cover
Contact Name
Chandra Wahyu Purnomo
Contact Email
chandra.purnomo@ugm.ac.id
Phone
+6281227924503
Journal Mail Official
agrinova.piat@ugm.ac.id
Editorial Address
Pusat Inovasi Agroteknologi Unversitas Gadjah Mada Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta 55573, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrotechnology Innovation (Agrinova)
ISSN : -     EISSN : 26861747     DOI : 10.22146
Agrotechnology Innovation (Agrinova) ISSN: 2686-1747 is a scientific journal that publishes articles in agricultural field which focus on input and output innovations such as planting materials, fertilizer, bio-pesticide, water management, devices and energy and even post harvest sectors. Innovation will be done also for social capital in term of community institution and business management. Such innovations render agricultural production more efficient and profitable. Agrinova publishes two times a year (December and June). This journal is published by Center for Agrotechnology Innovation, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Pengujian Cocopeat dan Limbah Media Jamur (Baglog) sebagai Media Pembibitan untuk Meningkatkan Mutu Bibit Tiga Klon Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze Irfanty Mufidah; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Agrotechnology Innovation (Agrinova) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Agrotechnology Innovation Center, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.699 KB) | DOI: 10.22146/agrinova.49074

Abstract

Produksi teh menempati peringkat kedua pada sektor pertanian untuk nilai ekspor non migas sehingga teh memiliki peranan cukup penting bagi perekonomian negara. Salah satu faktor penting dalam budidaya teh adalah mutu bibit teh. Pembibitan teh dengan metode stek banyak digunakan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar dengan mutu baik. Pembibitan teh banyak menggunakan media yang terdiri dari topsoil dan subsoil. Penggunaan topsoil dan subsoil berlebihan akan menyebabkan ketersediaannya terbatas sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Cocopeat dan limbah media jamur (baglog) merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai campuran media pembibitan. Penelitian ini bertujuan menguji penggunaan cocopeat dan baglog sebagai campuran media pembibitan teh dan mengenali komposisi yang optimal untuk media pembibitan. Penelitian ini menggunakan Rancangan perlakuan Faktorial 3 x3  yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: GMB 3, GMB 7, dan GMB 9 ; dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah+cocopeat (1:2), tanah+baglog (1:2) dan pembanding yang terdiri dari topsoil dan subsoil (1:3). Data yang diperoleh diuji dengan analisis varian. Apabila pada analisis varian perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka dilajutnya perbandingan rerata dengan uji beda nyata jujur (HSD/tukey) dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanah+cocopeat dan media tanah+baglog belum memperbaiki mutu bibit teh.
Morfologi dan Kandungan Kolkisin Biji Gloriosa Superba yang Diperoleh dari Pantai Krakal, Gunung Kidul Sri Indah Rahmawati; Yuli Widyastuti; Ahmad Yunus
Agrotechnology Innovation (Agrinova) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Agrotechnology Innovation Center, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.398 KB) | DOI: 10.22146/agrinova.49076

Abstract

Gloriosa superba merupakan herba merambat yang mempunyai nama lokal Kembang Sungsang. G. superba berkembangbiak secara liar di daerah Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Herba ini bermanfaat sebagai pengobatan tradisional dan pemuliaan tanaman. Populasi tanaman ini sangat melimpah di sekitar Pantai Krakal dan tidak diketahui manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui morfologi secara umum G. superba dan mengetahui kadar kolkisin yang terkandung dalam biji G. superba. Pengambilan contoh G. superba dilaksanakan bulan November 2016 di Pantai Krakal dengan mengambil seluruh bagian tanaman untuk pengamatan morfologi tanaman. Analisis kadar kolkisin yang terkandung dalam biji G. superba menggunakan metode KLT-Densitometri. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa morfologi tanaman ini terdiri dari bunga yang berwarna merah dan kuning, daun berwarna hijau meruncing, biji yang dibungkus oleh buah kapsul, umbi berwarna putih dan batang yang merambat panjang hingga ±5 m. Kadar kolkisin yang terkandung dalam ekstrak air biji G. superba sebesar 12,84 µg/µl (± 2,88).
The Growth of Tiwai (Eleutherine Americana L. Merr.) Under Different Forest Tree Stands in Agroforestry System Noordiana Herry Purwanti; Taryono Taryono
Agrotechnology Innovation (Agrinova) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Agrotechnology Innovation Center, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.163 KB) | DOI: 10.22146/agrinova.49078

