cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya" : 14 Documents clear
DEVELOPING A SET OF COMMUNICATIVE ENGLISH SPEAKING MATERIALS FOR SEKAA TRUNA IN BANJAR KIADAN DESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG IN PROMOTING LOCAL PRODUCT YUNIARI, NI MADE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.918 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.602.%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan satu set materi berbicara bahasa inggris yang komunikatif untuk sekaa truna di banjar kiadan desa pelaga kecamatan petang kabupaten badung dalam mempromosikan pruduk lokal. Dalam penelitian ini, model penelitian dan pengembangan dari Sugiono digunakan sebagai prosedur penelitian. Berdasarkan prosedur-prosedur tersebut, materi baru dikembangkan, dianalisa oleh pakar ahli, direvisi, di tes lapangan, dianalisa, dan akhirnya dihasilkan satu set materi. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrument yakni rubrik dan kuesioner yang diambil dari kriteria materi yang baik yang dikembangkan oleh Tomlinson dan BSNP. Rubric tersebut diisi oleh para pakar ahli dan guru, sedangkan kuesioner diisi oleh guru dan siswa. Selain itu, pretest dan posttest juga dilakukan. Hasil dari skor mean dari prettest adalah 79.08. Lalu hasil skor mean dari posttest adalah 86.58. Hal itu menunjukakan bahwa hasil dari skor mean posttest lebih tinggi dari skor mean pretest. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu set materi berbicara bahasa inggris yang komunikatif yang dikembangkan oleh peneliti efektif digunakan untuk mengajar berbicara Bahasa inggris untuk sekaa truna di banjar kiadan desa pelaga kecamatan petang kabupaten badung dalam mempromosikan pruduk local. Dapat disimpulkan bahwa satu set materi berbicara bahasa inggris yang komunikatif cocok digunakan untuk sekaa truna di banjar kiadan desa pelaga kecamatan petang kabupaten badung, terutama digunakan untuk  mempromosikan pruduk local setempat.Kata Kunci: Materi Berbicara Bahasa Inggris yang Komunikatif, Lokal Produk, Sekaa Truna ABSTRACTThe aim of this study is to develop a set of Communicative English Speaking materials for Sekaa Truna in Banjar Kiadan Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung in promoting local product. In this study, the model of Research and Development by Sugiono was employed as the research procedures. From those procedures, new materials were developed, analyzed by experts, revised, field-tested, analyzed, and finally produced. The data were collected by using several instruments namely rubric and questionnaire which was taken from the criteria of a good material by Tomlinson and BSNP. The rubric was filled by the expert judges and teacher, while the questionnaire was filled by teacher and students. In addition, the pretest and posttest were also conducted. The result of pretestâ??s mean score was 79.08. Then the mean score of posttest was 86.58. It shows that the result of posttestâ??s mean score is higher than pretestâ??s mean score. The result of this study shows that a set of Communicative English Speaking materials which was developed by researcher is effective to be used for teaching speaking for Sekaa Truna in Banjar Kiadan Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung in promoting local product. In conclusion, a set of Communicative English Speaking materials are suitable to be used for Sekaa Truna in Banjar Kiadan Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung, especially it is used to promote their local product.Key words: Communiative English Speaking Materials, Local Product. Sekaa Truna
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 1 YEHKUNING PRIANTINI, DEWA AYU MADE MANU OKTA
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.105 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.603.%p

