cover
Contact Name
Susanto Dwiraharjo
Contact Email
jurnalgraciadeo@gmail.com
Phone
+6282310002924
Journal Mail Official
jurnalgraciadeo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO
ISSN : 26556871     EISSN : 26556863     DOI : 10.46929
Jurnal Teologi Gracia Deo merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2655-6863 (online), ISSN: 2655-6871(print), diterbitkan dan dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta. Focus dan Scope dalam Jurnal ini adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019" : 5 Documents clear
Interpretasi Jemaat Gereja Baptis Indonesia Rosypinna tentang Ibadah Bernuansa Politis Altobeli Lobodally; Satya Candrasari
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.858 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i1.28

Abstract

Political contestation has attracted so many people. It is including president election that will be facing by the Indonesian at the 2019. That moment has been interpreted to by the congregation of Rosypinna Church Kelapa Gading, North Jakarta. Because heard the political message is also heard in the worship. So, this researchs aim to know how the Rosypinna Church Conggregation interpret the political worship. This research is using the encoding-decoding theory, with qualitative research and the audience analysis reception as the method. This research is using indepht interview to get the results. Researcher found that the third informan can be classified in the third different potition. The dominat-hegemonic, the opotition and the last one is negotiation. Three of them are using their frame of reference and their field of experience to interpretate the message. Abstrak Kontestasi politik senantiasa menghasilkan sejumlah respon dari khalyaknya. Tak terkecuali juga mengenai pemilihan presiden yang akan dihadapi Bangsa Indonesia pada tahun 2019 mendatang. Respon tersebut juga diinterpretasi secara aktif oleh publik termasuk oleh jemaat gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interpretasi jemaat Gereja Baptis Indonesia Rosypinna Kelapa Gading Jakarta Utara. Jemaat tersebut dipilih, mengingat kealfaan seorang gembala sidang yang seharusnya dapat memberikan penjelasan yang tepat mengenai apa yang disampaikan pada mimbar agama. Penelitian ini menggunakan teori encoding-decoding, dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis resepsi khalyak. Melalui penelitian ini, peneliti menemukan bahwa ketiga informan yang dipilih dapat dipetakan ke dalam tiga posisi khalayak yang berbeda. Informan pertama digolongkan ke dalam posisi negosiasi, kedua digolongkan kepada dominan-hegemoni, sedangkan informan terakhir ke dalam oposisi. Ketiganya menggunakan
Kredibilitas Penulis Injil Markus dalam Kajian Jurnalistik Sujud Swastoko
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.059 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i1.30

Abstract

Gospel preaching through mass media is the delivery of the truth of God's word that cannot be done carelessly. Writing must be based on truth and made by people who have good credibility. The purpose of writing this article is to explore the credibility of the writer of the Gospel of Mark from journalistic studies, so that it can be a guide for Christian writers who proclaim the Gospel through writing. By referring to journalistic studies, the news through the mass media can be accepted by the reader as writing that can be justified. This study emphasizes the credibility of the author, the source of writing, and the writing model that is in accordance with the Journalistic Code of Ethics. The research was conducted with qualitative methods that took research material from the literature. Based on the results of the study concluded that the writing in Mark's Gospel mostly uses a model of feature writing or narration and shows the author is a credible journalist. Abstrak Pemberitaan Injil melalui media massa merupakan penyampaian kebenaran firman Tuhan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tulisan harus didasarkan pada kebenaran dan dibuat oleh orang yang memiliki kredibilitas baik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggali kredibilitas penulis Injil Markus dari kajian jurnalistik, sehingga bisa menjadi pedoman bagi penulis Kristen yang mewartakan Injil melalui tulisan. Dengan mengacu pada kajian jurnalistik, maka pemberitaan melalui media massa bisa diterima oleh pembaca sebagai tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kajian ini lebih menekankan pada kredibilitas penulis, sumber tulisan, dan model penulisan yang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif yang mengambil bahan penelitian dari literatur. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penulisan dalam Injil Markus sebagian besar menggunakan model penulisan feature atau narasi dan menunjukkan penulisnya seorang jurnalis yang kredibel.
Memahami Signifikansi Misi dalam Perjanjian Lama Rasmalem Raya
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.218 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i1.26

