cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL" : 7 Documents clear
DEVELOPING AN AHP-BASED MODEL FOR EVALUATING MITIGATION PROGRAMS FOR FLOOD DISASTER: CASE STUDY IN JAKARTA, INDONESIA: Pengembangan Model AHP- Based untuk Mengevaluasi Program Mitigasi Bencana Banjir: Studi Kasus di Jakarta, Indonesia Sari, Dharwati Pratama; Anwar, M Ruslin
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.205

Abstract

Throughout the centuries flood disasters have taken a loss of human lives property damage, and economic impacts all over the world. In Jakarta, Indonesia, various alternatives of strategies after flood disasters have been implemented during the past reconstruction project due the high severe damage losses. Unfortunately the programs just issues, based on the damage and losses assessment after recent disasters happened, it indicated the necessity of better flood disaster management for future life’s people in Indonesia. The research focused on flood disaster mitigation program and used as some implementation program from other countries for comparison to propose an appropriate design of mitigation and planned. The approaches use the Analytic Hierarchy Process (AHP) as a decision analysis tool, in order to develop a Program Evaluation Model (PEM) for flood disaster management in Jakarta. In addition, data will be gathered through direct survey with experts. The PEM’s concept is concerned with the selecting the major factors which influence the management of flood disaster in Jakarta, and use the identified factors to evaluate different flood mitigation program from other countries (Taiwan, Japan, Netherlands, United States, and United Kingdom).
PENGARUH CAMPURAN BELERANG DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP UJI GESER LANGSUNG DAN KUAT TEKAN BEBAS TANAH GAMBUT: Effect of Sulfur and Portland Cement Mix on Direct Shear and Unconfined Compression Strength of Peat Soil Triutami, Nova; Gandi, Suradji; Hendri, Okrobianus
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.210

Abstract

Tanah gambut merupakan tipe tanah yang kurang baik sebagai tanah dasar konstruksi, dan memiliki karakteristik yang sangat lunak. Untuk memperbaiki sifat tanah gambut tersebut, maka dilakukan dengan cara stabilisasi tanah. Metode stabilisasi tanah yang digunakan yaitu menggunakan belerang dan semen portland sebagai bahan campurannya. Pengujian dilakukan dengan metode observari lapangan dan eksperimental, yang diawali pada pengambilan sampel tanah (hand boring) dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium yaitu sifat fisik tanah asli, pengujian geser langsung dan kuat tekan bebas. Hasil pengujian sifat fisik tanah diperoleh kadar air (w) 244,74 % , menurut ASTM D 2980 termasuk kategori slightly absorbent, diperoleh berat jenis (Gs) sebesar 1,28. Jumlah kadar serat yang diperoleh 76,74 %, menurut ASTM D 4427 tanah gambut termasuk dalam kategori gambut fibric dengan kadar serat antara > 67 %. Hasil pengujian kuat geser langsung nilai kohesi (c) meningkat sebesar 9 % dari kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % pada pemeraman 14 hari, dan sudut geser (φ) meningkat sebesar 7 % dari kadar optimum belerang 2,5 % dan semen portland 10 % pada 14 hari pemeraman. Untuk pengujian kuat tekan bebas terjadi peningkatan kuat tekan bebas (qu) sebesar 20,9 % diperoleh dari kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % dengan waktu pemeraman 14 hari sedangkan pada kohesi (c) terjadi kenaikan sebesar 10,4 % pada kadar optimum belerang 5 % dan semen portland 10 % pada pemeraman 7 hari.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA VARIABEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DI KOTA PALANGKA RAYA: Analysis of The Relationship Between Variables Selection Mode of Transportation In Palangkaraya City Yuslye, Devis Dwi; Murniati, Murniati; Riani, Desi
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.216