Abstract

ABSTRACT        Education is one of manifestation of dynamic human culture and sarad of culture. Therefore, the development or change in education is something that must happen in line with the changing culture of life. The purpose of this education will be achieved well if the chosen teaching method or model can be applied seriously and the students more easily understand the lesson material presented, the students are more passionate, and happy to learn. Among the various methods and models available, researchers chose the "Snowball Throwing Learning Model" for use in classroom action research. The application of the snowball throwing learning model has succeeded in improving the IPS learning outcomes in the material of appreciating the role of warriors and the public in proclaiming and maintaining the independence of Indonesian V students of second semester at No.1 Yehkuning Elementary School year 2017/2018. This can be seen from the percentage of IPS student learning outcomes of class V in cycle I increased 21% in cycle II. Thus, the application of snowball throwing learning has succeeded in improving the IPS learning outcomes in the material appreciate the role of warriors and the public in proclaiming and maintaining Indonesian independence of second semester V students in No 1 Yehkuning Primary School year 2017/2018 Keywords: Snowball Throwing, Result Study, Social subject ABSTRAKPendidikan adalah salah satu bentuk wujud dari kebudayaan manusia yang dinamis dan sarad akan kebudayaan. Oleh karena itu, perkembangan atau perubahan dalam pendidikan adalah hal yang harus terjadi sejalan dengan perubahan  budaya kehidupan. Tujuan pendidikan ini akan dapat tercapai dengan baik apabila metode atau model mengajar yang dipilih dapat diterapkan dengan sungguh-sungguh dan siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan, siswa lebih bergairah, serta senang dalam belajar. Di antara berbagai metode dan model yang ada, peneliti memilih â??Model Pembelajaran Snowball Throwingâ? untuk digunakan dalam penelitian tindakan kelas. Penerapan model pembelajaran snowball throwing telah berhasil meningkatkan hasil belajar IPS pada materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam memproklamasikan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V semester II di Sekolah Dasar No.1 Yehkuning tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari persentase hasil belajar IPS siswa kelas V pada siklus I meningkat 21 % pada siklus II. Dengan demikian, penerapan pembelajaran snowball throwing telah berhasil meningkatkan hasil belajar IPS pada materi menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam memproklamasikan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V semester II di Sekolah Dasar No No.1 Yehkuning tahun pelajaran 2017/2018 Kata kunci : Model Pembelajaran Snowball Throwing, Hasil Belajar IPS
PENDIDIKAN KRITIS BERDIMENSI IDEOLOGIS KULTURAL PUTERA SEMADI, ANAK AGUNG GDE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.479 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.604.%p

Abstract

ABSTRACT            In an effort to develop a critical education, the concept of education needs to be formulated as a process of cultural dimension / humanization process. The process of education can not be separated from human life in order to create cultural and cultural heritage (cultural creation and cultural transmission) to the young generation. Through the process of critical education, human beings are able to develop various potentials or creativity, taste, intention, and work that become the core of cultural process, because culture in the essential concept of education can be formulated as "The shared product of human learning". The main functions and targets of the paradigm to develop critical education are self-awareness, also known as critical awareness, and develop the main method of learning by emphasizing the principle of critical dialogical domination. Thus, the core process of critical education is not just the transfer of science / information, but is a psychological process or cultural practice towards awareness / self-liberation of learners. Keywords: Critical education, critical awareness, Dialogical-critical.  Abstrak  Dalam upaya mengembangkan pendidikan kritis, maka konsep pendidikan perlu dirumuskan sebagai proses berdimensi kultural/proses humanisasi. Proses pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia dalam rangka penciptaan budaya sekaligus pewarisannya (cultural creation and cultural transmission) kepada generasi muda. Melalui proses pendidikan kritis manusia mampu mengembangkan berbagai potensi atau daya cipta, rasa, karsa, dan karya yang menjadi inti proses budaya, karena budaya dalam konsep esensial pendidikan dapat  dirumuskan sebagai â??The shared product of human learningâ?.  Fungsi serta sasaran utama paradigma mengembangkan pendidikan kritis adalah upaya penyadaran diri, atau disebut pula dengan istilah kesadaran kritis, serta mengembangkan metode utama pembelajarannya dengan menekankan prinsip dominasi dialogis kritis. Jadi, inti proses pendidikan kritis bukanlah sekadar transfer ilmu/informasi, melainkan merupakan proses kejiwaan atau praktik kebudayaan menuju penyadaran/pembebasan diri peserta didik.       Kata kunci:  Pendidikan kritis, Kesadaran kritis, Dialogis-kritis.
PENERAPAN HAK ANGKET DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PASCAAMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 RINDAWAN, I KETUT
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.302 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.606.%p

