cover
Contact Name
Karyadi
Contact Email
agromediastipf@gmail.com
Phone
+6224-8316051
Journal Mail Official
agromediastipf@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/15 Bendan Duwur Semarang 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 27213153     EISSN : 27213080     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The articles published are the results of research on the theory and practice of the application of agricultural science which includes: 1. Plant Science 2. Agronomics 3. Agro-technology 4. Agro-Ecosystems and the Environment 5. fisheries and livestock 6. Food Science 7. Agricultural Business 8. Agricultural Socio-Economy, 9. Agricultural Information
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume 32, Nomor 2 September 2014" : 11 Documents clear
PENAMPILAN PRODUKSI SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN DENGAN BERBAGAI LEVEL PELEPAH SAWIT Diana Delfia Nanda Agung Purnomoadi, Limbang Kustiawan Nuswantara
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.94

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pelepah sawit sebagai alternatif pengganti rumput lapang dalam ransum sapi bali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Sebanyak 16 ekor sapi Bali jantan berumur ± 2 tahun dengan rata-rata bobot badan masing-masing 196,6 ± 22,5 kg telah dipelihara selama 6 minggu. Perlakuan pakan yang diterapkan sebagai berikut : A = rumput lapang 60% + bungkil sawit 40%, B = rumput lapang 40% dan pelepah sawit 20% + bungkil sawit 40%, C = rumput lapang 20% dan pelepah sawit 40% + bungkil sawit 40%, D = pelepah sawit 60% + bungkil sawit 40%.  Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan harian, konsumsi, kecernaan dan efisiensi pakan. Data diolah dengan menggunakan analisis statistik menurut prosedur analisis ragam dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pelepah sawit berbagai level berpengaruh nyata (P0,05) terhadap nilai konsumsi BK, konsumsi BO, konsumsi PK, kecernaan BK, kecernaan BO dan kecernaan PK dan tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian dan efisiensi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan pelepah sawit dapat dijadikan sebagai alternative pengganti rumput lapang dalam pemeliharaan sapi Bali. Kata kunci : penampilan produksi, sapi Bali, pelepah  sawit
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUNGA KRISAN DI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Kartinah Swasti Karno, Titik Ekowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.89

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petani bunga krisan, proses produksi bunga krisan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menganalisis kondisi internal dan eksternal yang dimiliki oleh petani bunga krisan di Kabupaten Semarang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang pada bulan April – Juni 2013. Sampel yang digunakan adalah 100 responden petani yang membudidayakan bunga krisan. Pendapatan petani dianalisis menggunakan R/C ratio. Proses produksi dan pendapatan petani dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan metode stepwise regresi. Strategi pengembangan agribisnis bunga krisan dianalisis menggunakan SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities dan Threats) menggunakan faktor internal dan eksternal budidaya bunga krisan, dimana faktor-faktor tersebut dianalisis dari segi kelemahan dan kekuatan serta peluang dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani bersih sebesar Rp. 10.319.027,- pada lahan seluas 725 m2 dalam satu musim tanam dengan R/C ratio sebesar 2,45 1, Analisis regresi linier berganda menunjukkan produksi bunga krisan secara signifikan dipengaruhi oleh pengolahan lahan (X3), penanaman (X4), pemeliharaan (X5) dan pencegahan hama penyakit (X7), pendapatan petani secara signifikan dipengaruhi oleh harga bunga krisan (X1), produksi bunga krisan (X2), harga benih (X3), harga pupuk (X4), Upah tenaga kerja (X5), harga pestisida (X6), dan harga bunga lain (X7). Hasil analisis SWOT posisi petani bunga krisan berada di kuadran I.  Kata kunci:    Produksi bunga krisan, Pendapatan Petani, Chrysanthemum Strategi Pengembangan Agribisnis
TINGKAT EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE PENYULUHAN PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Isbandi, Sriyanto Dwidjatmiko, Juwaher Makatita,
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeran penyuluh sangat penting dalam pembangunan peternakan, salah satunya dalam menyampaikan informasi kepada peternak. Pengembangan sapi potong di Kabupaten Buru memiliki peran penting bagi masyarakat maupun pemerintah terkait kebijakan pemerintah dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan program swasembada daging 2014. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan metode penyuluhan pengembangan ternak sapi potong di Kabupaten Buru. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan agustus sampai september 2013 di Kabupaten Buru, yang meliputi tiga kacamatan yaitu Kecamatan Waeapo, Lolong Guba, dan Waelata.  Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan sampel berdasarkan Purposive Sampling. Penentuan sampel berdasarkan Purposive Sampling. Penentuan responden dilakukan terhadap peternak sapi potong perdesa sampel. Penentuan sampel peternak sebagai responden sebanyak 98 responden dengan menggunakan metode stratified random sampling, berdasarkan skala kepemilikan ternak. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas metode penyuluhan yang ditunjukkan pada kemampuan penyuluh, keadaan alat bantu penyuluhan, kesesuaian dengan waktu dan tempat penyuluhan, materi penyuluhan, kesesuaian dengan kondisi dan tingkat adopsi sasaran, kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai, menunjukkan ciri-ciri yang baik. Tingkat efektivitas penggunaan metode penyuluhan termasuk dalam kategori tinggi dengan persesnse yang ditunjukkan sebesar 76,53%. Hal ini menunjukkan metode penyuluhan yang digunakan telah menunjukkan hasil yang baik terhadap peningkatan kemampuan beternak oleh peternak, juga terhadap pengembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Buru. Kata Kunci : Efektivitas Metode Penyuluhan, Pengembangan Sapi Potong.
ANATOMI TESTIS TIKTOK DENGAN PEMBERIAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) Yon Supri Ondho, Daud Samsudewa, Widya Ayu Pradipta
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anatomi testis tiktok setelah pemberian gel lidah buaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2013. Materi yang digunakan adalah 10 buah testis tiktok bagian kanan dan gel lidah buaya. 10 ekor tiktok dibagi menjadi dua kelompok perlakuan (T0 dan T1). T0 adalah kelompok tiktok tanpa pemberian gel lidah buaya sedangkan T1 adalah kelompok tiktok yang diberikan perlakuan gel lidah buaya. Dosis gel lidah buaya yang digunakan sebesar 3 ml per 200 g bobot badan tiktok. Parameter yang diamati adalah amatomi testis yang meliputi berat, panjang dan lingkar testis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah postest only control group design. Analisis data menggunakan analisis t-tes dengan membandingkan hasil dari dua kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel lidah buaya tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) terhadap anatomi testis tiktok. Rata-rata berat, panjang dan lingkar testis pada kelompok T0 dan T1 secara berturut-turut adalah 6,8 g dan 9,4 g; 5,48 cm dan 6,21 cm; 4,56 cm dan 4,29 cm. Kata kunci: testis, anatomi, tiktok, gel lidah buaya         
MOTIVASI PETERNAK TERHADAP AKTIVITAS BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Asmirani Alam, Dwijatmiko, W. Sumekar
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.96

