cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
neezwahhasanah393@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
qiemaiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal QIEMA (Qomaruddin Islamic Economics Magazine)
ISSN : 25282913     EISSN : 27213587     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
The Focus of Qiema is a scientific journal contains original works from lecturers, researchers, students and other concerned parties who have not been published or are not on the publication in the form of articles on the research and conceptual ideas on the subject of Islamic Economic, Islamic Banking, Islamic Management and so on.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2023): Februari" : 6 Documents clear
PENERAPAN AKAD MUDHARABAH PADA TRANSAKSI PENYIMPANAN DANA NASABAH DI BANK SYARIAH Ahmad Warid Asy’ari dan Muhammad Yazid
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4010

Abstract

ABSTRACT Islamic banks are financial institutions that use a profit-sharing system in their business activities. Many people believe that mudharabah deposits in Islamic banks are the same as deposits in ordinary banks, however, mudharabah deposits have their own characteristics, one of which is the adoption of a profit-sharing system in managing customer deposits. Mudharabah is a financing transaction based on sharia, which is used as an Islamic banking financing transaction, which is carried out by the parties based on trust. Trust is the most important element in a mudharabah financing transaction, the trust in question is the trust of the shahib Al-mal to the mudharib, trust is the most important element, because in a mudharabah transaction, the shahib Al-mal may not ask for collateral or collateral from the mudharib and may not interfere in the transaction. in project management, shahibul al-mal may only give certain suggestions to mudharib. In this study, the researcher used a normative approach with a law approach and a conceptual approach. The result of this study is the discovery of mud contract features in customer deposits at Islamic banks, which can be seen from 6 things, namely investment deposits, subjects or parties who are legal entities, sharing commercial results, sharing commercial risks, insuring and withdrawing customer funds. Keywords : Depositing Customer Funds, Mudharabah, Islamic Bank ABSTRAK Bank syariah adalah lembaga keuangan yang menggunakan sistem bagi hasil dalam kegiatan usahanya. Banyak kalangan masyarakat yang meyakini bahwa simpanan mudharabah di bank syariah sama dengan simpanan pada bank biasa, meskipun demikian simpanan mudharabah memiliki karakteristik tersendiri, salah satunya adalah adopsi sistem bagi hasil dalam pengelolaan simpanan nasabah. Mudharabah adalah suatu transaksi pembiayaan berdasarkan syariah, yang digunakan sebagai transaksi pembiayaan perbankan islam, yang dilakukan oleh para pihak berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan merupakan unsur terpenting dalam transaksi pembiayaan mudharabah, kepercayaan yang dimaksud adalah kepercayaan dari shahib Al-mal kepada mudharib, kepercayaan merupakan unsur terpenting, karena dalam transaksi mudharabah, shahib Al-mal tidak boleh meminta jaminan atau agunan dari mudharib dan tidak boleh ikut campur di dalam pengelolaan proyek, shahibul al-mal hanya boleh memberikan saran-saran tertentu kepada mudharib. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya fitur akad mudharabah pada simpanan nasabah di bank syariah, yang dapat dilihat dari 6 hal yaitu simpanan investasi, subjek atau pihak yang berbadan hukum, membagikan hasil komersial, berbagi risiko komersial, mengasuransikan dan menarik dana nasabah. Kata Kunci : Penyimpanan Dana Nasabah, Mudharabah, Bank Syariah
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, INFLASI DAN SUKU BUNGA SBI TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH DI JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) PERIODE 2016-2020 agustina suliyani dan Benarda
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4012

