Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018"
:
20 Documents
clear
IMPLEMENTASI MODEL MANAJEMEN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK MENYIAPKAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MEMASUKI DUNIA KERJA
Rejokirono, Rejokirono
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.167 KB)
Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan intelektual. Hambatan intelektualnya memberikan tuntutan agar pendidikan bagi mereka ditekankan pada pengembangan potensi keterampilan vokasionalnya agar bisa mandiri. Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 47 Tahun 2010 SLB memiliki 8 tugas pokok dan fungsi di antaranya adalah penyelenggaraan latihan kerja bagi anak didik berkebutuhan khusus dalam persiapan memasuki dunia kerja. Seharusnya anak tunagrahita lulusan SLB memiliki keterampilan dan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Namun kenyataan mereka masih menganggur belum diberdayakan di masyarakat. Salah satu penyebabnya karena belum optimalnya pembelajaran keterampilan. Sekolah belum banyak melibatkan pihak orangtua dan pengusaha dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, serta masih minimnya kegiatan magang kerja bagi siswa SMALB. Melalui implementasi model manajemen dengan spesifikasi pengelompokan rombongan belajar berdasarkan jurusan keterampilan; materi keterampilan vokasional berdasarkan analisis kurikulum dari pusat dan disesuaikan dengan masukan/kebutuhan pelaku DUDI; pendekatan proses pembelajaran tematik fungsional dengan tema-tema keterampilan; pelaksanaan PKL dan magang kerja; pelaksanaan kerjasama dengan pelaku Dunia Usaha dan Dunia Industri. Hasil implementasi bahwa telah terlaksana pengelompokan rombongan belajar berdasarkan jurusan keterampilan; materi keterampilan telah disesuaikan dengan masukan atau kebutuhan pelaku DUDI; menggunakan pendekatan tematik dengan tema-tema keterampilan; pelaksanaan PKL dan magang kerja; serta terlaksana kerjasama dengan pelaku DUDI, yang berdampak pada meningkatnya kesiapan anak memasuki dunia kerja dan bertambahnya jumlah anak yang dapat bekerja. Kepada SLB yang ada menyelenggarakan pendidikan bagi anak tunagrahita disarankan untuk secara bertahap dapat menerapkan model manajemen pembelajaran keterampilan untuk menyiapkan anak tunagrahita ringan memasuki dunia kerja ini.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI
Ismiyati, Tri
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.42 KB)
Penelitian tindakan ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi peserta didik kelas XI IPS2 SMA N 1 Godean. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, catatan lapangan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah menggunakan media video mampu meningkatkan aktivitas belajar dari skor rerata 70,7% pada siklus I menjadi 77,6% pada siklus II. Prestasi belajar ekonomi meningkat dari 70% mencapai KKM pada siklus I menjadi 83% pada siklus II. Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah menggunakan media video terbukti meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar ekonomi peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Godean.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEFAPRENEUR UNTUK MEMBANGUN MINAT DAN KEBERANIAN SISWA BERWIRAUSAHA
Widiastuti , Sussi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.973 KB)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk menghasilkan outcome yang kompeten. Selain itu lulusan SMK diharapkan juga mempunyai jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha tidak bisa dibentuk dengan sekedar ilmu Kewirausahaan. Model pembelajaran Tefapreneur adalah suatu model pembelajaran ber-setting factory dan memfasilitasi terbangunnya jiwa wirausaha siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (pra) yang bertujuan untuk membuktikan peran model pembelajaran Tefapreneur untuk membangun minat dan keberanian berwirausaha. Terjadi peningkatan profil wirausaha dengan kategori “luar biasa†sebesar 35,7%. Keterampilan yang dapat dilatihkan melalui model pembelajaran Tefapreneur adalah keterampilan kinerja (vocational skill) dan keterampilan berkomunikasi (soft skill). Kompetensi yang dapat dilatihkan adalah mengelola orang lain, memuaskan pelanggan, dan keuangan. Karakter wirausaha yang dapat dibangun adalah mempunyai visi dan tujuan yang jelas, bersedia mengambil risiko, berencana dan terorganisir, berkomunikasi dengan pelanggan, dan mengembangkan hubungan baik dengan pelanggan.
