cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
neezwahhasanah393@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
qiemaiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal QIEMA (Qomaruddin Islamic Economics Magazine)
ISSN : 25282913     EISSN : 27213587     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
The Focus of Qiema is a scientific journal contains original works from lecturers, researchers, students and other concerned parties who have not been published or are not on the publication in the form of articles on the research and conceptual ideas on the subject of Islamic Economic, Islamic Banking, Islamic Management and so on.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2022): Februari" : 6 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SENDANG DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI INOVASI PEMBUATAN TAHU WALIK Mey Eka Prasasti dan Agus Dwi Santoso
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3768

Abstract

Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan manusia, akan tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Termasuk masyarakat desa Sendang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri telah mengalami hal tersebut selama pandemi. Mayoritas ekonomi masyarakat desa Sendang berasal dari produksi tahu yang di produksi sendiri di rumah masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah melalukan inovasi tahu dengan membuat tahu walik sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa Sendang di masa pandemic covid-19. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah dengan adanya inovasi pembuatan tahu walik dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa sendang. Upaya peningkatan ekonominya yaitu dengan cara melalukan penjualan secara offline ataupun online. Offline melalui penjualan bertemu langsung perorangan dan online melalui media social seperti facebook, instagram, dan whatsApp. Kata Kunci : Pandemi covid-19, Ekonomi, Media Sosial
KEBIJAKAN MONETER FISKAL DALAM PEREKONOMIAN Luluk Masrufah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3770

Abstract

Dalam kegiatan perekonomian pasti kenal akan dari kebijakan ekonomi dan kebijakan makro untuk lebih memahami akan hal itu, kita paparkan maksud dari keduanya. Kebijakan ekonomi ialah bentuk kebijakan atau keputusan yang dilakukan oleh pemerintah yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian dalam mengatasi akan permasalahan perekonomian contoh diantaranya pada penetapan sistem perpajakan, suku bunga, anggaran perintah dan lain- lain. Sedangkan kebijakan makro ialah suatu bentuk kebijakan pemerintah dalam semua aspek perekonomian di tingkat nasional. Ada dua macam kebijakan ekonomi diantaranya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dan keduanya memiliki ciri, jenis, dan tujuan tersendiri tetapi saling keterkaitan satu sama lain dalam menguatkan perekonomian indonesia. Kata kunci : Kebijakan, Ekonomi, Moneter, Fiskal ABSTRAK In economic activity, you must know about economic policy and macro policy. To better understand this, we will explain the meaning of both. .Economic policy is a form of policy or decision made by the government relating to economic activities in overcoming economic problems, for example in the determination of the tax system, interest rates, budget orders and others. while macro policy is a form of government policy in all aspects of the economy at the national level. .There are two kinds of economic policies including monetary policy and fiscal policy and both have their own characteristics, types, and objectives but are interrelated with each other in strengthening the Indonesian economy. Keywords : Policy, Economy, Monetary.Fiscal
INTERELASI EKONOMI DAN TEKNOLOGI Muhammad Ala'uddin
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3771

Abstract

Pertumbuhan teknologi ini tentu bertujuan untuk memudahkan kehidupan. Kita bisa lebih menghemat waktu dan tenaga. Tapi apakah kecanggihan teknologi ini benar-benar murni mengandung mashlahah (kebaikan) bagi manusia atau masih ada sisi mafsadah (kerusakan)? Dalam artian apakah kemajuan teknologi selaras dan seirama dengan Syariat yang mengklaim sebagai ajaran yang berlaku sepanjang masa? Dari sini penulis ingin meneliti sejauh mana hubungan antara Islam dengan Ekonomi dan Teknologi. Keistimewaan Islam karena selain berlandaskan wahyu juga memberikan porsi yang cukup banyak bagi akal manusia untuk menentukan hukum bagi hal-hal yang tidak termaktub secara langsung dalam wahyu yang tentunya harus mengaca kepada wahyu serta mengacu kepada tujuan-tujuan syariat, yakni kemashlahatan bagi seluruh semesta. Wahyu, maqashid syariah serta akal merupakan dasar pengembangan peradaban dan kebudayaan Islam, terutama kemajuan teknologi dan ekonomi yang akan teus berkembang seiring dengan perkembangan manusia. Para Ulama` sudah merumuskan metodologinya, kita tinggal menerapkannya. Dengan demikian maka kejayaan dan kegemilangan umat Islam akan terulang kembali. Kata Kunci: Interelasi, Ekonomi dan Teknologi.
PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN TARAF EKONOMI UMKM PADA MASA PANDEMI COVID-19 niswatun Hasanah dan Rohmanah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3775

