cover
Contact Name
Ria Riski Marsuki, S.S., MTCSOL
Contact Email
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
riariskimarsuki@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Longda Xiaokan : Journal of Mandarin Learning and Teaching
ISSN : 25285734     EISSN : 27151611     DOI : -
Core Subject : Education,
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching menerbitkan artikel ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Analisis Penggunaan Kata jiù dalam Bahasa Mandarin Zumrotussholikhah, Annisa’; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25863

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membahas tentang kata keterangan ( fùcί), kata kerja (dòngcί) kata depan (jiѐ cί) yang salah satu contohnya adalah kata (jiù). Kata (jiù) merupakan kata yang sering sekali muncul dalam pembelajaran bahasa mandarin, namun kata tersebut tidak memiliki arti secara langsung kedalam bahasa inggris maupun bahasa Indonesia, sehingga untuk memudahkan dalam pembelajaran kata (jiù) diartikan sudah, langsung, baru saja, lalu, maka dan masih banyak lagi sesuai konteks kalimatnya. Karena dalam pembelajaran bahasa mandarin kata (jiù) merupakan salah satu kata penting yang wajib diketahui serta bagaimana dipahami posisinya dalam sebuah kalimat, sehingga peneliti merasa sangat penting untuk menganalisis penggunaan kata (jiù) dalam kalimat. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kata (jiù) dalam kalimat sebagai fùcί (kata keterangan), kata (jiù) sebagai dòngcí(kata kerja), dan kata (jiù) sebagai jiѐcί (kata depan).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan buku HSK 4 HSK 4 terbitan sebagai sumber data dalam melakukan analisis. Terdapat sumber data lainnya yaitu jurnal-jurnal terkait penelitian tentang kata. Berdasarkan penelitian dari hasil analisis penggunaan kata就 ( jiù), sebanyak 37 pertanyaan dalam kuesioner, dosen ahli membubuhkan tanda di kolom 3 (akurat) sebanyak 25 tanda, sebanyak 9 tanda pada kolom 2 (kurang akurat) serta 3 tanda pada kolom 1 (tidak akurat).In this study, the researcher wants to discuss adverbs ( fùcί), verbs (dòngcί) prepositions ( jiѐ cί), for example, the word (jiù). The word (jiù) is a word that often appears in learning Mandarin, but the word (jiù) has no meaning directly into English or Indonesian, so as to facilitate the learning of the word (jiù) is interpreted already, directly, recently, than, so and many more according to the context of the sentence. Because in learning Mandarin the word (jiù) is one of the important words that must be known and how its position is understood in a sentence, so researcher feel its very important to analyze the use of the word (jiù) in sentences. The purpose of this study is to fine out  the word (jiù) in sentences as an adverb, as a verb and as a preposition. This research uses descriptive qualitative method with the book HSK 4  HSK 4  published by as a source of data in conducting an analysis. There are other data sources namely journals related to research on the word. Based on research from the results of the analysis of the use of the word (Ji,), 37 questions in the questionnaire, expert lecturers put marks in column 3 (accurate) as many as 25 signs, as many as 9 signs in column 2 (less accurate) and 3 signs in column 1 (not accurate).
Pengembangan Buku Ajar Bahasa Mandarin Berbasis Digital untuk Siswa Kelas X SMA Don Bosko Semarang Kurniasari, Marlinda; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25864

