cover
Contact Name
Evi Maha Kastri
Contact Email
redaksikelasa@gmail.com
Phone
+6285279491107
Journal Mail Official
redaksikelasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Beringin II No.40 Kompleks Gubernuran Telukbetung, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra
ISSN : 19077165     EISSN : 27214672     DOI : https://doi.org/10.26499/kls.v15i1.21
Core Subject : Education,
KELASA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. The scope of KELASA includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. KELASA is published by Kantor Bahasa Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KELASA accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2019): Kelasa" : 10 Documents clear
Simbolisme Tokoh-Tokoh Pada Cerpen “Godlob” Karya Danarto: Kajian Semiotik Ramlan Andi
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.81

Abstract

“Godlob” is one of Danarto's realist short stories, which is very unique in the development of conflicts among the characters.  This research would like to reveal the symbolism aspect which presented through the characters in the texts. The writer used a semiotic study  to reveal hidden messages from the author. The symbols revealed in the story are the existence of the state that implies from the character of father. Furthermore, the symbol of citizen reflected in a figure of a child. Sometimes, a powerless citizen and a child have the same situation; oppressors are persecuting them. Finally, the figure of mother reveals the existence of ideological symbols.  It is shown by interpreting her decision in fighting her principle against the domination of patriarchal power of this country. Based on the data, the character of the woman became a symbolic representation of feminism ideology. Abstrak“Godlob” merupakan salah satu cerpen realis karya Danarto yang sangat unik dalam pembangunan konflik antartokoh di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap  simbolisme yang dihadirkan oleh para tokoh. Penulis menggunakan kajian  semiotik dalam membedah pesan tersembunyi pengarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa simbol-simbol yang diungkap menunjukan adanya relasi kuasa negara yang tepersonifikasi melalui sifat-sifat yang melekat pada tokoh ayah. Selanjutnya, simbol yang terungkap pada tokoh anak adalah sebuah representasi rakyat kecil atau warga negara yang tidak berdaya. Dalam realitas kehidupan, kedua hal tersebut terkadang memiliki nasib yang sama, yaitu menjadi kaum yang teraniaya. Terakhir, tokoh ibu dalam cerita mengungkap adanya simbol-simbol ideologi. Perlawanan yang dilakukan tokoh ibu terhadap suaminya merupakan anomali bagi tradisi budaya keluarga di Indonesia. Sikap egaliter yang ditunjukan berupa berani membunuh suami merupakan wujud perlawananan yang luar biasa terhadap dominasi kekuasan patriarki. Berdasarkan temuan tersebut, tokoh perempuan menjadi representasi  simbol ideologi feminisme.
Pemaknaan Simile oleh Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Annisa Fitriani Yoga Irawan
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.76

Abstract

Problems in this research was the extent to which understanding students to majas similes. This study aims to described purport and forms majas similes. Methods used in research this is the method descriptive qualitative with the data on an interpretation majas similes by college students. Data collection techniques in this study are documentation. Data analysis techniques by classifying data, interpreting data, explaining data, concluding temporarily, conducting internal and external triangulation, and making final conclusions.The research results show the first phase students the handling each of words that form said similes. The next stage students the handling said similes whole. Words similes who seen by students can divided into three categories similes. The third words similes, namely similes category nature, man, and dead objects AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap majas simile. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan dan bentuk-bentuk majas simile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan data yang berdasarkan interpretasi majas simile oleh mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi.   Teknik analisis data dengan cara mengklasifikasi data, menafsirkan data, menjelaskan data, menyimpulkan sementara, melakukan triangulasi internal dan eksternal, dan membuat simpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan tahap pertama mahasiswa memaknai masing-masing kata yang membentuk kata simile. Tahap selanjutnya mahasiswa memaknai kata simile secara utuh. Kata-kata simile yang dimaknai oleh mahasiswa dapat dibagi ke dalam tiga kategori simile. Ketiga kata simile tersebut, yaitu simile kategori alam, manusia, dan benda mati.
Pendidikan Sastra Anak Pada Dongeng Semut Yang Sombong dan Persahabatan Semut dan Merpati Karya Ihsan Fauzi Andi Widiono
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.82