Abstract

ABSTRACT               In the Constitution according to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the House of Representatives (DPR) as a legislative body has a position parallel to the executive. The position of the House is strong and can not be dissolved by the president. The House of Representatives as a legislative body has the right and function of supervision over the course of government. Supervision functions are required in order to check and balance (supervise and balance) and to prevent abuse of power.               Efforts to empower the House to be more independent from the influence of executive power began in the reform era. Empowerment of Parliament can be seen from the use of rights and functions of Parliament. The House's efforts are seen with the use of interpellation rights, the right of inquiry, and the right to express opinions that are part of the oversight function. In this case, the topic of discussion in this research is How to Implement the Right of Inquiry of House of Representatives After the Constitution of the 1945 Constitution?               Accept it, this research uses descriptive analysis method by using deductive mindset that operational at start from exposure about aspect of law of right of inquiry of House of Representatives post-amendment. This is based on the consideration that this research seeks to find the rule of law and legal theory on the use of the right of inquiry in the Indonesian state administration systemThe cornerstone of the exercise of the right to inquiry in the Indonesian state administration system is contained in Law No. 6 of 1954 concerning the determination of the right of inquiry of the House of Representatives and Number 27 of 2009 concerning the structure and position of the People's Consultative Assembly, the DPR, DPD and DPRD is a reprimand to the government by investigating violations, violations committed by the government which subsequently conducted deliberations to decide the outcome.               So the conclusion of the results of this study finds that the right to inquiry is very important because, in the policy-making process, governments often take unilateral policies without consideration of members of the House of Representatives, and even controversial policies between the government and the House of Representatives are also common. Thus, the existence of the right of inquiry can pave the way for DPR to investigate government policies that are suspected to be contradictory to the prevailing laws and regulations. Keywords: Rights of Questionnaire, Parliament, Post-Constitution of the 1945 Constitution  ABSTRAK Dalam ketatanegaraan menurut UUD Republik Indonesia tahun 1945, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif mempunyai kedudukan sejajar dengan lembaga eksekutif. Kedudukan DPR kuat serta tidak dapat dibubarkan oleh presiden. DPR sebagai lembaga legislatif mempunyai hak dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Fungsi pengawasan diperlukan dalam rangka check and balance (mengawasi dan mengimbangi) serta untuk mencegah terjadi penyalahgunaan kekuasaan.Upaya pemberdayaan DPR agar lebih mandiri dari pengaruh kekuasaan eksekutif diawali pada era reformasi. Pemberdayaan DPR dapat dilihat dari penggunaan hak maupun fungsi DPR. Upaya DPR terlihat dengan penggunaan hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat yang merupakan bagian fungsi pengawasan. Dalam hal ini yang menjadi topik pembahasan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Penerapan Hak angket DPR Pascaamandemen Undang-Undang Dasar Tahun 1945?Berkenan dengan itu, maka penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan pola pikir deduktif  yang operasionalnya di mulai dari pemaparan tentang aspek hukum hak angket Dewan Perwakilan Rakyat pascaamandemen. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penelitian ini berupaya untuk menemukan aturan hukum dan teori hukum tentang penggunaan hak angket dalam sistem ketatanegaraan IndonesiaLandasan pelaksanaan hak angket dalam sistem ketatanegaraan Indonesia termuat dalam Undang â?? undang Nomor 6 tahun 1954 tentang penetapan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat dan Nomor 27 Tahun 2009 tentang susunan dan kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD, merupakan teguran kepada pemerintah dengan menyelidiki pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan  pemerintah yang selanjutnya dilakukan musyawarah untuk memutuskan hasilnya.          Jadi simpulan hasil dari penelitian ini menemukan bahwa hak angket sangat penting karena, dalam proses pengambilan kebijakan, pemerintah sering mengambil kebijakan sepihak tanpa pertimbangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan bahkan kebijakan kontroversi antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat juga sering terjadi. Sehingga dengan adanya hak angket dapat membuka jalan bagi DPR untuk menyelidiki kebijakan-kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Kata Kunci: Hak Angket, DPR, Pascaamademen UUD 1945
POLEMIK ADAT DALAM BALI ADNYANA DAN SURYA KANTA: PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA PURANA, I MADE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.431 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.608.%p