Abstract

Taraf ekonomi sendiri diukur dari segi tercukupinya kebutuhan dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Namun, apabila kondisi COVID-19 ini semakin memburuk, maka taraf ekonomi masyarakat atau UMKM akan terganggu. Semakin meningkatnya penularan dari wabah COVID-19 ini mengakibatkan pemerintah mengeluarkan kebijakan Lockdown. Dimana adanya perintah Work From Home. Dari fenomena inilah mengakibatkan Panic Buying di Masyarakat. Kondisi ini adalah kondisi dimana masyarakat mengalami kepanikan terhadap kesempatan berbelanja untuk kebutuhan maupun keinginan mereka. Dari sinilah mulai terhambatnya proses distribusi barang dan jasa yang disebabkan oleh Over consumtion. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tentu mengharap bantuan dari pemerintah. Namun bantuan yang diberikan oleh Pemerintah terkesan lambat dan tidak diterim oleh masyarakat yang berhak menerima. Dimana hal tersebut akan menimbulkan berbagai persepsi dikalangan masyarakat dan dari persepsi-persepsi yang ada, kemudian akan menimbulkan adanya persaingan diantara masyarakat. sehingga persaingan tersebut akan mempengaruhi tingkat pendapatan atau taraf ekonomi masyarakat. Persepsi dapat terjadi akibat pengaruh dari beberapa faktor. Faktor tersebut adalah kebutuhan yang searah, gerakan, perhatian dan Mood. Dengan hasil sebagai berikut: Nilai thitumg lebih besar dari nilai ttabel yaitu 1,949. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho diterima dan Hi ditolak atau variabel Kebutuhan searah (X1) ada berpengaruh terhadap variabel Peningkatan Taraf Ekonomi UMKM (Y). Nilai thitumg lebih kecil dari nilai ttabel yaitu -0,169. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima atau variabel Gerakan (X2) tidak berpengaruh terhadap variabel Peningkatan Taraf Ekonomi UMKM (Y). Nilai thitumg lebih kecil dari nilai ttabel yaitu -0,169. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima atau variabel Perhatian (X3) tidak berpengaruh terhadap variabel Peningkatan Taraf Ekonomi UMKM (Y). Nilai thitumg lebih besar dari nilai ttabel yaitu 2,047. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Hi ditolak dan Ho diterima atau variabel Mood (X4) berpengaruh terhadap variabel Peningkatan Taraf Ekonomi UMKM (Y). Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Taraf Ekonomi, UMKM, Pandemi
EKSISTENSI EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI EKONOMI Nely Rahmatillah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3776

Abstract

Perekonomian berbasis syariah di negara Indonesia memiliki potensi yang sangat kuat uuntuk terus berkembang dan memiliki manfaat yang besarbagi kesejahteraan masyarakat apabila diterapkan dengan baik. Sistem Ekonomi Syariah saat ini telah mentranformasi sektor riil di Indonesia dengan semakin banyaknya jenis usaha syariah yang muncul antara lain produk halal, investasi syariah, fintech syariah, bahkan wisata syariah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis preferensi prilaku ekonomi masyarakat di dalam memilih usaha berbasis syariah dalam konteks psikologi ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif melalui proses ciritical review terhadap menguatnya prinsip ekonomi syariah sebagai pilihan masyarakat dalam konteks ekonomi. Saat ini eksistensi ekonomi syariah ditandai dengan bertumbuhnya lembaga-lembaga keuangan syariah, seperti Perbankan Syariah, dan Industri Keuangan Syariah Non Bank (IKNB). Berkembangnya ekonomi syariah sebagai suatu preferensi prilaku ekonomi masyarakat muslim di Indonesia menunjukkan bahwa adanya motivasi, persepsi dan kepercayaan atas hal tersebut. Prinsip dasar ekonomi syariah mengaajarkan pelakunya untuk tidak melakukan praktik maysir, gharar dan riba. Selain itu binsis atau usaha berbasis syariah ditujukan untuk kepentingan ekonomi umat guna mewujudkan keadilan dan kemerataan yang secara langsung berdampak terhadap masyarakat luas. Keywords: Keuangan; Preferensi Ekonomi, Psikologi Ekonomi
SEJARAH KEBIJAKAN MONETER DALAM ISLAM Nur Fadhilah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 8 No. 1 (2022): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v8i1.3777

Abstract

Islam memiliki pandangan yang khas mengenai sistem moneter atau keuangan. Bahwa sistem moneter atau keuangan adalah sekumpulan kaidah pengadaan dan peraturan keuangan dalam suatu negara. Yang paling penting dalam setiap keuangan adalah penentuan satuan dasar keuangan, dimana satuan ini dinisbahkan seluruh nilai-nilai berbagai mata uang lain. Dinar (emas) dan Dirham (perak) dipilih sebagai mata uang dikarenakan kedua logam tersebut memiliki nilai yang tinggi, langka dan dapat diterima secara umum sebagai alat tukar. Kelebihan lainnya, emas dan perak dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil dengan tetap memiliki nilai yang utuh, juga tidak mudah menyusut dan rusak. Dinar dan Dirham dapat menggantikan fiat money (uang fiat) dan menjadi alternatif bagi negara-negara berkembang untuk menghindari dominasi perekonomian negara-negara maju. Kata Kunci: Sejarah, Mata Uang, Islam ABSTRACT Islam has a distinctive view of the monetary or financial system. That the monetary or financial system is a set of procurement rules and financial regulations in a country. The most important thing in any finance is the determination of the basic unit of finance, where this unit is ascribed to all the values ​​of various other currencies. Dinar (gold) and Dirham (silver) were chosen as currencies because both metals have high value, are rare and are generally accepted as a medium of exchange. Another plus, gold and silver can be broken into small parts while still having the value intact, also not easy to shrink and be damaged. Dinar and Dirham can replace fiat money and become an alternative for developing countries to avoid the economic domination of developed countries. Keywords: History, Currency, Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 6