BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
210 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2023)"
:
210 Documents
clear
MEMPROMOSIKAN PENGEJAAN DAN PENGUCAPAN YANG BENAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA SEBAGAI SEBUAH GERAKAN LITERASI
Marselus Yumelking;
Maria Wisendy Sina;
Paskalis Nuke Kolin Paskal
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.3659
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMKS St. Gabriel Maumere. Masalah yang dihadapi oleh siswa/i di SMKS St. Gabriel Maumere adalah kurangnya kemampuan dalam menulis ejaan kata yang benar, ketidakmampuan menggunakan pengucapan kata – kata dalam Bahasa Inggris denga tepat serta kurangnya penggunaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Komunikasi di luar sekolah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan kemampuan mengeja dan melafal dari siswa/i SMKS St. Gabriel Maumere serta mempromosikan program English Goes to the Society. Metode pelaksanaan kegiatan ini dijelaskan dalam beberapa sub-bab yaitu lokasi kegiatan, sasaran kegiatan, jenis kegiatan berupa penyuluhan, pendampingan dan bimbingan teknis, lama kegiatan, tahap kegiatan berupa tahap perencanaan, pelaksanaan, peran mitra, tugas dari masing masing anggota tim, tahap evaluasi dan potensi rekognisi SKS bagi mahasiswa yang dilibatkan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat dijelaskan sebagai berikut; pertama, kegiatan ini dapat meningkatkan penguasaan kemampuan mengeja kata Bahasa Inggris. Kedua, kegiatan pengabdian ini juga dapat meningkatkan kemampuan melakukan pengucapan kata Bahasa Inggris dengan tepat dan memberi dampak pada persepsi siswa/i yang baik terhadap implementasi program English Goes to the Society
PENGUATAN STATUS BADAN HUKUM BUMDES KALIANGSANA SEBAGAI FASILITATOR OLAHAN TAPE KETAN
Hamdan Drian Adiwijaya;
Bella Kristiana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.3717
BUMDes didirikan berdasarkan Musyawarah Desa dan pendiriannya ditetapkan dengan Peraturan Desa. BUMDes memperoleh status badan hukum pada saat diterbitkannya sertifikat pendaftaran secara elektronik dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Untuk memperoleh status badan hukum, BUMDes melakukan pendaftaran kepada Menteri melalui Sistem Informasi Desa. Hasil pendaftaran BUMDes terintegrasi dengan sistem administrasi badan hokum dan menjadi dasar bagi kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia untuk menerbitkan sertifikat pendaftaran badan hukum BUMDes. Pengabdian ini bertujuan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang sebagai fasilitator umkm olahan tape ketan melalui program pendaftaran BUMDes Desa Kaliangsana agar berbadan hukum. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni mengambil data dari pihak yang berwenang dan wawancara mendalam, serta dokumentasi untuk selanjutnya menjadi bahan dalam pendaftaran BUMDes tersebut. Hasil dari penguatan BUMDes tersebut diharapkan mampu mendorong pemasaran olahan tape ketan yang merupakan produk khas dari desa kaliangsana.
Pemanfaatan Media Sosial Guna Memperkuat Pemasaran Umkm Di Desa Bangbayang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes
Enjen Zaenal Mutaqin;
Alfiah Nihayatul Azizah;
Shifwah Khairunnisa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.3884
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran media social dalam meningkatkan pemasaran UMKM yang ada di Desa Bangbayang terutama pada UMKM Keripik milik Bu Tuti. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalahmenggunakan pendekatan PAR (Partisipatory action Research). Populasi dalam penelitian ini adalah semua UMKM yang ada di Desa Bangbayang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Sedangkan sampel yang digunakan adalah UMKM Keripik milik Bu Tuti. Instrument penelitian ini yaitu peneliti sebagai instrument kunci dan pedoman wawancara sebagai instrument pendukung. Dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada tahapan partisipasi, dimulai dengan pendekatan melalui observasi dan wawancara terkait kondisi UMKM Ksriping Ibu Tuti, proses pembuatan produk hingga permasalahan dalam pemasaran yang belum luas. Pada tahap pendampingan tim KKN memberikan usulan program kepada UMKM Ksriping Ibu Tuti untuk dapat meminimalisir permasalahan yang menghambat pemasaran dan eksistensi UMKM Ksriping Ibu Tuti. Pada tahap pengimplementasian, Ibu Tuti diberikan pengetahuan bagaimana mensiasati model marketing pada zaman modern saat ini dengan menggunakan teknologi informasi. Kesimpulan dari penelitian ini mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pendampingan ini utamanya terkait pemasaran produk yang dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital atau marketing digital berupa media sosial baik itu Instagram, Facebook, dan WhatsApp sehingga distribusi produk dalam domestic dapat terselamatkan.