Abstract

ABSTRACT        As a qualitative study with paradigm of culture, this study discusses the problems, namely the factors causing indigenous polemic in Bali Adnyana and Surya Kanta.Penelitian is done because in Bali Adnyana and Surya Kanta dipolemikkan problem of customs that are not in accordance with the progress of the era.In interpreting custom which is not in accordance with the progress of that time lies the contrast between the two. The purpose of this study is to uncover and analyze more clearly the factors causing indigenous polemic in Bali Adnyana and Surya Kanta.Sumber of data excavated based on documentary data. Primary data collection using reading techniques and recording techniques. Secondary data collection using literature techniques. Analysis of the problem is done descriptively qualitatif. research indicates that the factors causing indigenous polemic in Bali Adnyana and Surya Kanta is as follows. In interpreting customs that are not in accordance with the it is the contrast between the two. What does not fit according to Surya Kanta's group can be considered very appropriate and needs to be maintained by the Adnyana Bali class. For the Surya Kanta adat group that obstructs progress, even more customs that are incompatible with religion, must abandoned.So also if the implementation of religion hinders progress, must be straightened out. Progress will be realized if customs and religions are able to provide motivation in improving fate towards a better life. In addition, customs and religions must also be able to adjust to the changing circumstances of society. The change of the color system into the system of the family that leads to the concept of caste is very influential to the customs system in Bali.  Keywords: polemic, custom AbstrakSebagai kajian kualitatif yang berparadigma budaya, penelitian ini membahas permasalahan, yaitu faktor-faktor penyebab polemik adat dalam Bali Adnyana dan Surya Kanta.Penelitian ini dilakukan karena dalam Bali Adnyana dan Surya Kanta dipolemikkan masalah adat istiadat yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman.Dalam menafsirkan adat yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman itulah letak perbedaan yang kontras diantara keduanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan menganalisis lebih jelas faktor-faktor penyebab polemik adat dalam Bali Adnyana dan Surya Kanta.Sumber data digali berdasarkan data dokumenter.Pengumpulan data primer menggunakan teknik pembacaan dan teknik pencatatan.Pengumpulan data sekunder menggunakan teknik kepustakaan.Analisis terhadap permasalahan dilakukan secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab polemik adat dalam Bali Adnyana dan Surya Kanta adalah sebagai berikut.Dalam menafsirkan adat yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman itulah letak perbedaan yang kontras diantara keduanya.Apa yang tidak sesuai menurut golongan Surya Kanta bisa dipandang sangat sesuai dan perlu dipertahankan oleh golongan Bali Adnyana.Bagi golongan Surya Kanta adat yang menghalangi kemajuan, lebih-lebih adat yang tidak sesuai dengan agama, harus ditinggalkan.Begitu juga kalau pelaksanaan agama menghalangi kemajuan, harus diluruskan. Kemajuan akan dapat diwujudkan apabila adat dan agama mampu memberikan motivasi dalam memperbaiki nasib ke arah kehidupan yang lebih baik. Selain itu, adat dan agama harus pula mampu menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat yang berubah.Beralihnya sistem warna menjadi sistem wangsa yang mengarah ke konsep kasta sangat berpengaruh kepada sistem adat istiadat di Bali. Kata Kunci: polemik, adat
PENGARUH METODE BELAJAR PQ4R TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 DENPASAR. ADNYANA, I KETUT SUAR; SUWENDI, I MADE; SRI UTAMI, KETUT SOKA INTAN
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.265 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.609.%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan menganalisis teks anekdot siswa kelas X antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PQ4R dengan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 sebagai kelompok eksperimen dan X IPA 2 sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji T. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh temuan: Terdapat perbedaan kemampuan menganalisis teks anekdot antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran PQ4R dan kelompok  siswa  yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran langsung (nilai thitung > ttabel (4,316 > 1,668) dengan df=74  dan taraf signifikansi 5%), Kata kunci : Strategi belajar PQ4R dan kemampuan menganalisis teks.  Abstract This study aims to analyze differences in the ability to analyze anecdotal text of class X students between students learning with PQ4R learning strategies with students learning with direct learning strategies. The population in this study were students of class X IPA 1 as experimental group and X IPA 2 as control group.. The data obtained were analyzed by descriptive statistic and T test. Based on the result of data analysis and discussion, it was found that there were differences in the ability of analyzing anecdotal text between groups of students who were taught by PQ4R learning strategy and group of students who were taught by direct learning strategy (tcount value> ttable 4,316> 1,668) with df = 74 and a significance level of 5%), Keywords: PQ4R learning strategy and ability to analyze text. 
MODEL KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN ANAK DI BANJAR SEMA DESA KEDIRI KABUPATEN TABANAN SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.564 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.611.%p