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya wawancara dan observasi dengan beberapa narasumber. Dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa penggunaan buku ajar konvensional atau cetak pada SMA PL Don Bosko Semarang cenderung kurang menarik minat belajar bahasa Mandarin siswa.   Hal ini membuat siswa cenderung kurang tertarik mempelajari bahasa Mandarin karena terlalu sederhana dalam bentuk tampilan dan penyajian materi. Materi dasar yang penting untuk pembelajaran bahasa Mandarin dan gambar ilustrasi untuk memperdalam materi justru tidak disediakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan lima tahapan, antara lain (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain. Buku ajar digital dikembangkan dengan format PDF, sehingga nyaman dibuka melalui gawai atau laptop. Materi yang terdapat pada buku ajar digital dikembangkan menjadi semakin lengkap yang terdiri penjelasan kosa kata, contoh kalimat, dialog, tata bahasa, soal latihan, dan disertai dengan gambar ilustrasi yang menarik. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa buku ajar bahasa Mandarin digital mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan 88 (sangat layak). Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa buku ajar bahasa Mandarin digital mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan 87.9 (sangat layak). Adapun saran perbaikan dari ahli materi yaitu perbaikan kesalahan penulisan kata di dalam buku ajar bahasa Mandarin digital agar dapat digunakan secara maksimal.This research is based on interviews and observations with several informants. From this research, it was found that the use of conventional or printed textbooks at PL Don Bosco Senior High School Semarang less attractive to students in learning Mandarin. It makes students less interested in learning Mandarin because it is too simple in the form of display and presentation of subject matter. Basic subject that are important for learning Mandarin and illustrated images to deepen the material are not actually provided. This research uses the Research and Development (R&D) method with five stages, including (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision. Digital textbooks are developed in PDF format, so they are conveniently opened through a device or laptop. The material contained in digital textbooks is developed to be more complete which consists of vocabulary explanations, example sentences, dialogues, grammar, practice questions, and accompanied by interesting illustrated images. The results of the validation by the material experts showed that the digital Mandarin textbooks got an overall average score of 88 (very appropriate). The results of the validation by media experts indicate that the digital Mandarin textbooks get an overall average score of 87.9 (very appropriate). As for suggestions for improvement from material experts, namely correcting writing errors in digital Mandarin language textbooks so that they can be used optimally.
Kata Tiruan (Onomatope) Tiruan Perbuatan Dalam Bahasa Mandarin Srikandi, Louise Dwi Kumala; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25866

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membicarakan ‘Onomatope dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia Analisis Kontrastif’. Penulis memilih judul ini karena kurangnya penelitian tentang perbandingan antara onomatope bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Mandarin onomatope disebut  nǐshēngcí,zhuàngshēngcí,xiàngshēngcí. Onomatope diklasifikasikan menjadi 5 tipe onomatope, yaitu pertama, onomatope suara hewan, kedua, onomatope gerak atau aktivitas manusia, ketiga, onomatope benda di sekitar manusia atau fenomena alam, keempat onomatope perbuatan, dan kelima, onomatope abstraksi bunyi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik lesap, kemudian dilanjutkan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode distribusional. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 33 onomatope dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, kemudian diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe onomatope dan diperoleh 7 onomatope suara hewan, 8 onomatope tiruan bunyi gerak manusia atau aktivitas manusia, 5 onomatope tiruan benda di sekitar manusia atau fenomena alam, 12 onomatope tiruan perbuatan, dan 1 onomatope abstraksi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan komponen bunyi fonem yang menyusun. Di dalam bahasa Mandarin terdapat bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara aspiratif dan tidak aspiratif, sedangkan dalam bahasa Indonesia hanya bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara dan tidak memiliki konsonan aspriratif.The author chose this title because of the lack of discussion about the comparison between the onomatopoeia Chinese and Indonesia. In Mandarin the onomatopoeia called  nǐshēngcí,  zhuàngshēngcí, xiàngshēngcí. Onomatopoeia is classified into 5 types of onomatopoeia, the first, Onomatopoeia animal sound, the second, both onomatopoeia motion or human activity, the three, onomatopoeia  objects around humans or natural phenomena, the four, onomatopoeia  deeds, and the fifth, onomatopoeia  sound abstractions. Technique of collecting data using advanced technique that is technique of distribusional, then continued with library technique and technique of note. Data analysis method used is distribution method. Based on the research, there were 33 onomatopoeia in Mandarin and Indonesian language, then classified by onomatopoeia type and obtained by 7 onomatopoeia animal sounds, 8 artificial onomatopoeia  of human motion or human activity, 5 artificial onomatopoeia around human or natural phenomena, 12 onomatopoeia mock deeds, and 1 onomatopoeia sound abstraction. The results showed the different components of phoneme sounds that make up. In Mandarin there are consonant sounds and no aspirative voices and are not aspirational, whereas in Indonesian the sounds of consonants are voiced and voiceless and lack aspirational consonants.
Klasifikasi Penggunaan dòngliàngcí (Kata Satuan untuk Kata Kerja) dalam Buku Bahan Ajar Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang Rismawanti, Erma; wardhana, Chevy kusumah; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25859

