cover
Contact Name
Muhamad Shoheh
Contact Email
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287774201904
Journal Mail Official
tsaqofah@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 30 Kota Serang
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
ISSN : 14126478     EISSN : 26227657     DOI : https://doi.org/10.32678/tsaqofah
Core Subject : Humanities, Social,
Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, “Sultan Maulana Hasanuddin” State Islamic University of Banten. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Islamic History Islamic Culture Islamic Civilization Islamic Tradition Islamic Literature Islamic Philology and Literature Islamic Archeology Local Islam and Culture Islamic Arts and Architecture
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2017): June 2017" : 5 Documents clear
Peran Pesantren Nurul Huda dalam Penyebaran Ilmu Falak Di Banten Siti Humayroh
Tsaqofah Vol 15 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i1.3376

Abstract

Pesantren is a means of developing Islamic faith, especially to develop the ability to interpret the core of Islamic teachings. Pesantren is also an educational institution in Banten, namely Nuruh Huda Baros pesantren. This pesantren specializes in the deepening of Falak Science. Falak science is a science that studies the trajectory of celestial bodies, such as sun, moon, stars and other celestial bodies, in order to know the position of other heavenly bodies. This research concludes that the pesantren Nurul Huda was the first pesantren to develop Falak Science in Banten. The first creator of Falak Science in Banten is KH. E Mohammad Hilmi. Learning process undertaken by KH. E. Mohammad Hilmi uses several books of Falak Scripture namely the book Taqriebul Maqsad, Fathurrouful mannan, and Sulamun Nayyirain. The process of dissemination conducted by KH. E. Mohammad Hilmi by establishing Pesantren Nurul Huda, spread the Hijri calendar as much as 2000 calendar for one year both in Banten and outside Banten. KH.E Mohamad Hilmi plays a role in spreading Falak Science in Pesantren Nurul Huda Baros until 2005 but the distribution of Falak Science still berlansgung until now which is currently led by his son KH. E Mohammad Hilmi namely Muchtar Luthfi and Mochamad Zaeni Dahlan Hisal. Pesantren Nurul Huda begins with the construction of Diniyah Madrasah building is very simple as much as 3 (three) rooms only bamboo walls and roofed chiral leaves. Then in 1952 was built piecemeal musholla dankobongsantri which at that time only amounted to three students. Departing from the above background, it is deemed necessary to conduct research on the role of Pesantren Nurul Huda in the Spreading of Falak Science in Banten because the author argues that Pesantren Nurul Huda in the distribution of Falak Science in Banten is very interesting and very needed for the community.
Sejarah Dan Perkembangan Shalawat Wahidiyah Di Pandeglang Tahun 1981-2015 lilis siti rokayah
Tsaqofah Vol 15 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i1.3377

Abstract

Dalam agama Islam terdapat banyak macam-macam shalawat, namun secara garis besar shalawat kepada Nabi dapat digolongkan menjadi dua yaitu Maktsurah (shalawat yang redaksinya dari Rasulullah SAW) dan Ghairu Maktsurah (shalawat yang disusun oleh sahabat, tabi’in, auliya’, ulama, dan umumnya orang Islam). Shalawat Wahidiyah disusun oleh KH. Abdoel Madjid Ma’roef yang diperkenelakan tahun 1963 di Kedunglo, Ds. Bandar Lor, Kota Kediri, Jawa Timur. Kemudian dibawa ke Pandeglang pada tahun 1981 oleh KH. Sukata Sirojudin. Tujuannya untuk menjernihkan hati, menenangkan batin dan menentramkan jiwa, serta meningkatkan daya ingat sadar kepada Allah SWT. Sejarah munculnya Shalawat Wahidiyah di Pandeglang dibawa oleh KH. Sukanta Sirojudin, setelah pulang dari Pondok Pesantren Wahidiyah di Kota Kediri tahun 1980 dan mendirikan Pondok Pesantren Al-Barokah di Cikeusik pada tahun 1981. Perkembangan Shalawat Wahidiyah di Pandeglang pada awalnya memiliki respon yang kurang baik dari masyarakat. Akan tetapi, pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat sampai memiliki jama’ah yang banyak. Shalawat Wahidiyah merupakan sebuah amalan yang diperbolehkan untuk siapa saja, baik lakilaki maupun perempuan yang langsung di ijazahkan oleh penyusunnya tanpa melakuakan bai’at atau janji. Pokok ajaran Wahidiyah yakni Lillah-Billah, Lirrasul-Birrasul, Lilghauts-Bilghauts, Yu’ti Kulla Dzi Haqqin Haqqah, dan Taqdim Al-Aham Fa Al-Aham Tsuma Al-Anfa Fa Al-Anfa. Kegiatan khusus yang dilakukan oleh para pengamal Wahidiyah Kab. Pandeglang, yaitu Yaumiyyah (harian), Usbu’iyah (mingguan), Syahriyyah (bulanan) dan Rubu’ As-Sanah (tiga bulan). Kata Kunci: Sejarah Dan Perkembangan, Shalawat Wahidiyah, Pandeglang
H.M. Rachmatoellah Siddik dan Pendidikan Masa Orde Baru (Tokoh Pendidikan Di Banten) Ahmad Kamaludin
Tsaqofah Vol 15 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i1.3375

