cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Cara Mengajarkan Doktrin kepada Jemaat di Gereja Pestaria Happy Kristiana
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.275 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.18

Abstract

This subject is important because the teaching and learning process in the church tends to stagnate or not interesting. For this reason a strategy or pattern is needed so that the teaching and learning process can run well. Determining an effective pattern of doctrinal teaching requires a proper understanding of how learners learn. Because to be able to form effective teaching patterns need to understand how adults learn and mix them in the form of an effective learning process. From the discussion, it was found that to determine the effective teaching pattern about doctrine for adults is: the teacher understands accurately about the needs of students. Teachers must be able to find various truths that are needed by students. Knowing the Bible as a real need must be an emphasis on effective learning patterns. Finally, adults need space to share experiences not to be filled with a variety of knowledge. Therefore, the teacher must be able to bridge the knowledge and experience in the process of learning and teaching that takes place.AbstrakPokok bahasan ini menjadi penting dikarenakan proses belajar mengajar di dalam gereja cenderung mengalami stagnasi atau tidak menarik. Untuk itulah diperlukan suatu strategi atau pola yang tepat agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Penentuan suatu pola pengajaran doktrin yang efektif memerlukan pemahaman yang tepat tentang bagaimana peserta didik belajar. Karena untuk dapat membentuk pola pengajaran yang efektif perlu memahami bagaimana orang dewasa belajar serta meramunya dalam bentuk sebuah proses belajar yang efektif.  Dari pembahasan tersebut di dapatkan bahwa untuk menentukan pola mengajar efektif tentang doktrin bagi orang dewasa adalah: pengajar memahami secara akurat tentang kebutuhan peserta didik. Pengajar harus mampu menemukan barbagai kebenaran yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik. Mengenal Alkitab sebagai sebuah kebutuhan nyata haruslah menjadi penekanan pada pola pembelajaran efektif. Akhirnya, orang dewasa membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman bukan untuk dipenuhi dengan berbagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pengajar harus bisa menjembatani antara pengetahuan dan pengalaman dalam proses belajar dan mengajar yang berlangsung.
Pentingnya Memahami Entrepreneurship Secara Biblikal bagi Hamba Tuhan Sabaria Zega
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.381 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.16

Abstract

The servant of God who serves does not always depend on the life of the church served if the church economic is not established yet. God's servants can work, or empower their congregation to work. This article is a qualitative research literature that aims to show the importance of God's servants' understanding of entrepreneurship in order to be able to apply it to the congregation that they serve. The method used is descriptive and biblical analysis by considering several texts that can be a reference for entrepreneurship in the congregation. In conclusion, several passages like Matthew 25: 14-30, Acts 18: 3, and 2 Thessalonians 3: 6-15 can be used as a foundation for God's servants to teach entrepreneurship to their congregations. AbstrakHamba Tuhan yang melayani tidak selalu menggantungkan kehidupannya dari jemaat yang dilayani jika kehidupan perekonomiannya belum mapan. Hamba Tuhan dapat bekerja, atau memberdayakan jemaatnya untuk bekerja. Artikel ini merupakan sebuah penelitian kualitatif literatur yang bertujuan untuk menunjukkan pentingnya pemahaman hamba Tuhan tentang entrepreneurship agar dapat menerapkannya dalam jemaat yang dilayaninya. Metode yang digunakan adalah deksriptif dan analisis Alkitab dengan mempertimbangkan beberapa nas yang dapat menjadi acuan bagi entrepreneurship dalam jemaat. Kesimpulannya, beberpa nas seperti Matius 25:14-30, Kisah Para Rasul 18:3, dan 2 Tesalonika 3:6-15 dapat dijadikan landasan untuk hamba Tuhan mengajarkan entrepreneurship bagi jemaatnya.
Gereja Ekstra Biblikal dan Tanggung Jawab dalam Menyelesaikan Amanat Agung Y. M. Imanuel Sukardi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.141 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.22