Abstract

Abstract This study aims to obtain empirical evidence on the Effect of Company Size, Inflation and SBI Interest Rates on Sharia Stock Returns. The independent variables in this study used Company Size, Inflation and SBI Interest Rates. Meanwhile, the dependent variable is sharia stock return. The method used in this study is the quantitative method. The data used is secondary data in the form of company financial statements. The sample used in this study was companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) in 2016 - 2020. The results showed that the Company Size did not have a significant effect on Sharia Stock Returns. Inflation has a significant effect on Sharia Stock Returns. The SBI Interest Rate has no significant effect on Sharia Stock Returns. And The Size of the Company, Inflation and SBI Interest Rates have a significant effect on Sharia Stock Returns. Keywords: Sharia Stock Returns; Company Size; Inflation; SBI Interest Rate Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai Pengaruh Ukuran Perusahaan, Inflasi dan Suku Bunga SBI terhadap Return Saham Syariah. Variabel independen dalam penelitian ini menggunakan Ukuran Perusahaan, Inflasi dan Suku Bunga SBI. Sedangkan variabel dependen yaitu Return Saham Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2016 - 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham Syariah. Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Return Saham Syariah. Suku Bunga SBI tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham Syariah. Dan Ukuran Perusahaan, Inflasi dan Suku Bunga SBI berpengaruh signifikan terhadap Return Saham Syariah. Kata Kunci: Return Saham Syariah; Ukuran Perusahaan; Inflasi; Suku Bunga SBI
PRINSIP-PRINSIP DASAR KEUANGAN ISLAM Nur Fadhilah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4013

Abstract

Abstrak Keuangan Islam tumbuh dengan pesat dan saat ini telah memiliki kontribusi penting dalam perekonomian nasional tidak hanya di negara-negara Muslim, namun juga di berbagai negara di seluruh dunia. Keuangan Islam telah membuat terobosan yang signifikan dalam lingkungan global dengan memfasilitasi diversifikasi risiko dan berkontribusi dalam stabilitas keuangan global. Kini keuangan Islam telah menjadi bagian integral dalam sistem keuangan internasional. Keuangan Islam adalah bentuk keuangan yang didasarkan pada syariah atau hukum Islam. Sistem keuangan Islam melarang adanya praktik bunga (riba), larangan perilaku gharar (ketidakpastian) dan spekulatif (Maysir) dalam transaksi. Sedangkan Prinsip dasar dalam sistem keuangan Islam adalah berbagi risiko dan keuntungan (profit and loss sharing) bagi pihak-pihak yang melakukan transaksi keuangan. Sistem ekonomi Islam berpendapat bahwa profit and loss sharing didasarkan pada dua model pembiayaan yaitu mudharabah dan musyarakah. Imbalan bagi hasil yang diperoleh terkait pembagian risiko antara pihak mitra usaha dengan pemilik modal. Kata kunci: Keuangan, Syariah, Keuntungan dan Risiko Abstract: Islamic finance is growing rapidly and currently has an important contribution to the national economy not only in Muslim countries, but also in various countries around the world. Islamic finance has made significant approach in the global environment by facilitating risk diversification and contributing to global financial stability. Now Islamic finance has become an integral part of the international financial system. Islamic finance is a form of finance that is based on sharia or Islamic law. The Islamic financial system prohibits the practice of interest (usury), prohibits gharar (uncertainty) and speculative (Maysir) behavior in transactions. Meanwhile, the basic principle in the Islamic financial system is sharing risks and profits (profit and loss sharing) for parties conducting financial transactions. The Islamic economic system argues that profit and loss sharing is based on two financing models, namely mudharabah and musyarakah. Profit-sharing benefits obtained are related to risk sharing between business partners and capital owners. Keywords: Finance, Syariah, Profit and Loss
FORMULASI PEMULIHAN EKONOMI PASCA KRISIS KEUANGAN GLOBAL TAHUN 2008-2009: Studi Pada Negara-Negara Anggota Organisasi Konferensi Islam Niswatun Hasanah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4016