SOSIALISASI, EDUKASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN BERKHASIAT OBAT UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)
Rahmayanti Fitriah;
Syahrizal Ramadhani;
Muhammad Rus’an Hidayat;
Muhammad Fajrin Nor;
Diena Raisa Nabyla;
Dinda Raflianti;
Ariyanti Indryan Noor;
Alya Sandrina Augesta;
Murniati Murniati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.3905
Kalimantan merupakan pulau yang kaya keanekaragaman hayati. Obat tradisional pada etnis Kalimantan umumnya masih dalam bentuk yang sederhana. Bahan baku yang diambil dari alam setelah dibersihkan biasanya langsung digunakan dalam bentuk segar dengan cara direndam/direbus kemudian diminum, diolah dengan cara dihaluskan dan ditumbuk/dipanaskan dalam bungkusan daun. Pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat masih minim terutama dalam pengolahannya menjadi sediaan yang efektif dan efisien agar mudah digunakan. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutama pada bagian umbinya. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang khasiat tanaman bawang dayak sekaligus mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga serta dapat mengolah simplisia bawang dayak sebagai teh herbal untuk digunakan menjadi minuman berkhasiat obat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi materi tentang umbi bawang dayak dan pelatihan pembuatan teh herbal. Edukasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) pemberian materi. Hasil pretest menujukkan bahwa pengetahuan dan minat warga untuk membudidayakan tanaman bawang dayak masih kurang. Namun pada hasil post-test menujukkan pengetahuan mereka menjadi meningkat. Kesimpulan dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan warga tentang tanaman berkhasiat obat umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr).
PROGRAM PEMERIKSAAN STUNTING PADA ANAK SD IT AL-AUFA KOTA BENGKULU
Putri Widelia;
Halimatussa'diah Halimatussa'diah;
Tedy Febriyanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4181
Pelaksanaan program kemitraan masyarakat (PKM) merupakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Salah satu topik yang banyak dialami di Indonesia adalah stunting.Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pentingnya mengenali siapa yang berisiko stunting serta masih kurangnya kerja sama lintas sektor di masyarakat dalam hal pemeriksaan dan pencegahan stunting pada anak di Kota Bengkulu. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang diakses lewat mediaindonesia.com pada tahun 2020 terdata 4,7 % pada tahun 2019 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Belum adanya program kontrol awal tentang pemeriksaan penunjang seperti berat badan , tinggi badan, kadar Hb maupun rangkaian tes IMT bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan remaja yang mempunyai riwayat keluarga stunting. Sehingga sangat perlu diadakannya sosialisasi serta pemeriksaan lebih lanjut bagi siswa SD di Kota Bengkulu. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan berat baadan, tinggi badan, dan pemeriksaan hemoglobin dapat digunakan untuk mendeteksi adanya stunting pada murid di Sd IT Al-Aufa.
Penyuluhan Konservasi Tanah dan Air di Desa Cikondang Kabupaten Kuningan
Yayan Hendrayana;
Ilham Adhya;
Nina Herlina;
Naufal Althaaf;
Fahrul Shobarudin Syahban;
Mardiatul Fauzian;
Restri Sri Maduroh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4421
Pemahaman petani terhadap konservasi tanah dan air saat ini masih rendah sehingga rendah pula penerapan di lapangan yang mengakibatkan areal hutan, kebun dan sawah rentan terhadap erosi yang pada akhirnya menurukan produktivitas lahah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para petani mengenai pentingnya konservasi tanah dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan kepada petani mengenai pentingnya penerapan konservasi tanah dan air di Desa Cikondang Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Berdasarkan hasil data kuisioner yang telah dianalisis dapat disimpulkan pada awalnya peserta penyuluhan memiliki pengetahuan yang minim tentang wawasan konservasi tanah dan air baik itu tujuan, hubungan, metode konservasi serta penerapan di lapangan. Setelah dilakukan penyuluhan terlihat adanya peningkatan wawasan serta keinginan petani untuk menjaga areal hutan, kebun dan pertanian agar terhindar dari bencana erosi dan longsor.
