Sabaria Zega
Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar Nias Selatan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pentingnya Memahami Entrepreneurship Secara Biblikal bagi Hamba Tuhan Sabaria Zega
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.381 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.16

Abstract

The servant of God who serves does not always depend on the life of the church served if the church economic is not established yet. God's servants can work, or empower their congregation to work. This article is a qualitative research literature that aims to show the importance of God's servants' understanding of entrepreneurship in order to be able to apply it to the congregation that they serve. The method used is descriptive and biblical analysis by considering several texts that can be a reference for entrepreneurship in the congregation. In conclusion, several passages like Matthew 25: 14-30, Acts 18: 3, and 2 Thessalonians 3: 6-15 can be used as a foundation for God's servants to teach entrepreneurship to their congregations. AbstrakHamba Tuhan yang melayani tidak selalu menggantungkan kehidupannya dari jemaat yang dilayani jika kehidupan perekonomiannya belum mapan. Hamba Tuhan dapat bekerja, atau memberdayakan jemaatnya untuk bekerja. Artikel ini merupakan sebuah penelitian kualitatif literatur yang bertujuan untuk menunjukkan pentingnya pemahaman hamba Tuhan tentang entrepreneurship agar dapat menerapkannya dalam jemaat yang dilayaninya. Metode yang digunakan adalah deksriptif dan analisis Alkitab dengan mempertimbangkan beberapa nas yang dapat menjadi acuan bagi entrepreneurship dalam jemaat. Kesimpulannya, beberpa nas seperti Matius 25:14-30, Kisah Para Rasul 18:3, dan 2 Tesalonika 3:6-15 dapat dijadikan landasan untuk hamba Tuhan mengajarkan entrepreneurship bagi jemaatnya.
Pentingnya Memahami Entrepreneurship Secara Biblikal bagi Hamba Tuhan Sabaria Zega
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 1 No. 2: Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.16

Abstract

The servant of God who serves does not always depend on the life of the church served if the church economic is not established yet. God's servants can work, or empower their congregation to work. This article is a qualitative research literature that aims to show the importance of God's servants' understanding of entrepreneurship in order to be able to apply it to the congregation that they serve. The method used is descriptive and biblical analysis by considering several texts that can be a reference for entrepreneurship in the congregation. In conclusion, several passages like Matthew 25: 14-30, Acts 18: 3, and 2 Thessalonians 3: 6-15 can be used as a foundation for God's servants to teach entrepreneurship to their congregations. AbstrakHamba Tuhan yang melayani tidak selalu menggantungkan kehidupannya dari jemaat yang dilayani jika kehidupan perekonomiannya belum mapan. Hamba Tuhan dapat bekerja, atau memberdayakan jemaatnya untuk bekerja. Artikel ini merupakan sebuah penelitian kualitatif literatur yang bertujuan untuk menunjukkan pentingnya pemahaman hamba Tuhan tentang entrepreneurship agar dapat menerapkannya dalam jemaat yang dilayaninya. Metode yang digunakan adalah deksriptif dan analisis Alkitab dengan mempertimbangkan beberapa nas yang dapat menjadi acuan bagi entrepreneurship dalam jemaat. Kesimpulannya, beberpa nas seperti Matius 25:14-30, Kisah Para Rasul 18:3, dan 2 Tesalonika 3:6-15 dapat dijadikan landasan untuk hamba Tuhan mengajarkan entrepreneurship bagi jemaatnya.
Efektivitas teori belajar Carl Rogers melalui pendidikan agama Kristen dalam membentuk kecerdasan emosional siswa Arozatulo Telaumbanua; Sabaria Zega
KURIOS Vol. 12 No. 1: April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v12i1.1318

Abstract

The formation of students' emotional intelligence has become a critical challenge amid the growing prevalence of behavioral problems, violence, and mental health disorders among adolescents in school settings. Christian Religious Education (CRE) has strategic potential to address these challenges by integrating humanistic approaches into the learning process. This study aims to analyze the effectiveness of applying Carl Rogers' learning theory in CRE to holistically develop students' emotional intelligence. A qualitative library research method was employed, examining books, academic journals, and relevant theological sources. The findings reveal that Rogers' core principles of empathy, unconditional positive regard, and genuineness align closely with the value of love in CRE, contributing significantly to students' self-awareness, emotional regulate-on, intrinsic motivation, and social skills. This study concludes that integrating Rogers' learning theory into CRE constitutes an effective and holistic pedagogical approach. CRE teachers need training grounded in a Christian humanistic approach to optimally support students' development of emotional intelligence.   Abstrak Pembentukan kecerdasan emosional siswa menjadi tantangan penting seiring meningkatnya persoalan perilaku, kekerasan, dan gangguan kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah. Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki potensi strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi pendekatan humanistik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan teori belajar Carl Rogers dalam PAK guna membentuk kecerdasan emosional siswa secara holistik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif yang menelaah buku, jurnal ilmiah, dan sumber teologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip empati, penerimaan tanpa syarat, dan ketulusan dalam teori Rogers selaras dengan nilai kasih dalam PAK, serta berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri, regulasi emosi, motivasi intrinsik, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teori Rogers dalam PAK merupakan pendekatan pedagogis yang efektif dan holistik. Guru PAK perlu dibekali pelatihan berbasis pendekatan humanistik Kristiani guna mendukung pembentukan kecerdasan emosional siswa secara optimal dan berkelanjutan.