cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya" : 13 Documents clear
KONSEPSI ASTA BRATA DALAM KEPEMIMPINAN BERLANDASKAN TRI HITA KARANA Rai, Ida Bagus; Suarningsih, Ni Made
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.172 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.765.%p

Abstract

Abstrak Kepemimpinan menyentuh berbagai segi kehidupan manusia seperti cara hidup, kesempatan berkarya, bertetangga, bermasyarakat, bahkan bernegara. Oleh karena itu usaha sadar untuk mendalami berbagai segi kepemimpinan yang efektif terutama dalam organisasi perlu dilakukan secara terus menerus agar kehidupan menjadi lebih mutual. Hal ini karena keberhasilan suatu organisasi baik keseluruhan maupun sebagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu sangat bergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. Dalam budaya Bali kepemimpinan Hindu dikenal dengan ajaran atau konsep Asta Brata. Asta Brata adalah contoh kepemimpinan Hindu yang terdapat dalam Itihasa Ramayana. Asta Brata yaitu delapan tipe kepemimpinan yang merupakan delapan sifat kemahakuasaan Tuhan. Dalam ajaran agama Hindu dasar-dasar yang dijadikan pedoman oleh seorang pemimpin adalah Konsep Tri Hita Karana. Dengan menerapkan konsep dari Tri Hita Karana, yaitu Parhyangan, Pawongan, Palemahan, maka seorang pemimpin akan dapat mempertanggungjawabkan (akontabilitas) kinerjanya serta dapat menciptakan suatu hubungan yang harmonis dan seimbang pada tiga komponen yang ada sehingga akan memberikan feed back positif kepada lingkungan masyarakat yang dipimpinnya. Kata Kunci: Kepemimpinan, Konsep Asta Brata, Tri Hita Karana Abstract Leadership touches various aspects of human life such as ways of life, opportunities to work, neighbors, socialize, and even state. Therefore, a conscious effort to explore various aspects of effective leadership, especially in organizations, needs to be done continuously so that life becomes more mutual. This is because the success of an organization both as a whole and as a group in a particular organization is very dependent on the quality of leadership contained in the organization concerned. In Balinese culture Hindu leadership is known by the teachings or concepts of Asta Brata. Asta Brata is an example of Hindu leadership found in Itihasa Ramayana.  Asta Brata is eight types of leadership which are the eight attributes of God's omnipotence. In the teachings of Hinduism the basics used as guidelines by a leader is the Tri Hita Karana Concept. By applying the concept of Tri Hita Karana, namely Parhyangan, Pawongan, Palemahan, a leader will be able to account for (the performance) of his performance and can create a harmonious and balanced relationship on the three existing components so that it will provide positive feed back to the environment he leads.  . Keywords: Leadership, Asta Brata Concept, Tri Hita Karana
DRAMA GONG DALAM PANGGUNG PERTUNJUKAN KESENIAN BALI DI ERA GLOBAL Putera Semadi, Anak Agung Gde
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.569 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.768.%p

Abstract

Abstract Penelitian ini mengangkat topik ?Drama gong dalam panggung pertunjukan kesenian Bali di era global?. Keterpinggiran yang sedang dialami drama gong dewasa ini dikaji secara mendalam dengan teori-teori budaya kritis seperti: teori hegemoni, dekonstruksi, dan semiotika. Bentuk penelitian kajian budaya (culture studies) ini dirancang sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama gong di era global memang benar masih terpinggirkan dari panggung pertuntukan kesenian Bali. Faktor internal dan eksternal yang menyebabkan keterpinggiran itu antara lain; sekaa drama gong tersebut tidak dikelola dengan manajemen seni profesional, menjamurnya genre budaya populer yang lebih menarik bahkan mudah diperoleh masyarakat secara langsung melalui media masa elektronik. Kondisi drama gong di Bali benar-benar sangat memprihatinkan. Minat masyarakat untuk menonton pertunjukannya relatif sangat kecil. Oleh karena itu, maka pementasannya di panggung pertunjukan kesenian Bali menjadi sangat jarang, apalagi grup-grup terpopuler teater ini sudah membubabarkan diri. Efek dari keterpinggiran drama gong selama ini adalah memudarnya gairah beraktivitas dan kreativitas berkesenian masyarakat di bidang drama gong. Perolehan finansial bagi para pelaku bahkan pionir drama gong di Bali menjadi menipis, serta redupnya salah satu media pendidikan nonformal yang sarat budi pekerti sebagai penerus nilai-nilai luhur budaya Bali. Kata Kunci: Keterpinggiran, Drama gong, Panggung Pertunjukan Kesenian Bali   Abstract This research raised the topic ?Drama gong on the stage of Balinese art performances in the global era?. The marginalization which is currently being experienced by drama gong is the deeply studied by critical