cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): Agustus" : 15 Documents clear
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI PADA MATERI MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT MAGNET Roswana, Wawan
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5731

Abstract

This study aims to improve students' science learning outcomes on the concept of identifying magnetic properties in class VI SDN 3 Cibunigeulis, Bungursari Tasikmalaya in the 2019/2020 school year. The method used in this research is the classroom action research method. This research was carried out in two cycles by applying the experimental learning method. The stages of this research consist of planning, implementation, observation, and reflection stages. This research was conducted from October to December 2019. The object of this research is 32 students. The results showed that the initial condition before the implementation of the action was the average score of 52.50 students with the proportion of completeness of 12.50%. In the first cycle the average value of the class is 72.97 with a percentage of completeness of 62.50%. In the second cycle the average value of the class is 84.38 with a percentage of completeness of 93.75%. In the second cycle, complete learning has been achieved with a KKM score of 75. The teacher's activities in the first cycle are categorized as good, with a percentage of 70.91%. In the second cycle the percentage increased to 92.73% with a very good category. The activity of students increased from the moderate category in the first cycle with a percentage of 67.5% increased to the very good category with a percentage of 92.5% in the second cycle. Based on the results of these studies, it can be said that the application of the experimental method can improve students' science learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik pada konsep mengidentifikasi sifat-sifat magnet di kelas VI SDN 3 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan menerapkan metode pembelajaran eksperimen. Tahapan penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2019. Objek penelitian ini peserta didik yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik 52,50 dengan persentase ketuntasan sebesar 12,50%. Pada siklus I nilai rata-rata kelas 72,97 dengan persentase ketuntasan sebesar 62,50%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas 84,38 dengan presentase ketuntasan sebesar 93,75%. Pada siklus II ini ketuntasan belajar telah tercapai dengan nilai KKM 75. Aktifitas guru pada siklus I berkategori baik, dengan persentase 70,91%. Pada siklus II persentasenya meningkat menjadi 92,73% dengan kategori sangat baik. Aktifitas peserta didik meningkat dari kategori cukup pada siklus I dengan persentase 67,5% meningkat menjadi kategori sangat baik dengan persentase 92,5% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik.
HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN TIPE TALKING STICK Nur Rizqi Arifin; Rizka Andhika Putra; Nina Herlina
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5600

Abstract

The low learning outcomes are motivated by various factors including the use of learning models by educators. Research objectives for; 1) The level of student learning outcomes in the initial and final measurements using the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model and the talking stick type cooperative learning model. 2) Differences in student learning outcomes in the final measurement between those using the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model and the talking stick type cooperative learning model. The research method used is the experimental method. The data analysis technique used is homogeneity test, N-Gain, and t-test. The results of the study: 1) There are differences in the level of student learning outcomes in the initial and final measurements using the numbered head together (NHT) cooperative learning model and the talking stick type cooperative learning model. 2) There is an increase in student learning outcomes using the talking stick type of cooperative learning model. With the N-Gain value, students' learning outcomes from pretest to posttest are in the low category. 3) There is an increase in student learning outcomes using the Numbered Head Together (NHT) learning model and those using the Talking Stick Cooperative Learning Model in the posttest measurement in the experimental class and control class.Rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya penggunaan model pembelajaran oleh pendidik. Tujuan penelitian untuk; 1) Tingkat hasil belajar peserta didik pada pengukuran awal dan akhir yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. 2) Perbedaan hasil belajar peserta didik pada pengukuran akhir antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji homogenitas, N-Gain, dan Uji-t. Hasil penelitian: 1) Terdapat perbedaan tingkat hasil belajar peserta didik pada pengukuran awal dan akhir yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) dan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. 2) Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. Dengan nilai N-Gain hasil belajar peserta didik dari pretest ke posttest termasuk kategori rendah. 3) Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick pada pengukuran posttest di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
PEMBELAJARAN EFEKTIF PADA MASA PANDEMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOMBINASI DARING DAN LURING MELALUI MEDIA INTERNET Siswanto, Ampera Huda Budi
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5828