Abstract

In this study, fairy tales become objects of research that are analyzed and interpreted according to the circumstances of the tales. The method used in this research is descriptive method. The purpose of this study is to describe the value of children's literary education contained in these fables. Based on the analysis of the arrogant Ants tale and the Friendship of Ants and Merpati by Ihsan Fauzi, it can be concluded that in the tale there is educational value in children's literary works, namely exploration and discovery, language development, development of beauty values, and the cultivation of multicultural insights. One of children's literary education about manners teaches morals and manners to children. The value of literary education in the work can be an example and a lesson in educating a child, so that the child grows in authority through literary reading, namely fairy tales AbstrakPada penelitian ini, dongeng menjadi objek penelitian yang dianalisis dan diinterprestasikan sesuai dengan keadaan dongeng tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai pendidikan sastra anak yang terdapat pada dongeng tersebut. Berdasarkan analisis pada dongeng Semut yang Sombong dan Persahabatan Semut dan Merpati karya Ihsan Fauzi dapat disimpulkan bahwa di dalam dongeng tersebut terdapat nilai pendidikan pada karya sastra anak, yaitu eksplorasi dan penemuan, perkembangan bahasa, pengembangan nilai keindahan, dan penanaman wawasan multikultural. Salah satu pendidikan sastra anak tentang budi pekerti mengajarkan moral dan sopan santun kepada anak. Nilai pendidikan sastra pada karya tersebut dapat menjadi contoh dan pelajaran dalam mendidik seorang anak, sehingga anak bertambah wawasanya melalui bacaan sastra yaitu dongeng.
Pencemaran Nama Baik dalam Perspektif Linguistik Forensik Hasnawati Nasution
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.77

Abstract

This paper examines two uploads on social media whose alleged sentences contain elements of defamation. The method used in this study is qualitative, i.e., describing data to determine the elements that can defame someone. Determination of these elements requires forensic linguistic analysis that is using linguistic evidence in law enforcement efforts. This evidence can be analyzed using lexical, grammatical and pragmatic semantic studies that are part of forensic linguistic studies. Based on the analysis, it can be concluded that from the lexical semantic perspective, the word used in the uploaded sentence has a negative denotation meaning. Based on the grammatical semantic analysis the sentence means demeaning a group of people. Pragmatically, not being said by the uploader is an expressive illocutionary act, which is an expression of disappointment and anger. In addition, the sentence uploaded to the account is also provocative, namely inviting the public to follow the uploader's opinion. Expressive illocutionary acts lead to acts of perlocution on the speech partners mentioned in the sentence. The act of occlusion is in the form of anger from community groups or individuals referred to in uploads. AbstrakMakalah ini mengkaji dua unggahan di media sosial yang diduga kalimatnya mengandung unsur pencemaran nama baik.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif, yakni mendekripsikan data untuk menentukan unsur-unsur yang dapat mencemarkan nama baik seseorang. Penentuan unsur tersebut memerlukan analisis linguisik forensik yakni menggunakan bukti kebahasaan dalam upaya penegakan hukum. Bukti tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan kajian semantik leksikal, semantik gramatikal, dan pragmatik yang merupakan bagian dari kajian linguistik forensik. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa dari sudut pandang semantik leksikal, kata yang digunakan pada kalimat yang diunggah tersebut memiliki makna denotasi yang negatif. Berdasarkan analisis semantik gramatikal kalimat tersebut bermakna merendahkan sekelompok masyarakat. Secara pragmatik, tidak tutur yang dilakukan oleh penggunggah adalah tindak ilokusi ekspresif, yakni ekspresi kekecewaan dan kemarahan. Selain itu, kalimat yang diunggah pada akun tersebut juga bersifat provokatif, yakni mengajak masyarakat mengikuti pendapat si pengunggah.  Tindak ilokusi ekspresif menimbulkan tindak perlokusi pada mitra tutur yang disebut dalam kalimat tersebut. Tindak perlokusi itu berupa kemarahan kelompok masyarakat atau individu yang disebut di dalam unggahan.
Makna Aspektual dalam Wacana Berbahasa Lampung Sustiyanti Sustiyanti
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.83

Abstract

One of the important things that must be conveyed to reveal information about an event is the time of occurrence of the event and the situation at the time of the event. Disclosure of information about an event that is related to time in linguistics including the intellectual meaning. Research in the field of semantics related to the meaning of time in Lampung is still rarely conducted. Therefore, such research needs to be done as an effort to document the Lampung language. The theory used is the theory of intellectual meaning proposed by Bernard Comrie. The method used is qualitative. Data is collected by being recorded and analyzed based on the inherent meaning contained in the verb. The results of this study indicate that the intellectual meaning in Lampung language is mostly expressed in the imperfect form. None of the aspects contained in the data are marked with moderate and will aspect markers, but there are those that are marked with aspect markers already. AbstrakSalah satu hal penting yang harus disampaikan untuk mengungkapkan suatu informasi tentang sebuah peristiwa adalah waktu terjadinya peristiwa tersebut dan situasi pada saat terjadinya peritiwa itu. Pengungkapan informasi mengenai suatu peristiwa yang berhubungan dengan waktu dalam ilmu kebahasaan termasuk pada makna aspektual. Penelitian dalam bidang semantik yang berkaitan dengan makna kewaktuan dalam bahasa Lampung masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian seperti itu perlu untuk dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mendokumentasikan bahasa Lampung. Teori yang digunakan yaitu teori makna aspektual yang dikemukakan oleh Bernard Comrie. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara direkam dan dianalisis berdasarkan makna inheren yang terdapat pada verba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna aspektual dalam bahasa Lampung sebagian besar diungkapkan dalam bentuk imperfektif. Aspek yang terdapat dalam data tidak ada yang ditandai dengan penanda aspek sedang dan akan, tetapi ada yang ditandai dengan penanda aspek sudah.
Perian Semantik Leksem Alat-Alat Pengolah Sagu dalam Bahasa Sentani, Papua Normawati Normawati
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.78