cultural theories such as: the theory of hegemony, deconstruction, and semiotics. This form of cultural studies is designed as a qualitative research with a phenomenological approach. The result of this research showed that drama gong has truly been being marginalized from the stage of Balinese art performances. The internal and external factor which result in that marginalization are including; Sekaa drama gong which is not manage by professional art management, the proliferetion of more interesting popular culture genres which are even easily accessed directly by public through electronic mass media. Drama gong condition in Bali is truly alarming, people?s interest in watching the shows is relatively very small. Therefore, its performances on Balinese art performances stage are very rare, moreover these most popular groups in the theater have already disbanded. The effect of drama gong marginalization during this time is the warning of people?s passion in art creativity and activity in the field of drama gong. The financial gain for the perpetrators and even the drama gong pioneers in Bali is depleting, and the dimming of one of the non-formal education media which is full of characters that become the successor of Balinese culture noble values.   Key words: Marginalized, Drama gong, Bali art performance stage.
PROMOTING STUDENTS’ DESCRIPTIVE PARAGRAPH WRITING COMPETENCE THROUGH PICTURE DRAWING DICTATION TECHNIQUE (PDDT) Sutrisna, Gede
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.7 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.769.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi melalui penerapan Picture Drawing Dictation Technique (PDDT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).  Subjek dalam penelitian ini adalah 40 siswa kelas X IPA3, SMA Negeri 1 Blahbatuh tahun ajaran 2018/2019. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga jenis instrumen sebagai media pengumpulan data yang terdiri dari tes tulis, kuisioner dan catatan lapangan. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tulis dan kuisioner yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui catatan lapangan dan dielaborasi untuk mendukung hasil temuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kompetensi menulis siswa pasca penerapan PDDT. Para siswa terlihat mampu menuangkan gagasan-gagasan kreatif mereka kedalam karangan deskripsi yang indah. Selain itu secara kualitatif, peningkatan tersebut ditunjukkan oleh hasil dari pre-test, post-test 1, dan post-test 2 yang dari segi nilai rerata siswa dapat dijabarkan sebagai berikut; 46.90, 70.30, and 81.60. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi berangsur meningkat setelah penerapan teknik PDDT ini.   Kata Kunci: menulis, karangan deskripsi, picture drawing dictation technique   Abstract This study aimed at promoting students? competence in writing descriptive paragraph through the implementation of Picture Drawing Dictation Technique (PDDT).  The design of this study was a classroom based action-research. There were 40 tenth grade students of IPA3 of SMA Negeri 1 Blahbatuh in the academic year 2018/2019 involved as the subjects of this study. The data collection involves three instruments: writing test, questionnaire and field notes. The quantitative data were collected through writing test and questionnaire, then were analyzed descriptively. Meanwhile, the qualitative data were collected by using field-notes, and would be elaborated to support the findings. The result of the study showed that students had better writing competence after the implementation of PDDT. They were found to be capable of expressing their ideas into a good composition of descriptive writing creatively. It was further quantitatively supported by the result of pre-test, post-test 1, and post-test 2 which indicated improvement. The results of pre-test, post-test 1 and post-test 2 in term of mean score could be presented as follows; 46.90, 70.30, and 81.60. In conclusion, this study revealed that the implementation of PDDT could gradually promote students? competence in writing descriptive paragraph.   Keywords: writing, descriptive paragraph, picture drawing dictation technique.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD N. 2 MELINGGIH KELOD Astra Winaya, I Made; Karianti, Ni Ketut