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi peternak (motivasi ekonomi, motivasi sosial, dan motivasi hiburan) terhadap aktivitas budidaya ternak sapi potong di Kabupaten Buru Provinsi Maluku. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 di wilayah Kabupaten Buru yaitu: Kecamatan Waeapo, Kecamatan Lolong Guba dan Kecamatan Waelata. Parameter khusus sebagai indikator dalam penelitian ini meliputi motivasi peternak sapi potong. Tingkat motivasi peternak terdiri dari: motivasi ekonomi, motivasi sosial dan motivasi hiburan. Beberapa data pendukung dari instansi terkait, meliputi: data keadaan alam,  keadaan penduduk dan kondisi peternakan di Kabupaten Buru. Analisis statistik deskriptif, dengan menggunakan frekuensi, rataan, persentase, rataan skor dan total rataan skor. Pengukuran motivasi dilakukan untuk mengetahui keinginan dari peternak yang diwujudkan dalam aktivitas budidaya  ternak sapi potong untuk memperoleh hasil yang maksimal. Motivasi peternak diukur dengan menggunakan teknik skala Likert. Guna mengkaji pengaruh motivasi paternak (motivasi ekonomi, motivasi sosial dan motivasi hiburan) terhadap aktivitas budidaya ternak sapi potong di Kabupaten Buru, maka digunakan metode analisis regresi linear  berganda (multiple regression). Berdasarkan  hasil analisis regresi berganda diperoleh bahwa motivasi ekonomi, motivasi sosial (X2) dan motivasi hiburan (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas budidaya ternak sapi potong. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  bahwa secara keseluruhan besarnya pengaruh motivasi ekonomi (X1), motivasi sosial (X2) dan motivasi hiburan (X3) terhadap aktivitas budidaya ternak sapi potong (Y) secara  simultan adalah 70,9%. Sedangkan sisanya sebesar 29,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata kunci : aktivitas budidaya, motivasi peternak,  sapi potong
KUALITAS DAN KANDUNGAN Tannin HIJAUAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DALAM MANIPULASI POPULASI DAN POLA TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) Rachmansyah, A. Sumarsono, E. D. Purbajanti
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.91

