cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
PENGGUNAAN METODE CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) TIPE EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL DI KELAS SMPIT ISHLAHUL UMMAH BOARDING SCHOOL TASIKMALAYA Kakang Harudin
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.454 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.747

Abstract

Terjebaknya siswa pada teknik menghapal pada pembelajaran IPS karena penggunaan metode ceramah tanpa memaknai materinya, menyebabkan siswa merasa materi IPS terlalu banyak sehingga siswa malas untuk mempelajarinya. Agar siswa tidak terjebak pada teknik menghapal maka dalam proses pembelajaran siswa harus didorong untuk mampu memaknai materi dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks keseharian mereka. Sedangkan untuk menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya belajar maka diperlukan sebuah metode yang mampu menyadarkan siswa bahwa hidup ini hanya sementara sehingga harus diisi dengan sebaik-baiknya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode CTL tipe EQ dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPS khususnya pada materi Interaksi Sosial di kelas VII B Smpit Ishlahul Ummah Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 3 siklus tindakan. Dalam mengumpulkan datanya dilakukan dengan cara pengamatan, Tes Formatif dan Tes Sub Sumatif, Angket dan wawancara.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan penguasaan materi terlihat adanya peningkatan daya serap kelas/ketuntasan belajar kelas bila dibandingkan dengan pra tindakan, bahkan terlihat adanya peningkatan dari setiap siklus tindakan yang dilakukan. Pada pra tindakan, ketuntasan belajar kelasnya rata-rata hanya 30% sedangkan pada tes formatif yang dilakukan pada siklus I rata-rata yaitu 67,07%, siklus II rata-rata 76,85% dan tes sub sumatif mencapai 80,49%. Bedasarkan  hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa, menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikatakan aktif karena skor rata-ratanya di atas 3 yaitu pada siklus I skor rata-ratanya adalah 3,75 dan rata-rata 4,2 pada siklus II. Bedasarkan hasil pengolahan angket menunjukkan bahwa pada umumnya sikap dan minat siswa positif terhadap penggunaan metode ini yaitu 32,44% menyatakan sangat setuju dan 64,63% menyatakan setuju. Selain itu, dari hasil wawancara terlihat bahwa siswa merasa suka terhadap penggunaan metode ini karena mampu mendorong siswa untuk menyadari kewajiban mereka sebagai siswa yaitu belajar dengan sungguh-sungguh dan materi IPS menjadi mudah dimaknai sehingga materinya menjadi menarik dimata siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) METODE INQUIRI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Ciamis) Ilah Ilah
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.68 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.738

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan zaman yang mengharuskan siswa memiliki keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan berpikir kritis siswa tidak diperoleh begitu saja, akan tetapi siswa harus dilatih dan dibiasakan dengan pola-pola pembelajaran tertentu yang menuntut siswa untuk berpikir lebih dalam. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti bermaksud untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (pbl) metode inquiri dengan keterampilan berpikir kritis siswa yang menggunakan metode ceramah. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan dan teknik tes.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning metode inquiri terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah.
PENGGUNAAN KARTU MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBEDAKAN JENIS-JENIS ADAPTASI Ade Ipin Supriatin
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.876 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.743

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kartu make a match yang telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam  membedakan jenis-jenis adaptasi makhluk hidup di kelas IX-G SMP Negeri 1 Rajapolah. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pra tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata –rata skor 2,4 pada pra siklus  menjadi 3 pada siklus 1 atau meningkat 0,6 atau 15,92 % .Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 3,77 atau dengan kata lain meningkat 0,77 atau 19,32% .Penggunaan kartu make a match juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa dalam membedakan jenis-jenis adaftasi makhluk hidup, peningkatan rata-rata skor dari 67,11 pada pra tindakan menjadi 79,24 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 12,13 atau 12,63 % .Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 85,26 atau dengan kata lain meningkat 6,02 atau 5,52%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan kartu make a match . Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan kartu make a match pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I  sebesar  77,25% meningkat sebesar 16,12% menjadi 93,37% pada siklus  2.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA ARTIKEL DENGAN MEMBACA CERPEN MELALUI PENGGUNAAN TEKNIK KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) (PTK Di Kelas IX-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya ) Nonok Nuryati
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.51 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.739