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.737 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.770.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD N 2 Melinggih Kelod melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, serta refleksi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Melinggih Kelod yang berjumlah 10 orang. Data Pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes pemahaman Konsep. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa persentase rata-rata siswa sebelum tindakan yaitu 64% dengan ketuntasan klasikal sebesar 50%, pada tindakan siklus I terjadi peningkatan menjadi 73,8% dengan kriteria sedang, dan ketuntasan klasikal sebesar 70%, pada tindakan siklus II peningkatan menjadi lebih maksimal dilihat dari persetase rata-rata siklus II yaitu 80% dengan kriteria tinggi dan ketuntasan klasikal sebesar 90%. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD Negeri 2 Melinggih Kelod. Kata Kunci: Think Talk Write, pemahaman konsep, IPA   Abstract This study aims to improve the understanding of science concepts of fifth grade students at SD N 2 Melinggih Kelod through the application of Think Talk Whrite cooperative learning models. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, action, observation / evaluation, and reflection. The sample of this study was fifth grade students of SD Negeri 2 Melinggih Kelod, totaling 10 people. Data of understanding students' science concepts were collected using the concept understanding test method. The collected data is then analyzed with quantitative descriptive analysis. The results of data analysis showed that the average percentage of students before the action was 64% with a classical completeness of 50%, in the first cycle I action increased to 73.8% with a medium criterion, and classical completeness by 70%, in the cycle II action the increase is more maximal than the average percentage of cycle II, which is 80% with high criteria and classical completeness of 90%. It can be concluded that by applying Think Talk Write cooperative learning model can improve the understanding of science concepts of fifth grade students of SD Negeri 2 Melinggih Kelod. Keyword: Think Talk Write, conceptual underdstanding, science
REINFORCEMENT USED IN TEACHING YOUNG LEARNERS Dedik Susila, I Komang
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.948 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.771.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reinforcement yang digunakan untuk mengajar anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pada study kasus. Subjek yang diteliti merupakan guru-guru di TK Aura Sukma Insani. Data dikumpulkan melalui observasi merekam, dan bertanya jawab. Instrument yang digunakan adalah panduan wawancara, perekam video, kamera, lembar observasi, dan catatan. Hasilnya menunjukan bahwa guru-guru di TK Aura Sukma Insani mengimplentasikan reinforcement positif dan negative. Reinforcement positif yang paling umum digunakan sedangkan reinforcement negative jarang digunakan oleh guru-guru. Kata kunci: reinforcement, reinforcement positif, reinforcement negatif Abstract This study aimed at analyzing reinforcement used in teaching young learners. The study was qualitative case study. The subjects of this study were the teachers of Aura Sukma Insani Kindergarten. The data were collected through observation, recording, and interview. Data of this study was collected by using several instruments, namely; interview guide, video recorder, camera, observation sheet, and field note. The finding shows that the teachers at Aura Sukma Insani Kindergarten implemented positive and negative reinforcements to manage students? behaviors. The most common reinforcement given was positive reinforcement such as giving praise, sticker, rolled paper, etc. The negative reinforcement was rarely implemented. Keywords: reinforcement, positive reinforcement, negative reinforcement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA SD Juniayanti, Dewi
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.638 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.772.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan aplikasi google classroom dengan motivasi belajar IPA antara siswa yang tidak mengikuti pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan aplikasi google classroom pada siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 4 Muncan yang berjumlah 26 orang dan siswa kelas V SDN 2 Muncan yang berjumlah 22 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data non- test yaitu kuisioner motivasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan aplikasi google classroom dan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran konvensional (ttabel = 1,675 > thitung = 35,6). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan aplikasi google classroom adalah 132,96 lebih besar dari rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 96,4. