cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL" : 10 Documents clear
PRODUKTIVITAS PENGECORAN BETON READY-MIXED DENGAN CONCRETE PUMP DAN TOWER CRANE: Productivity of Ready-Mixed Concrete Casting with Concrete Pump and Tower Crane Asyurhok, Deni Sujanadi; Ashari, Isya; Suparjo, Suparjo
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pengecoran merupakan pekerjaan penting dalam proyek konstruksi. Sumber daya yang digunakan untuk pekerjaan pengecoran beton ready-mixed, antara lain : truck mixer, concrete pump, tower crane dan pekerja. Dalam pelaksanaan di lapangan, produktivitas pengecoran dipengaruhi oleh kinerja dari tiap-tiap sumber daya.Kinerja masing-masing sumber daya ditentukan oleh produktivitasnya dan faktor-faktor lain seperti cuaca, tingkat kesulitan dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap proses pengecoran pelat dan balok yang menggunakan concrete pump dan tower crane pada beberapa proyek konstruksi yang diamati,diantaranya adalah proyek Golden Palm Hotel, Batu Jai Square, Ruko Terare dan Masjid Aik Darek. Produktivitas pengecoran dari hasil penelitian dengan concrete pump pada elevasi 4 m diperoleh sebesar 21.57 m3/jam, pada elevasi 7.5 m sebesar 15.40 m3/jam dan pada elevasi 8 m sebesar 16.16 m3/jam.Produktivitas pada setiap elevasi ini berbeda-beda karena lebih dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pekerjaan. Produktivitas pengecoran pelat dan balok dengan tower crane diperoleh sebesar 9.10 m3/jam pada elevasi 31.5 m, sebesar 7.83 m3/jam pada elevasi 35 meter dan sebesar 6.76 m3/jam pada elevasi 38.5 m.Produktivitas pada setiap elevasi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh ketinggian pengecoran.
EVALUASI KINERJA DAN MANAJEMEN REKAYASA GEOMETRIK SIMPANG BANGGO PADA RUAS JALAN LINTAS SUMBAWA-DOMPU: The Performance Evaluation and Geometric Engineering Management of Banggo Intersection at Trans Sumbawa-Dompu Silviani, Novia Hilda; Rohani, Rohani; Hasyim, Hasyim
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang Banggo di kabupaten Dompu merupakan jenis simpang tak bersinyal dengan jalinan berbentuk bundaran (Roundabout). Simpang Banggo merupakan tempat bertemunya arus lalu-lintas dari empat arah yaitu arah selatan dari ruas jalan Batas Cabdin Dompu-Banggo, arah timur yaitu dari ruas jalan Banggo-Dompu, arah barat yaitu dari ruas jalan Simpang Banggo-Kempo. Dari arah utara, terdapat pula sebuah ruas jalan yang terhubung dengan daerah Kilo, Kore, Tambora, dan Calabai. Bundaran yang terletak di tengah simpang ini, sering kali menimbulkan masalah seperti yang sering terjadi adalah kesalahan arah putar kendaraan di bundaran, roda kendaraan yang terkadang melintasi tubuh bundaran, bundaran yang difungsikan tidak semestinya seperti dijadikan tempat parkir bagi motor dan mobil, dll. Selain masalah-masalah diatas, fasilitas lampu penerangan jalan-pun sangatlah minim. Sedangkan lalu-lintas pada simpang Banggo cukup padat terjadi pada malam hari, hal ini sangat membahayakan bagi pengemudi. Berdasarkan permasalahan yang ada, perlu dilakukan evaluasi kinerja simpang Banggo dengan menggunakan metode MKJI’ 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia, 1997). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh besarnya arus lalu lintas (Q) pada bundaran tersebut sebesar 763,4 smp/jam, dengan nilai dari parameter-parameter kinerja pada kondisi eksisting, yakni kapasitas (C) = 6.179,865 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0,36, tundaan (D) = 6,89 detik/smp, dan peluang antrian (QP%) = 3,59% - 7,32%. Dengan melihat nilai derajat kejenuhan (DS < 0,75) maka, kemampuan dari bundaran tersebut dalam melayani arus lalu lintas masih memadai. Dari kinerja tersebut, maka dilakukan rekayasa geometrik simpang mengoptimalkan kinerja simpang Banggo. Rekayasa geometrik dilakukan dengan memperlebar pendekat dari arah Calabai, Kilo dan menuju Bima. Diterapkan juga sistem (shared line) pada pendekat dari arah Calabai dan Sumbawa. Serta melengkapi simpang Banggo dengan fasilitas keselamatan seperti rambu, penerangan jalan umum dan warning light amber.
