cooperative learning is an alternative way that can be to solve this problem. The example of cooperative learning is by using Time Token Arrend model by using picture as media, encourage students to actively speak Mandarin in Mandarin lesson. The objective of the study was to determine that the application of Time Token Arrend Method can really improve Mandarin speaking ability of class X students. This research method was classroom action research with two cycles. Each cycles required 2 meetings with 4 steps on each meeting, those are planning, action, observation and reflection. The result of the study showed: (1) students speaking ability in spoken test was improve (cycle 1 class average :66,19, completeness percentage 38,09% and there was an improvement in cycle 2 with class average 83,65% and completeness percentage 100%). The improvement from cycle 1 and cycle 2 was 17,46 or 26,38%. (2) the result of students answer quality behavior was improve (cycle 1 61,66 and it was improve on cycle 2 86,07). The improvement of students answer quality behavior was 24,41 or 39,59%. The conclusion if this study was the application of Time Token Arrend model as a cooperative learning can improve students speaking ability in Mandarin and also students’ behavior. Abstrak___________________________________________________________________Berbicara merupakan kemampuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Namun, kemampuan berbicara dan minat belajar siswa di SMA Kebon Dalem Semarang kelas X-1 masih kurang. Upaya dalam pemecahan masalah ini adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend melalui media gambar untuk mendorong siswa aktif berbicara bahasa Mandarin dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMA Kebon Dalem Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan : (1)  kemampuan berbicara siswa pada tes lisan meningkat (siklus I rata-rata kelas  66,19, persentase ketuntasan 38,09% dan meningkat pada siklus II rata-rata kelas mencapai 83,65 persentase ketuntasan 100 %). Peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I dan siklus II mencapai 17,46 atau 26,38%. (2) nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat (siklus I sebesar  61,66  meningkat  pada siklus II menjadi 86,07). Peningkatan nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat menjadi 24,41 atau 39,59%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend  melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin dan perilaku baik siswa.
EVALUASI KAMUS PERCAKAPAN BAHASA MANDARIN SEHARI-HARI SEBAGAI MEDIA BAGI PEMBELAJAR PEMULA Urip, Sri Rejeki; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.137 KB)

Abstract

Abstract___________________________________________________________________Among the learning tools that required by the Mandarin learner is the dictionary. Dictionary is a reference book which contains vocabulary of a language with the meanings, explanations, and examples of it use. In Eastern societies, the main dictionary can also be a combination of words. In order to meet the needs of social development, dictionary has developed a variety of models and objects to fit the needs in various industries or usefulness. This study discusses the evaluation of a pocket dictionary entitled Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari (Dictionary of Everyday Chinese Language Conversation) work by Johny Lee. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique used is literature technique by using data card. The purpose of this study is to determine the dictionary feasibility views of the dictionary contens conformity with the rules and grammar of Mandarin. Based on this result, many errors contained in the contents of dictionary, they are: incompatibility between sentences and translations or dictions, the use of grammar, p?ny?n writing, translation and writing error or typo.AbstrakDi antara alat bantu pembelajaran yang diperlukan oleh pembelajar bahasa Mandarin adalah kamus. Kamus adalah alat yang menyediakan kata-kata yang mengandung arti, penjelasan dan contoh penggunaannya. Dalam komunitas daerah Timur, kamus utama juga bisa berupa kata-kata gabungan. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan sosial, kamus telah mengembangkan berbagai macam model dan objek untuk menyesuaikan kebutuhan di berbagai industri atau kegunaan. Penelitian ini membahas tentang evaluasi kamus saku yang berjudul Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari Karya Johny Lee. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dengan menggunakan kartu data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kamus dilihat dari kesesuaian isi kamus dengan aturan dan tata bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan yang banyak terdapat pada isi kamus diantaranya adalah: ketidaksesuaian antara kalimat dan terjemahan atau pemilihan kata, penggunaan tata bahasa, penulisan p?ny?n, penerjemahandan kesalahan penulisan atau typo.
ANALISIS KESALAHAN PENEMPATAN ADVERBIAL (??) DALAM KALIMAT BAHASA MANDARIN Puspita, Riya; Elmubarok, Zaim; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.948 KB)