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) berbantuan aplikasi google classroom berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA siswa kelas V semester genap di Gugus IV Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2018/2019. Kata kunci: Self Regulated Learning, aplikasi google classroom, motivasi belajar   Abstract This study aims to determine the differences between students motivation to learn science the following study Self-Regulated Learning (SRL) assisted and conventional media environment at fifth grade students in Cluster IV Selat subdistrict. Samples of this study are students of class V SDN 4 Muncan totaling 26 people, and fifth grade students of SDN 2 Muncan amounting to 22 people. Collecting data in this study using a non-test data collection is questionnaire motivation. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Our research found that there are differences in motivation to learn science significantly between groups of students who take the learning Self Regulated Learning (SRL) aided environmental media and students following the conventional learning model study (ttable= 1,675> tvalue= 35.6). Comparison of the results of the calculation of average motivation to learn science students who take the learning to the learning model Self Regulated Learning (SRL) aided 132.96 media environment is greater than the average motivation to learn science students who take the conventional model study was 96.4. This means learning model application Self-Regulated Learning  (SRL) aided the media environment affect motivation for fifth grade science students in the second semester of Cluster IV District of Karangasem Selat subdistrict year 2018/2019. Key words: Self Regulated Learning, google classroom application, learning motivation  
PRONOMINA REFLEKSIF PADA BAHASA JEPANG Aryasuari, I Gusti Ayu Putu Istri
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.464 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.773.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini meneliti pronomina refleksif pada Bahasa Jepang. Kerefkelsifan adalah relasi antara argument dengan argument itu sendiri, yakni argument a berelasi dengan argument a dalam proposisi a R a (Kridalaksana, 1993: 186) dikutip dari artikel I Nyoman Kardana dengan judul ?Tipe Konstruksi Refleksif dalama Bahasa Indonesia dan Struktur Verba Pembangunnya?. Salah satu ahli yaitu, Smith mengatakan bahwa pronomina refleksif (reflexive pronoun) adalah pronomina persona yang mengacu kembali kepada subjek, misalnya yang ditemukan dalam bahasa Inggris adalah myself, himself, ourself dan verba yang digunakan dalam konstruksi refleksif disebut dengan verba refleksif.  Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan metode pustaka dan wawancara.  Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa Bahasa Jepang mengenal pronomina refleksif. Reflexive pronoun Bahasa Jepang yang ditemukan yaitu, ?? (jishin) ?diri sendiri?, ?? (Jibun) ?sendiri?, dan ????? (jibun no koto) ?dirinya sendiri?. Kata kunci: pronominal, refleksif, Bahasa Jepang Abstract This research examines reflexive pronoun in Japanese language. Reflexive is a relation between an argument with the argument itself depicted as argument a coreference with argument a with a proportion of a R a (Kridalaksana, 1993: 186) as stated in ?Tipe Konstruksi Refleksif dalama Bahasa Indonesia dan Struktur Verba Pembangunnya? by I Nyoman Kardana. Smith explained that reflexive pronoun is a personal pronoun which refers back to the subject, given examples in English myself, himself, ourselves, and the verb used in the construction is called reflexive verb. Data collection was conducted through literary works and interview. This study shows that Japanese language has property of reflexive pronoun namely , ?? (jishin) ?own-self?, ?? (Jibun) ?-self?, dan ????? (jibun no koto) ?own-self?. Keywords: pronoun, reflexive, Japanese language
PANDANGAN GURU TERHADAP PEMBELAJARAN BERORIENTASI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI SEKOLAH DASAR Dwicky Putra Nugraha, Dewa Made
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.779 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.774.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan guru terhadap pembelajaran berorientasi revolusi industri 4.0 di sekolah dasar. Pandangan tersebut dapat berupa argumen maupun asumsi pribadi berdasarkan sudut pandang dari guru yang bersangkutan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru di SD Dwijendra Denpasar. Analisis data yang digunakan meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian adalah (1) guru menyambut baik fenomena revolusi industri 4.0 yang memberikan dampak terhadap reorientasi pembelajaran di kelas; (2) konsep pembelajaran yang diharapkan terwujud adalah pembelajaran kolaboratif dengan mengoptimalkan fungsi ICT media, keterbukaan terhadap berbagai sumber pengetahuan, hingga meningkatkan level kognitif siswa; (3) terwujudnya pembelajaran berorientasi revolusi industri 4.0 di sekolah dasar adalah untuk membentuk gaya belajar yang efektif serta membangun keterampilan abad 21 yakni 4C bagi diri peserta didik; dan 4) dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen pemegang otoritas pendidikan utamanya dalam penyediaan fasilitas dan pendampingan/pelatihan kepada guru-guru. Kata kunci : pandangan guru, pembelajaran, pembelajaran revolusi industri 4.0 Abstract This study aimed to describe points of view of teachers towards industrial revolution 4.0 oriented learning in elementary schools. The points of view can be in the form of arguments and personal assumptions based on the points of view of the teachers. The type of the research was descriptive qualitative. Data collection techniques used were observation, interview guidelines, documentation, and notes. The subjects of this study were the teachers at Elementary School of Dwijendra Denpasar. The analysis of the data used included data reduction, data presentation, and data verification with source. The results of the study were (1) the teacher welcomed the phenomenon of the industrial revolution 4.0 which had an impact on the reorientation of learning in the classroom; (2) the concept of learning expected to actualize were collaborative learning by optimizing the functions of ICT media, openness toward various sources of knowledge, and improvement of the students? cognitive level; (3) the realization of industrial revolution 4.0 oriented learning in elementary schools were in order to form effective learning styles and build skills 21st century namely 4C in the students; and 4) supports from all elements of the stakeholders of the educational authority were needed especially in the provision of facilities and assistance / training for the teachers. Keywords: points of view of teachers, industrial revolution 4.0 oriented learning
PENGEMBANGAN BALINESE BILINGUAL TEXTBOOK DENGAN KONSEP MENYAMA BRAYA BAGI SISWA KELAS II SD BALI HATI KECAMATAN UBUD KABUPATEN GIANYAR BALI Yuniari, Ni Made; Indah Triana Juliari, I Gusti Ayu
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.223 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.776.%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Balinese Bilingual textbook dengan konsep Menyama Braya bagi siswa kelas II SD Bali Hati. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menghasilkan Balinese Bilingual textbook dengan konsep Menyama Braya bagi siswa kelas II SD Bali Hati yang berkualitas valid, praktis, dan efektif, (2) untuk mengetahui validitas Balinese Bilingual textbook dengan konsep Menyama Braya bagi siswa kelas II SD Bali Hati, (3) untuk mengetahui tingkat kepraktisan Balinese Bilingual textbook dengan konsep Menyama Braya bagi siswa kelas II SD Bali Hati, dan (4) mengetahui efektivitas dari Balinese Bilingual textbook dengan konsep Menyama Braya bagi siswa kelas II SD Bali Hati dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan desain 4-D (Four D Designs) oleh Thiagarajan yang meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate). Tahap diseminasi (disseminate) tidak dilakukan karena tujuan, target, serta data kevalidan sudah didapatkan pada tahap pengembangan (develop). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas II SD Bali hati. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, validasi, kuesioner, dan tes hasil belajar. Setelah data terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitiannya, yaitu: (1) Hasil penelitian validitas buku ajar berada pada kategori valid dan layak digunakan; (2) hasil penelitian menunjukkan buku ajar yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan, yaitu: keterlaksanaan buku ajar, respon guru terhadap buku ajar, dan respon siswa terhadap buku ajar; (3) hasil penelitian menunjukkan nilai tes hasil belajar siswa didapatkan rata-rata 82 dan dari 20 orang siswa mencapai ketuntasan 95% jika dilihat dari nilai KKM yang digunakan peneliti yaitu 75. Adapun nilai rata-rata motivasi diperoleh sebesar 91% dengan kategori tinggi. Oleh karena itu, buku ajar yang dikembangkan dapat dikatakan efektif; (4) terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplemantasikan buku ajar baik dari kesiapan guru dan siswa, namun telah dapat diatasi. Kata kunci:  Pengembangan; Balinese Bilingual Textbook; Menyama Braya   Abstract This study aims to develop a Balinese Bilingual Textbook with the concept of Menyama Braya for second grade students of SD Bali Hati. The objectives of the study are (1) to produce a Balinese Bilingual textbook with the concept of Menyama Braya for second grade students of SD Bali Hati which has valid, practical, and effective quality, (2) to find the validity of Balinese Bilingual textbook with the concept of Menyama Braya for second grade students of SD Bali Hati, (3) to know the the level of practicability of Balinese Bilingual Textbook with the concept of Menyama Braya for second grade students of SD Bali Hati, and (4) to know the effectiveness of the Balinese