Abstract

The purpose of this study was to describe effective learning through online/offline combination learning during the Covid-19 pandemic of student at VII grade class in SMP Negeri 1 Arjosari, Pacitan. This study uses a qualitative description approach, to discuss problems in the learning process. Methods of data collection in this study in the form of observation, interviews and documentation. The results show that online/offline combined learning is considered effective learning during this pandemic. In combined online/offline learning, students are more independent in learning with family support and maximize other learning resources. Factors supporting the implementation of Online/Offline Combination learning of student at VII grade class in SMP Negeri 1 Arjosari, Pacitan are learning media that use the internet such as cellphones, PCs, internet quotas, as well as good cooperation between teachers and parents. Furthermore, other inhibiting factors in this study are signal constraints and internet quotas, and parental support in accompanying their children due to busy work. Efforts made by the school and teachers in resolving these inhibiting factors by establishing good cooperation with parents related to the learning process, making it easier to collect assignments and being able to meet the teacher if they have difficulty with the ongoing material.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pembelajaran yang efektif melalui pembelajaran kombinasi Daring/Luring pada masa pandemi Covid-19 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Arjosari Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif, untuk membahas permasalahan dalam proses pembelajaran. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kombinasi daring/luring dinilai sebagai pembelajaran yang efektif dalam masa pandemi ini. Dalam pembelajaran kombinasi daring/luring siswa lebih mandiri dalam dalam belajar dengan dukungan keluarga dan memaksimalkan sumber belajar lainnya. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Kombinasi Daring/Luring siswa kelas VII SMP Negeri 1 Arjosari Kabupaten Pacitan adalah media pembelajaran yang menggunakan internet seperti handphone, PC, kuota internet, serta kerjasama yang baik antar guru dan pihak wali murid. Selanjutnya faktor penghambat lainnya pada penelitian ini adalah kendala sinyal dan kuota internet, dan dukungan orang tua dalam mendampingi anaknya karena kesibukan bekerja. Upaya yang dilakukan pihak sekolah maupun guru dalam menyelesaikan faktor penghambat tersebut dengan menjalin kerjasama yang baik dengan walimurid terkait proses pembelajaran, memberi kemudahan dalam mengumpulkan tugas serta dapat menemui guru jika mengalami kesulitan dengan materi yang sedang berlangsung.
KORELASI ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Irma Dwi Mulyani
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.4583

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan pengujian hipotesis, maka penulis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 8 Kota Tasikmalaya. Besar konstribusi yang diberikan oleh gaya belajar dan hasil belajar sebesar 12,3%. Koefisien korelasi sebesar 0,351, sehingga korelasi tergolong rendah.
ANALISIS KESALAHAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMK KELAS XI PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA Anggi Fitri Anggraeni; Yoni Sunaryo; Ai Tusi Fatimah
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.4670

Abstract

The research is aimed at discovering the mathematical concepts of 11 th grads high school students on a three dimensional subject. The study uses a qualitative approach with case study methods. The subject of the study is the 11 th student of the Bina Putera Nusantara Tasikmalaya High School Chemical Analysis that was taken by a class of 36 people. Data retrieval includes written tests and interviews. Data analysis of the subject is classified misconceptual on each question number based on its indicator aspect. Research shows that misconceptions occure on the subject involve theoretical, classified, and corelational misconceptions. While the causes of conceptual misconceptions include a lack of accuracy in writing answers as well as reading problems, poor initial knowledge and miscalculation, associative thinking, intuition and wrong reasoning, poor students abilites, and a lack students interest in the study of mathematics primarily in three dimensional matter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan pemahaman konsep matematis siswa SMK kelas XI pada pokok bahasan dimensi tiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Jurusan Kimia Analisis SMK Bina Putera Nusantara Tasikmalaya yang diambil satu kelas sebanyak 36 orang. Pengambilan data meliputi tes tertulis dan wawancara. Analisis data dari subjek tersebut diklasifikasikan miskonsepsinya pada setiap nomor soal berdasarkan aspek indikatornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang terjadi pada subjek meliputi miskonsepsi teoritikal, klasifikasional, dan korelasional. Sedangkan penyebab miskonsepsinya antara lain kurang teliti dalam menuliskan jawaban maupun dalam membaca soal, pengetahuan awal yang masih lemah dan salah, pemikiran asosiatif, intusi serta reasoning yang salah, kemampuan siswa yang masih rendah, dan rendahnya minat siswa dalam pembelajaran matematika terutama pada materi dimensi tiga.
PEMANFAATAN MUSEUM R.A.A ADIWIDJAJA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Persis Tarogong) Erik Bahtiar; Sri Pajriah; Aan Suryana
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5575