Abstract

Sagoo is a kind of staple food for people in eastern Indonesia. This short writing makes an effort to study any various semantical lexeme of sagoo processing tools in Sentani language, Papua. The stage of this research consist of collecting data, analyzing data and presenting data analysis. Then, she got oral and written data for this research. Those data, then, has been analyzed using analysis of lexical components method by several phase. First, selecting data to determine any meaning class which is mutually collocated and presumed to form a specific domain.  Second, determine contiguity relationship intersense in several lexemes.  Analysis result shows that various semantical lexeme in Sentani language for these tools are eleven lexemes. Those are classified into three groups. They are (1) tools or equipment for cutting sago tree, (2) tools for pounding, and (3) tools for squeezing sagoo. Subdomain meaning of ‘tools for cutting sagoo tree’ lexemes are devided into three, namely, ramayali ‘machete’, ramekahu ‘axe’, and onggi ‘crowbar’.  AbstrakSagu bagi orang Indonesia Timur merupakan salah satu makanan pokok. Tulisan ringkas ini berupaya mengkaji varian semantik leksem alat-alat pengolah sagu dalam bahasa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Langkah kerja penelitian ini, meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan pemaparan hasil pengolahan data. Data diperoleh dari data lisan dan data tertulis. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menerapkan metode analisis komponen leksikal dengan langkah-langkah berikut. Pertama, menyeleksi data untuk menentukan kelompok makna saling berkolokasi yang diperkirakan membentuk satu medan makna tertentu. Kedua, menentukan hubungan kontinguitas antarmakna yang terdapat dalam sejumlah leksem.  Hasil analisis menunjukkan bahwa varian semantik leksem alat-alat pengolah sagu dalam bahasa Sentani berjumlah sebelas leksem. Leksem-leksem tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu (1) peralatan dalam menebang sagu, (2) peralatan dalam proses menokok sagu, dan (3) peralatan dalam proses meramas sagu.
Nilai-Nilai Edukatif dalam Cerpen Pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah Mega Noviana
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.84

Abstract

The problem studied in this research is educative values in short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. This research aimed to identify and describe the educative values in short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. Research method used in this research is qualitative descriptive. The source of data in this research is short story choices of perhutani’s green pen award entitled Nyanyian Meranti Merah. Based on the analysis of data shows the short story choices of perhutani’s green pen award 2014 entitled Nyanyian Meranti Merah is full of educative values. The topic that appears in that short story is the forest and the environment. Short story choice of perhutani’s green pen award 2014 entitled Nyanyian Meranti Merah can be used as learning refrences.  AbstrakPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai edukatif dalam cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai edukatif yang terdapat dalam cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (dokumentasi). Sumber data penelitian ini adalah cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah sarat dengan muatan nilai-nilai edukatif. Tema yang muncul dalam cerpen tersebut adalah hutan dan lingkungan.  Cerpen pilihan Perhutani Green Pen Award 2014 Nyanyian Meranti Merah dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran
Tragedi UBL Berdarah dalam Anomie Karya Rilda A. Oe.Taneko Dian Anggraini
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.79

Abstract

Historical literature binds facts in society in the frame of the author's imagination. Therefore, this study aims to describe the tragedy of the UBL that occurred in 1998. The researcher used a historical and mimetic approach. The data is used, namely bleeding events that occur in the Anomie novel. The results of the analysis indicate that the Lampung student demonstration took place as a form of solidarity of the Draft Law on the Prevention of Hazards (PKB) in Jakarta. As a result of the iron hands of the security forces, two Lampung students had to lose their lives, the outbreak of clashes between students and security forces allegedly involved the involvement of people who wanted to get a one-sided profit. This novel reveals that the ruler is the owner of all powers that can easily exert the power to take action. AbstrakSastra sejarah membalut fakta yang ada di masyarakat dalam bingkai imajinasi penulis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tragedi UBL yang terjadi pada tahun 1998. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan historis dan mimetik. Data yang digunakan ialah peristiwa berdarah yang terjadi dalam novel Anomie. Hasil analisis menunjukkan bahwa aksi mahasiswa Lampung terjadi sebagai bentuk solidaritas terhadap demontrasi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) di Jakarta. Dalam peristiwa tersebut, dua orang mahasiswa Lampung harus kehilangan nyawa. Pecahnya bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan ditenggarai adanya keterlibatan oknum yang ingin mendapat keuntungan sepihak. Novel ini mengungkapkan bahwa penguasa adalah pemilik segala kuasa yang dapat dengan mudah mengerahkan kekuatan untuk melakukan tindakan.
Kata Kerja Mengatakan dalam Tuturan Bahasa Banjar Rissari Yayuk
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.85