Abstract

Abstract___________________________________________________________________??(adverbial) is an additional component in the front center of a verb, the form of an adjective.The basic function of adverbial is limiting and modifying the word center. Adverbial placement in Mandarin language is different from the adverbial placement in Indonesian sentences so that students often make mistakes in adverbial placement when creating Mandarin phrases. Furthermore, errors also occur when there are some adverbials in a sentence that makes adverbial must be placed based on the rules of order. This research tends to determine the type of adverbial placement errors and how to solve adverbial placement errors in a Mandarin sentence. This study used qualitative descriptive approach. The object of this research is the 43 eleventh grade students of SMA YSKI Semarang who choose Mandarin language lessons. Based on this research, the causes of students errors (respondents) are due to the influence of the use of Indonesian language and less understanding of the adverbial order, the correct adverbial sentence structure and the vocabulary. From those factors above, the researcher propose some suggestions in order to reduce the occurrence of adverbial placement errors, such as comprehending Mandarin sentence structure with simple formulas subject + adverbial + predicate + object, the placement of multi adverbial in the correct order, and also to enrich the vocabulary.Abstrak___________________________________________________________________???adverbial?adalah komponen tambahan di depan pusat kata kerja,kata sifat. Fungsi dasar adverbial adalah membatasi dan memodifikasi pusat kata. Penempatan adverbial dalam bahasa madarin berbeda dengan penempatan adverbial di dalam kalimat bahasa indonesia sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam penempatan adverbial saat membuat kalimat bahasa mandarin. Selain itu, kesalahan juga terjadi ketika di dalam sebuah kalimat terdapat beberapa adverbial, adverbial harus diletakkan berdasarkan aturan urutannya. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan penempatan adverbial dan cara mengatasi kesalahan penempatan adverbial dalam kalimat bahasa mandarin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA YSKI Semarang yang memilih pelajaran bahasa mandarin yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab kesalahan siswa (responden) dikarenakan adanya pengaruh bahasa indonesia, tidak memahami urutan adverbial, tidak mengetahui struktur kalimat beradverbial yang benar, serta tidak memahami kosakata. Dari faktor penyebab diatas, peneliti merumuskan beberapa saran agar dapat mengurangi terjadinya kesalahan penempatan adverbial dengan mememahami struktur kalimat bahasa mandarin dengan rumus sederhana subjek + adverbial + predikat + objek. Penempatan multi adverbial dengan urutan yang tepat, serta memperbanyak pembendaharaan kosakata.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DALAM MEMAHAMI TEKS??PADA ?????? ( HSK ) LEVEL IV Irawati, Retno Purnama; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.625 KB)

Abstract

Abstract_________________________________________________________________________An international Chinese Proficiency Test (HSK) is for non-native Chinese speakers (including foreigners, overseas Chinese, and Chinese minority candidates) set up Chinese language proficiency exam normalized. HSK held annually in China and overseas, where test scores who reach the required standard, receive the appropriate level of Chinese Proficiency Certificate. Chinese Ministry of Education to establish a national HSK committee, which sole leadership HSK, and awarded HSK certificates. HSK (four) consist of three section: listening, reading, and writing. HSK (four) is designed for students to discuss a range of relative topics in China, and able to communicate with native speakers with high standart. Students should be able to memorize 1200 vocabulary. This paper discusses about analysis of students difficulties in understanding the HSK fouth reading text. Data collection technique were used by interviews, questionnaires, and test. Based on research results, the case of difficulty is the first and second reading section.Abstrak_________________________________________________________________________Hanyu shuiping kaoshi (HSK) adalah sebuah perangkat tes bertaraf internasional untuk penutur bahasa Mandarin (termasuk orang asing, orang China yang berada di luar negeri, dan suku minoritas di China) sebagai ujian kemahiran berbahasa Mandarin. HSK diadakan setiap tahun baik di China atau di Luar Negeri, dimana peserta yang bisa mencapai standar skor yang telah ditetapkan, akan menerima sertifikat resmi. Departemen pendidikan China membentuk komite khusus HSK, kepemimpinan HSK, dan komite pemberian sertifikat resmi HSK. Program studi Pendidikan Bahasa Mandarin menetapkan HSK level IV sebagai salah satu syarat mengikuti sidang skripsi. HSK level IV terdiri dari tiga bagian soal, yaitu ?? (mendengar), ?? (membaca), dan ?? (menulis). Dirancang untuk peserta didik yang dapat membahas berbagai macam topik yang relative di Tiongkok dan mampu berkomunikasi dengan penutur bahasa Mandarin dengan sebuah standar yang tinggi. Pembelajar HSK level IV dituntut untuk bisa menghafal 1200 kosakata. Pada penelitian ini, dibahas tentang analisis kesulitan mahasiswa dalam memahami teks ?? pada ????????. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami mahasiswa saat mengerjakan soal membaca pada tes HSK. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2013 prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang dengan sampel sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan tes.Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan yang banyak terjadi adalah pada soal membaca bagian pertama dan kedua. Responden atau mahasiswa banyak melakukan kesalahan dalam mengisi kalimat rumpang dan menyusun tiga kalimat menjadi suatu paragraf padu.
Pengembangan Media Pembelajaran Roda Datar dalam Menguasai Elemen Piktograf pada Pembelajaran Hanzi Tingkat Dasar Fitri, Nurul; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.25723