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of science and technology in the era of globalization, a challenge for the world of education in guiding and directing to form the moral behavior of children. If there is no effort in overcoming it, then everyone will dissolve and drift with technological sophistication. In this regard, rapid change requires efforts to be able to anticipate and accommodate in the face of globalization. Family is the main learning place in society. The way of education in the family will always affect the growth and development of manners and personality. From an early age the child must be made disciplinary rules from wake up in the morning until sleep at night, so that children do activities regularly and not much time to waste. Parents have a great responsibility in guiding and directing the child is always disciplined both in carrying out the relationship with God Almighty, himself, fellow human beings and the natural environment and other living things based on moral values.The aim of this study entitled â??Parent Communication in Shaping Child Discipline Attitude in banjar Sema Kediri Village District Tabananâ?, is to determine the communication model and constraints of parents in shaping the attitude of child discipline in Banjar Sema Kediri Village Kediri District Tabanan. This study used a qualitative approach, with the subject of the study of families who have children of primary school age. Data were collected by questionnaire and interview method with qualitative and quantitative descriptive analysis technique.Based on the analysis, it is known that the data shows that most of the families in Banjar Sema Desa Kediri chose the answer of democratic communication pattern shown by percentage as much as 79.5%, the family chose the authoritarian communication pattern 13.8%, and the permissive communication pattern 6.7%. The results of the description of the constraints faced by parents are lack of communication time, lack of attention and affection, emotionally unstable children.Keywords: Communication model of parent, forming attitude of child discipline.        ABSTRAK     Pesatnya  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi, menjadi tantangan bagi dunia pendidikkan dalam membimbing dan mengarahkan untuk membentuk perilaku bermoral dari anak-anak.   Jika tidak ada upaya dalam mengatasinya, maka semua orang akan larut dan hanyut dengan kecanggihan teknologi. Sehubungan dengan hal itu, perubahan yang sangat cepat mengharuskan adanya berbagai upaya agar mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi dan mengakomodasi dalam menghadapi arus globalisasi. Keluarga merupakan tempat belajar yang utama dalam masyarakat. Cara pendidikan dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya budi pekerti dan kepribadian seseorang. Sejak dini anak harus dibuatkan peraturan kedisiplinan dari bangun pagi sampai tidur malam, agar anak melakukan aktivitas secara teratur dan tidak banyak membuang waktunya. Orang tua mempunyai tanggungjawab yang besar dalam membimbing dan mengarahkan agar anak selalu berdisiplin baik dalam melaksanakan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, sesama manusia dan lingkungan alam dan makhluk hidup lainnya berdasarkan nilai moral.     Dalam penelitian yang berjudul â??Model Komunikasi Orang Tua Dalam Membentuk Sikap Disiplin Anak di Banjar Sema Desa Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Tabananâ? ini, bertujuan untuk mengetahui model komunikasi dan kendala-kendala orang tua dalam membentuk sikap disiplin anak di Banjar Sema Desa Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian yakni keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan wawancara dengan teknik analisis diskriptif kualitatif dan kuantitatif      Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa data menunjukkan sebagian besar keluarga di Banjar Sema Desa Kediri memilih jawaban pola komunikasi demokratis ditunjukkan dengan persentase sebanyak 79.5%, keluarga yang memilih pola komunikasi otoriter 13.8%,  dan pola komunikasi permisif 6.7%. Hasil uraian yang didapat mengenai kendala-kendala orang tua yang dihadapi adalah kurangnya waktu berkomunikasi, kurangnya perhatian dan kasih sayang, emosional anak tidak stabil. Kata kunci : Model komunikasi orang tua, membentuk sikap disiplin anak.
UPAYA APARATUR KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN LAYANAN PUBLIK DI DESA PADANGSAMBIAN KAJA KECAMATAN DENPASAR BARAT KOTA DENPASAR SUDIARTA, I NENGAH
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.496 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.612.%p

