cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
mpak.pps@uki.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Shanan
ISSN : 25498061     EISSN : 27224678     DOI : https://doi.org/10.33541/shanan
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Shanan bertujuan untuk menerbitkan hasil penelitian dosen-dosen dan para alumni Prodi Magister Pendidikan Agama Kristen serta para pendidik agama di luar UKI. Jurnal Shanan pertama kali diterbitkan pada bulan Maret 2017 melalui penerbit UKI Press dengan nomor ISSN 2549-8061. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen UKI yang dimaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, alumni, dan para pendidik agama Kristen di luar UKI. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan agama Kristen di lingkup gereja, keluarga, dan sekolah. Jurnal Shanan ditebitkan secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu Maret dan Oktober. Fokus jurnal Shanan adalah Pendidikan Agama Kristen sedangkan cakupannya adalah Desain Program, Strategi Pembelajaran dan Kurikulum, Sejarah dan Filsafat, Teologi, Metodologi Pendidikan, Pendidikan dalam Masyarakat Majemuk, Evaluasi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Etika Profesi Guru, yang semuanya terkait dengan Pendidikan Agama Kristen.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2022): Maret" : 5 Documents clear
Kontribusi Pengajar Pendidikan Agama Kristen dalam Membantu Pemulihan Traumatis Korban Pelecahan Seksual Lena Anjarsari Sembiring; Simon Simon
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.217 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3624

Abstract

Ide dasariah tulisan ini berangkat dari pada bulan Desember 2021, berbagai stasiun televisi dan platform media sosial mengulas maraknya pelecehan seksual yang terjadi baik di tanah air maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melaporkan, korban kekerasan seksual mencapai angka tertinggi pada tahun 2020 yakni sekitar 7.191 kasus, sementara pada tahun 2020 jumlah kasus kekerasan pada anak dan perempuan mencapai 11.637. Di dalam menguraikan topik ini, peneliti menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menjawab dua inti utama pertanyaan penelitian pada topik ini, yaitu bagaimana gambaran penderitaan korban pelecehan seksual? dan bagaimana kontribusi pengajar pendidik agama Kristen (PAK) untuk membantu pemulihan traumatik korban? Temuan pada pembahasan pada topik ini, mereka yang pernah mengalami pelecehan seksual, mengalami penderitaan fisik, finansial, psikis serta spiritual. Kontribusi yang dapat dilakukan oleh pengajar PAK dengan menggagas dan melakukan PAK berbasis konseling dan mentoring. Tujuan penerapan dilaksanakan, pengajar hadir serta menemani korban sampai mengalami tahap pemulihan dari trauma yang dialami. Pendidikan seks yang terintegrasi dalam agama juga dapat dilakukan untuk mencegah agar tidak ada yang menjadi pelaku pelecehan seksual. Hal tersebut akan membantu jumlah pengurangan kasus pelecehan seksual.
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Lansia Menggunakan Society Centered Design Lusia Rahajeng; Sanga Harapan; Mersy Karlin; Steven Ketti
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.674 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3630

Abstract

Gereja-gereja di Indonesia umumnya mengenal Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk anak, remaja, pemuda, dewasa, dan lansia. Peneliti mengamati bahwa PAK lansia umumnya belum menjadi sebuah kebutuhan yang dipikirkan oleh gereja dan hanya sebagai objek diakonia. Beberapa gereja sudah memberikan perhatian kepada lansia dengan mengadakan persekutuan lansia, tetapi belum dipersiapkan secara memadai untuk menjadi tujuan pembelajaran PAK. Persekutuan lansia masih sebagai wadah pertemuan yang diisi ibadah sederhana dan kurang direncanakan secara matang. Tujuan pembelajarannya pun belum dituliskan dalam dokumen khusus seperti kurikulum, hanya ditulis dalam notulen rapat perencanaan program. Hal ini menyebabkan tidak adanya pengorganisasian kurikulum PAK Lansia yang disusun sebagai wadah bagi lansia untuk mengaktualisasikan dirinya, padahal mereka memiliki banyak pengalaman yang diperoleh ketika mereka masih produktif di masyarakat. Karena itu tujuan penulisan ini adalah untuk mendesain sebuah kurikulum PAK Lansia berdasarkan pada peran lansia di masyarakat. Society centered design merupakan desain kurikulum yang tepat bagi lansia di gereja karena berfokus pada pengalaman yang dimiliki lansia dan menekankan keterlibatan antara gereja dan masyarakat guna mencapai tujuan pembelajaran. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah sebuah desain kurikulum PAK Lansia yang berpusat pada masyarakat (society centered design) dengan penekanan pada kekayaaan pengalaman lansia.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Kristiani Tingkat Sekolah Menengah Pertama Yakobus Adi Saingo
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.379 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3652