Abstract

Peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum merupakan salah satu solusi dalam mengurangi kemacetan di Kota Palangka Raya. Untuk itu perlu diketahui kriteria-kriteria yang dapat mengalihkan penggunaan angkutan umum, seperti kondisi sosial dan ekonomi pengguna jasa angkutan, biaya, waktu tunggu dan waktu perjalanan. Hal ini akan memengaruhi seseorang dalam memilih moda transportasi yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara variabel yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pemilihan moda transportasi di Kota Palangka Raya. Survei dilaksanakan dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden berisi karakteristik umum dan karakteristik perjalanan responden, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tunggu, dan selisih waktu tempuh. Berdasarkan hasil uji tabulasi silang tidak terdapat hubungan yang signifikan antar variabel penelitian yang di uji. Menurut hasil analisis korelasi dan determinasi yang dilakukan terhadap data dengan tiga macam atribut diperoleh hasil untuk atribut biaya perjalanan R = 0,889 dan R2 = 70,2%, untuk atribut waktu tunggu R = 0,881 dan R2 = 70,2%, dan untuk waktu tempuh R = 0,904 dan R2 = 75,5%. Berdasarkan hasil uji-t didapatkan t hitung > t tabel dan signifikan < dari 0,05, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara variabel terhadap pemilihan moda transportasi secara signifikan.
PREDIKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM PUSAT PULANG PISAU DAN UNIT DESA MANTAREN I TAHUN 2029: Prediction of Clean Water Need for Pulang Pisau Center And Unit of Village Mantaren I In 2029 Priyanto, Andri; Jaya, Allan Restu; Suyanto, Hendro
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.220

Abstract

PDAM Kota Pulang Pisau merupakan Badan Usaha Milik Daerah di Kota Pulang Pisau yang menyediakan jasa pelayanan dan pendistribusian air bersih ke konsumen di wilayahnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan layanan PDAM Pulang Pisau dan Unit Desa Mantaren I terhadap jumlah penduduk Kota Pulang Pisau pada tahun 2029. Penelitian diharapkan dapat membantu PDAM Kota Pulang Pisau mengetahui besar kebutuhan air bersih serta prediksi jumlah penduduk pada tahun 2020 sampai tahun 2029. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan melakukan analisis data. Pengolahan data menggunakan metode aritmatik. Data-data yang digunakan adalah data jumlah penduduk serta data produksi air PDAM Kota Pulang Pisau dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2029. Tahapan penelitian meliputi proyeksi penambahan jumlah penduduk, dan analisis kebutuhan air serta kemampuan layanan air bersih PDAM Kota Pulang Pisau tahun 2020 sampai dengan tahun 2029. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air yang diperlukan PDAM Kota Pulang Pisau pada tahun 2029 sebesar 26,630 lt/dt. Tingkat pelayanan penduduk dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan, akan tetapi jika ditinjau dari aspek kebutuhan air bersih yang harus dipenuhi oleh PDAM kota Pulang Pisau masih mencukupi setiap tahunnya, karena kapasitas IPA saat ini 60 lt/dt dan kapasitas intake 70 l/dt.
PENGARUH SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU PETUNG SETELAH PENGAWETAN: The effect of Salt as Preservation Material on Physical and Mechanical Properties of Petung Bamboo Rofaida, Aryani; Sugiartha, I Wayan; Pathurahman, Pathurahman; Widianty, Desi; Saputra, Lega Andi
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.206

Abstract

Bambu sebagai bahan konstruksi sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia, namun bambu memiliki daya tahan yang kurang baik terhadap ganguan serangga perusak biologis, hal ini sangat berpengaruh terhadap kekuatan dari bambu itu sendiri. Pemakaian bahan kimia untuk pengawetan dapat dikatakan cukup efektif namun tidak ramah lingkungan. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan dan sangat melimpah di Indonesia adalah garam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap sifat fisik dan mekanik bambu petung setelah diawetkan. Pengujian diawali dengan pengujian kadar air dan berat jenis. Selanjutnya dilakukan pengawetan, uji moralitas dan pengurangan berat terhadap rayap kayu kering. Selanjutnya dilakukan pengujian sifat mekanik berupa kuat tekan, kuat tarik dan kuat geser bambu petung, baik yang tidak diawetkan dan diawetkan. Hasil pengujian kadar air, baik bagian pangkal, tengah dan ujung bambu berkisar 30%-33%, sehingga sudah terpenuhi untuk bambu umur di atas 3 tahun sebesar 18% - 35%, Bambu yang diawetkan memiliki pengurangan berat rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan bambu yang tidak diawetkan dengan nilai sebesar 1,00% sedangkan bambu yang tidak diawetkan memiliki nilai pengurangan berat rata-rata yang lebih besar dibandingkan bambu yang diawetkan dengan nilai sebesar 1,74%. Semakin besar nilai pengurangan berat maka bambu rentan terhadap rayap kayu kering dan semakin kecil nilai pengurangan berat maka efektivitas pengawet sangat berpegaruh terhadap daya makan rayap kayu kering. Kuat Tekan tanpa nodia mempunyai perbedaan 3,50% dengan nodia (tidak diawetkan dan diawetkan) mempunyai perbedaan sebesar 12,83% dan dengan nodia rata rata perbedaan sebesar 12,91% dan dengan nodia sebesar 43,62%, dan uji geser mempunyai perbedaan yang diawetkan berfluktuasi ada yang meningkat dan ada pula yang menurun, dengan presentase perbedan rata rata sebesar 8,05% pada bambu tanpa nodia dan prosentase perbedan rata-rata sebesar 19,93% pada bambu dengan nodia. Peningkatan dan penurunan kekuatan pada pengujian fisik dan mekanik bamboo dipengaruhi pengkristalan larutan garan pada saat pengeringan bambu setelah diawetkan.
PENANGANAN KERUSAKAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA JALAN SEPAKU – PERIGI KABUPATEN LAMANDAU: Handling Damage to District Road Using Bina Marga Method on Sepaku Road – Perigi Lamandau Regency Pertiwi, Evitriana Dessy; Robby, Robby; Elvina, Ina
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.215

