cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021" : 27 Documents clear
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA STASIUN BOILER DI PT X, LUMAJANG Sefi Ria Ayu Mawarni; Christyfani Sindhuwati; Hardjono Hardjono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.242

Abstract

Energi panas untuk kebutuhan produksi pada PT X, Lumajang salah satunya bersumber dari boiler. Boiler merupakan bejana tertutup yang memanfaatkan air yang dipanaskan menggunakan bahan bakar tertentu untuk menghasilkan steam atau uap. Boiler memiliki potensi bahaya atau risiko pada saat dioperasikan, maka sangatlah penting melakukan pengawasan serta pembinaan mengenai keselamatan kerja. Pada PT X, Lumajang, penelitian  identifikasi bahaya dan risiko yang ditimbulkan akibat pengoperasian boiler juga perlu dilakukan karena minimnya penerapan K3 dan sebelumnya tidak pernah dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Berdasarkan penelitian, Potensi bahaya pengoperasian boiler di PT X, Lumajang dibagi mejadi tiga yaitu bahaya fisik, mekanis dan listrik. Sedangkan presentase tingkat risiko adalah sebagai berikut: risiko rendah sebesar (18,18%), risiko medium sebesar (18,18%), dan risiko tinggi sebesar (63,63%).  Apabila tindakan pengendalian dari bahaya pengoperasian boiler di PT X, Lumajang dilakukan maka dapat mengurangi tingkat risiko menjadi risiko rendah sebesar (100%). Sehingga, dapat mengurangi kecelakaan kerja di stasiun boiler PT X, Lumajang dan kerugian industri.
SIMULASI CHEMCAD: PENGARUH SUHU UMPAN DALAM PEMURNIAN ISOPROPIL ALKOHOL DENGAN DISTILASI EKSTRAKTIF Mohammad Fariz Abidin; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.258

Abstract

Isopropil alkohol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan hand sanitizer dengan kandungan bahan aktif 75-80% v/v. Distilasi konvensional tidak bisa dilakukan karena isopropil alkohol yang digunakan memiliki kemurnian yang rendah dan memerlukan proses pemurnian khusus karena memiliki titik azeotrop dengan air pada fraksi mol 0,68. Salah satu metode yang dapat digunakan ialah distilasi ekstraktif dengan entrainer gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu umpan masuk isopropil alkohol terhadap beban reboiler dan beban condenser. Simulasi ini menggunakan software ChemCAD 7.1.2 dengan memanfaatkan fitur sensitivity study dengan memvariasikan suhu umpan masuk isopropil alkohol antara 25oC hingga 100oC dengan 15 step. Hasil yang didapatkan menunjukkan suhu umpan masuk isopropil alkohol terbaik ialah pada suhu 80oC dengan beban reboiler sebesar 339.491 kJ/jam. Beban condenser cenderung konstan pada -378.735 kJ/jam dan tidak terpengaruh oleh variasi suhu umpan masuk isopropil alkohol.
AKTIVASI SERAT KAPUK DENGAN ASAM DAN BASA PADA SINTESIS BIOSORBEN UNTUK MENYERAP ION LOGAM NIKEL DARI LARUTAN NISO4 Thomi Nugraha Pratama; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.281

Abstract

Serat kapuk memiliki potensi sebagai biosorben dikarenakan memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, untuk mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4, dan untuk mengetahui pengaruh jumlah massa biosorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam nikel dari larutan NiSO4. Prosedur pembuatannya terdiri dari pencucian kapuk, pengeringan, aktivasi kapuk dengan larutan HCl dan NaOH, pembilasan, dan dikeringkan hingga kering. Variabel bebas yang digunakan yaitu jenis larutan aktivasi HCl 0,5 N dan NaOH 0,5 N, waktu perendaman 12, 18, 24 jam, massa biosorben 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 gram. Variabel kontrol yaitu, waktu adsorpsi 1 jam, volume larutan NiSO4 100 ml, konsentrasi logam nikel 41.725 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan aktivasi yang optimum menggunakan NaOH dengan lama perendaman 24 jam dan pada massa 2,5 gram menunjukkan efektivitas adsorpsi sebesar 88% dan mengalami penurunan konsentrasi nikel dari 41.725 menjadi 5.195 ppm.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) KAPASITAS 750 TON/TAHUN Bachtiar Asfin Sulistiyanto; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.208