ANALISIS PELIMPAH EMBUNG JEROWARU DESA JEROWARU KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Analysis of Spillway Jerowaru DAM Jerowaru Village in District of East Lombok Salehudin, Salehudin; Wirahman, Lalu; Agus K N, Agus K N
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi Embung sebagai penampung air limpasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di musim hujan dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau sebagai kebutuhan air irigasi, ternak, air baku dll. Pelimpah Embung merupakan salah satu bagian yang terpenting untuk dapat difungsikan sebagai pembuang kelebihan air, untuk itu diperlukan analiasis pelimpah dari segi persyaratan teknis agar dapat difungsikan dengan baik. Perencanaan pelimpah Embung Jerowaru meliputi analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas dan analisis harga satuan. Dari hasil analisis hidrologi didapatkan debit banjir rancangan metode Nakayasu kala ulang 50 tahun sebesar 157.64 m3/dtk. Sedangkan dari hasil analisis Hidrolika didapatkan lebar pelimpah (L) yang efektif untuk melimpaskan debit banjir dengan kala ulang 50 th pada Embung Jerowaru dengan lebar L = 21 m. Debit banjir yang melimpas melalui bangunan pelimpah sebesar 157.64 m3/dtk dengan tinggi air di atas mercu Hd = 2.2 m, Dengan tipe kolam olak yang cocok untuk meredam energi yakni kolam olak USBR Tipe III, panjang kolam olak 13 m dengan tebal lantai kolam olak 2 (dua) m. Dari hasil analisis stabilitas pelimpah terhadap gaya guling, gaya geser dan daya dukung tanah dapat dinyatakan bahwa bangunan pelimpah aman terhadap gaya-gaya tersebut baik dalam kondisi kosong, normal maupun banjir. Dari hasil analisis Ekonomi menunjukkan bahwa besarnya Biaya konstruksi diperkirakan sebesar Rp 2,710,086,670.00.(Dua Milyard Tujuh Ratus Sepuluh Juta Delapan puluh Enam Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Rupiah).
PENGARUH TINGKAT KEPADATAN DAN KADAR AIR TERHADAP POTENSI MENGEMBANG PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DESA TANAK AWU KABUPATEN LOMBOK TENGAH: The Effect of Density and Water Level in The Swelling Potential of Expansive Soil in Tanak Awu Village, Central Lombok Taufik Wirendanu, Lalu Ayup; Hoesein, Ismail; Sulistyowati, Tri
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu daerah di Lombok Tengah yang sebagian besar tanahnya berjenis lempung ekspansif adalah daerah Tanak Awu. Tanah jenis ini merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang tinggi, apabila musim hujan (kadar air tinggi) tanah ini akan mengembang (swelling) dan pada musim kemarau (kadar air rendah) tanah ini akan menyusut (shrinkage). Peristiwa ini akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi bangunan yang ada di atasnya seperti kerusakan pada lantai bangunan, keretakan pada dinding tembok, dan permukaan jalan yang bergelombang. Salah satu cara menanggulangi peristiwa kembang susut pada tanah lempung, dapat dilakukan dengan menjaga kadar air dalam tanah supaya tidak mengalami perubahan yang yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh