cover
Contact Name
FX. Eko Armada Riyanto
Contact Email
fxarmadacm@gmail.com
Phone
+62341552120
Journal Mail Official
stftws@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Rajabasa 2 Malang 65746 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Studia Philosophica et Theologica
ISSN : 14120674     EISSN : 25500589     DOI : 1035312
STUDIA focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturationof theology in socio-political-historical atmosphere of Indonesia.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Peran Maria Sebagai Bunda dan Guru Imamat dalam Pembinaan Imam di Era Revolusi 4.0 Saferinus Njo
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.176

Abstract

Abstrak Pembinaan imam merupakan elemen penting dalam Gereja Katolik karena imam menjadi instrumen hidup karya keselamatan serentak berada di garis terdepan karya pastoral Gereja. Dalam konteks hidup yang selalu berubah dan berkembang, para imam dituntut untuk menyerupai Kristus, Kepala dan Gembala. Kehadiran dan peran Maria dalam pembinaan imam selalu aktual sepanjang masa. Sebab ada hubungan esensial antara Maria, Bunda Yesus dan imamat pelayanan Sang Putra, berdasarkan relasi keibuan ilahi Maria dan Imamat Kristus. Teladan Maria sebagai bunda, model dan guru ini direfleksikan dan ditandaskan dalam dokumen-dokumen sejak Konsili Vatikan II yang berbicara mengenai pembinaan imam. Artikel ini merupakan refleksi atas kehadiran dan peran Maria dalam pembinaan imam khususnya dalam era revolusi 4.0 berdasarkan dokumen-dokumen tersebut. Abstract Formation of priests is an important element in the Catholic Church because priests become living instruments of salvation while being at the forefront of pastoral work. In the context of a life that is always changing and developing, priests are required to resemble Christ, the Head and the Shepherd. Mary's presence and role in the formation of priests have always been a reality throughout the ages. Because there is an essential relationship between Mary, the Mother of Jesus and the priestly ministry of her Son, based on the relationship between Mary's divine motherhood and the Priesthood of Christ. Mary's example as a mother, model and teacher has been reflected upon and emphasized since the Second Vatican Council in documents dealing with priestly formation. This article is a reflection on the presence and role of Mary in the formation of priests, especially in the era of revolution 4.0 based on these documents.
Cintakasih Pastoral sebagai Jiwa Spiritualitas Imam Menurut Pastores Dabo Vobis Yulianus Korain
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.178

Abstract

Artikel ini berfokus pada cintakasih pastoral sebagai jiwa spiritualitas imam. Refleksi saya terfokus pada cintakasih yang diungkapkan oleh Yesus dalam karya pelayanan-Nya yang dapat menjiwai spiritualitas imam. Spiritualitas sesungguhnya berarti hidup bersama Allah, roh manusia mendengarkan Roh Allah. Selanjutnya saya menganalisis spiritualitas imam tersebut berdasarkan dimensi-dimensi yang dirintis oleh Bartholomew Winters yaitu dimensi Kristologis, Eklesiologis dan Pastoral. Dari hasil analisis tersebut ditemukan bahwa spiritualitas imam sesungguhnya bersumber pada cintakasih Kristus sendiri. Cintakasih tersebut dibatinkan oleh para imam dalam menunikan pelayanannya. Semua persoalan-persoalan yang dihadapi para imam dalam pelayanan menjadi mudah dan menyegarkan apabila dikembalikan kepada sumber utama Yesus Kristus pusat pelayanan. Unsur-unsur yang memuat mengenai spiritualitas cintakasih Kristus yang digagas dalam artikel ini dapat dirangkum dalam dokumen Pastores Dabo Vobis. Dokumen tersebut amat kaya akan nilai-nilai spiritualitas yang menjadi pedoman hidup para imam. Akhirnya diskusi ini akan dikontekstualisasikan dalam persoalan-perosalan hidup dan pelayanan para imam dalam karya pastoral konkrit.
Panggilan Imam dalam Reksa Pastoral Gereja Menurut Dokumen-Dokumen Gereja Doni Malau
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.180