PERHITUNGAN DAN PENENTUAN ARAH KIBLAT DI MASJID AL-MUNAWWARAH kp. MARENGMANG KALIJATI SUBANG
Susanto Susanto;
Ari Wibowo;
Yadi Suban Z.A.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4433
Ketepatan arah kiblat (Ka’bah) merupakan salah satu penunjang dari kekusyukan dalam melaksanakan ibadah sholat oleh umat Islam. Kiblat secara literal mengandung pengertian arah dari pemusatan perhatian. Sedangkan secara istilah berarti arah yang merujuk ke bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Arah ka’bah dapat ditentukan dari setuap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan untuk mengetahui dan menetapkan ke arah mana Ka’bah di mekkah dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi, sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan shalat, baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujudnya selalu berhimpit dengan arah yang menuju ka’bah. Terdapat beragam metode yang digunakan dalam penentuan arah kiblat mulai dari metode yang masih tradisional dan sederhana sampai metode terbaru yang canggih ataupun perpaduan dari keduanya. Pada pelaksanaan penentuan arah kiblat yang kami lakukan metode yang digunakan adalah menggunakan beberapa alat diantaranya Mizwala, Busur, Waterpas, Penggaris dan Benang. Setelah kami lakukan pengecekan, temuan awal dari masjid tersebut terdapat penyimpangan arah sebesar 50 dari garis ka’bah yang sebelumnya kami ukur menggunakan alat-alat tersebut. Adapun langkah berikutnya kami melakukan pelaporan kepada pengurus masjid dan melakukan pembetulan arah dengan menggeser saf atau karpet maupun sajadah masjid
PELATIHAN BUDI DAYA MURBEI DAN PEMELIHARAAN ULAT SUTRA BAGI KELOMPOK PENENUN DI DESA RENGGEANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Nur Adyla Suriadi;
Agusfartham Agusfartham;
Nur Ratika Syamsuddin;
Siti Nurul Hamzany;
Ahmad Ahmad;
Mujahid Mujahid;
Razyqah Nur Annisa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4443
Provinsi Sulawesi Barat sebagai penghasil kain sutra Mandar masih memiliki berbagai permasalahan khususnya pada bidang produksi yang dipengaruhi oleh pemeliharaan ulat sutra dan tanaman murbei dikarenakan produksi benang sutra lokal belum mampu memenuhi kebutuhan permintaan penenun sehingga benang-benang import dari India dan China menjadi pilihan bagi penenun yang biasa disebut benang sintesis. Tenunan sutra Mandar menggunakan benang sutra sebagai bahan baku tenunan yang dipintal dari kepompong ulat kupu kupu dari spesies tertentu dengan makanan yaitu tanaman murbei. Permasalahan lainnya dikarenakan lahan murbei kelompok penenun yang kadang diserang oleh hama menjadikan kelompok penenun cukup sulit dalam memperoleh bahan baku sehingga kelompok penenun mulai menggunakan benang cytetical karena alasan ekonomis dan praktis dibandingkan menggunakan benang sutra asli. Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini yaitu (1) melakukan pelatihan budidaya murbei bagi kelompok penenun dan (2) pelatihan pemeliharaan ulat sutra bagi kelompok penenun, yang diharapkan setelah kegiatan ini kelompok penenun dapat mencukupi kebutuhan benang sutra sebagai bahan baku utama penenun dalam pembuatan sarung sutra Mandar
KAJALI-JKN: PEMBENTUKAN KADER REMAJA PEDULI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN IURAN PADA PESERTA JKN
Anom Dwi Prakoso;
Arasya Zahra Mawaddah;
Della Agnes Tasya;
Erina Kiky Istyaningrum
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4460
Pandemi Covid-19 menyebabkan tingginya angka pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pekerja sektor formal dan penurunan bahkan kehilangan pendapatan pada pekerja sektor informal. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya peserta JKN yang menunggak iuran JKN sehingga status kepesertaannya tidak aktif. Banyaknya peserta JKN yang menunggak iuran mengakibatkan besarnya beban biaya kesehatan yang ditanggung oleh BPJS yang berimbas pada defisitnya anggaran operasional BPJS. Hal ini juga mengakibatkan tidak berjalannya skema subsidi silang atau prinsip gotong royong dari JKN. Tujuan pemberdayaan ini yaitu pemberdayaan siswa SMAN 1 Cikarang Utara melalui peningkatan pengetahuan tentang JKN, keterampilan komunikasi persuasif, pendampingan dan pembentukan Kader khusus JKN. Sasaran pengabdian yaitu 27 siswa SMAN 1 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah, pelatihan dengan demonstrasi, pendampingan dengan whatsapp group, dan pembentukan strutur organisasi melalui zoom. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan pembentukan kader terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang JKN sebesar 36,7%, meningkatkan kemampuan kader berkomunikasi persuasif, terbentuknya kesadaran sosial dan struktur organisasi KAJALI-JKN. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif peningkatan kepesertaan JKN serta kepatuhan masyarakat dalam membayar iuran JKN di Kabupaten Bekasi pasca pandemi Covid-19.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN IPA MELALUI ACTION RESEARCH METHOD DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS ANAK DIFABEL
Siti Fatimah;
Lia Anjali;
Sarwiati Sarwiati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4461
Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus dalam memahami konsep IPA sebagai upaya mengembangkan kemampuan literasi sains. Pengabdian ini menggunakan metode action research yang dilakukan selama tiga bulan dari bulan April-Juni 2022 di Rumah Inklusi Kebumen. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar tes, lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan belajar IPA terbukti dapat mengembangkan kemampuan literasi sains anak-anak berkebutuhan khusus khususnya pada aspek mengidentifikasi argument saintifik yang tepat, memahami elemen desain penelitian, dan menyimpulkan hasil percobaan menjadi aspek yang berkembangan dengan baik. Sedangkan aspek membuat interpretasi data dan menganalisis data percobaan menjadi aspek yang cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pendampingan belajar IPA dapat mengembangkan kemampuan literasi anak-anak berkebutuhan khsusus.