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai potensi. Salah satu potensi yang dimiliki indonesia yaitu sebagai salah satu negara penghasil virgin coconut oil (VCO) yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun mandi cair.  VCO memiliki banyak manfaat  bagi kesehatan kulit maka dari itu sangat cocok digunakan dalam pembuatan sabun mandi cair. Pembuatan sabun mandi cair dari VCO  memiliki potensi untuk dikembangkan pada industri berskala besar. Sehingga  perlunya pendirian pabrik  Sabun dari VCO guna memenuhi kebutuhan manusia dalam penggunaan sabun yang terus meningkat, dikarenakan kesadaran dalam perilaku hidup sehat sekarang ini. Pabrik akan didirikan memiliki kapasitas 750 ton/tahun diharapkan mampu memenuhi dari kebutuhan pasar. Berdasarkan evaluasi ekonomi pabrik ini, keuntungan kotor didapatkan sebesar Rp. 12.277.766.231-/tahun, keuntungan bersih didapatkan sebesar Rp.7.366.659.739,-/tahun, Nilai BEP dihasilkan sebesar 53%/tahun, Return On Investment sebelum pajak dihasilkan sebesar 38%/tahun dan setelah pajak sebesar 23%/tahun, Pay Out Time diperoleh sebesar 4  tahun dan Shut Down Point pabrik ini berada pada angka 39%. Hasil evaluasi ekonomi ini menunjukkan bahwa pabrik sabun mandi cair dari VCO ini layak untuk didirikan.
EFEK RASIO FEED / SOLVENT PADA DISTILASI EKSTRAKTIF ISOPROPIL ALKOHOL : STUDI SIMULASI CHEMCAD Sri Indah Nur Aini; Agung Ari Wibowo
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.223

Abstract

Isopropil alkohol merupakan bahan kimia yang banyak digunakan di industri salah satunya sebagai bahan baku antiseptic di hand sanitizer. Berdasarkan proses pemisahan isopropil alkohol-air terhalang oleh titik azeotrop sehingga tidak dapat dipisahkan menggunakan distilasi konvensional. Distilasi yang tepat untuk pemisahan campuran isopropil alkohol-air yaitu distilasi ekstraktif dengan bantuan gliserol sebagai solvent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan penambahan gliserol-isopropil alkohol terhadap kemurnian produk, beban reboiler, dan beban kondensor. Simulasi ini difokuskan pada variasi penambahan gliserol-isopropil alkohol dengan perbandingan 5:5 hingga 50:5, kemudian dilanjutkan dengan perbandingan 5:10 hingga 50:10. Hasil yang didapatkan bahwa semakin banyak penambahan isopropil alkohol akan menghasilkan kemurnian produk yang lebih tinggi. Kemurnian produk yang dihasilkan sebesar 96% mol dengan massa gliserol sebesar 1.728,6350 kg/jam dan massa isopropil alkohol sebesar 291,7360 kg/jam. Kemudian, semakin tinggi stage umpan solvent yang digunakan beban kondensor dan reboiler yang dihasilkan semakin tinggi yaitu sebesar 1.418,65 MJ/jam dan 2.249,42 MJ/jam.  
PENGARUH KONSENTRASI OZON TERHADAP NILAI PH DAN TOTAL DISSOLVE SOLID (TDS) PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) Faishal Najmuddin Nabih; Anang Takwanto; Melastri Rahayu
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.239

Abstract

Kualitas Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) harus memenuhi standar ditinjau dari parameter fisika kimia dan mikrobiologi yang sesuai dengan SNI 01-3553-2015 dan Permenkes no 492 tahun 2010 sehingga air aman untuk diminum dan dikonsumsi dalam jangka panjang. Kualitas air yang dikonsumsi menentukan derajat kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya. Pada uji fisika konsentrasi ozon berpengaruh terhadap hasil uji pH dan Total Dissolve Solid (TDS). Proses disinfektan pada produksi air minum dalam kemasan merupakan kendala kritis yang harus diperhatikan. Ozonisasi harus diinjeksikan secara tepat dan benar, agar kualitas steril dan tidak merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ozon terhadap hasil uji pH dan TDS air minum dalam kemasan. Penelitian dilakukan selamaF satu tahun dengan menambah kadar ozon pada proses produksi AMDK dan didapatkan hasil konsentrasi ozon dapat menurunkan nilai pH dan TDS. Menurunnya nilai pH dapat meningkatkan ion H+ dan menurunnya nilai TDS dapat mengurangi  senyawa organik maupun non organik yang terkandung dalam AMDK.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PRODUKSI CRUDE SELULASE DARI BAHAN BERLIGNOSELULOSA UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL Nikmatul Hasanah; Ifan Nida Nusha Nalaway; Sri Rulianah
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.274

Abstract

Bahan berlignoselulosa yaitu biomassa dari tanaman yang memiliki komponen utama selulosa dan hemiselulosa. Karena memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, maka bahan berlignoselulosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi crude selulase dengan bantuan kapang. Crude selulase dapat diaplikasikan dalam pembuatan bioetanol. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membandingkan produksi crude selulase dari bahan berlignoselulosa dengan kapang. Selain itu, juga bertujuan untuk membandingkan pembuatan  bioetanol dari bahan berlignoselulosa menggunakan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dengan hidrolisis enzimatis. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh kandungan lignoselulosa bahan, waktu inkubasi, dan konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim yang dihasilkan. Nilai aktivitas enzim paling tinggi yaitu ditunjukkan pada produksi crude selulase dari ampas tebu menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium dengan kondisi terbaik yaitu waktu inkubasi 17 hari dan konsentrasi substrat 7% sebesar 91,304 U/mL. Studi literatur mengenai pembuatan bioetanol dapat disimpulkan bahwa penambahan crude selulase dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Kadar etanol tertinggi sebesar 11,04% dari bagasse menggunakan crude selulase Phanerochaete chrysosporium pada penambahan 50% dan waktu fermentasi 144 jam.
PERANCANGAN REAKTOR UNTUK REAKSI SAPONIFIKASI MINYAK KELAPA PADA PRA RANCANGAN PABRIK SABUN CAIR KAPASITAS 750 TON/TAHUN Cahyo Ilyazha; Ade Sonya Wulandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.266