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya media pembelajaran berbasis tiga dimensi pada pembelajaran bahasa mandarin tingkat dasar yang membahas mengenai hanzi. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis tiga dimensi yang membahas mengenai hanzi sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui analisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf (2) mengembangkan desain media pembelajaran elemen piktograf, (3) mengetahui penilaian ahli media dan ahli materi terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan lima tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,  (3) desan produk, (4) validasi ahli, serta (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dan pendidik membutuhkan media pembelajaran untuk mempelajari hanzi. Kedua, desain media pembelajaran terdiri dari roda datar, standing media, dan kartu hanzi. Ketiga, hasil dari validasi ahli media mendapat nilai rata-rata 88 memiliki skor 4 termasuk dalam kategori sangat layak dan hasil dari validasi ahli materi mendapat nilai rata-rata 85 memiliki skor 4 termasuk kategori sangat layak.This study is based on the lack of three dimensional based learning media on basic level mandarin learning that discusses hanzi. Therefore, the development of three dimensional based learning media that discusses hanzi is necessary. In this study, the researcher developed pictograph elemet flat wheel learning media. The purposes of this study are (1) to find out the analysis of the needs of teachers and students toward the pictograph elemets flat wheel learning media. (2) to develop pictograph element learning media design, (3) to find out the assessment of media expert and material expert on pictograph element flat wheel learning media. This study was done using a research and development (R&D) approach with five stages, there are (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) expert validation,  (5) design revision. The results of this study showed that: First, both students and teachers need a learning media to learn hanzi. Second, the learning media design consists of flat wheel, standing media and hanzi cards. Third, the results of media expert validation got 88 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category and the results of material experts validation got 85 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DALAM MEMAHAMI TEKS阅读PADA 汉语水平考试 ( HSK ) LEVEL IV
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12689

Abstract

Abstract_________________________________________________________________________An international Chinese Proficiency Test (HSK) is for non-native Chinese speakers (including foreigners, overseas Chinese, and Chinese minority candidates) set up Chinese language proficiency exam normalized. HSK held annually in China and overseas, where test scores who reach the required standard, receive the appropriate level of “Chinese Proficiency Certificate”. Chinese Ministry of Education to establish a national HSK committee, which sole leadership HSK, and awarded HSK certificates. HSK (four) consist of three section: listening, reading, and writing. HSK (four) is designed for students to discuss a range of relative topics in China,  and able to communicate with native speakers with high standart. Students should be able to memorize 1200 vocabulary. This paper discusses about analysis of students difficulties in understanding the HSK fouth reading text. Data collection technique were used by interviews, questionnaires, and test. Based on research results, the case of difficulty is the first and second reading section. Abstrak_________________________________________________________________________ Hanyu shuiping kaoshi (HSK) adalah sebuah perangkat tes bertaraf internasional untuk penutur bahasa Mandarin (termasuk orang asing, orang China yang berada di luar negeri, dan suku minoritas di China) sebagai ujian kemahiran berbahasa Mandarin. HSK diadakan setiap tahun baik di China atau di Luar Negeri, dimana peserta yang bisa mencapai standar skor yang telah ditetapkan, akan menerima sertifikat resmi. Departemen pendidikan China membentuk komite khusus HSK, kepemimpinan HSK, dan komite pemberian sertifikat resmi HSK. Program studi Pendidikan Bahasa Mandarin menetapkan HSK level IV sebagai salah satu syarat mengikuti sidang skripsi. HSK level IV terdiri dari tiga bagian soal, yaitu  听力 (mendengar), 阅读 (membaca), dan 书写 (menulis). Dirancang untuk peserta didik yang dapat membahas berbagai macam topik yang relative di Tiongkok dan mampu berkomunikasi dengan penutur bahasa Mandarin dengan sebuah standar yang tinggi. Pembelajar HSK level IV dituntut untuk bisa menghafal 1200 kosakata. Pada penelitian ini, dibahas tentang analisis kesulitan mahasiswa dalam memahami teks 阅读 pada 汉语水平考试四级. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami mahasiswa saat mengerjakan soal membaca pada tes HSK. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2013 prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang dengan sampel sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan tes.Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan yang banyak terjadi adalah pada soal membaca bagian pertama dan kedua. Responden atau mahasiswa banyak melakukan kesalahan dalam mengisi kalimat rumpang dan menyusun tiga kalimat menjadi suatu paragraf padu.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA MANDARIN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TIME TOKEN ARREND MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS X SMA KEBON DALEM SEMARANG
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.14045