Abstract

There has emerged a kind of phenomenon of extra-biblical churches in present days. This article is a qualitative study that aimed to explain the phenomenon of the extra-biblical church. By using the descriptive analysis method on the extra-biblical church phenomenon, there are some findings concluded from this study, namely: First, the extra-biblical church is a church whose existence and legitimacy exceeds Bible standards, its pattern and behavior exceed the demands of the Bible. Secondly, the extra-biblical church legitimized by tradition, traditional and traditional forms have several deadly good traditions such as the tradition of growth not multiplication, the tradition of teaching not obedience, the tradition of service in not outreach and so on; Third, the extra-biblical church is oriented and has a mega church structure that is so complex and very expensive that it is difficult to duplicate and multiply. As a result, there is a decrease in intensity in carrying out the grand mandate. AbstrakBelakangan ini muncul semacam fenomena gereja ekstra biblikal. Ini merupakan kajian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena gereja ekstra biblikal tersebut. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif pada fenomena gereja ekstra biblikal tersebut, ada beberapa kesimpulan yang didapat dari kajian ini, yakni: Pertama, gereja ekstra biblikal adalah gereja yang eksistensi dan legitimasinya melebihi standar Alkitab, pola dan perilakunya melampaui tuntutan Alkitab. Kedua, gereja ekstra biblika dilegitimasi oleh tradisi, berpaham dan berbentuk tradisional memiliki beberapa tradisi baik yang mematikan seperti tradisi pertumbuhan bukan pelipatgandaan, tradisi pengajaran bukan ketaatan, tradisi pelayanan ke dalam bukan penjangkauan ke luar dan sebagainaya; Ketiga, gereja ekstra biblika berorentasi dan berstruktur gereja mega yag begitu rumit dan sangat mahal sehingga sulit diduplikasi dan dimultiplikasi. Akibatnya, terjadi penurunan intensitas dalam melakukan amanat agung.
Rancang Bangun Teologi “Kekudusan” Tentang Hamba Tuhan Sebagai Pemimpin Kristen Menurut Kitab Yosua Zulkisar Pardede
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.8 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.20

Abstract

Leadership is the key in Christianity. This article aims to present Joshua's leadership pattern in leading the nation of Israel. The method used is the study of the exposition of the book of Joshua with a descriptive method to describe Joshua's leadership at that time. The conclusion of this discussion is that Joshua's leadership emphasizing holiness is an ideal pattern in the leadership of God's servants today. AbstrakKepemimpinan merupakan kunci dalam kekristenan. Artikel ini bertujuan untuk menampilkan pola kepemimpinan Yosua dalam memimpin bangsa Israel. Metode yang digunakan adalah kajian eksposisi kitab Yosua dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kepemimpinan Yosua pada masa itu. Kesimpulan dari pembahsan ini adalah, kepemimpinan Yosua yang menekankan kekudusan merupakan pola ideal dalam kepemimpinan hamba Tuhan masa kini.
Komitmen Organisasi dalam Perspektif Alkitabiah: Sebuah Studi Kuantitatif di Yayasan C Surabaya Sonny Eli Zaluchu
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.871 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.17

Abstract

Commitment in the organization consists of three, namely affective commitment, continuous commitment, and normative commitment. This commitment can develop with training in professionalism and the planting of Christian values. This study aims to see the extent to which organizational commitment is practice in a Christian foundation by leaders who are directly responsible for running the organization and to find out what spiritual value is the most active form of that commitment. The study was conducted quantitatively using a questionnaire as a data collector. Data is processed to find the position of the confidence interval values in the interval class (high, medium and low). The results of the study show that the dominant commitment affecting unit leaders at the foundation is a continuous commitment which in a biblical perspective is called a hired servant. AbstrakKomitmen di dalam organisasi terdiri dari tiga yakni komitmen afektif, komitmen kontinuans dan komitmen normatif. Komitmen ini dapat dikembangkan dengan pelatihan profesionalisme dan penanaman nilai-nilai kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana komitmen organisasi dipraktekan di dalam sebuah yayasan Kristen oleh para pemimpin yang bertanggung jawab langsung dalam menjalankan roda organisasi dan untuk menemukan nilai rohani apa yang paling kuat membentuk komitmen tersebut. Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan angket sebagai pengumpul data. Data diolah untuk menemukan posisi nilai interval kepercayaan di dalam klas interval (tinggi, sedang dan rendah). Hasil penelitian memperlihatkan, bahwa komitmen yang dominan mempengaruhi para pemimpin unit di yayasan tersebut adalah komitmen kontinuans yang dalam perspektif Alkitabiah disebut sebagai hamba upahan.
Efektivitas Kepemimpinan Konsiderasi terhadap Employee Engagement di Rumah Singgah Yayasan Mahanaim Iin Tjipto Purnomo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.31

Abstract

An organization, institution, company, and even a state can be said to be successful, progressing, and developing depending on the leader. Leadership is influence, to what extent the leader influences and directs the people he leads to a place, then that's where the results will be seen. One form or style of leadership is consideration leadership in which a leader pays attention to his subordinates. Consideration style or leadership style will produce family relationships and bonds of love. Subordinates will feel different if the leader pays attention and builds family relationships.AbstrakSuatu organisasi, institusi, perusahaan bahkan negara dapat dibilang berhasil, maju dan berkembang tergantung dari pemimpinnya. Kepemimpinan adalah pengaruh, sampai sejauh mana si pemimpin membawa pengaruh dan mengarahakan orang yang dipimpinnya ke suatu tempat, maka disitulah akan terlihat hasilnya. Salah satu bentuk atau gaya kepemimpinan adalah kepemimpnan konsiderasi di mana seorang pemimpin memberi perhatian kepada bawahannya. Style atau gaya kepemimpinan konsiderasi akan menghasilkan hubungan kekeluargaan dan ikatan kasih. Bawahan akan merasakan hal yang berbeda, jika pemimpinnya menaruh perhatian dan membangun hubungan secara kekeluargaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6