tingkat kepadatan dan kadar air terhadap tingkat pengembangan tanah. Pengujian pengembangan dilakukan pada sampel tanah terganggu atau disturb sampel menggunakan oedometer, mengacu pada metode ASTM D 4546 – 90 Tipe B. Dalam penelitian ini, sampel tanah diambil dari satu titik lokasi di Desa Tanak Awu. Berat volume kering (γd) dan kadar air (w) awal yang di peroleh dari hasil pengujian pemadatan standar Proctor selanjutnya digunakan sebagai berat volume kering (γd) dan kadar air (w) awal yang digunakan untuk pengujian pengembangan dengan memberikan tekanan awal sebesar 6.9 kPa. Hasil pengujian pengembangan diperoleh potensi pengembangan terendah terjdi disaat tanah pada sisi basah (wet side) dengan berat volume kering (γd) 1.34 gr/cm3 dan kadar air awal (w) 29.43 % yaitu sebesar 24.35 % dengan nilai tekanan pengembangan sebesar 465 kPa sedangkan potensi pengembangan terbesar terjadi disaat tanah pada sisi kering (dry side) dengan berat volume kering (γd) 1.34 gr/cm3 dan kadar air awal (w) 17.64 % yaitu sebesar 37.24 % dengan tekanan pengembangan sebesar 1250 kPa. Semakin kecil kadar air awal maka potensi dan tekanan pengembangan yang terjadi akan semakin besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi kadar air awal (w0) sangat mempengaruhi besar tingkat pengembangan tanah ekspansif.
STUDI EVALUASI KEAKTIFAN SDM KONSTRUKSI TEKNISI / TENAGA TERAMPIL DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT: Evaluation Study of Human Resources Activity of Techniciants Contructions / Vocation Skill in West Nusa Tenggara Province Wahyudi, Mudji; Yasa, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDM Konstruksi Indonesia yang merupakan individu yang berpraktek profesi dikeinsyuran dan kearsitekturan serta teknisi/tenaga terampil (skilled labour) di sector konstruksi Indonesia, termasuk dalam kategori pekerja terampil yang akan berpartisipasi dalam AFTA 2015. Anomali peran dan fungsi SDM Konstruksi bersertifikasi ini meliputi Tenaga Ahli dan Tenaga Terampil, sehingga dari total jumlah pemegang sertifikasi yang ada, tidak semua berkontribusi langsung pada proses pelaksanaan konstruksi. Potensi efektif dari SDM Konstruksi bersertifikasi tersebut tidak dapat diketahui, padahal hanya Tenaga Ahli dan Tenaga Terampil yang telah bersertifikasi saja dapat berpartisipasi pada AFTA 2015. Untuk memperoleh gambaran nyata kesiapan SDM Konstruksi (Insinyur, Arsitek, Teknisi / TenagaTerampil) di tingkat Provinsi menjelang AFTA 2015, maka dilakukan Studi Evaluasi Keaktifan SDM Konstruksi Daerah (teknisi/tenaga terampil) di Provinsi NTB. Rendahnya kesadaran tenaga kerja konstruksi untuk memiliki SKT karena persepsi tenaga kerja terampil bahwa tidak ada korelasi yang linier antara kepemilikan SKT dengan pendapatan yang diperoleh tenaga konstruksi di daerah serta Tenaga kerja SDM konstruksi yang secara langsung terlibat dalam kegiatan proyek konstruksi yang sedang berjalan di Provinsi NTB sebagian besar tidak memiliki SKT, kepemilikan SKT hanya terbatas pada tingkat mandor dan pengawas lapangan.