Abstract

Tulisan ini menceritakan tentang tokoh di Banten yang sangat cinta terhadap pendidikan di Banten sehingga memajukan SDM yang ada di Prov. Banten. Yakni H.M. Rachmatoellah Siddi, H.M. Rachmatoellah Siddiq sadar betul tentang pilihannya untuk melanjutkan sekolah dan mengabdi di dunia pendidikan ketimbang melanjutkan karirnya di dunia militer. Pilihannya itu setidaknnya berpijak pada beberapa alasan. Pertama, pasca perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia dihadapkan oleh kondisi serba sulit. Rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan, maupun papan.
Peranan k.h. Mahmud dalam Satkar (satuan karya) Ulama Banten Tahun 1970-1985 Opah Muaropah
Tsaqofah Vol 15 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i1.3373

Abstract

Banten merupakan daerah yang menganggap kiyai sebagai sosok yang memiliki kedudukan penting. Kuatnya posisi kiyai sebagai elit kultural ketika Orde Baru berkuasa, membuat elit tersebut dibidik menjadi tulang punggung Golkar. Sebagai seorang ulama karismatik dan disegani masyarakat, K.H. Mahmud tampil sebagai tokoh penting dalam perpolitikan Orde Baru dan dipilih sebagai Ketua Umum Satkar Ulama Banten tahun 1970-1985. Sebagai ketua, K.H. Mahmud melakukan sejumlah peran bagi perkembangan Satkar Ulama Banten. KH. Mahmud lahir tahun 1897 di Kadukecapi, ayahnya bernama H. Abdulhamid dan ibunya bernama Ibu Kamisah. Sebagai sorang kiyai, K.H Mahmud dikenal dekat dengan pejabat pemerintah. Hubungan dekat tersebut menjadi dasar Presiden Soeharto membentuk Satkar Ulama Banten dan KH. Mahmud dipilih sebagai ketua umum tahun 1970-1985. Satkar Ulama merupakan organisasi yang dibentuk sebagai wadah menghimpun dukungan masa dari para kiyai. Aktivitas dan program kerja Satkar Ulama Banten yang bergerak dibeberapa bidang tidak terlepas dari peran penting K.H Mahmud. Dalam bidang kagamaan, K.H Mahmud melakukan berbagai aktifitas kagamaan, dalam bidang pendidikan, K.H Mahmud melakukan upaya kaderisasi, bidang sosial kemanusiaan dilakukan dengan memberikan berbagai bantuan sebagai cara mendekati masyarakat, dan dalam bidang politik dilakukan dengan kampanye politik melalui perjalanan safari.
Naskah Surat Tariqah: Kritik Tuanku Nan Garang Atas Sikap Anti Tarekat dan Anti Jihad Sayyid Uthman Al-Batawi Muhamad Shoheh
Tsaqofah Vol 15 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v15i1.3379

Abstract

This article discusses the polemics that took place between two 19th-century clerics regarding tarekat and jihad against the Dutch colonial government. The cleric is Sayyid Uthma>n al-Batawi with Shaykh Isma'il Al-Minangkabau. The intended polemic is recorded in the classic Nusantara script entitled Surat T{ari>qah. The manuscript is a collection of the National Library of Indonesia with the code and number: 104a K.F.H 1/30. The text of Surat T{ari>qah is Dr. C. Snouck Hurgronje obtained from K.F. Holle. The manuscript was written by one of Shaykh Isma'il alMinagkabau disciples in order to defend the blasphemy, insults, and perversion of Sayid ‘Uthma> n. The text was then sent to Sayid 'Uthma>n and Snouck Hurgronje (close friend and protector of Sayid ‘Uthma>n). What are the contents of the manuscript? How was the defense that Ismael's disciples expressed against the insults and blasphemies of Sayid 'Uthma>n? This paper was made to answer the two problems.

Page 1 of 1 | Total Record : 5