cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025)" : 27 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA FILM KOMEDI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMA SWASTA BUDI AGUNG MARELAN Octavianty, Widya; Lubis, M. Joharis
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Swasta Budi Agung mengunakan model pembelajaran inkuiri tanpa berbantuan media film komedi. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik Simple Random Sampling, dilakukan dengan menentukan dan membagi sampel jika yang diteliti sangat luas. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu kelengkapan struktur dan kelengkapan kaidah kebahasaan. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen, dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design. Teknik analisis data menggunakan uji persyaratan analisis data, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian pada kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri berbantuan media film komedi diperoleh nilai rata-rata sebesar 83,88. Pemerolehan nilai siswa di kelas eksperimen tergolong kategori sangat sangat baik dengan persentasi 58,33%. Kelas kontrol dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri berbantuan media cerita bergambar memperoleh nilai rata-rata 65. Pemerolehan hasil menulis teks anekdot siswa di kelas kontrol berada pada rentang dikategori cukup dengan persentasi 41,66%. Berdasarkan hasil tersebut, membuktikan bahwasannya model pembelajaran inkuiri berbantuan media film komedi lebih memiliki pengaruh terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Swasta Budi Agung Marelan dibandingkan dengan menggunakan media cerita bergambar.Kata Kunci: Inkuiri, Media Film, Teks Anekdot, Menulis.
IMPLIKASI ETIKA KEILMUAN DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH SISWA KELAS XI MAN 2 MOJOKERTO Ummah, Maslakhatu Nurul; Siswanto, Wahyudi; Andajani, Kusubakti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.13078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran menulis karya ilmiah siswa kelas XI, (2) mengidentifikasi potensi risiko pelanggaran etika keilmuan yang muncul dalam penggunaan AI untuk pembelajaran menulis karya ilmiah, dan (3) merumuskan strategi integrasi etika keilmuan dalam penggunaan AI pada pembelajaran menulis karya ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di MAN 2 Mojokerto. Subjek penelitian terdiri atas kelas XI MIPA 4, yang berjumlah 36 siswa, dan telah menggunakan teknologi AI dalam pembelajaran menulis karya ilmiah, serta seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang terlibat dalam proses pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik, yaitu proses pengidentifikasian, analisis, dan pelaporan pola atau tema yang muncul dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi positif dalam mempermudah siswa menyusun struktur tulisan, memperbaiki tata bahasa, dan meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. Namun, penggunaan AI tanpa bimbingan yang memadai memunculkan risiko plagiarisme, ketergantungan berlebihan, dan penurunan kemampuan berpikir kritis siswa. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi yang diusulkan meliputi penyusunan pedoman etis penggunaan AI, pelatihan literasi teknologi, dan evaluasi pembelajaran berbasis proses. Penelitian ini menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif jika digunakan secara bijak dengan pendampingan guru yang memadai. Integrasi nilai-nilai etika keilmuan menjadi kunci dalam memanfaatkan teknologi AI secara optimal untuk mendukung pembelajaran menulis karya ilmiah yang bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 11 PALEMBANG Emawati, Emawati; Sandi, Arinda Dwi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 11 Palembang ditinjau dari segi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan asesmen pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang merupakan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 10 dan kelas 11. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 11 Palembang sudah berjalan dengan baik. Guru-guru di sekolah tersebut telah memahami dengan baik konsep kurikulum merdeka belajar dan mampu merancang pembelajaran yang sesuai prinsip kurikulum merdeka belajar. Selain itu, sekolah juga telah menyediakan sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk mendukung penerapan tersebut. Akan tetapi, masih terdapat beberapa aspek yang ditingkatkan, seperti variasi metode pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi. Kata kunci: kurikulum merdeka belajar, pembelajaran bahasa Indonesia
REGISTER PERDAGANGAN DARING PADA TAYANGAN TIKTOK LIVE PRODUK LUXCRIME BEAUTY Rosdiana, Eva; Azizi, Muhammad Hanif; Rizqiyah, Rizqiyah; Simanjuntak, Hotma
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12822