Abstract

Speaking ability is one of four aspects which should be achieved, especially in learning Mandarin. Mandarin speaking ability and interest of study of X-1 students Kebon Dalem Semarang High School was still not quite good. Cooperative learning is an alternative way that can be to solve this problem. The example of cooperative learning is by using Time Token Arrend model by using picture as media, encourage students to actively speak Mandarin in Mandarin lesson. The objective of the study was to determine that the application of Time Token Arrend Method can really improve Mandarin speaking ability of class X students. This research method was classroom action research with two cycles. Each cycles required 2 meetings with 4 steps on each meeting, those are planning, action, observation and reflection. The result of the study showed: (1) students speaking ability in spoken test was improve (cycle 1 class average :66,19, completeness percentage 38,09% and there was an improvement in cycle 2 with class average 83,65% and completeness percentage 100%). The improvement from cycle 1 and cycle 2 was 17,46 or 26,38%. (2) the result of students answer quality behavior was improve (cycle 1 61,66 and it was improve on cycle 2 86,07). The improvement of students answer quality behavior was 24,41 or 39,59%. The conclusion if this study was the application of Time Token Arrend model as a cooperative learning can improve students speaking ability in Mandarin and also students’ behavior. Abstrak___________________________________________________________________Berbicara merupakan kemampuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Namun, kemampuan berbicara dan minat belajar siswa di SMA Kebon Dalem Semarang kelas X-1 masih kurang. Upaya dalam pemecahan masalah ini adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend melalui media gambar untuk mendorong siswa aktif berbicara bahasa Mandarin dalam pembelajaran bahasa Mandarin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin siswa kelas X SMA Kebon Dalem Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan : (1)  kemampuan berbicara siswa pada tes lisan meningkat (siklus I rata-rata kelas  66,19, persentase ketuntasan 38,09% dan meningkat pada siklus II rata-rata kelas mencapai 83,65 persentase ketuntasan 100 %). Peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I dan siklus II mencapai 17,46 atau 26,38%. (2) nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat (siklus I sebesar  61,66  meningkat  pada siklus II menjadi 86,07). Peningkatan nilai kualitas jawaban observasi perilaku siswa meningkat menjadi 24,41 atau 39,59%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif Time Token Arrend  melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Mandarin dan perilaku baik siswa.
EVALUASI KAMUS PERCAKAPAN BAHASA MANDARIN SEHARI-HARI SEBAGAI MEDIA BAGI PEMBELAJAR PEMULA
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12687

Abstract

Abstract___________________________________________________________________Among the learning tools that required by the Mandarin learner is the dictionary. Dictionary is a reference book which contains vocabulary of a language with the meanings, explanations, and examples of it use. In Eastern societies, the main dictionary can also be a combination of words. In order to meet the needs of  social development, dictionary has developed a variety of models and objects to fit the needs in various industries or usefulness. This study discusses the evaluation of a pocket dictionary entitled Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari (Dictionary of Everyday Chinese Language  Conversation) work by Johny Lee. This study used descriptive qualitative method. The data collection technique used is literature technique by using data card. The purpose of this study is to determine the dictionary feasibility views of the dictionary contens conformity with the rules and grammar of Mandarin. Based on this result, many errors contained in the contents of dictionary, they are: incompatibility between sentences and translations or dictions, the use of grammar, pīnyīn writing, translation and writing error or typo. Abstrak Di antara alat bantu pembelajaran yang diperlukan oleh pembelajar bahasa Mandarin adalah kamus. Kamus adalah alat yang menyediakan kata-kata yang mengandung arti, penjelasan dan contoh penggunaannya. Dalam komunitas daerah Timur, kamus utama juga bisa berupa kata-kata gabungan. Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan sosial, kamus telah mengembangkan berbagai macam model dan objek untuk menyesuaikan kebutuhan di berbagai industri atau kegunaan. Penelitian ini membahas tentang evaluasi kamus saku yang berjudul Kamus Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari Karya Johny Lee. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dengan menggunakan kartu data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kamus dilihat dari kesesuaian isi kamus dengan aturan dan tata bahasa Mandarin. Berdasarkan hasil penelitian, kesalahan yang banyak terdapat pada isi kamus diantaranya adalah: ketidaksesuaian antara kalimat dan terjemahan atau pemilihan kata, penggunaan tata bahasa, penulisan pīnyīn, penerjemahandan kesalahan penulisan atau typo.
Pengembangan Media Pembelajaran Roda Datar dalam Menguasai Elemen Piktograf pada Pembelajaran Hanzi Tingkat Dasar
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.25723