Abstract

Kehadiran imam sangat dibutuhkan tidak hanya dalam Gereja melainkan juga di garis depan Gereja. Peran penting tersebut membuat Gereja selalu berupaya dalam setiap karya pastoralnya untuk menumbuhkan jumlah panggilan imam dari antara para pemuda. Artikel ini memusatkan perhatian studi pada reksa pastoral untuk pertumbuhan panggilan tersebut dalam Gereja Katolik. Metode penulisannya ialah penelitian kualitatif lewat pendekatan kepustakaan terhadap beberapa dokumen Gereja seperti antara lain ialah Optatam Totius, Presbyterorum Ordinis, ajaran Apostolik Paus Yohanes Paulus II Pastores Dabo Vobis dan beberapa dokumen penting lainnya. Dokumen-dokumen ini menanggapi secara serius kebutuhan Gereja akan imam yang harus dikembangkan oleh seluruh anggota Gereja tanpa terkecuali. Kerja sama seluruh pihak mulai dari lingkup terkecil hingga terbesar menjadi dukungan utama untuk mengembangkan panggilan. Pada bagian pengantar akan dijelaskan secara ringkas hakekat imam dan kebebasan manusia dalam menanggapi panggilan Allah. Selanjutnya, penjelasan akan menguraikan upaya-upaya yang dibutuhkan untuk menumbuhkan panggilan imam sesuai dengan situasi dan waktu setiap daerah.
Kelola Bumi Peduli Ekologi Menurut Kej 1:28 Stanislaus Surip
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.190

Abstract

Gen. 1:28 presents the three blessings of God to humans in the form procreation, natural subdue and rule over creatures. These three blessings must be placed in the context of human creation as image and likeness of God (Gen. 1:26-27) so that he becomes his co-worker in cultivating nature and pastoring all His creatures (Gen. 1:28). It was on this purpose that God placed humans in the garden of Eden and gave the task of cultivating and maintaining them (Gen. 2:4-8,15). The Sabbath of God, which became a crown of His creative work, was explored as a model for humans to carry out their missionary work (Gen. 2:1-3). As God rests after six days of work, man must know the limits in cultivating nature and mastering other creatures so as to avoid exploitative greed. The catastrophe of the Flood was the impact of the failure of humans to become partners with God and the presence of the figur of Noah reveals symbolically efforts to preserve the environment or care fo the ecology (Gen. 6-9). The ark that Noah made was like a house, a place to protect and care for all living creatures and their existence was threatened with extinction. Gen. 1:26-28; 2:1-3; 2:4-8,15 and Gen. 6-9 inspire us to care about ecology. Kej 1:28 memaparkan tiga berkat Allah kepada manusia yang berupa prokreasi, penaklukan alam dan penguasaan makhluk-makhluk ciptaan lainnya. Ketiga berkat itu harus ditempatkan pada konteks penciptaan manusia sebagai gambar dan rupa Allah (Kej 1:26-27) sehingga menjadi rekan kerja-Nya dalam mengolah alam dan menggembalakan segenap makhluk ciptaan-Nya (Kej 1:28). Atas tujuan inilah Allah menempatkan manusia di taman Eden dan memberi tugas mengusahakan dan memeliharanya (Kej 2:4-8,15). Sabat Allah yang menjadi mahkota karya penciptaan-Nya pun dieksplor sebagai model bagi manusia dalam menjalani karya misinya (Kej 2:1-3). Sebagaimana Allah beristirahat setelah enam hari berkarya demikianlah manusia harus tahu batas dalam mengolah alam dan menguasai makhluk ciptaan lainnya sehingga terhindar dari kerakusan yang eksploitatif. Malapetaka Air Bah adalah dampak dari gagalnya manusia menjadi rekan kerja Allah dan kehadiran figur Nuh menyingkapkan secara simbolis upaya pemeliharaan lingkungan atau peduli ekologi (Kej 6-9). Bahtera yang dibuat Nuh ibarat sebuah rumah, tempat perlindungan dan pemeliharaan segala makhluk yang hidup dan keberadaannya terancam kemusnahan. Kej 1:26-28; 2:1-3; 2:4-8,15 dan Kej 6-9 menginspirasi kita untuk peduli ekologi.
Michel Foucault: Sejarahwan Spesifik Masa Kini Konrad Kebung
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.196

Abstract

The paper presents Foucault’s rich historical analyses on various past historical events which he claimed to be the hidden historical materials. Using the archaeological method, particularly on his early works, he tried to dig out all these facts through various archives to see how people in different historical periods thought about them and took action on them. Through such analyses many people consider him to be a historian. However, he is not an historian understood in the traditional sense of the word, but a specific historian, namely the historian of the present.
Pembaruan Hidup Gereja Antonius Denny Firmanto
Studia Philosophica et Theologica Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v20i1.200

Abstract

Telaah Buku Judul Buku : Pope Francis and His Critics: A Historical and Theological Perspective Penulis : James C. Bacik Penerbit : Paulist Press, 3 Desember 2019 ISBN : 978-0809154531 Tebal : 136 hlm.

Page 1 of 1 | Total Record : 6