Abstract

Penelitian ini adalah kajian sosiolinguistik yang bertujuan untuk mengkaji penggunaan register dalam konteks perdagangan pada siaran TikTok Live yang mempromosikan produk Luxcrime Beauty. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan yang meliputi kata, frasa, kalimat, dan wacana dalam siaran TikTok Live produk Luxcrime Beauty. Sumber data penelitian ini yaitu penutur siaran TikTok Live dalam promosi produk Luxcrime Beauty. Teknik pengumpulan data yaitu sadap, simak dan catat. Peneliti mengamati siaran langsung Tiktok yang mempromosikan produk Luxcrime Beauty selama lima hari dengan durasi 50 menit per hari. Selanjutnya, peneliti mencatat ungkapan berupa kata, frasa, dan kalimat yang disampaikan yang mengandung register. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan padan translasional dan padan referensial. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan tiga kategori utama, yakni delapan register lingual, 15 register selingkung terbatas, dan enam register selingkung terbuka. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai fungsi komunikasi yang terjadi dalam perdagangan daring pada siaran TikTok Live produk Luxcrime Beauty terdiri dari tujuh fungsi instrumental, tiga fungsi heuristik, dan enam fungsi informatif.Kata kunci: register, Luxcrime beauty, TikTok Live
DETERMINASI MAKNA MELALUI SENSE RELATIONS PADA EKSISTENSI BAHASA GEN-ALPHA Nur, Adam Muhammad; Syihabuddin, Syihabuddin; Azwan, Azwan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12763

Abstract

Bahasa merupakan sebuah produk budaya yang muncul dan berkembang secara terus menerus. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dari berkembangnya sebuah bahasa adalah karena munculnya generasi baru. generasi baru akan membawa banyak perspektif baru dari berbagai aspek termasuk aspek kebahasaan, misalnya munculnya jargon, register atau istilah-istilah lainnya yang berkenaan dengan bahasa. Generasi yang dianggap paling baru dan paling muda saat ini dilabeli dengan Gen alpha. Generasi yang dianggap gen alpha ini memiliki rentan waktu kelahiran dari tahun 2011 - sekarang (Maulida, 2022. Hal. 40). Gen Alpha saat ini menjadi sorotan di media sosial karena penggunaan bahasanya yang unik dan juga baru, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk melihat makna bahasa pada kata-kata yang digunakan oleh gen-alpha. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan dengan teknik padan yakni memadankan kata yang muncul pada bahasa gen alpha dan dipadankan dengan yang ada. Teori yang digunakan adalah teori semantik dengan menggunakan pendekatan sense relation. Kajian semantik dipilih sebagai teori utama karena penelitian ini akan berfokus pada kata dan makna kata. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata yang muncul dan digunakan oleh gen alpha di media sosial. Kata-kata tersebut memiliki bentuk dan pemaknaan yang baru. kata-kata seperti sigma, mewing, skibidi, rizz dan aura perlu dikaji  agar ketika kata-kata ini digunakan pemaknaannya akan diketahui dengan jelas, baik secara gramatikal maupun secara leksikal.
PENGEMBANGAN APLIKASI WAHANA OBSERVASI BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TANJUNGPINANG Aritonang, Cindy Astriani; Andheska, Harry; Elfitra, Legi; Afdetis, Lira Hayu; Leoni, Tessa Dwi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran aplikasi wahana observasi berbantuan articulate storyline materi teks observasi untuk siswa kelas VIII SMPN 1 Tanjungpinang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan model 4D. Penelitian ini menghasilkan produk berupa aplikasi wahana observasi berbantuan articulate storyline untuk materi teks observasi dengan sasaran siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungpura. Tahap pertama penelitian ini yaitu pendefinisian, perancangan produk, dan pengembangan Uji coba dalam penelitian ini terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa SMP, khususnya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungpinang. Uji coba kelompok kecil terdiri dari lima siswa dan kelompok besar terdiri dari 31 siswa. Adapun instrumen yang digunakan berupa lembar wawancara, lembar angket validasi media, dan lembar angket kepraktisan media. Hasil penelitian yaitu  Hasil persentase validasi dari ahli media mencapai 93% dan kualifikasi “sangat valid” dan validasi oleh ahli materi mencapai 100% dengan kualifikasi “sangat valid”. Setelah itu, dilakukan uji coba kepraktisan aplikasi wahana observasi kepada siswa yang memperoleh nilai 91% dengan kualifikasi “sangat praktis” untuk kelompok kecil dan 88% dengan kualifikasi “sangat praktis” untuk kelompok besar.Kata kunci: Aplikasi, Media Pembelajaran, Articulate Storyline
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal “Istana Maimun” untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Anastasya, Agustina; Adilia, Alesia Annastasya; Pratiwi, Amelia Cahya; Wibowo, Raden Rara Diwara Marindrasputri Kusumo; Saddhono, Kundharu
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.13015