Abstract

There is an opinion of some that the theme of the Mission in the Old Testament is insignificant, but if the Bible is thoroughly investigated, there are many verses in the Old Testament that speak of Mission. Even compared to the New Testament, the range of mission in the Old Testament is the same as the range of missions in the New Testament, namely the world. With the fall of Adam, the first man into sin, and therefore all sinned, mankind needed a Savior. Therefore, the promise of the redeemer in Genesis 3 verse 15 becomes the central theme of the Bible both in the Old Testament and in the New Testament. For that the Mission in the OT became very important. Abstrak Ada anggapan sebagian orang bahwa tema Misi di Perjanjian Lama tidak signifikan, tetapi apabila Alkitab diselidiki dengan seksama, ada banyak ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yangberbicara tentang Misi. Bahkan dibandingkan dengan Perjanjian Baru, jangkauan misi di Perjanjian Lama sama dengan jangkauan misi yang ada di Perjanjian Baru, yaitu dunia. Dengan jatuhnya Adam, manusia pertama ke dalam dosa, dan karena itu semua orang berbuat dosa, maka manusia memerlukan Juruselamat. Karena itu, janji penebus di Kejadian 3 ayat 15 menjadi tema sentral dari Alkitab baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.untuk itu Misi di PL menjadi sangat penting.
Pelayanan Kepemimpinan Penggembalaan Menurut Kisah Para Rasul 20:17-38 Irwanto Sudibyo
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.387 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i1.27

Abstract

Leadership is a matter of principle in Christianity, especially the leadership of a shepherd. This article discusses the leadership of a shepherd according to Paul's shepherding in Acts 20: 17-38. The method used in this study is the analysis of the text in Acts 20: 17-38. With the exposition approach, the conclusions obtained, that a shepherd must be able to lead with a soul that serves for his followers. Abstrak: Kepemimpinan merupakan hal yang prinsip dalam kekristenan, terutama kepemimpinan seorang gembala. Artikel ini membahas tentang kepemimpinan seorang gembala menurut penggembalaan Paulus dalam Kisah Para Rasul 20:17-38. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis teks pada Kisah Para Rasul 20:17-38. Dengan pendekatan eksposisi, maka kesimpulan yang diperoleh, bahwa seorang gembala harus dapat memimpin dengan jiwa yang melayani bagi para pengikutnya.
Kajian terhadap Fenomena Dipenuhi Roh Kudus Berdasarkan Efesus 5:18-21 Jacob Timisela
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.495 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v2i1.29

Abstract

This study aims to present biblical facts about the consequences when believers are filled with the Holy Spirit based on Ephesians 5: 18-21. Some people are taught that people who are filled with the Holy Spirit must be able to speak in tongues or what is called tongues. This research is qualitative research using the method of exegesis and inductive exposition approach to Ephesians 5: 18-21, so that its contents are expected to provide input in the form of the correct understanding of the consequences of being filled with the Holy Spirit in the lives of believers. As a result, being filled with the Holy Spirit results in believers having a right relationship with God, and having a relationship and communication spiritually and effectively with others, both in words and in attitudes of life, so that they are not limited to understanding that, filled with the Holy Spirit can result in someone having to be able to speak in tongues or in tongues. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan fakta alkitabiah tentang akibat apabila orang percaya dipenuhi dengan Roh Kudus berdasarkan Efesus 5:18-21. Sebagian umat diajarkan bahwa, orang-orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu harus dapat berkata-kata dalam bahasa roh atau yang disebut sebagai bahasa lidah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan eksegesis dan eksposisi secara induktif terhadap Efesus 5:18-21, sehingga hasinya diharapkan dapat memberikan masukan berupa pemahaman yang benar tentang akibat dipenuhi dengan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Hasilnya, dipenuhi dengan Roh Kudus mengakibatkan orang percaya memiliki hubungan secara benar dengan Tuhan, dan memiliki hubungan dan komunikasi secara rohani dan efektif dengan yang sesamanya, baik dalam perkataan maupun dalam hal sikap hidup, sehingga tidak hanya dibatasi pada pemahaman bahwa, dipenuhi dengan Roh Kudus dapat mengakibatkan seseorang harus bisa berbahasa roh atau bahasa lidah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5