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya media pembelajaran berbasis tiga dimensi pada pembelajaran bahasa mandarin tingkat dasar yang membahas mengenai hanzi. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis tiga dimensi yang membahas mengenai hanzi sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui analisis kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf (2) mengembangkan desain media pembelajaran elemen piktograf, (3) mengetahui penilaian ahli media dan ahli materi terhadap media pembelajaran roda datar elemen piktograf. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (RD) dengan lima tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data,  (3) desan produk, (4) validasi ahli, serta (5) revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dan pendidik membutuhkan media pembelajaran untuk mempelajari hanzi. Kedua, desain media pembelajaran terdiri dari roda datar, standing media, dan kartu hanzi. Ketiga, hasil dari validasi ahli media mendapat nilai rata-rata 88 memiliki skor 4 termasuk dalam kategori sangat layak dan hasil dari validasi ahli materi mendapat nilai rata-rata 85 memiliki skor 4 termasuk kategori sangat layak.This study is based on the lack of three dimensional based learning media on basic level mandarin learning that discusses hanzi. Therefore, the development of three dimensional based learning media that discusses hanzi is necessary. In this study, the researcher developed pictograph elemet flat wheel learning media. The purposes of this study are (1) to find out the analysis of the needs of teachers and students toward the pictograph elemets flat wheel learning media. (2) to develop pictograph element learning media design, (3) to find out the assessment of media expert and material expert on pictograph element flat wheel learning media. This study was done using a research and development (RD) approach with five stages, there are (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) expert validation,  (5) design revision. The results of this study showed that: First, both students and teachers need a learning media to learn hanzi. Second, the learning media design consists of flat wheel, standing media and hanzi cards. Third, the results of media expert validation got 88 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category and the results of material experts validation got 85 as the average score and having a score of 4 which was included into the very feasible category.
ANALISIS KESALAHAN PENEMPATAN ADVERBIAL (状语) DALAM KALIMAT BAHASA MANDARIN
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v1i2.12688

Abstract

Abstract___________________________________________________________________状语(adverbial) is an additional component in the front center of a verb, the form of an adjective.The basic function of adverbial is limiting and modifying the word center. Adverbial placement in Mandarin language is different from the adverbial placement in Indonesian sentences so that students often make mistakes in adverbial placement when creating Mandarin phrases. Furthermore, errors also occur when there are some adverbials in a sentence that makes adverbial must be placed based on the rules of order. This research tends to determine the type of adverbial placement errors and how to solve adverbial placement errors in a Mandarin sentence. This study used qualitative descriptive approach. The object of this research is the 43 eleventh grade students of SMA YSKI Semarang who choose Mandarin language lessons. Based on this research, the causes of students’ errors (respondents) are due to the influence of the use of Indonesian language and less understanding of the adverbial order, the correct adverbial sentence structure and the vocabulary. From those factors above, the researcher propose some suggestions in order to reduce the occurrence of adverbial placement errors, such as comprehending Mandarin sentence structure with simple formulas subject + adverbial + predicate + object, the placement of multi adverbial in the correct order, and also to enrich the vocabulary. Abstrak___________________________________________________________________ 状语(adverbial)adalah komponen tambahan di depan pusat kata kerja,kata sifat. Fungsi dasar adverbial adalah membatasi dan memodifikasi pusat kata. Penempatan adverbial dalam bahasa madarin berbeda dengan penempatan adverbial di dalam kalimat bahasa indonesia sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam penempatan adverbial saat membuat kalimat bahasa mandarin. Selain itu, kesalahan juga terjadi ketika di dalam sebuah kalimat terdapat beberapa adverbial, adverbial harus diletakkan berdasarkan aturan urutannya. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan penempatan adverbial  dan cara mengatasi  kesalahan penempatan adverbial dalam kalimat bahasa mandarin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA YSKI Semarang yang memilih pelajaran bahasa mandarin yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, faktor penyebab kesalahan siswa (responden) dikarenakan adanya pengaruh bahasa indonesia, tidak memahami urutan adverbial, tidak mengetahui struktur kalimat beradverbial yang benar, serta tidak memahami kosakata. Dari faktor penyebab diatas, peneliti merumuskan beberapa saran agar dapat mengurangi terjadinya kesalahan penempatan adverbial dengan mememahami struktur kalimat bahasa mandarin dengan rumus sederhana subjek + adverbial + predikat + objek. Penempatan multi adverbial dengan urutan yang tepat, serta memperbanyak pembendaharaan kosakata.

Page 1 of 1 | Total Record : 10