Abstract

Berdasarkan data di lapangan, permasalahan yang muncul di kelas IX-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Sunda, guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan membaca cepat.Siswa kelas IX-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya masih belum mampu menyimpulkan suatu teks dan memahami isi bacaan dengan cepat. Selain itu, guru pun menyadari bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Sunda, guru belum pernah menggunakan metode dan teknik pembelajaran secara bervariasi. Teknik pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran Bahasa Sunda dalam keterampilan membaca cepat. Sasaran utama yang diharapkan sebagai tujuan umum dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa membaca artikel melalui penggunaan teknik KEM di kelas IX-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Alasan penulis menggunakan metode PTK, karena metode ini merupakan suatu cara penelitian yang akar permasalahannya terjadi di dalam kelas dan bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran. Simpulan dalam penelitian ini adalah  hasil belajar siswa di kelas IX-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya yang semula rendah dapat meningkat dengan adanya penggunaan teknik KEM pada pembelajaran membaca cepat. Hal ini dapat terlihat dari hasil evaluasi yang diperoleh siswa pada siklus I dengan rata-rata sebesar 70 atau 70%, sedangkan pada siklus II sebesar 79 atau 79%. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pembelajaran Bahasa Sunda melalui teknik KEM  berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam membaca cepat.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TENTANG MATERI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA Rahadian Taufik
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.06 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data hasil pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran student facilitator and explaining tentang materi Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi negara  pada mata pelajaran PKn di Kelas VIII-A  SMP Negeri 14 Tasikmalaya.Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc.Taggart. Pertimbangan yang mendasari penelitian metode ini, karena langkah-langkah penelitian cukup sederhana, sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh peneliti. Simpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan hasil penelitian bahwa: Hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining tentang materi Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi negara pada Pembelajaran PKn di Kelas VIII-A SMP Negeri  14 Tasikmalaya pada setiap siklus diperoleh data bahwa pada tindakan pertama nilai rata-rata sebesar 71,7, pada tindakan kedua sebesar 79,4. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran PKn melalui model pembelajaran student facilitator and explaining, selain berpengaruh terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran, juga berpengaruh terhadap peningkatkan hasil belajar siswa tentang materi Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai ideologi negara  di kelas VIII-A SMP Negeri 14 Tasikmalaya.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG MATERI NYARITAKEUN (NEPIKEUN BEWARA/TALATAH) DENGAN PENGGUNAAN TEKNIK MERINGKAS ISI BACAAN PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN DI KELAS XI IPA-2 SMA NEGERI 10 TASIKMALAYA Wiwin Widaniawati
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.838 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.740

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data bahwa  ketika diberi pelajaran bahasa Sunda khususnya membaca terlihat 50% siswa tidak tertarik, acuh tak acuh, beberapa siswa selalu bercakap-cakap dengan teman sebangkunya, sebagian besar siswa gaduh, dan bacaan baru selesai dalam waktu yang cukup lama. Selain dari itu ketika guru mengajukan pertanyaan,  semua diam, sibuk membaca kembali teks, jawaban siswa tidak mencapai sasaran. Kemampuan membaca pemahaman tentang materi nyaritakeun (nepikeun bewara/talatah) siswa di SMA merupakan hal yang mendasar dan sangat diperlukan siswa dalam kegiatan belajarnya. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk memperoleh data tentang penggunaan teknik meringkas isi bacaan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman tentang materi nyaritakeun (nepikeun bewara/talatah) siswa di Kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Simpulan penelitian ini adalah: (1) pada siklus I  nilai rata-rata kemampuan pemahaman membaca siswa setelah penggunaan teknik meringkas isi bacaan di Kelas XI IPA-2 SMA Negeri 10 Tasikmalaya sebesar 75 atau 75%, (2) pada siklus II sebesar 81,6 atau 81,6%. Hal ini dapat diartikan bahwa pembelajaran Bahasa Sunda khususnya dalam membaca pemahaman tentang materi nyaritakeun (nepikeun bewara/talatah) melalui teknik meringkas isi bacaan sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam kemampuan pemahaman membaca siswa.
PENGGUNAAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGELOMPOKAN MACAM-MACAM TULANG PADA RANGKA MANUSIA (PTK DI KELAS VIII-K SMP NEGERI 1 RAJAPOLAH) Haryaman, Harid
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.414 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan  tes hasil belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Picture and Picture terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang melampaui KKM dibandingkan dengan pra tindakan.Proses pembelajaran pada siklus I  pertemuan ke-2 meningkat sebesar 22% menjadi 68% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 14% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengelompokkan macam-macam tulang pada rangka manusia pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 51% meningkat sebesar 25% menjadi 76% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula hasil belajar dan kemampuan siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.          Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 5% meningkat sebesar 58% menjadi 63% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula perentase ketuntasan klasikal pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar 10% menjadi 75% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.Pada umumnya siswa merespon dengan baik penggunaan model Picture and Picture. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-2 sebesar 50% meningkat sebesar 15% menjadi 65% pada siklus II pertemuan ke-1. Demikian pula aktivitas siswa pada siklus pada siklus II pertemuan ke-1 meningkat sebesar  6% menjadi 82% pada akhir siklus II pertemuan ke-2.
PENGGUNAAN MEDIA P0WER POINT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN (PTK DI KELAS VIII-G SMP NEGERI 14 KOTA TASIKMALAYA) Ismaspur, Iden
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.989 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.741