Abstract

Agroforestry is a method and system of land management involving the simultaneous cultivation of farm crops and trees Land use under forest stands in the community has not been optimal. This research aims to study the growth, yield and qualitatively secondary metabolite content and find the best microclimate based on stand of different forest trees of  Tiwai (Eleutherine americana L. Merr.). The research was carried out at research field of Agrotechnology Innovation Centre at Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta and laboratory of agriculture production, Institute of Agriculture “INTAN” Yogyakarta. Treatments are  combinations of forest tree stand i.e. gaharu, teak, mahogany, and control, and plant spacing factors i.e. 25 x 20 cm and 20 x 20 cm, and arranged in split block design with 3 replications.  Plant height, leaf numbers, bulb weight and productivity were observed and analyzed statistically using analysis of variance approach. The treatment effects are studied by mean comparisons using Duncan Multiple Range Test  with α = 5%. Qualitative data such as flavonoid content were descriptively analyzed. The result showed that there are statistically different growth and yield of Tiwai grown under forest tree stands. Tiwai which was grown under teak and gaharu with density 20 x 20 cm yielded similar productivity with control which is 271 – 331 g/m2 and equal to 578 – 883 kg boulbs/ha. There is different brewed colors from dark red to deep purplish Red. Types of tiwai secondary metabolite were dependent upon tree stands.  At control, and under mahogany and gaharu, more apigenin was observed, whereas  kaempferol and lutenoid were found under teak and gaharu. The tiwai cultivation under tree stands probably provided benefit with the 1.5 B/C ratio in the agroforestry system.
Pengaruh Dosis Pupuk Urea dan Umur Panen terhadap Hasil Hijauan Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) Dian Astuti; Bambang Suhartanto; Nafiatul Umami; Ali Agus
Agrotechnology Innovation (Agrinova) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Agrotechnology Innovation Center, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.355 KB) | DOI: 10.22146/agrinova.49134

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan produktivitas tanaman sorgum yang ditanam dengan umur panen dan dosis pemupukan urea yang berbeda. Penelitian dilakukan di lahan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM selama 6 bulan, dengan desain RPPT (split split plot design) dengan menggunakan 3 faktor yaitu varietas (V) sebagai petak utama terdiri dari dua varietas yaitu V1 = Varietas Numbu dan V2 = Varietas BMR. Umur panen (U) sebagai anak petak terdiri dari 3 umur panen yaitu 50 hari (U1), 60 hari (U2) dan 70 hari (U3). Aras pupuk urea sebagai anak anak petak terdiri dari 3 aras yaitu 0 (P1), 100 (P2) dan 200 kg/ha (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen (U) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, hasil segar, hasil bahan kering dan hasil bahan organik. Dosis pemupukan urea berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, hasil segar, bahan kering dan hasil bahan organik  Perlakuan umur panen 70 hari dengan pemupukan Urea 200 kg/ha (U3P3) menunjukkan nilai tertinggi pada semua variabel.
Business Model among Home Industries in Kulon Progo Pinjung Nawang Sari; Jumeri Jumeri; Filigon Adiguna Puspoyudo
Agrotechnology Innovation (Agrinova) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Agrotechnology Innovation Center, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.778 KB) | DOI: 10.22146/agrinova.49197

Abstract

Business model is a system of resources and activities, which create a value that is useful to the customer and the sale of this value makes money for the company. The purpose of the analysis of business models is to deepen and broaden the knowledge about basic components of a business model. The Business Model Canvas (BMC) is a tool that provides a clear view of what the company needs to achieve and focuses on the strategic elements that matter most and will have the greatest impact to the business. This paper discuss about BMC among home industries in Kulon Progo Regency, based on their products: “pong” tofu, white tofu, traditional snacks, various kind of “peyek”, dan various kind of tempeh (soybean, “gembus”, and “benguk”). These five home industries compared among the nine building blocks in the BMC: customer segments, customer relationships, distribution channels, value proposition, key resources, key activities, partners, cost structure and revenue streams. BMC helps the home industries in creating their business models based on nine building blocks. Discussion among these home industries in Kulon Progo Regency was being conducted in order to help the entrepreneurs to use these models in the right way‚ and successfully plan their future business.

Page 1 of 1 | Total Record : 5