Abstract

ABSTRACT Success or failure in the implementation of community services is influenced by leadership and supported by adequate government, then the implementation of good governance (good governance) will be realized. The main task of the Village Head's government is to exercise some of the sub-district authorities and to carry out other tasks based on the prevailing regulations. In its capacity as a government organization under the sub-district, the objective of governing the Village Head is the implementation of various functions of the Village Head in accordance with the authority given by the kecamatan effectively and efficiently, including the function of administrative services of the apparatus to the community.The problem revealed in this research is how the efforts of the Village Head's apparatus in improving the public service? The objective of this research is to know the role of government apparatus of Padangsambian Kajadalam Village Head to improve the implementation of public service. In this research, the writer uses the theoretical base based on the research title, that is the Effort Effort of the Village Head In Improving the Public ServiceFrom the research, the result shows that there are efforts of apparatus of Padangsambian Kaja Village Head of West Denpasar which is very influential in the effort to provide excellent service for the community of Padangsambian Kaja Village Head of West Denpasar and the society from outside who need the service. This can be seen from the environment and the life of the people of Padangsambian Kaja West Denpasar who is clean, peaceful, peaceful, prosperous, and not found many complaints or criticism from the public about the implementation of public service conducted by apparatus Padangsambian Kaja Village Head West Denpasar in the suggestion box provided. Keywords: Attempt apparatus, Village Head of Padangsambian Kaja, public            service. 
KEMAMPUAN MENGANALISIS STRUKTUR TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI TKJ SMK DWIJENDRA DENPASAR YOGAN DEWI, IDA AYU NOVITA
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.418 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.614.%p

Abstract

Abstrak Kemampuan menganalisis adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menaikkan memperhebat dan mempertinggi tinggi kesanggupan, kecakapan dan kekuatan berusaha dengan diri sendiri dalam menguasai sesuatu, yang merupakan hasil latihan atauu praktek yang digunakan untuk dapat diwujudkan melalui tidakan-tindakan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimanakah Kemampupan Menganalisis Struktur Teks Cerita Pendek siswa Kelas XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar yangberjumlah 24 orang siswa, teori yang digunakan adalah teori struktural. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan dan data sekunder yang bersumber dari hasil analisis tes siswa. Data dalam penlitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data secara kuantitatif. Data dalam penelitian ini dari hasil analisis tes siswa yang akan disajikan dalam bentuk formal dan informal yaitu dari hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dideskripsikan dalam bentuk naratif untuk memahami makna dan menjawab permasalahan penelitian. Penentuan penelitian ini terdiri atas semua populasi siswa kelas XI TKJ Dwijendra sebanyak 24 orang siswa. Dalam penelitian ini dipergunakan beberapa metode yang mendukung yaitu (1) metode dan teknik pengumpulan data, (2) metode pengumpulan data, (3) teknik pengumpulan data, (4) metode dan analisis data. Metode yang penulis gunakan adalah metode tes dan kepustakaan. Adapun hasil yang dapat dicapai siswa kelas XI TJK SMK Dwijendra Denpasar yaitu sebagai berikut: 2 orang siswa (8,33%) memperoleh nilai 10 dengan predikat istimewa, 5 orang siswa (20,83) memperoleh nilai 9 dengan predikat baik sekali, 9 orang siswa (37,5%) memperoleh nilai 8 dengan perikat baik, 8 orang siswa (33,33%) memperoleh nilai 7 dengan predikat lebih dari cukup. Jadi rata-rata nilai siswa seluruhnya 8,125 dibulatkan menjadi 8,13. Dari dat di atas disimpulkan bahwa kemampuan menganalisis struktur teks cerita pendek siswa kelas XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar dalam menganalisis struktur teks cerpen dikatakan tergolong lebih baik dan telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Kata Kunci : Kemampuan, Struktur Teks, Cerita Pendek Abstract The ability to analyze is one of the efforts being done to increase, improve and enhance the level of ability, competence and strength of effort from oneself to mastering something which as the result of training or practicing being used to be able to manifest through actions. The aim of this research is to find out how the Ability to Analyze the Text Structure of Short Stories by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar, numbering 24 students, the theory being used was structural theory. Type of data being used was primary and secondary data originated from analysis result of studentsâ?? exam. Data from this study was processed by using quantitative data analysis technique. Data in this study was from analysis result of studentsâ?? exam which would be presented in formal and informal form that is from research result was presented in the form of table and graphic and later was described in narrative form to comprehend the meaning and  1 answering researchâ??s problem. Population of this research consisted of all population of students at grade XI TKJ Dwijendra of 24 students. In this study several methods were used to support namely (1) data sampling method and technique, (2) data sampling method, (3) data sampling technique, (4) data analysis method. The method that the author used was test and literature method. Whereas the result that can be achieved by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar are as follows: 2 students (8.33%) achieving score of 10 with excellent citation, 5 students (20.83%) achieving score of 9 with remarkable citation, 9 students (37.5%) achieving score of 8 with good citation, 8 students (33.33%) get the score of 7 with fairly good citation. So the average of overall studentsâ?? scores is 8.125 and rounded to 8.13. From the data above it can be concluded that the ability to analyze text structure of short stories by students at Grade XI TKJ SMK Dwijendra Denpasar in analyzing text structure of short stories can be said classified as better and has met the minimum completeness criteria (KKM).  Key words: Ability, Text Structure, Short Stories.
THE ROLES OF EDUCATIONAL INSTITUTION IN DEVELOPING THE NATIONALISM SPIRIT FOR INDONESIA’S NATIONAL RESURGENCE FERRYANTI, NI PUTU
Widya Accarya Vol 9 No 1 (2018): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.225 KB) | DOI: 10.46650/wa.9.1.615.%p