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media power point  dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada siswa dan observasi guru, tes hasil belajar dan pengisian angket hasil penelitian menunjukan bahwa proses belajar terjadi peningkatan rata ?rata skor 45 pada pra siklus  menjadi 51 pada siklus 1 atau meningkat 6 atau 9 %. Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 60 atau dengan kata lain meningkat 9 atau 15%. Penggunaan media power point juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa pada materi lingkaran, peningkatan rata-rata skor dari 57,62 pada pra tindakan menjadi 71,75 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 14,13 atau 32,5 %. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 78,46 atau dengan kata lain meningkat 6,71 atau 35%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan media power point . Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan media power point pada pertemuan dan siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 sebesar  76,37 meningkat sebesar 5,62 % menjadi 16,13 % pada siklus  2.
PENERAPAN BIMBINGAN TERSTRUKTUR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MELAKSANAKAN PTK (PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 TASIKMALAYA) Nahidah, Dadah
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.032 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.746

Abstract

Guru merupakan salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sesuai  tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Salah satu kompetensi profesional adalah meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kenyataannya masih banyak guru matematika SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya yang belum memahami pelaksanaan PTK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bimbingan terstruktur oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan PTK guru Matematika SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penemuan. Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan pada guru matematika SMP Negeri 2 Tasikmalaya. Dalam penelitian ini penulis berkolaborasi dengan seorang pengawas satuan pendidikan tersebut.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan bimbingan terstruktur dapat meningkatkan kemampuan guru-guru Matematika dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, hal ini terlihat dari indikator keberhasilan yang menunjukkan adanya peningkatan dari berhasil ke sangat berhasil untuk perumusan judul PTK dan dari kurang berhasil ke cukup berhasil untuk Laporan PTK. Implikasinya kepala sekolah diharapkan menggunakan metoda bimbingan terstruktur sebagai salah satu solusi ketika membimbing guru melaksanakan PTK dan terus mendorong dan memotivasi guru-guru untuk melaksanakan PTK baik dalam bentuk materi maupun non materi, waktu melakukan pembimbingan hendaknya dicari waktu yang luang dan pertemuan yang teratur supaya proses pembimbingan berjalan lebih baik, guru matematika perlu mengembangkan PTK untuk memperbaiki proses pembelajaran, tetapi perlu juga diperhatikan waktu supaya kegiatan pembelajaran tidak terbengkalai dan guru secara umum perlu terus-menerus membaca literatur baik dari buku-buku maupun internet.
PERANAN GOLONGAN BORJUIS DALAM REVOLUSI PERANCIS 1789 Sondarika, Wulan
Wahana Pendidikan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.498 KB) | DOI: 10.25157/wa.v4i2.742

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan golongan borjuis Perancis dalam Revolusi Perancis tahun 1789. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui studi literature atau studi kepustakaan yakni dengan mengumpulkan sumber-sumber yang sesuai.Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu pendidikan kesejarahan. Sehingga mahasiswa mendapat pemahaman yang lebih mendalam. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10