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian ini adalah (1) mengklasifikasikan penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja) dalam 3 buku bahan ajar (2) membedakan fungsi dari penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja). Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif kualitatif, Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah buku bahan ajar prodi pendidikan bahasa mandarin universitas negeri semarang yaitu buku zōnghé (komprehensif) tingkat 2, yuèdú (membaca) tingkat 2,dan tīngshuō(mendengar dan berbicara ) tingkat 2. Objek data dalam penelitian ini adalah sebuah penggalan kalimat dari wacana yang ada di buku bahan ajar yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang diambil dari wacana pada buku bahan ajar. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 68 buah kalimat yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. kata satuan cì 25 buah, kata satuan  xià 30 buah, kata satuan biàn  5 buah, kata satuan tàng 2 buah, kata satuan dùn 1 buah, kata satuan chǎng 1 buah. dan kata satuan  zhēn sebanyak 1 buah.Based on background the problem, the purpose of this study is (1) classify use of measure word for verb (2) differentiate function from measure word for verb. The method in this study is qualitative descriptive statistical analysis method. This study uses the qualitative descriptive research type and design. The source of data in this study come from teaching material books at Chinese language education study program Semarang state university. The books used are (1) comprehension chinese (2) reading (3) listening and speaking. The object of data in this study is a sentence fragment from the text in teaching material books that has a measure word for verb. The data collection technique in this research was documentation in the text teaching material books. The final result of this study is there are 68 sentences used a measure word for verb. Unit word cì there are 25 unit, unit word xià there are 30 unit,unit word biàn there are 5 unit, unit word there are 2 unit, unit word  dùn there are 1 unit, unit word chǎng there is 1 unit and unit word针 zhēn 1 unit.
Analisis Teknik dan Metode Penerjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin pada Channel Youtube Agy, Sarah; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25861

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana teknik penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin pada penerjemahan kata, dan kalimat; (2) Bagaimana penggunaan metode penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin; (3) Bagaimana keakuratan hasil terjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin  menurut para ahli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah dari 40 data yang ditemukan, dirinci sebagai berikut: (1) 51 kali penggunaan teknik penerjemahan dengan 2 variasi teknik, yaitu teknik tunggal 29 kali (56,87%), dan teknik ganda 22 kali(43,13%). Terdapat  8 teknik penerjemahan yang digunakan yaitu teknik harfiah 27,45%, amplifikasi linguistik 19,61%, modulasi 11,76%, kreasi diskursif 13,72%, transposisi 7,84%, reduksi 7,84%, adaptasi 5,89%, dan kesepadanan lazim 5,89%. (2) Metode yang berorientasi pada bahasa sumber sebanyak 14 data (27,45%), sedangkan metode yang berorientasi pada bahasa sasaran sebanyak 37 data (72,55%). Simpulan penelitian bahwa teknik yang digunakan yaitu teknik tunggal dan teknik ganda, metode penerjemahan cenderung berorientasi pada bahasa sasaran, dan terjemahan lirik lagu memiliki tingkat keakuratan yang cukup akurat yaitu dengan nilai sebesar 2,53%.Research problems are include (1) How is the translation technique for Indonesian song lyrics into Mandarin applied in translating words, and sentences; (2) How to use the translation method of Indonesian song lyrics into Mandarin ; (3)  How is the accuracy of translation of Indonesian song lyrics to Mandarin version according to experts. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use refer and noted, and questionnaire. Data analysis techniques uses qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of the researches are: (1) From the analysis of 40 data, 51 times the use of translation techniques were found, with two variations of the technique, which is a single technique 29 times (56.87%), and double technique 22 times(43.13%). There are 8 translation techniques applied, literal technique 27.45%, linguistic amplification 19.61%, modulation 11.76%, discursive creation 13.72%, transposition 7.84%, reduction 7.84%, adaptation 5.89 % and  established equivalent are 5.89%, (2)  Methods that are oriented to the source language are 14 data (27.45%), while methods that are oriented to the target language are 37 data (72.55%). Conclusions of the research that the techniques used are single and multiple techniques, the translation method tends to be oriented to the target language, and song lyrics translation has a fairly accurate level of accuracy with a value of 2.53%.
Analisis Teknik dan Metode Penerjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin pada Channel Youtube
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25861