Abstract

Verbs say are often used in everyday communication. These words are usually structurally predicate in sentences.However, the pragmatic semantics of these words can be used in a variety of functions and types of speech. This research is titled verbs say in Banjar language speech. The problem under consideration is the use of verbs to mean significant in affix in Banjar language and Banjar language speech strategy using verbs. The purpose of the study is to describe the use of verbs to say meaningful affixes meN- in the language of Banjar and Banjar language speech strategies that use the verb says. This study uses a structural, semantic, and pragmatic perspective. The method of this research is descriptive. Techniques used in data retrieval are recording and documentation techniques. Method of data analysis is by qualitative way. Data presentation techniques using ordinary words. The results of the study concluded that the use of verbs means that the meN- affix in Banjar speech includes the commanding verb, giving information, agreement, and expectation. The banjar language spoken language strategy using the verb says. Includes paying attention to the needs of the said partners, involving the said partner. Avoiding discrepancies, and growing an optimistic attitude. AbstrakKata kerja mengatakan digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kata ini memiliki fungsi predikat dalam kalimat. Kata ini dapat digunakan dalam ragam fungsi dan jenis tuturan. Masalah penelitian yaitu makna kata mengatakan imbuhan meN- dan strategi menggunakan kata kerja mengatakan dalam tuturan bahasa Banjar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penggunaan makna kata mengatakan imbuhan meN- dan strategi menggunakan kata kerja mengatakan dalam tuturan bahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan teori struktural, semantik, dan pragmatik. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik  rekam dan dokumentasi. Teknik penyajian data dengan menggunakan kata-kata biasa.  Hasil penelitian yaitu makna imbuhan meN- dalam kata kerja mengatakan  dalam tuturan bahasa Banjar  meliputi kata kerja memerintah, memberikan informasi, perjanjian, dan harapan. Strategi tuturan bahasa Banjar yang menggunakan kata kerja mengatakan meliputi  memperhatikan kebutuhan mitra tutur,  melibatkan mitra tutur, menghindari ketidakcocokan, dan menumbuhkan sikap optimis.
Penerapan Model Integratif Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menulis dan Bercerita Rangkum Buku Nonfiksi Murakip Murakip
Kelasa Vol 14, No 1 (2019): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v14i1.80

Abstract

The results of a preliminary study of writing and telling the result of summary nonfiction books of a low so the reseascher need to solve the problem using the learning integrative model. The purpose of this study is to describe the application of the Integrative Learning Model to improve learning outcomes of writing a summary, and to tell the results of a nonfiction book summary.The research method developed was Classroom Action Research, Kemmis and Taggart models. The results showed that the results of writing a summary in the form of a series of main ideas in the content of non-fiction books, 21 students completed (65.63%) cycle I, 28 students completed (87.50%) cycle II, and told the results of the summary in the form of a series main ideas of the contents of the nonfiction book made, 20 students completed (62.50%) cycle I, 29 students completed (90.63%) cycle II. The results of the study prove that the application of the Integrative Learning Model can improve the assessment of learning outcomes of writing a summary and retelling the results of a nonfiction book summary for students of class VII-B of SMP Negeri 3 Pamekasan. AbstrakHasil studi pendahuluan menulis dan bercerita hasil rangkuman buku nonfiksi rendah sehingga peneliti perlu memecahkan masalah dengan menggunakan model Integratif Learning. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan Model Integratif Learninguntuk meningkatkan hasil belajar menulis rangkuman, dan bercerita hasil rangkuman buku nonfiksi.Metode penelitian yang dikembangkan adalahPenelitian Tindakan Kelas, model Kemmis dan Taggart.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil menulis rangkuman dalam bentuk rangkaian gagasan pokok isi buku nonfiksi, 21 peserta didik tuntas (65,63%) siklus I, 28 Peserta didik tuntas (87,50%) siklus II, dan menceritakan hasil rangkuman dalam bentuk rangkaian gagasan pokok isi buku nonfiksi yang dibuat, 20 peserta didik tuntas (62,50%) siklus I, 29 Peserta didik tuntas (90,63%) siklus II. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan Model Integratif Learning dapat meningkatkan penilaian hasilbelajar menulis rangkuman dan menceritakan kembali hasil rangkuman buku nonfiksipada peserta didik kelas VII-B SMP Negeri 3 Pamekasan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10