ANALISIS SISTIM IRIGASI TETES TERPADU PADA LAHAN KERING PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Collaboration Drip Irrigation Systems Analysis at Dry Farming of Pringgabaya Jaya Negara, I Dewa Made; Saadi, Yusron; Putra, I.B. Giri
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertanian dilahan kering Pringgabaya telah menerapkan sistim irigasi hemat air sprinkle besar dan tetes, walaupun demikian penerapan sprinkle dilapangan masih terkandala oleh besarnya angin dan tingginya suhu lingkungan, yang memicu terjadinya kehilangan air irigasi yang lebih besar. Kemampuan infiltrasi lahan sebesar 3,342 cm/jam (Randy, 2012) untuk daerah perbukitan dan sebesar 0,621 cm/jam (Haki,2013) untuk lahan di pedataran, besarnya potensi infiltrasi tersebut masih tergolong rendah sehingga kurang mendukung teknik irigasi hemat air yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan sistim irigasi hemat air terpadu, yang dapat mengadopsi rendahnya kemampuan tanah menyerap air dalam pemberian air irigasi. Penelitian bertujuan untuk menguji sistim irigasi hemat air terpadu sistim tetes dan sprinkle mini pada tanah lahan kering Pringgabaya terhadap ketersediaan air pompa tenaga surya. Uji dilakukan pada lahan berukuran 4m x 12 m, dengan pipa distribusi sepanjang 60 m dari pipa pvc 1” dilengkapi flow meter dan elevasi muka air dari lahan sekitar 4 m. Sistim irigasi tetes uji berukuran 3m x 4 m perblok, dengan pipa pvc ukuran ½”, ¾”. Irigasi sprinkle dengan pipa ¾”, 1” dikoneksi dengan jaringan tetes. Pengujian irigasi terpadu dilakukan terhadap keseragaman, kemampuan irigasi dan lengas tanah, dalam waktu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Data yang peroleh adalah debit pompa, debit irigasi, keseragaman tetes dan sprinkle serta kelengasan tanah. Analisis data dilakukan terhadap data debit,keseragaman irigasi dan lengas tanah.Hasil penelitian dipresentasikan dalam bentuk grafik maupun tabel Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes terpadu memiliki keseragaman rerata 72% dan sprinkle mini dengan keseragaman 77,6% berarti sudah dapat digunakan. Besar debit irigasi tetes sebesar 0,0452m3/mnt dan kemampuan sprinkle sebesar 0,038m3/mnt dengan pancaran dua sprinkle 5,2m. Kebutuhan air irigasi tetes terpadu sebesar 0,049m3/mnt, masih mampu dipenuhi oleh pompa tenaga surya pada debit rendah (Qr)<0,002m3/dt, debit sedang (Qsd) < 0,003m3/dt maupun debit tinggi (Qti) > 0,003m3/dt. Kelengasan capaian irigasi sprinkle pada waktu irigasi 5 menit, 10 menit dan 15 menit sebesar 2,9%, 4,4% dan 7% termasuk rendah, sehingga lebih cocok untuk penyediaan air evaporasi harian, sedangkan irigasi tetes lebih baik difokuskan untuk pemberiaan air tanaman saja.
KARAKTERISTIK MEKANIK BATU ALAM TIRUAN BERBAHAN BAKU TRAS: Mechanical Characteristic of Artificial Stone Made of Trass Sugiartha, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tras adalah bahan alami yang banyak terdapat di pulau Lombok dan belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan bangunan. Tras diketahui mengandung unsur silika yang cukup tinggi, dimana unsur tersebut diketahui dapat mengikat semen dengan baik, sehingga dengan penggunaan bahan ini untuk pembuatan batu alam tiruan, diharapkan dapat mengurangi pemakaian semen. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap sifat mekanik yaitu kuat tekan, tarik belah dan beban impact batu alam tiruan dari campuran semen dan tras. Penelitian ini didahului dengan pemeriksaan bahan meliputi pemeriksaan fisik agregat dan pemeriksaan kandungan kimianya. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji. Benda uji dibuat dengan 5 (lima) variasi campuran dengan perbandingan semen : tras sebagai berikut; 1 : (2, 4, 6, 8, dan 10) . Dimensi benda uji yang dibuat adalah 40 cm x 10 cm x 17 cm. Pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari, yang meliputi pengujian tekan, tarik belah dan beban impact. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa kuat tekan masing-masing variasi campuran berturut-turut sebesar 11,558 Mpa, 9,442 Mpa, 7,592 Mpa, 6,333 Mpa, dan 5,742 Mpa. Kuat tarik belah berturut-turut sebesar 1,692 Mpa, 1,053 Mpa, 0,779 Mpa, 0,679 Mpa, dan 0,557 Mpa. Sedangkan untuk kuat beban impact berturut-turut sebesar 903,9 Joule, 747,96 Joule, 563,04 Joule, 434,7 Joule, dan 288,42 Joule. Keseluruhan benda uji memenuhi kualifikasi menurut SII.0284-80. Campuran yang optimum ditinjau dari kekuatan dan nilai ekonomis adalah campuran 1 : 6.