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) merupakan salah satu upaya internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus diplomasi budaya. Namun, bahan ajar BIPA yang tersedia saat ini kurang mengintegrasikan aspek kearifan lokal secara variatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar BIPA berbasis kearifan lokal dengan tema Istana Maimun sebagai representasi budaya Melayu Deli. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mencakup beberapa tahap, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan desain produk, pengembangan bahan ajar, validasi oleh ahli, uji coba dengan pembelajar asing, serta revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dan menarik melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal yang kaya. Penggunaan media interaktif, seperti video, kuis, dan animasi, dalam bahan ajar semakin meningkatkan daya tarik pembelajaran. Bahan ajar ini tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik pembelajar, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang budaya Indonesia, khususnya budaya Melayu Deli. Selain itu, pengajar BIPA mendapatkan variasi pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan latar belakang pembelajar. Dengan demikian, bahan ajar ini berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal, mendukung diplomasi budaya, dan mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia. Penggunaan tema Istana Maimun dalam bahan ajar menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara secara global.Kata Kunci: bahan ajar, bipa, budaya melayu, istana maimun, kearifan lokal.
PENGARUH MODEL PREDICT OBSERVE EXPLAIN (POE) BERBANTUAN MEDIA CANVA DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL DI KELAS VII SMPN 2 CIKARANG PUSAT Indriyani, Indriyani; Sutri, Sutri; Suprihatin, Dewi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Predict, Observe, Eksplain (POE) berbantuan media Canva terhadap keterampilan menulis teks fabel pada siswa kelas VII SMPN 2 Cikarang Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-exsperimental dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan yang menggunakan model pembelajaran POE berbantuan media Canva dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Cikarang Pusat yang berjumlah 58 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan tes dan observasi, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan menerapkan seragkaian uji statistick, mencakup, uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis menerapkan perangkat lunak SPSS versi 27. Berdasarkan nilai rata-rata hasil posttest keterampilan menulis teks fabel setelah diterapkan model predict, observe, explain lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil pretest sebelum diterapkan model predict, observe, explain. Nilai rata-rata pretest yang diperoleh sebelum diterapkan model predict, observe, explain yaitu 48,69. Setelah dilakukan tindakan dengan perlakuan model pembelajaran predict, observe, explain, maka diperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 83,69. Pernyataan diatas disimpulkan bahwa model pembelajaran predict, observe, explain yang diterapkan pada pembelajaan Bahasa Indonesia berpengaruh terhadap keterampilan menulis teks fabel pada siswa kelas VII SMPN 2 Cikarang Pusat.Kata kunci: Predict Observe Explain, Canva, Menulis, Teks Fabel  
ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA Githa, I Dewa Gede Fathur Try; Putrayasa, Ida Bagus
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12699

Abstract

Asesmen formatif memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan keterampilan dan pemahaman mendalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan pemahaman konsep serta keterampilan berbahasa siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka deskriptif kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memberikan umpan balik langsung yang spesifik kepada siswa, sehingga mereka dapat memperbaiki pemahaman dan keterampilan mereka secara tepat waktu. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan asesmen formatif mendorong guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan inklusif. Berdasarkan temuan ini, diharapkan asesmen formatif dapat diterapkan lebih luas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.Kata kunci : asesmen formatif, Bahasa Indonesia, Kurikulum Merdeka
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENIRU, MENGOLAH, DAN MENGEMBANGKAN (3 M) DALAM KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA DI KELAS VIII SMPN 3 SATAP BONEPANTAI Moohulalo, Atika R.; Didipu, Herman; Irawati, Wa Ode
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran keterampilan menulis naskah drama menggunakan model pembelajaran 3 M pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Satap Bonepantai, 2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis naskah drama menggunakan model pembelajaran 3 M pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Satap Bonepantai, 3) Mendeskripsikan hasil pembelajaran keterampilan menulis naskah drama menggunakan model pembelajaran 3 M pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Satap Bonepantai, dan 4) Mendeksripsikan faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model pembelajaran 3 M pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Satap Bonepantai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumen, dan tes kemampuan. Data dinalisis berdasarkan teori Miles dan Huberman yang membagi langkah-langkah analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Merujuk pada hasil penelitian, dapat diambil simpulan bahwa perencanaan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah RPP. RPP yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar sudah sesuai dengan Kurikulum 2013. Proses pelaksanaannya pun sudah sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan dalam RPP. Hasil penilaian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran 3 M berhasil membantu siswa untuk memahami materi menyajikan drama dalam bentuk naskah. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Satap Bonepantai adalah 82,10 dengan kategori baik. Sementara itu, penerapan model pembelajaran 3 M berhasil diterapkan karena didukung oleh beberapa faktor, yaitu faktor yang berasal dari siswa, guru, serta sarana dan prasarana.Kata Kunci: Meniru, Mengolah, Mengembangkan, Drama, Naskah

Page 2 of 3 | Total Record : 27