PENGEMBANGAN DAN EFEKTIFITAS BAHAN AJAR LAJU REAKSI DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK SMA
Purwaningtyas , Diah
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.369 KB)
Tujuan penelitian pengembangan adalah menghasilkan bahan ajar materi laju reaksi dengan pendekatan Inkuiri Terbimbing yang layak dan efektif diterapkan pada pembelajaran kimia serta mengetahui persepsi peserta didik terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Metode pengembangan bahan ajar menggunakan model 4D dari Thiagarajan dkk (1974), tetapi tanpa tahap keempat. Hasil penilaian para ahli menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan sangat layak pada aspek isi dan media serta layak pada aspek keterbacaan. Pada uji efektivitas menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dibanding bahan ajar lain. Secara umum peserta didik memberikan respons positif terhadap bahan ajar hasil pengembangan.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI MELALUI METODE FIELD TRIP: STUDI KASUS HUMA BETANG TUMBANG GAGU SEBAGAI KATALISATOR NASIONALISME SISWA
Marbun , Renny Veronika
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1214.15 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter melalui metode field trip mata pelajaran Antropologi pada studi kasus Huma Betang Tumbang Gagu. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan teknik pengambilan sampel penelitian yaitu purposive sampling. Kegiatan field trip ke Huma Betang Tumbang Gagu dapat menjadi katalisator nasionalisme siswa seperti sikap toleransi, gotong royong maupun musyawarah dalam pengambilan keputusan bersama. Implementasi falsafah-falsafah yang didapatkan dalam penelitian ini dapat menjadi fondasi siswa dalam berkembang menjadi warga negara Indonesia yang menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai Pancasila.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) MELALUI KONSEP SATU BUKU SATU SISWA (SABU SASIS) PADA ERA GENERASI MILENIAL
Mindarti , Susi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.014 KB)
Tulisan ini menyajikan sebuah pemikiran yang bertujuan untuk memberikan ide atau gagasan dalam penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui konsep “Satu Buku Satu Siswa (SABU SASIS)“ pada era generasi milenial. Konsep ini merupakan suatu pemikiran yang dapat dikembangkan serta diaplikasikan di sekolah terutama pada tingkatan SMK. Penerapan konsep ini dapat diawali dengan melakukan budaya membaca pada seluruh elemen di sekolah terutama siswa. Setelah membaca, guru dan siswa didorong untuk memiliki budaya menulis untuk menghasilkan satu buku dari satu siswa maupun guru. Konsep ini dapat diterapkan dengan baik apabila terdapat sinergi yang kuat dilakukan di lingkungan sekolah.
PENERAPAN PENDEKATAN KI HAJAR DEWANTARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KALOR SISWAKELAS X2 SMA NEGERI 2 BAUBAU
Salamah, Ummi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.227 KB)
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa materi kalor melalui penerapan pendekatan Ki Hajar Dewantara. Subyek penelitian adalah siswa kelas X2 tahun akademik 2014/2015 SMA Negeri 2 Baubau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Ki Hajar Dewantara dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X2 SMA Negeri 2 Baubau pada materi kalor. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 0% (sebelum tindakan) menjadi 60,6% (siklus I) 72,7% (siklus II) 84,8% (siklus III). Rerata nilai siswa meningkat dari 58,45 (sebelum tindakan) menjadi 79,37 (siklus I), 82,59 (siklus II) dan 83,23 (siklus III).
PENERAPAN MEDIA WIRECAST PADA KONSEP LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 PROBOLINGGO
Ningsih , Nurhayati
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (466.286 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa pada konsep listrik dinamis dan mendeskripsikan respons siswa terhadap pembelajaran melalui media Wirecast di SMA Negeri 2 Probolinggo. Desain penelitian ini mengadaptasi dari Kemmis dan Taggart. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Wirecast dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, dan respon siswa terhadap penerapan media Wirecast sangat setuju. Persentase prestasi belajar Siswa pada siklus I adalah 62,96 %, siklus II adalah 81,48 % dan siklus III adalah 96,29 %. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan media wirecast dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan respons siswa sangat positif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN APPLET GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR TRIGONOMETRI
Wulandari , Ika
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.339 KB)
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembelajaran trigonometri model kooperatif dengan menggunakan eksplorasi applet GeoGebra dapat meningkatkan pemahaman konsep dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Mesin SMK N 2 Wonosari sebanyak 32 siswa. Data pemahaman konsep dan hasil belajar diambil dengan tes dan wawancara. Data hasil tes dan wawancara diolah serta disajikan secara deskriptif. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah: (1) Adanya peningkatan pemahaman konsep, (2) Adanya peningkatan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes yaitu sekurang-kurangnya 80% siswa dapat memperoleh nilai di atas batas ketuntasan minimal (78). Hasil penelitian menunjukkan, setelah melewati proses pembelajaran 2 siklus yang didalaminya dilaksanakan refleksi, terlihat adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar. Terlihat dari proses awal sampai siklus terakhir, kedua indikator kinerja tercapai. Jadi kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran trigonometri dengan model kooperatif berbantuan applet GeoGebra tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas XI Mesin SMK N 2 Wonosari Kabupaten Gunungkidul Tahun Pelajaran 2014/2015.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DAN KARAKTER MANDIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KUMIMA BERBANTUAN SCHOOLOGY PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI
Sriyatun, Siti
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 1 No. 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.42 KB)
Penelitian tindakan kelas ini adalah bertujuan untuk meningkatkan literasi matematika dan karakter mandiri siswa melalui pembelajaran kumima berbantuan schoology pada materi transformasi geometri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non-tes. Rata-rata kemampuan literasi matematika pada kondisi awal, siklus 1, dan 2 masing-masing 58,48 dengan ketuntasan 19%, 71,71 dengan ketuntasan 23%, dan 79,23 dengan ketuntasan 71%. Karakter mandiri siswa pada kondisi awal, siklus 1, dan 2 masing-masing mencapai 66%, 70%, dan 77%. Disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kumima berbantuan schoology dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika dan karakter mandiri siswa pada materi transformasi geometri bagi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Rembang tahun pelajaran 2016/2017.