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana teknik penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin pada penerjemahan kata, dan kalimat; (2) Bagaimana penggunaan metode penerjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin; (3) Bagaimana keakuratan hasil terjemahan lirik lagu bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin  menurut para ahli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah dari 40 data yang ditemukan, dirinci sebagai berikut: (1) 51 kali penggunaan teknik penerjemahan dengan 2 variasi teknik, yaitu teknik tunggal 29 kali (56,87%), dan teknik ganda 22 kali(43,13%). Terdapat  8 teknik penerjemahan yang digunakan yaitu teknik harfiah 27,45%, amplifikasi linguistik 19,61%, modulasi 11,76%, kreasi diskursif 13,72%, transposisi 7,84%, reduksi 7,84%, adaptasi 5,89%, dan kesepadanan lazim 5,89%. (2) Metode yang berorientasi pada bahasa sumber sebanyak 14 data (27,45%), sedangkan metode yang berorientasi pada bahasa sasaran sebanyak 37 data (72,55%). Simpulan penelitian bahwa teknik yang digunakan yaitu teknik tunggal dan teknik ganda, metode penerjemahan cenderung berorientasi pada bahasa sasaran, dan terjemahan lirik lagu memiliki tingkat keakuratan yang cukup akurat yaitu dengan nilai sebesar 2,53%.Research problems are include (1) How is the translation technique for Indonesian song lyrics into Mandarin applied in translating words, and sentences; (2) How to use the translation method of Indonesian song lyrics into Mandarin ; (3)  How is the accuracy of translation of Indonesian song lyrics to Mandarin version according to experts. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques use refer and noted, and questionnaire. Data analysis techniques uses qualitative data analysis techniques sourced from Miles and Huberman. The results of the researches are: (1) From the analysis of 40 data, 51 times the use of translation techniques were found, with two variations of the technique, which is a single technique 29 times (56.87%), and double technique 22 times(43.13%). There are 8 translation techniques applied, literal technique 27.45%, linguistic amplification 19.61%, modulation 11.76%, discursive creation 13.72%, transposition 7.84%, reduction 7.84%, adaptation 5.89 % and  established equivalent are 5.89%, (2)  Methods that are oriented to the source language are 14 data (27.45%), while methods that are oriented to the target language are 37 data (72.55%). Conclusions of the research that the techniques used are single and multiple techniques, the translation method tends to be oriented to the target language, and song lyrics translation has a fairly accurate level of accuracy with a value of 2.53%.
Analisis Penggunaan Kata jiù dalam Bahasa Mandarin
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25863

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membahas tentang kata keterangan ( fùcί), kata kerja (dòngcί) kata depan (jiѐ cί) yang salah satu contohnya adalah kata (jiù). Kata (jiù) merupakan kata yang sering sekali muncul dalam pembelajaran bahasa mandarin, namun kata tersebut tidak memiliki arti secara langsung kedalam bahasa inggris maupun bahasa Indonesia, sehingga untuk memudahkan dalam pembelajaran kata (jiù) diartikan sudah, langsung, baru saja, lalu, maka dan masih banyak lagi sesuai konteks kalimatnya. Karena dalam pembelajaran bahasa mandarin kata (jiù) merupakan salah satu kata penting yang wajib diketahui serta bagaimana dipahami posisinya dalam sebuah kalimat, sehingga peneliti merasa sangat penting untuk menganalisis penggunaan kata (jiù) dalam kalimat. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kata (jiù) dalam kalimat sebagai fùcί (kata keterangan), kata (jiù) sebagai dòngcí(kata kerja), dan kata (jiù) sebagai jiѐcί (kata depan).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan buku HSK 4 HSK 4 terbitan sebagai sumber data dalam melakukan analisis. Terdapat sumber data lainnya yaitu jurnal-jurnal terkait penelitian tentang kata. Berdasarkan penelitian dari hasil analisis penggunaan kata就 ( jiù), sebanyak 37 pertanyaan dalam kuesioner, dosen ahli membubuhkan tanda di kolom 3 (akurat) sebanyak 25 tanda, sebanyak 9 tanda pada kolom 2 (kurang akurat) serta 3 tanda pada kolom 1 (tidak akurat).In this study, the researcher wants to discuss adverbs ( fùcί), verbs (dòngcί) prepositions ( jiѐ cί), for example, the word (jiù). The word (jiù) is a word that often appears in learning Mandarin, but the word (jiù) has no meaning directly into English or Indonesian, so as to facilitate the learning of the word (jiù) is interpreted already, directly, recently, than, so and many more according to the context of the sentence. Because in learning Mandarin the word (jiù) is one of the important words that must be known and how its position is understood in a sentence, so researcher feel its very important to analyze the use of the word (jiù) in sentences. The purpose of this study is to fine out  the word (jiù) in sentences as an adverb, as a verb and as a preposition. This research uses descriptive qualitative method with the book HSK 4  HSK 4  published by as a source of data in conducting an analysis. There are other data sources namely journals related to research on the word. Based on research from the results of the analysis of the use of the word (Ji,), 37 questions in the questionnaire, expert lecturers put marks in column 3 (accurate) as many as 25 signs, as many as 9 signs in column 2 (less accurate) and 3 signs in column 1 (not accurate).
Pengembangan Buku Ajar Bahasa Mandarin Berbasis Digital untuk Siswa Kelas X SMA Don Bosko Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25864