KONDISI GELOMBANG DI WILAYAH PERAIRAN PANTAI LABUHAN HAJI: The Wave Conditions in Labuhan Haji Beach Coastal Territory Lanura, Baiq Septiarini; Pradjoko, Eko; Harianto, Bambang
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang yang merambat dari perairan dalam (laut) menuju ke perairan dangkal (pantai) akan mengalami perubahan perilaku gelombang (transformasi) dari sifat dan parameter gelombang, seperti proses refraksi, shoaling, refleksi, maupun difraksi akibat pengaruh karakteristik serta ada atau tidaknya bangunan yang menghalanginya. Adanya bangunan pelabuhan menyebabkan gelombang menjadi terganggu. Seperti yang terjadi pada salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Pantai Labuhan Haji, bangunan pelabuhan yang dibangun sekitar tahun 2009 menyebabkan kondisi gelombang di sekitar pelabuhan menjadi tidak stabil yang ditunjukkan dengan adanya erosi dan sedimentasi pada kedua sisi bangunan pelabuhan. Kondisi gelombang yang tidak stabil kemudian mempengaruhi besar kecilnya laju sedimen arah sejajar pantai pada kedua sisi bangunan tersebut. Analisa kondisi gelombang akibat bangunan pelabuhan dilakukan dengan mensimulasikan gelombang hasil prakiraan NOAA/NWS/NCEP Marine Modelling And Analysis Branch tahun 2007-2008 dengan 3 (tiga) variasi gelombang . Simulasi dilakukan 7 tahap untuk 1 kali simulasi tahap validasi, serta masing-masing 3 tahap untuk simulasi sebelum dan sesudah adanya bangunan pelabuhan. Simulasi gelombang ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SMS 8.0 model CGWAVE. Bangunan pelabuhan mengakibatkan tinggi gelombang di depan bangunan pelabuhan meningkat hingga 31,06 % yaitu dari 1,32 m menjadi 1,73 m akibat proses refleksi, dan menurun hingga 24,741 % yaitu dari 1,063 m menjadi 0,8 m akibat proses difraksi apabila gelombang datang dari arah tegak lurus pantai. Sementara itu, saat gelombang disimulasikan datang dari arah kanan bangunan, tinggi gelombang menurun hingga 79,9 % dari 0,835 m menjadi 0,1681 m di sisi kanan dan dalam kolam pelabuhan akibat proses difraksi, serta meningkat hingga 27,7 % dari 0,8073 m menjadi 1,031 m akibat proses refleksi. Berdasarkan hasil analisa pola sedimen transpor, diperoleh bahwa pola gelombang di sisi kanan bangunan menyebabkan sedimentasi akibat mengendapnya sedimen karena terhalang oleh bangunan. Sedangkan di sisi kiri bangunan pelabuhan terjadi erosi akibat meningkatnya pola transportasi sedimen.