Abstract

ABSTRAK            Penelitian dalam artikel ini dilaksanakan dengan menganalisis peranan para guru dan kurikulum pada setiap jenjang pendidikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme demi kebangkitan nasional Bangsa Indonesia. Adapun tujuannya adalah untuk menganalisis sejauh mana peranan institusi pendidikan dalam meningkatkan semangat nasionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini berupa dokumen dan informan. Data dokumen merupakan kurikulum yang dipakai oleh setiap jenjang pendidikan, sementara informannya adalah para guru yang mengajar di sana. Data yang dikumpulkan berdasarkan analisis data dan kuesioner. Lalu, data yang didapatkan kemudian dianalisis untuk mencari peranan institusi pendidikan. Berkaitan dengan peningkatan semangat nasionalisme, terdapat beberapa temuan antara lain enam (6) poin dalam pendidikan dasar, lima (5) poin dalam pendidikan menengah, dan tiga (3) poin dalam pendidikan tinggi dalam jenjang pendidikan yang harus diaplikasikan baik di dalam pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Mengembangkan semangat nasionalisme merupakan masalah yang serius karena masyarakat cenderung bersifat individual dewasa ini. Pendidikan sebagai bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat memiliki peranan penting untuk mengembangkan semangat nasionalisme tersebut. Program-program yang diaplikasikan di setiap jenjan pendidikan harus juga memasukkan program yang bersifat nasionalisme sehingga semangat kebangkitan nasional bisa ditingkatkan.Kata Kunci: Institusi Pendidikan, Nasionalisme, Peranan ABSTRACTThe research of this article is conducted by analyzing the roles of teachers and curriculum of every level at educational institution in developing the spirit of nationalism for Indonesia Country of National Resurgence. The aims is to analyze how far the roles of education institution in developing the spirit of nationalism. The research method applied is descriptive qualitative. The sources of data consist of document and informants. The document is the curriculum of every level of education, while the informants are the teachers. It used content analysis and questionnaire to collect the data. Moreover, the results of the content analysis and questionnaire were analyzed to figure out the roles of educational institution. In order to develop the spirit of nationalism, the final findings of this research showed six (6) points at primary level of education, five (5) points at secondary level of education , and three (3) points at tertiary level of education were needed to be applied on their curriculum development and teaching-learning process. Developing the spirit of nationalism becomes a serious problem as people tend to be individualistic nowadays. Education as the essential part of peopleâ??s life takes a very important role to develop it. The programs applied in every level of education should insert nationalism programs, hence it can develop the spirit of national resurgence. Key words: Education Institution, Nationalism, Role

Page 1 of 2 | Total Record : 14