Bilingual textbook with the concept of Menyama Braya for second grade students of SD Bali Hati in improving the students? learning motivation in the classroom. The type of research used is research and development (R & D) using a 4-D design (Four D Design) by Thiagarajan which contains 4 stages namely; defining, designing, development, and dissemination. Dissemination stage was not done because of the objectives, targets, and validity data have been obtained on the development stage. The population in this study were students of second grade at SD Bali Hati. The population in this study was 20 students. Data were collected by using the observation technique, the validation, the questionnaires, and the learning achievement test. After the data collected, it was analyzed descriptively qualitatively. The results of this research are (1) The study results of the textbooks validity is in the valid category and it is suitable used; (2) the results of the study showed that the textbook developed have fulfilled the practical requirements, namely: the implementation of the textbook, the teacher's response to the textbook, and students' responses to the textbook; (3) the results of the study showed that the test scores of students? learning outcomes obtained an average of 82 and from 20 students achieved 95% completeness when seen from the KKM value used by researchers which was 75. The average value obtained was 91% with a high category. Therefore, the textbook developed can be said effectively; (4) there are several obstacles that faced in implementing textbook both from the readiness of teachers and students, however those obstacles have been overcome. Keywords:  Development; Balinese Bilingual Textbook; Menyama Braya
PENDIDIKAN SAINS TERINTEGRASI KETERKAITAN KONSEP IKATAN KIMIA DENGAN BERBAGAI BIDANG ILMU Karang Widiastuti, Ni Luh Gede
Widya Accarya Vol 10 No 2 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.352 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.2.777.%p

Abstract

Abstrak   Artikel ini disusun dengan tujuan guru IPA khususnya guru kimia mampu mengajarkan konsep ikatan kimia terintegrasi dengan berbagai bidang ilmu. Mata Pelajaran IPA (sains) adalah sebagai sarana untuk memahami alam dan melatihkan pola pikir siswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan objek IPA. Amanah kurikulum menghendaki IPA dibelajarkan secara terpadu (terintegrasi) sesuai dengan namanya yaitu IPA Terpadu (Sains Terintegrasi). Mata pelajaran kimia merupakan salah satu bagian dari sains itu sendiri yang memiliki peran sejajar dengan cabang-cabang sains lainnya, seperti fisika, biologi, geologi, dan astronomi. Ikatan kimia merupakan salah satu materi yang dikaji dalam mata pelajaran kimia khususnya pada kelas X sesuai dengan K-13 yang berlaku. Sesuai tuntutan K-13 bahwa pembelajaran IPA termasuk kimia harus diajarkarkan secara terintegrasi. Salah satu konsep kimia yaitu ikatan kimia. Konsep ikatan kimia ini dapat dikaitkan dengan berbagai bidang ilmu seperti ilmu kimia, fisika, biologi, geologi, serta astronomi. Selain itu, konsep ikatan kimia juga dapat dikaitkan dengan beberapa aspek kehidupan seperti bidang lingkungan, kesehatan dan keselamatan serta teknologi sehingga pemahaman siswa akan lebih bermakna dan menyeluruh terhadap konsep ini. Kata-kata kunci: ilmu pengetahuan alam, sains terintegrasi, ikatan kimia   Abstract   This article was compiled with the aim of the Sciences teacher especially the chemistry teacher being able to teach the concept of integrated chemical bonds with various fields of science. Sciences Subjects are as a means to understand nature and train students' mindset in solving various problems related to the objects of Sciences. The mandate of the curriculum requires that science be taught in an integrated manner (integrated) in accordance with its name, namely Integrated Sciences. Chemistry is a part of science itself that has a parallel role with other branches of science, such as physics, biology, geology, and astronomy. Chemical bonding is one of the material that is studied in chemistry subjects, especially in 10th grade students according to the applicable 2013 curriculum. In accordance with the demands of the 2013 curriculum that learning Sciences including chemistry must be taught in an integrated manner. One chemical concept is chemical bonds. The concept of chemical bonds can be linked to various fields of science such as chemistry, physics, biology, geology, and astronomy. In addition, the concept of chemical bonds can also be linked to several aspects of life such as the environment, health and safety and technology so that students' understanding will be more meaningful and comprehensive about this concept. Keywords: science, integrated science, chemical bonds

Page 1 of 2 | Total Record : 13