cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Contact Email
jurnalanala@gmail.com
Phone
+6285738776698
Journal Mail Official
jurnalanala@undwi.ac.id
Editorial Address
JALAN KAMBOJA NO 17, DENPASAR - BALI
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Anala
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19075286     EISSN : 27225682     DOI : 10.46650
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2017): ANALA" : 6 Documents clear
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DENGAN PENURUNAN TINGKAT DEPRESI UNTUK NARAPIDANA PEREMPUAN Wadhanti, Ayu
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.912 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.487.%p

Abstract

Desain Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Lapas Kabupaten Badung dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan yang timbul akibat dari tidak adanya lapas khusus perempuan di Kabupaten Badung. Jika melihat kenyataan yang ada, warga binaan pemasyarakatan perempuan di Lapas Kerobokan saat ini masih menempati Lapas Kelas IIA Denpasar  yang notabene adalah Lapas Laki- laki, Lapas Perempuan, Lapas Asing, Lapas Anak, dan sebagai Rumah Tahanan Negara ( Rutan ). Hal tersebut berakibat pada banyaknya warga binaan pemasyarakatan perempuan di Lapas Krobokan yang mengalami depresi. Depresi tersebut muncul karena adanya perasaan takut akan terenggutnya hak-hak mereka sebagai warga binaan pemasyarakatan, maupun perasaan tidak nyaman dan merasa tidak aman akan suasana lingkungan tempat tinggal mereka.Melalui hasil wawancara dengan warga binaan perempuan, ternyata mereka menginginkan lapas khusus perempuan. Oleh karena itu, muncul desain suatu Lembaga Pemasyarakatan Perempuan, dengan penekanan pada desain bangunan lapas yang dapat menurunkan dan mencegah depresi yang dialami oleh para warga binaan pemasyarakatan perempuan, Dengan konsep perancangan healing environment dan woman activity center, akan memecahkan permasalahan tentang depresi yagn dialami oleh para warga binaan perempuan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PASAR TRADISIONALDI KECAMATAN BLAHBATUH Adhimastra, I Ketut
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.673 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.488.%p

Abstract

Pasar tradisional memiliki ciri khas tersendiri dengan pola interaksi penjual dan pembeli saat tawar menawar barang dagangan. Perkembangan pasar tradisional juga sebagai media wisata belanja, edukasi, serta meningkatkan pendapatan pedagang mikro atau terhadap pihak penggerak ekonomi kerakyatan. Masalah utama yang ada dari dulu sampai sekarang ialah citra pasar tradisional sebagai suatu tempat yang kumuh, kotor, becek, bau, tidak terawat, dan mempunyai tingkat kualitas hunian sangat rendah, mengakibatkan menurunya  kunjungan masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional yang berpengaruh langsung terhadap pendapatan.Program revitalisasi pasar sebagai program pemerintah merespon permasalahan  menahun yang ada saat ini. Dengan perumusan konsep perancangan fisik yang berdasarkan dengan standar (SNI pasar Rakyat) dan berorientasi pada masyarakat sebagai penggunannya. Diharapkan dapat meningkatakan daya tarik masyarakat untuk datang dan berbelanja ke pasar tardisional sehingga pendapatan pedagang khususnya akan meningkat juga serta tidak akan ada pedagang gulung tikar.Kata Kunci: Pasar, Tradisional Revitalisasi
KANTOR SEWA DI DENPASAR Suardana, I Nyoman Gde
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.829 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.489.%p

Abstract

Perkembangan dan tingkat kompetisi bisnis yang terjadi di Denpasar mendorong para pebisnis untuk selalu berinovasi. Kebutuhan mereka terhadap perkantoran dalam arti ruang untuk bekerja menjadi salah satu faktor terpenting, bukan hanya masalah menyangkut prestise, namun juga untuk mendapatkan waktu dan hasil yang berkualitas.Didukung dengan pertumbuhan ekonomi di Denpasar yang sangat menjanjikan sehingga menjadi tujuan investasi utama para pemodal, baik domestik maupun internasional. Hal ini bisa dilihat dari tingkat okupansi gedung-gedung perkantoran di kota Denpasar ini yang bergerak membaik. Hal ini menunjukkan potensi segmen pasar perkantoran di Denpasar yang cukup tinggi. Maka dari itu, Kantor Sewa di Kota Denpasar sangat diperlukan untuk memberi peluang perusahaan baru untuk menjalankan bisnisnya dan memberikan lapangan pekerjaan untuk SDM di Kota Denpasar.  Kata Kunci: kantor sewa, kota denpasar.
RUMAH SUSUN SEWA DI DENPASAR SELATAN Widiyani, Desak Made Sukma; Frysa Wiriantari
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.957 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.490.%p