Abstract

ABSTRAK Gejolak krisis keuangan global tahun 2007 telah mengubah tatanan perekonomian dunia. Banyak negara yang merasakan dampak krisis keuangan dan pelambatan ekonomi global. Hal tersebut juga dirasakan dampaknya termasuk negara-negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam). Indonesia termasuk salah satu negara yang merasakan dampak dari krisis keuangan global itu. Pemulihan ekonomi pasca krisis sangat diperlukan karena adanya tindakan kebijakan yang luas yang telah dilakukan selama tahun 2008 dan 2009 di tingkat internasional, regional, dan nasional. Metode yang dilakukan dalam artikel ini adalah penelitian literatur. Literatur yang digunakan adalah data sekunder. Adapun pembahasan yang akan dijelaskan dalam artikel ini adalah pertama, menjelaskan faktor-faktor eksternal dan domestik utama yang mempengaruhi pemulihan ekonomi berkelanjutan. Kedua, mengetahui bentuk langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan oleh negara-negara. Ketiga, tindakan pemerintah Indonesia di saat krisis. Pertama, Keberlanjutan pemulihan ekonomi di negara-negara pasca krisis akan bergantung pada sejumlah faktor eksternal dan faktor domestik. Kedua, kebijakan-kebijakan berbagai negara sebelum krisis dan setelah terjadinya krisis telah membantu membentuk perbedaan-perbedaan dalam kinerja output. Ketiga, Belajar dari pengalam krisis ekonomi 1997-1998 maka pemerintah lebih siap meskipun masih dalam meletakkan tahap fundamental terhadap sektor perekonomian secara makro (neraca pembayaran, perbankan, fiskal, moneter). Sedangkan BI melakukan kebijakan moneter dengan menekan inflasi dalam bentuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga dan upaya optimalisasi pelaksanaan intervensi valas, akselerasi program untuk memperluas basis instrument pasar finansial. Kata Kunci: Formulasi; Pemulihan Ekonomi; Pasca Krisis; dan Krisis Keuangan Global
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI ETOS KERJA DALAM ISLAM Muhammad Ala’uddin dan Muhammad Syafruddin Ubaidilla
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4021

Abstract

Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang akan dihadapi. Sebab semakin kuat tantangannya, pengembangan diri mutlak dilakukan. Begitu juga harapan untuk menjadi lebih baik pada gilirannya akan sangat berdampak pada keinginan karyawan untuk meningkatkan kemampuan. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan bidang strategis dari organisasi. Manajemen sumber daya manusia harus dipandang sebagai perluasan dari pandangan tradisional untuk mengelola orang secara efektif dan untuk itu membutuhkan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan mengelolanya. Salah satu tujuan dari sumber daya manusia adalah memperbaiki tingkat produktivitas, memperbaiki kualitas kehidupan kerja dan meyakinkan organisasi telah memenuhi aspek-aspek legal. Oleh karena itu, sumber daya manusia harus dikembangkan dan dipelihara agar semua fungsi organisasi dapat berjalan seimbang. Kegiatan sumber daya manusia merupakan bagian proses manajemen sumber daya manusia yang paling sentral, dan merupakan suatu rangkaian dalam mencapai tujuan organisasi. Salah satu ukuran kualitas pegawai dapat dilihat dari sudut etos kerjanya, semakin tinggi etos kerja pegawai, maka kualitas pegawai akan semakin baik. Kata Kunci: pengembangan, sumber daya manusia, etos kerja dan islam
PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DALAM PERPEKTIF ISLAM Fatihatus Sahliyah dan Azimatuz Zahidiyah
Jurnal Qiema (Qomaruddin Islamic Economics Magazine) Vol. 9 No. 1 (2023): Februari
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/qiema.v9i1.4022

Abstract

Keberhasilan pemerintahan daerah dalam mengemban tugas dan amanat pada masyarakat yang berupa pemberian pelayanan publik, mengatur dan mengurusi kepentingan dalam masyarakat serta hal pembangunan dapat dilihat dari sumber daya manusia yang terdapat dalam organisasi atau instansi pemerintahan tersebut, yaitu pegawai atau aparataparat yang menyelenggarakan aktivitas dalam instansi pemerintahan tersebut. Sumber daya manusia memiliki peranan yang penting dalam menentukan maju tidaknya suatu instansi, yang mana jika dalam suatu instansi memiiki sumber daya manusia yang berkualitas maka instansi tersebut akan maju, dan begitupun sebaliknya, jika suatu instansi tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas maka instansi tersebut akan sulit untuk maju. Peningkatan kinerja pegawai pemerintahan menjadi penting mengingat akan peranan pemerintah beserta aparatnya yaitu lebih berperan sebagai fasilitator bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas kinerja seorang pegawai dalam instansi pemerintahan tersebut tentu terdapat faktor yang menjadi pendorong, faktor tersebut pada umumnya adalah motivasi kerja, kompensasi dan kepemimpinan yang ada dalam instansi pemerintahan tersebut. Kata Kunci: Peningkatan kinerja, kinerja karyawan, Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 6