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembentukan karakter kristiani di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Dimana pembahasannya juga akan diperdalam dengan mendeskripsikan mengenai bentuk media sosial yang sering digunakan oleh guru Pendidikan Agama Kristen, penggunaan media sosial secara umum oleh guru Pendidikan Agama Kristen, serta dampak penyalahgunaan media sosial oleh peserta didik ketika tidak mendapatkan arahan dan bimbingan yang benar dalam pemanfaatam teknologi digital (khususnya media sosial) oleh guru Pendidikan Agama Kristen. Metode peneltian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan keadaan umum yang dialami guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik terkait penggunaan media sosial. Subjek penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik di lingkungan sekolah. Dalam kajian pustaka ini, peneliti juga memberikan solusi mengenai upaya guru Pendidikan Agama Kristen dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembentukan karakter kristiani peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Orangtua dan Guru Sebagai Pengembang Misi Melalui Pendidikan Agama Kristen Fredik Melkias Boiliu; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.546 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3702

Abstract

Pemberian mandat dan tanggungjawab dari Allah kepada orang yang dipilih-Nya merupakan tugas misi Allah untuk umat manusia. Keluarga merupakan tempat misi Allah di dunia yang pertama dan utama dalam kehidupan orang percaya. Selain itu, guru juga mempunyai peran sebagai pengembang misi. Artinya bahwa, orang tua dan guru memiliki peran penting untuk mewariskan iman kepada generasi berikutnya. Dalam hal ini tidaklah mudah untuk mewariskan iman kepada generasi yang berbeda lokus dan abad. Oleh sebab itu dalam artikel ini, peneliti berusaha untuk menemukan cara yang tepat dalam menyampaikan misi Ilahi yang sesuai untuk generasi Kristen di era revolusi industri 4.0. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang berisi teori-teori relevan terkait dengan masalah yang dibahas. Kajian pustaka merujuk pada kajian tentang konsep dan teori yang digunakan sesuai literatur yang ada, seperti artikel-artikel yang diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah. Adapun hasil dari penelitian ini adalah orang tua dan guru di era revolusi industri 4.0 saat ini, harus dapat terbuka dengan perkembangan teknologi sehingga dapat mendidik anak/peserta didik secara relevan sesuai dengan zaman dan peradapan di mana mereka dilahirkan, contohnya seperti orang tua dan guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana dalam penyampaian misi Allah kepada anak-anak zaman sekarang.
Panggilan untuk Merekonstruksi Strategi Pendidikan Agama Kristen yang Kontekstual dan Inovatif Johanes Waldes Hasugian; Agusthina Christina Kakiay; Novita Loma Sahertian; Febby Nancy Patty
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.078 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3707

Abstract

Pendidikan agama Kristen berlangsung secara normatif-ritualistik-konvensional dan cenderung membatasi diri pada perubahan serta menunjukkan praksis di zona nyaman. Praksis semacam itu mengindikasikan bahwa kepedulian dan kepekaan dalam dinamika PAK hanyalah menjadi tugas orang-orang tertentu. Kerapuhan praksis PAK semakin terlihat ketika berjumpa pada masa dimana kecekatan, kapasitas dan kualitas menjadi orientasi dalam sistem sosial. PAK harus mampu menghadapi berbagai isu sosial sekaligus berupaya memperkokoh pondasi serta menjadi jawaban atas kebutuhan dan pergumulan hidup orang-orang. Oleh karena itu, PAK harus direkonstruksi secara kontekstual dan inovatif sehingga PAK benar-benar hadir menjadi wahana dimana orang-orang dapat belajar memaknai hidup dan berdampak bagi banyak orang. Dengan metode penelitian deskriptif-analitis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai persoalan dalam praktik PAK, baik di sekolah, gereja dan keluarga atau masyarakat, serta menghadirkan rumusan strategi yang kontekstual dan inovatif dalam praksis PAK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian PAK tidak hanya sebatas di sekolah, masyarakat atau keluarga dan gereja namun lebih luas menjangkau isu-isu sosial lainnya yang melekat dengan tugas dan panggilan PAK. Berbagai permasalahan atau fenomena yang terjadi dalam kaitannya dengan praksis PAK menegaskan pentingnya upaya rekonstruksi strategi PAK yang kontekstual dan inovatif. Rekonstruksi strategi PAK dimaksudkan agar memperkuat bangunan PAK yang rapuh dan tidak adaptif dengan perkembangan dan kemajuan zaman dewasa ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5