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya wawancara dan observasi dengan beberapa narasumber. Dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa penggunaan buku ajar konvensional atau cetak pada SMA PL Don Bosko Semarang cenderung kurang menarik minat belajar bahasa Mandarin siswa.   Hal ini membuat siswa cenderung kurang tertarik mempelajari bahasa Mandarin karena terlalu sederhana dalam bentuk tampilan dan penyajian materi. Materi dasar yang penting untuk pembelajaran bahasa Mandarin dan gambar ilustrasi untuk memperdalam materi justru tidak disediakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan lima tahapan, antara lain (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain. Buku ajar digital dikembangkan dengan format PDF, sehingga nyaman dibuka melalui gawai atau laptop. Materi yang terdapat pada buku ajar digital dikembangkan menjadi semakin lengkap yang terdiri penjelasan kosa kata, contoh kalimat, dialog, tata bahasa, soal latihan, dan disertai dengan gambar ilustrasi yang menarik. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa buku ajar bahasa Mandarin digital mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan 88 (sangat layak). Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa buku ajar bahasa Mandarin digital mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan 87.9 (sangat layak). Adapun saran perbaikan dari ahli materi yaitu perbaikan kesalahan penulisan kata di dalam buku ajar bahasa Mandarin digital agar dapat digunakan secara maksimal.This research is based on interviews and observations with several informants. From this research, it was found that the use of conventional or printed textbooks at PL Don Bosco Senior High School Semarang less attractive to students in learning Mandarin. It makes students less interested in learning Mandarin because it is too simple in the form of display and presentation of subject matter. Basic subject that are important for learning Mandarin and illustrated images to deepen the material are not actually provided. This research uses the Research and Development (RD) method with five stages, including (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision. Digital textbooks are developed in PDF format, so they are conveniently opened through a device or laptop. The material contained in digital textbooks is developed to be more complete which consists of vocabulary explanations, example sentences, dialogues, grammar, practice questions, and accompanied by interesting illustrated images. The results of the validation by the material experts showed that the digital Mandarin textbooks got an overall average score of 88 (very appropriate). The results of the validation by media experts indicate that the digital Mandarin textbooks get an overall average score of 87.9 (very appropriate). As for suggestions for improvement from material experts, namely correcting writing errors in digital Mandarin language textbooks so that they can be used optimally.
Kata Tiruan (Onomatope) Tiruan Perbuatan Dalam Bahasa Mandarin
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25866