Abstract

Salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dengan baik adalah museum. Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan perkembangannya, tidak mencari keuntungan, terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan untuk tujuan tujuan studi, pendidikan, benda-benda pembuktian manusia dan lingkungannya. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: Untuk mengetahui pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah, kedua Untuk mengetahui kesulitan yang dihadapai guru dalam upaya pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah, ketiga Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru untuk menghadapi kesulitan-kesulitan dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan penelitian inii adalah deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah dapat memberikan pengaruh positif dan negatif. Selanjutnya Kesulitan guru dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja sebagai sumber belajar sejarah yaitu fasilitas dan biaya yang sulit di sediakan oleh sekolah, memerlukan waktu dan persiapan yang matang. Upaya menanggulangi kesulitan dalam pemanfaatan museum R.A.A Adiwidjaja memerlukan persiapan yang matang, waktu biaya serta fasilitas yang di perlukan.
PENGARUH LATIHAN ONE LEG GOOD MORNING TERHADAP STABILITAS TUNGKAI PADA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA PERMAINAN Nandi Abdul Hadi; Hendra Rustiawan; Risma Risma; Isna Daniyati Nursasih
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.4730

Abstract

This study aims to determine how much influence one leg good morning exercise has on increasing leg muscle stability in extracurricular games sports. By the research objectives above, the authors used a pre-experimental method with "The One-Group Pretest-Posttest Design." The population of this study was 25 male students of high school 3 Kabupaten Ciamis. The research instrument used to collect data was the star excursion balance test. Based on data analysis using SPSS series 22, data processing results were as follows: 1. One leg good morning exercise significantly affects increased leg muscles' stability in extracurricular sports games. 2. The initial test used a star excursion balance test that was normally distributed with a significant value of 0.201> 0.05. 3. The final test used a star excursion balance test that was normally distributed with a significant value of 0.070> 0.05. 4. There was an increase in the one leg good morning exercise group significantly with a significance value of 0.028 <0.05. In conclusion, one leg good morning exercise has a significant effect on increasing leg muscles' stability in extracurricular games sports.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan one leg good morning terhadap peningkatan stabilitas otot tungkai pada ekstrakurikuler olahraga permainan. Sesuai dengan tujuan penelitian di atas, maka penulis menggunakan metode eksperimen dengan “The One-Group Pretest-Posttest Design.” Populasi penelitian ini adalah siswa putra SMA Negeri 3 Kabupaten Ciamis yang berjumlah sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes star excursion balance test. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS serie 22, hasil pengolahan data adalah sebagai berikut : 1. Latihan one leg good morning berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan  stabilitas otot tungkai pada ekstrakurikuler olahraga permainan. 2. Tes awal menggunakan star excursion balance test berdistribusi normal dengan nilai Signifikan  0.201 > 0.05. 3. Tes akhir menggunakan star excursion balance test berdistribusi normal dengan nilai Signifikan  0.070 > 0.05. 4. Terdapat peningkatan kelompok latihan one leg good morning secara signifikan dengan nilai signifikansi 0.028 < 0.05. Kesimpulannya latihan one leg good morning berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan stabilitas otot tungkai pada ekstrakurikuler olahraga permainan.
PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI DI INDONESIA Hapipah, Mita
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5022