PENGARUH ABU JERAMI DAN SERBUK JERAMI SEBAGAI KOMPONEN BAHAN TERHADAP KUALITAS BATA: The Influence of Rice Straw Ash and Rice Straw Powder as Components on the Quality of Brick Ekayadi, Muhammad; Rawiana, Shofia; Joedono, Joedono
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pembangunan perumahan diikuti oleh peningkatan kualitas bahan bangunan pada saat ini limbah sering di manfaatkan atau di daur ulang menjadi suatu bahan yang dapat difungsikan untuk keperluan tertentu. Dalam bidang rekayasa bangunan, limbah sudah sering diamati untuk dimanfaatkan. Misalnya pemanfaatan abu jerami dan batang jerami sebagai bahan campuran mortar atau beton. Dalam penelitian ini, abu jerami dan batang jerami sebagai limbah pertanian yang tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya ditambahkan sebagai bahan campur pembuatan bata. Yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan bata itu sendiri dikarena adanya unsur silika pada jerami yang dapat meningkatkan kekuatan bata. Penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram dengan motode experimen, benda uji berupa bata terdiri dari bahan campuran tanah dan abu jerami saja serta tanah dan serbuk jerami saja dengan variasi dari 0% sampai 25%. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifak fisik tanah dan kuat tekan bata, dimana sampel tanah diambil dari desa Kebon Talo Kecamatan Ampenan Kota Mataram dari pengrajin bata yang telah cukup lama menjual bata untuk pembangunan kontruksi dinding rumah maupun bangunan lainnya. Hasil penelitian untuk struktur tanah, bahwa tanah Kebon Talo termasuk jenis tanah lempung tak organik dengan plastisitas tinggi, dengan prosentase 49,02% Lempung 15,68% Lanau 34,3 % Pasir. Untuk bata dengan komposisi campuran 100% tanah di hasilkan kuat tekan sebesar 1,49 Mpa sedangkan untuk komposisi campuran optimum Abu Jerami yaitu 85% tanah dan 25% Abu Jerami di hasilkan kuat tekan sebesar 2,206 Mpa dengan peningkatan kekuatan 32,46% dan untuk komposisi campuran optimum Serbuk Jerami yaitu 90,5% tanah dan 9,5% Serbuk Jerami di hasilkan kuat tekan sebesar 1,686 Mpa dengan peningkatan kekuatan 11,63%.
PENINGKATAN PELAYANAN ANGKUTAN PEMADU MODA PENUMPANG PESAWAT BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK MELALUI PENYUSUNAN SKENARIO OPERASIONAL: Service Improvement Transportation Modes Integrator Passenger Plane Lombok International Airport Through the Preparation of Operational Scenarios Karyawan, I Dewa Made Alit; Mahendra, Made
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan fungsi Bandara Selaparang ke Bandara Internasional Lombok menimbulkan masalah baru, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari Mataram yaitu sekitar 21,3 kilometer dan memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit. Jarak dari Mataram ke Bandara Internasional Lombok dipadu oleh beberapa angkutan penumpang yaitu Bus Damri, trevel, dan taksi. Namun pengaturan operasional angkutan pemadu moda ini belum optimal, mengingat penumpang belum terlayani dengan maksimal. Kondisi saat ini menunjukkan angkutan yang beroperasi belum tertata rapi. Sehubungan dengan masalah di atas, dilakukan penelitian dengan tujuan menyusun skenario operasional angkutan pemadu moda meliputi jenis, jumlah, jadwal dan frekwensi layanan berdasarkan jumlah permintaan serta prospek ke depan. Metode yang dipakai dalam upaya peningkatan pelayanan angkutan pemadu moda ini adalah metode eksperimen dengan melakukan simulasi operasional, yang tetap menjamin baiknya kinerja pelayanan. Fokus luaran adalah berupa skenario operasional angkutan pemadu moda. Hasil penelitian untuk Tahun 1 ini, khusus untuk Bus Damri dengan 3 alternatif skenario yaitu pelayananan dengan: 1) mengoperasikan bus kapasitas 17; 2) mengoperasikan bus kapasitas 27; dan 3) mengoperasikan gabungan bus kapasitas 17 dan 27. Seluruh skenario menggunakan waktu antar keberangkatan selam 1 jam. Skenario terbaik untuk Tahun 2013 adalah dengan alternatif 3 yang menghasilkan load factor 71%, yaitu dengan bus kapasitas 17 sebanyak 4 unit dan kapasitas 27 sebanyak 1 unit. Jumlah taxi dan trevel sebanyak 76 unit dan 8 unit

Page 1 of 1 | Total Record : 10