Abstract

Dalam penelitian ini penulis membicarakan ‘Onomatope dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia Analisis Kontrastif’. Penulis memilih judul ini karena kurangnya penelitian tentang perbandingan antara onomatope bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Mandarin onomatope disebut  nǐshēngcí,zhuàngshēngcí,xiàngshēngcí. Onomatope diklasifikasikan menjadi 5 tipe onomatope, yaitu pertama, onomatope suara hewan, kedua, onomatope gerak atau aktivitas manusia, ketiga, onomatope benda di sekitar manusia atau fenomena alam, keempat onomatope perbuatan, dan kelima, onomatope abstraksi bunyi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik lesap, kemudian dilanjutkan dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode distribusional. Berdasarkan penelitian diperoleh sebanyak 33 onomatope dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, kemudian diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe onomatope dan diperoleh 7 onomatope suara hewan, 8 onomatope tiruan bunyi gerak manusia atau aktivitas manusia, 5 onomatope tiruan benda di sekitar manusia atau fenomena alam, 12 onomatope tiruan perbuatan, dan 1 onomatope abstraksi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan komponen bunyi fonem yang menyusun. Di dalam bahasa Mandarin terdapat bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara aspiratif dan tidak aspiratif, sedangkan dalam bahasa Indonesia hanya bunyi konsonan bersuara dan tidak bersuara dan tidak memiliki konsonan aspriratif.The author chose this title because of the lack of discussion about the comparison between the onomatopoeia Chinese and Indonesia. In Mandarin the onomatopoeia called  nǐshēngcí,  zhuàngshēngcí, xiàngshēngcí. Onomatopoeia is classified into 5 types of onomatopoeia, the first, Onomatopoeia animal sound, the second, both onomatopoeia motion or human activity, the three, onomatopoeia  objects around humans or natural phenomena, the four, onomatopoeia  deeds, and the fifth, onomatopoeia  sound abstractions. Technique of collecting data using advanced technique that is technique of distribusional, then continued with library technique and technique of note. Data analysis method used is distribution method. Based on the research, there were 33 onomatopoeia in Mandarin and Indonesian language, then classified by onomatopoeia type and obtained by 7 onomatopoeia animal sounds, 8 artificial onomatopoeia  of human motion or human activity, 5 artificial onomatopoeia around human or natural phenomena, 12 onomatopoeia mock deeds, and 1 onomatopoeia sound abstraction. The results showed the different components of phoneme sounds that make up. In Mandarin there are consonant sounds and no aspirative voices and are not aspirational, whereas in Indonesian the sounds of consonants are voiced and voiceless and lack aspirational consonants.
Klasifikasi Penggunaan dòngliàngcí (Kata Satuan untuk Kata Kerja) dalam Buku Bahan Ajar Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v2i2.25859

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian ini adalah (1) mengklasifikasikan penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja) dalam 3 buku bahan ajar (2) membedakan fungsi dari penggunaan dari dòngliàngcí (kata satuan untuk kata kerja). Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik deskriptif kualitatif, Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah buku bahan ajar prodi pendidikan bahasa mandarin universitas negeri semarang yaitu buku zōnghé (komprehensif) tingkat 2, yuèdú (membaca) tingkat 2,dan tīngshuō(mendengar dan berbicara ) tingkat 2. Objek data dalam penelitian ini adalah sebuah penggalan kalimat dari wacana yang ada di buku bahan ajar yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yang diambil dari wacana pada buku bahan ajar. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 68 buah kalimat yang memiliki kata satuan untuk kata kerja. kata satuan cì 25 buah, kata satuan  xià 30 buah, kata satuan biàn  5 buah, kata satuan tàng 2 buah, kata satuan dùn 1 buah, kata satuan chǎng 1 buah. dan kata satuan  zhēn sebanyak 1 buah.Based on background the problem, the purpose of this study is (1) classify use of measure word for verb (2) differentiate function from measure word for verb. The method in this study is qualitative descriptive statistical analysis method. This study uses the qualitative descriptive research type and design. The source of data in this study come from teaching material books at Chinese language education study program Semarang state university. The books used are (1) comprehension chinese (2) reading (3) listening and speaking. The object of data in this study is a sentence fragment from the text in teaching material books that has a measure word for verb. The data collection technique in this research was documentation in the text teaching material books. The final result of this study is there are 68 sentences used a measure word for verb. Unit word cì there are 25 unit, unit word xià there are 30 unit,unit word biàn there are 5 unit, unit word there are 2 unit, unit word  dùn there are 1 unit, unit word chǎng there is 1 unit and unit word针 zhēn 1 unit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10