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia seakan-akan penuh dengan permasalahan, secara eksplisit hal ini terjadi dalam konteks sejarah: pada masa penjajahan, pendidikan Islam berbasis pesantren, dimana pada saat yang sama pemerintah kolonial juga memiliki misi yang sama yaitu mendirikan sekolah dakwah. Saat itu pesantren dan madrasah menjadi sasaran sasaran politik pemerintah kolonial Belanda, sebagai pusat perlawanan umat Islam. Namun setelah merdeka, pendidikan Islam banyak mengalami perubahan dengan mengadopsi berbagai sistem pendidikan, dengan memasukkan berbagai mata pelajaran yang bersumber dari non-Muslim. Pendidikan Islam di Indonesia memang menjadi dilema. Artinya di satu sisi tuntutan untuk meningkatkan mutu dan mutu agar dapat bersaing dengan institusi pendidikan umum, di sisi lain perhatian pemerintah terhadap institusi pendidikan Islam masih rendah bahkan ditempatkan bukan sebagai kelas utama tapi sebagai kelas dua. Penelitian ini menggunakan studi kasus sebagai desain penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis pustaka dan dokumentasi.
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KINERJA GURU DI MIN 2 KOTA BANDUNG DIMASA PANDEMI Alvin Yanuar Rahman; Anni Nashirrotul Ummah; Ratih Mulyasari
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.6089

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of information dan communication technology on yhe quality of learning and teacher performance in MIN 2 Bandung city. The method used is descriptive qualitative method, which is a method that describes an condition in the form of written and spoken words and the behavior of the observed subject. Collecting data through interviews and virtual observations. The sample used in this study amounted to 71 people consisting og theacher dan parents of grade VI students. The result of the study stated that this infromation and communication technology is the only means that becomes a liaison as well as can be a means if interaction between teachers and students. Learning is carried out through the Whatsapp application which is considered less effective because of the lack of interaction between teachers and students so that the quality of learning decreases. Many parents complain that distance learning (PJJ) is less effective in delivering material due to the limitations of communication tools that make childres less able to receiive lessons well. Therefore, it is hope that teachers can be more creative in using the available media actively and as much as possible by not forgetting the theme book or package as a learning resource. Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui pengaruh teknologi informasi dan komunikasi terhadap kualitas pembelajaran dan kinerja guru di MIN 2 Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif Kualitataif yaitu metode yang menggambarkan suatu kondisi yang berupa kata-kata tulisan maupun lisan dan perilaku dari subjek yang diamati. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi secara virtual. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 71 orang yang terdiri atas guru dan orang tua siswa kelas VI . Hasil penelitian menyatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi ini merupakan sarana satu-satunya yang menjadi penghubung sekaligus dapat menjadi alat interaksi antara guru dan siswa. Pembelajaran dilaksanakan melalui Aplikasi Whatsapp yang dinilai kurang efektif karena kurangnya interaksi antara guru dengan siswa sehingga kualitas pembelajaran pun menurun. Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kurang efektif dalam penyampaian materi di sebabkan oleh keterbatasan alat komunikasi yang membuat anak kurang mampu menerima pelajaran dengan baik. Oleh karena itu diharapkan guru dapat lebih kreatif dalam menggunakan media yang tersedia secara aktif dan semaksimal mungkin dengan tidak melupakan buku tema atau paket sebagai sumber pembelajaran.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU TERHADAP MUTU PROSES PEMBELAJARAN (STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN CIKONENG, CIAMIS) Desi Nurani
Wahana Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/wa.v8i2.5700

Abstract

The study aims to analyze the influence of headmaster academic supervision towards teacher profesionalism and its relation to learning process quality at elementary schools in Indonesia. The study assumes that headmaster academic supervision gives effects on teacher professionalism and that kind of well-supervised teacher professional best practices will consequently affect learning process quality. The method used in this study is descriptive method with a quantitative approach. Totally taken 30 elementary school headmasters and elementary school teachers randomly selected in this case study were 155 people. Questionnaires and interviews were intended to investigate the subjects’ points of views about academic supervision and teacher professionalism and its relation to learning process quality. Descriptive analysis uses a Weighted Means Scored and hypothesis analysis using SPSS. Professional indicators as reflected in teaching documents such lesson plans help the study figure out their real teacher competence. Quantitative analysis using SPSS indicated that the school principal's academic supervision had a positive and significant influence on the ability of professional teachers with a low category, and the teacher's professional ability had a positive and significant influence on the learning process with a low category. The study recommend that the teachers increase their professionalism in teaching specifically in enhancing interaction with students. Further study should focus on how principals follow up their supervision results to increase teaching process quality. Keywords:   Headmaster Academic Supervision, Learning Process Quality, Teacher Profesionalism

Page 1 of 2 | Total Record : 15