Abstract

Ruas Jalan Sepaku – Perigi merupakan ruas jalan yang mempunyai peran penting bagi masyarakat di Kabupaten Lamandau. Ruas Jalan ini menghubungkan Ibukota Kabupaten Lamandau di Nanga Bulik dengan 4 (empat) kecamatan, namun hal tersebut justru membuat kondisi perkerasan dan kualitas jalan menjadi menurun karena beban yang di terima jalan semakin tinggi pula. Kerusakan jalan memiliki beberapa faktor selain beban dari pengguna jalan. Untuk itu penelitian ini dibuat dengan pengambilan sampel secara survei, yang tujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan Petunjuk Praktis Pemeliharaan Rutin Jalan (1992) yang diterbitkan oleh Bina Marga serta metode analisis yang digunakan adalah dengan Metode Bina Marga, hasil penelitian menunjukkan jenis kerusakan jalan diantaranya: retak kulit buaya, retak memanjang, retak melintang, lubang, tambalan, dan pelepasan butir. Lubang dengan presentase 51,28%, tambalan dengan presentase 17,94%, pelepasan butir dengan presentase 10,25%, retak kulit buaya dengan presentase 7,69%, retak melintang dengan presentase 7,69%, retak memanjang dengan presentase 5,12%. Sedangkan nilai kondisi jalan menunjukkan angka 4 (empat), sehingga berada dalam urutan prioritas 8 (delapan) yaitu pemeliharaan rutin, solusi perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengaspalan, mengisi retakan, penambalan lubang dan perataan.
ANALISIS PERBANDINGAN KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) KOTA BIMA MENGGUNAKAN DATA HUJAN TERUKUR DAN DATA HUJAN DARI SATELIT JAPAN AEROSPACE EXPLORATION AGENCY: Comparative Analysis of Frequency Duration Intensity Curve (IDF) Using Measured Rainfall Data and Rain Data from Satellite Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Farhan, Agil; Saidah, Humairo; Supriyadi, Anid
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.213

Abstract

Kota Bima merupakan wilayah yang sering dilanda banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, banjir kiriman dari hulu dan sistem drainase yang kurang baik yang menimbulkan banyak kerugian termasuk infrastruktur dan persawahan warga. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan perancangan bangunan sistem drainase yang baik dan benar melalui analisis IDF, yang dapat digunakan untuk menghitung banjir rencana dalam perencanaan bangunan hidrolik dengan menggunakan metode yang tepat. Data curah hujan yang digunakan ialah data curah hujan Terukur jam-jaman dan hujan satelit JAXA jam-jaman. Metode yang digunakan ialah Sherman untuk data hujan jam-jaman dan Mononobe untuk data hujan harian dan untuk menyamakan durasi kedua metode dilakukan ekstrapolasi data untuk mendapatkan intensitas curah hujan dengan durasi kurang dari 1 jam. Hasil yang didapatkan nilai persamaan lengkung IDF dengan kala ulang 2 tahun pada data hujan terukur metode Sherman sebesar I2 = 52.20/t1.66, metode Mononobe sebesar y2 = 27.86 x -0.67 dan data hujan satelit JAXA sebesar I2 = 28.064/t1.38.

Page 1 of 1 | Total Record : 7