Abstract

Produksi kelapa di Indonesia per tahunnya cukup memenuhi kebutuhan industri dan kebutuhan masyarakat. Tapi di balik itu, terdapat manfaat yang tersembunyi lainnya yang berguna bagi manusia di kehidupan sehari-hari.Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat seperti produksi minyak kelapa yang terbuat dari daging kelapa segar yang diekstraksi. Hasil atau ekstrak itulah menghasilkan minyak alami yang disebut minyak kelapa murni atau Virgin coconut oil (VCO) mempunyai manfaat bagi kesehatan  tubuh dan kulit dan sangat berpotensi untuk dibuat produk berupa sabun mandi cair yang dimana minyak kelapa direaksikan dengan KOH dengan menggunakan reaktor brpengaduk secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang reaktor untuk mereaksikan minyak kelapa murni dan KOH dengan menggunakan reaksi saponifikasi. Perancangan dilakukan dengan menentukan jenis reaktor berpengaduk yang akan dipakai kemudian melakukan perhitungan dan penentuan diameter reaktor berpengaduk, jenis material, tutup atas dan bawah, stress maksimum yang terjadi tiap komponen dan menggambar desain menggunakan software VISIO. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dimensi yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan adalah raktor berdiameter 0.56 m dan tingginya 1.12 m. Kemudian panjang pengaduk 0.92 m dengan tutup atas tipe standard dished dan tutup bawah tipe conical. untuk jenis materialnya menggunakan SA-240 Grade C type 347.
ANALISA EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PABRIK SABUN MANDI CAIR BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT KAPASITAS 1.000 TON/TAHUN Brigita Noviyanti; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.204

Abstract

Sabun mandi cair merupakan produk yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari, dengan bertambahnya penduduk kebutuhan sabun meningkat apalagi dengan kondisi pandemi seperti ini. Indonesia salah satu negara penghasil crude palm oil (CPO) terbesar yang dapat di olah sebagai bahan baku pembuatan sabun cair. Analisa ekonomi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pabrik yang akan didirikan dan juga dapat mengetahui keuntungan pabrik. Yang pertama harus dilakukan yaitu melakukan riset mengenai produksi, impor, dan ekspor dari sabun mandi cair dan kesediaan bahan baku. Selanjutnya dilakukan perhitungan kapasitas pabrik dan membentuk sistem manajemen pabrik. Yang terakhir dilakukan analisa ekonomi pabrik. Pabrik sabun mandi cair yang didirikan memiliki kapasitas 1.000 ton/tahun sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar. Nilai Break Even Point (BEP) yang dihasilkan sebesar 30,9748%/tahun, Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 103%/tahun dan setelah pajak sebesar 61,8636%/tahun, Pay Out Time (POT) setelah pajak didapatkan sebesar 1,62 tahun dan Shut Down Point (SDP) yang didapatkan pabrik ini sebesar 5,0485%. Dari hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa pabrik sabun mandi cair ini layak untuk didirikan.
EVALUASI EFISIENSI HEAT EXCHANGER (E-3101) PADA PABRIK ALF3 DEPARTEMEN PRODUKSI III B PT PETROKIMIA GRESIK Ellana Nabilah Nur Averina Ansar; Annyssa Maylia; Achmad Chumaidi; Aldifi Kresmagus
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.221

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar yang ada di Indonesia. Selain menghasilkan pupuk, PT Petrokimia Gresik juga menghasilkan produk non-pupuk salah satunya yaitu AlF3 (Aluminium Fluorida) yang memiliki kapasitas produksi 12.600 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah H2SiF6 (Asam Fluosilikat) serta Al(OH)3 (Aluminium Hidroksida). Dalam pembuatannya, H2SiF6 perlu dipanaskan terlebih dahulu menggunakan heater (E-3101) hingga suhunya mencapai 75 – 80°C. Alat penukar panas tersebut memiliki tipe shell and tube heat exchanger (STHE) 1-1. Seiring berjalannya waktu, performa heat exchanger akan menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari alat penukar panas tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai efisiensi alat pada tanggal 25 – 29 Januari 2021 dengan nilai efisiensi desain alat. Berdasarkan hasil evaluasi, didapatkan bahwa terjadi penurunan nilai efisiensi dari 98,86% menjadi 85,64%. Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya pengotor maupun kerak yang ada pada alat tersebut. Perlu dilakukan pembersihan secara berkala agar alat dapat bekerja secara optimal.

Page 1 of 3 | Total Record : 27