Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020"
:
14 Documents
clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI METODE PASANGAN TERSTUKTUR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Verly, Anita
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketidakberanian siswa tampil di depan kelas salah satunya disebabkan oleh guru menyuruh siswa tampil secara individu sehingga siswa kadang takut atau grogi. Mayoritas siswa yang dalam keseharian berkomunikasi dengan bahasa Jawa menyebabkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia mereka masih rendah, bahasa yang digunakan masih kurang baik dan benar sehingga siswa merasa pesimis, takut salah, takut ditertawakan sewaktu tampil di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa berbicara pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian ini adalah (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi, (4) Analisis dan Refleksi. Hasil penelitian penggunaan metode pasangan terstruktur ini dapat meningkatkan kualitas keterampilan berbicara pada siswa, hal ini terbukti dengan meningkatnya kualitas proses pembelajaran dan hasil ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 56,25% atau sebanyak 18 siswa, pada siklus II sebesar 71,87% atau sebanyak 23 siswa dan pada siklus III sebesar 87,50% atau sebanyak 28 siswa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SKI DALAM MEMAHAMI TOKOH ILMUAN MUSLIM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH DI MTs NEGERI 1 JEPARA
ZM, Nasikhun
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam memahami tokoh ilmuan muslim pada masa Abbasiyah, ini dikarenakan guru yang masih menggunakan pembelajaran konvensional. Dari observasi awal, hasil belajar siswa sebanyak 48 % belum tuntas dan 52 % sudah tuntas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah-langkah model Make a Match agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A MTs Negeri 1 Jepara dengan jumlah 29 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus, setiap siklusnya tiga kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan model Make a Match menunjukkan peningkatan hasil belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotor setiap siklusnya. Pada hasil belajar di Siklus I, aspek afektif memperoleh skor 187 ketuntasan belajar klasikal dengan kriteria sedang. Pada aspek psikomotor pada siklus 1 diperoleh jumlah skor 205 dengan kriteria tinggi. Pada aspek kognitif, siswa yang tuntas ada 26 siswa dan yang belum tuntas 3 siswa. Sedangkan di Siklus II, hasil belajar aspek afektif ada 24 siswa dalam kategori baik atau 83 % dan 5 siswa kategori cukup baik atau 17%. Pada hasil belajar aspek aktivitas, diperoleh jumlah skor 231 dengan kriteria sangat tinggi. Langkah-langkah penggunaan model pembelajaran Make a Math dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN MUTLAK
Verdiyanti, Santi
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Belajar dapat di bentuk dan di kembangkan melalui pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap. Mata pelajaran matematika di SMA bertujuan agar siswa mampu menguasai konsep dan mengaitkan matematika dengan menggunakan metode ilmiah yang dilandasi sikap ilmiah untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Model inquiry learning diartikan sebagai pencari kebenaran, informasi atau pengetahuan, penelitian, investigasi di pilih untuk memecahkan masalah yang di hadapi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Cirebon dengan jumlah 36 siswa. Hasil dari observasi awal diketahui bahwa hasil belajar matematika yang dicapai siswa dalam ulangan harian belum mencapai tuntas belajar. Dengan menggunakan model inquiry learning dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif, psikomotorik, dan dapat meningkatkan kreativitas guru untuk membuat model-model pembelajaran.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI KEGIATAN WORKSHOP
Nurwati, Ita
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar. Sebagai bagian dari langkah pengembangan Kurikulum yang mengharuskan pendidik dan satuan pendidikan dengan analisis dan memperhatikan mekanisme, yaitu prinsip dan langkah-langkah penetapan. Kenyataan di lapangan guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan. Oleh karena itu, perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman. Oleh karena itu, peneliti melakukan Workshop dalam membuat kriteria. Melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan kriteria. Terjadi peningkatan kesiapan peserta dan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan kriteria melalui pembinaan berupa Workshop yang mengkhususkan pada ruang lingkup pengawasan peneliti, yang ada pada lampiran (terlampir) dari siklus I ke siklus II dan mencapai target minimal kriteria yang telah ditetapkan yaitu 85 %. Artinya 85 % guru telah efektif dalam menetapkan kriteria. Hal ini dapat disimpulkan bahwa, melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LAY UP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA
-, Murtalib
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya keterampilan lay up shoot dalam permainan bola basket menjadi permasalahan untuk tercapainya ketuntasan belajar PJOK. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan melakukan teknik lay up shoot dalam permainan bola basket melalui pemanfaatan media pembelajaran audio visual pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan dan setiap pertemuan 80 menit. Subjek yang diteliti yaitu siswa kelas VIII-E SMP Negeri 145 Jakarta yang berjumlah 24 siswa. Pengamatan dilakukan terhadap proses pembelajaran oleh guru kolaborator dengan menggunakan tabel observasi, angket dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penelitian tindakan kelas pada dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Dari hasil analisis yang diperoleh terjadi peningkatan dari siklus I dan siklus II. hasil belajar lay up shoot pada siklus I dalam kategori tuntas adalah 66,66 % jumlah siswa yang tuntas adalah 16 siswa. Pada siklus II terjadi peningkatan persentase hasil belajar lay up shoot siswa dalam kategori tuntas sebesar 100 %.
PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI KECAMATAN DEMAK
Rachmawati, Wuwuk
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah pada guru SMP Negeri Kecamatan Demak hanya bersifat administratif saja dan hanya dilaksanakan sekali dalam satu tahun ajaran, di satu sisi tingkat kompetensi pedagogik guru masih rendah sehingga mereka tidak mampu memberdayakan alat peraga dan menggunakan metode yang bervariasi dalam melaksanakan tugas mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlational study atau descriptive associational study yaitu untuk meneliti hubungan antara dua hal, dua variabel atau lebih. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian terdapat pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap kinerja guru, hal ini berdasarkan nilai konstanta sebesar 31.273, sehingga persamaan garis regresinya adalah Ŷ = 31.273+0.338X1+0.512X2. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik supervisi akademik kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru maka kinerja guru akan meningkat. Nilai F-hitung 109.495 > F-tabel 3.05 atau nilai sig 0.00<0.05. Adapun besar pengaruh supervisi akademik kepala sekolah (X1) dan kompetensi pedagogik guru (X2) sebesar 58.2% dan sisanya sebesar 41.8% dipengaruhi oleh faktor lain. Manfaat penelitian bagi SMP Negeri Kecamatan Demak untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan pola-pola peningkatan kinerja guru.
PENGEMBANGAN MUTU LAYANAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
Ernawati, Sindung
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji tentang upaya efektivitas kepemimpinan guru dalam meningkatkan mutu pelayanan di sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan efektivitas kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pelayanan Jakarta Selatan dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskripsi dengan pendekatan action research. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Teknik analisis data mengunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa efektivitas kepemimpinan tergolong sangat tinggi. Secara umum, guru di memiliki dimensi sikap untuk menumbuhkan kepuasan dan rasa percaya pada pelanggan yang tergolong sangat baik dengan rincian sangat tinggi besarnya 56,7%, yang tergolong memiliki dimensi sikap untuk menumbuhkan kepuasan dan rasa percaya pada pelanggan besarnya 43,3% dapat disimpulkan bahwa memiliki dimensi sikap untuk menumbuhkan kepuasan dan rasa. maka diharapkan dapat meningkatkan persepsi kualitas pelayanan di sekolah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING DENGAN SCAFFOLDING
-, Supnan
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurangnya aktivitas belajar siswa di dalam kelas dikarenakan penggunaan Pendekatan mengajar guru yang tidak sesuai atau kurang tepat sehingga siswa tidak dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan fakta hasil dialog awal dengan guru dan observasi di SMK Negeri 4 Jayapura, menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika dikelas masih belum optimal sehingga hasil belajar yang dicapai siswa juga belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika Persamaan dan Pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel. Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian ini adalah (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Hasil penelitian pembelajaran dengan menggunakan pendekatan double loop problem solving dengan scaffolding dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan pencapaian persentase aktivitas peserta didik dan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa setiap siklusnya. Hasil peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya, yaitu: pada siklus I sebesar 50%, siklus II sebesar 73% dan siklus III sebesar 100%. Manfaat penelitian ini bagi siswa dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam belajar sehingga hasil belajar pada mata pelajaran matematika meningkat, selain itu bagi guru diharapkan dapat menambah literatur guru dalam penggunaan pendekatan, media dan strategi pembelajaran untuk memperoleh hasil belajar yang optimal.
PEMBINAAN MANAJERIAL PADA ASPEK ADMINISTRASI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
Astutiningtyas, Nunuk
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mengelola sekolah merupakan faktor kunci keberhasilan sebuah sekolah dengan cara meningkatkan kinerja guru, karena menurut penulis kemampuan guru dalam mengadministrasi pembelajaran masih rendah, jadi penelitian ini berfokuskan pada kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Tujuan pada penelitian ini adalah 1) penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan disiplin ilmu administrasi pendidikan khususnya mengenai manajemen guru, 2) Bagi dunia pendidikan umumnya hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan sebagai masukan bagi peningkatan kualitas siswa di Sekolah Menengah, dan Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi Guru-guru dalam meningkatkan kinerjanya. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif. Teknik Analisis data pada penelitian ini dengan cara observasi dan evaluasi. Sumber data pada penelitian ini sumber primer yang berasal dari subjek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi. Hasil penelitian ini adalah Hasil Pembinaan Manajerial Administrasi Sekolah oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja Guru termasuk dalam kategori sangat baik. Simpulan pada penelitian ini Kinerja Guru dalam mengajarpun juga termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini dilihat pada hasil perhitungan dengan menggunakan Weighted Means Score (WMS) menunjukkan nilai rata-rata Baik. Artinya, kinerja yang ditunjukkan oleh para guru melalui Pembinaan Manajerial oleh Kepala Sekolah sangat baik..
PENERAPAN PEMBELAJARAN OUTDOOR ACTIVITIES DALAM MATERI CAHAYA DAN SIFAT-SIFATNYA
Pujiarini, Nadzif
Didaktikum Vol 20, No 3 (2020): September - Desember 2020
Publisher : Didaktikum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan evaluasi melalui tes dan observasi Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara melakukan persentase untuk data kuantitatif seperti hasil belajar, dan melakukan deskriptif untuk data kualitatif seperti hasil observasi. Penelitian ini dilaksanakan pada dua siklus dengan dua pertemuan pada masing-masing siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran outdoor acitivites dalam pembelajaran IPA berhasil. Hal ini dibuktikan dengan sebelum dilaksanakan tindakan, jumlah perbandingan antara siswa yang belum tuntas adalah sebesar 66.67% atau 20 siswa dari 30 siswa; sedangkan 10 siswa yang tuntas yaitu sebesar 33.33%. Pada siklus II meningkat menjadi 93.33 % dari 28 siswa. Jadi dalam proses belajar mengajar selama ini banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPA yang abstrak, sehingga siswa menjadi mudah mengantuk dalam kelas, nilai IPA siswa menjadi rendah. Sebagai guru selalu akan menggali permasalahan yang terjadi selama ini pada kesulitan siswa dalam menerima dan memahami konsep-konsep IPA. Dari hasil penelitian maka siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk rasa cinta lingkungan. Disamping itu guru disarankan untuk memperhatikan karakteristik siswa. Secara mandiri dapat memanfaatkan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.