Abstract

Denpasar Selatan merupakan salah satu kecamatan di kota Denpasar. Denpasar Selatan memiliki beberapa wilayah sebagai Tempat wisata, Perbankan, Pendidikan, Perkantoran, Rumah sakit dan lain – lain, sehingga memiliki potensi tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang mana akan berbanding lurus dengan kebutuhan akan hunian, luas wilayah yang tetap dan tingkat hunian yang tinggi membuat harga lahan semakin tinggi, untuk itu perlu di ciptakan tempat hunian yang bisa menampung masyarakat khususnya yang berpenghasilan menengah kebawah tanpa menghilangkan nilai – nilai arsitektur tradisional Bali. Metode Penyusunan Landasan Konsepsual yang dipakai adalah metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka, metode penarikan kesimpulan dengan metode analogi, observasi lapangan serta ke instansi terkait, kasus yang terkait adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah perlu akan tempat hunian yang layak. Dengan adanya Rumah Susun untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah terkait dengan tipe rumah susun yang dipakai terdapat 3 tipe sesuai dengan jumlah dari anggota keluarga per kepala keluarga, selain rumah susun diperlukan juga fasilitas penunjang seperti : tempat pendidikan, pasar dan tempat serbaguna sebagai tempat berkumpul/diskusi untuk para penghuninya. Dengan di bangunnya Rumah Susun ini diharapkan para Penghuni mendapat hunian yang layak serta bisa memperbaiki taraf hidupnya. Kata Kunci : Rusun, Densel , Denpasar
MUSEUM SUBAK DI KABUPATEN BADUNG Wiriantari, Frysa
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.054 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.491.%p

Abstract

Bali memang pulau yang penuh dengan pesona keindahan. Hampir di setiap sudut pulau, pesona keindahan tersebut dapat dengan mudah ditemukan. Mulai dari keindahan daerah pantai, pedesaan, perkotaan, hingga aliran kepercayaan yang seakan-akan tidak pernah berhenti menarik perhatian untuk terus dikagumi. Tidak heran banyak orang yang jatuh hati kepada pulau indah ini. Salah satu tempat yang banyak menarik perhatian orang untuk datang ke Bali adalah area persawahannya. Dan, ketika kita sudah berada di area persawahan ini, kita akan berkenalan secara langsung dengan Subak.Namun seiring berjalannya waktu dan jaman Subak yang berada di Kabupaten Badung perlahan sudah mulai menipis dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan dan peralihan mata pencaharian. Dengan demikian perlu adanya pelestarian subak yang ada di kabupaten badung dengan membangun Museum Subak yang berada di Kabupaten Badung. Dari latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana cara melestarikan Subak yg berada di Kabupaten Badung? Bagaimana cara memperkenalkan Subak?Metode penelitian yang di pakai yakni metode pengumpulan data yang meliputi data primer dengan teknik wawancara dan observasi, data sekunder yakni dengan studi kepustakaan dan buku penunjang literatur berupa Museum Subak. Metode analisis data yang meliputi pengelompokan data, analisis dan sintesis daan yang terakhir adalah Metode penarikan kesimpulan yang meliputi metode induktif dan dedukatif.Dalam perencanaan Museum Subak di Kabupaten Badung menggunakan Konsep Dasar Edukatif dan Budaya dimana dilihat dari fungsi Museum tersebut. Penggunaan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada perencanaan Museum Subak di Kabupaten Badung ini bertujuan agar nantinya wujud/fasade dari Museum Subak yang dibangun sesuai dengan budaya yang ada di daerah tersebut. Kata Kunci : Museum, Subak, Pelestarian
PERENCANAAN KAMPUS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DI RUTENG Suardana, PG Ery
Jurnal Anala Vol 5 No 2 (2017): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.831 KB) | DOI: 10.46650/anala.5.2.492.%p

Abstract

Perguruan tinggi sebagai instrument nasional pembangunan merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta kebudayaan, dengan melaksanakan fungsi Thri Dharma Perguruan Tinggi. Berhubung demikin Dengan melihat pertumbuhan dan perkembangan pendidikan terlihat adanya suatu kebutuhan yang semakin besar dan mendesak terhadap berbagai sarana dan prasarana di Kabupaten Manggarai di antaranya adalah sektor Pendidikan khususnya dalam bidang Kesehatan, sampai saat ini belum memadai jika dibandingkan dengan kuantitas penduduk yang semakin meningkat dari tahun ketahun. Kampus  Sekolah Tinggi memang sangat dibutuhkan sehingga perlu adanya pembangunan wadah untuk menampung kegiatan perkuliahan, dengan adanya pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, diharapkan Masyarakat Manggarai dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi yang ada di Ruteng tanpa  kesulitan atau melanjutkan studi Keluar Kota bahkan keluar pulau. Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Ruteng merupakan suatu tempat atau lingkungan pada pendidikan tinggi untuk melakukan kegiatan akademik dan admininistrasi lengkap dengan fasilitas-fasilitasnya.Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan diruteng merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan tinggi nasional sehingga terus membangun dalam rangka memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pendidikan..                            Kata kunci: Kebutuhan, sarana, prasarana STIKES

Page 1 of 1 | Total Record : 6