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas hijauan koro pedang yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung manis dengan kepadatan yang berbeda, meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO) dan kandungan Tannin. Penelitian dilaksanakan di Lahan Laboratorium Agroteknologi Jurusan Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Percobaan disusun mengunakan Rancangan Acak Kelompok berpola Faktorial 2 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pola tumpangsari, yaitu 1 baris koro pedang diantara jagung (T1), dan 2 baris koro pedang diantara jagung (T2), dan faktor kedua adalah kepadatan populasi dalam baris (J), yaitu 6 tanaman (J1), 8 tanaman (J2) dan 10 tanaman dalam baris (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata (P0,05) terhadap kandungan KcBK, KcBO dan Tannin. Bertambahnya jumlah baris tanaman, cenderung menurunkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, namun cenderung meningkatkan kandungan Tannin hijauan. Kata Kunci : koro pedang, jagung, kualitas
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE (Clarias gariepinus, Burchell, 1822) DI KAWASAN MINAPOLITAN DESA WONOSARI KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Amelia Indriastuti Azis Nur Bambang, Bambang Suryanto
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.87

Abstract

ABSTRAK            Amelia Indriastuti. 23010311400002, Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Clarias Gariepinus, Burchell, 1822) di Kawasan Minapolitan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (Pembimbing: Aziz Nur Bambang dan Bambang Suryanto). Salah satu kebijakan dalam perkembangan budidaya perikanan adalah pengembangan kawasan untuk komoditas unggulan. Pengembangan komoditas unggulan ditetapkan untuk lebih memacu kegiatan budidaya dimana komoditas unggulan ini memiliki kriteria antara lain, bernilai ekonomis tinggi, teknologi budidaya yang dapat diterapkan telah tersedia, permintaan luar negeri dan lokal tinggi, dan dapat dibudidayakan dan dikembangkan secara massal. Berbagai komoditas unggulan perikanan budidaya yang ada di Provinsi Jawa Tengah, penelitian ini ditekankan pada komoditas perikanan budidaya lele. Pengembangan kawasan minapolitan ikan lele saat ini difokuskan di Kabupaten Boyolali, Demak, Kendal, dan Semarang namun penelitian ini dibatasi pada Kabupaten Demak. Data pengamatan yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan benih. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap lele semakin meningkat. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini diarahkan untuk meneliti tentang “Strategi Pengembangan Budidaya Lele di Kawasan Minapolitan Kabupaten Demak”.Untuk merumuskan strategi pengembangan budidaya lele di kawasan minapolitan, dilakukan beberapa pengamatan terhadap aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, dan jumlah penjualan. Data-data tersebut diperoleh melalui wawancara kepada 100 orang pembudidaya lele. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Berganda dan Analisis SWOT.Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, dan aspek teknis secara statistik terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap penjualan hasil budidaya lele. Sedangkan dari hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa budidaya lele berada di kuadran I yang berarti bahwa budidaya lele berada pada situasi yang menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang untuk menerapkan strategi kebijakan pertumbuhan agresif. Kata Kunci:       aspek usaha, pola pembiayaan, aspek pasar, aspek pemasaran, aspek teknis produksi, jumlah penjualan, budidaya lele
KAJIAN MORFOLOGI DAN FISIOLOGI KETAHANAN LEGUMINOSA PAKAN TERHADAP SALINITAS MEDIA TANAM Eny Fuskhah, R. Djoko Soetrisno, Syaiful Anwar, F. Kusmiyati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.93

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis leguminosa pakan yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi yang dapat diaplikasikan pada lahan-lahan salin di sekitar pantai. Benih leguminosa diambil dari lokasi Pantai Utara Jawa Tengah kemudian diuji ketahanannya pada media salin. Manfaat hasil penelitian adalah memberikan informasi tentang jenis leguminosa pakan yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi. Rancangan yang digunakan adalah split plot dengan 3 ulangan. Sebagai petak utama adalah jenis leguminosa dan sebagai anak petak adalah konsentrasi NaCl media tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leguminosa pohon turi dan lamtoro menunjukkan ketahanan terhadap tingkat salinitas lebih tinggi dibandingkan leguminosa penutup tanah calopo dan centro. Kata kunci : lamtoro, turi, Calopogonium, Centrosema, salin.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN PHOTOPERIOD TERHADAP TINGKAH LAKU PADA PUYUH BETINA PETELUR (Coturnix coturnix japonica)UMUR 20 – 60 HARI Wina Metayani Harmoni Dwi Sunarti, Luthfi Djauhari Mahfudz
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.88

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh photoperiod dan intensitas cahaya terhadap tingkah laku, pertumbuhan dan produksi. Materi penelitian adalah 351 ekor puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) dengan bobot awal rata-rata 70,70 gram dengan standar deviasi 2,71. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah photoperiod dan intensitas cahaya. Variabel terikat atau dependent dalam penelitian ini adalah (a) tingkah laku meliputi tingkah laku makan dan, istirahat (tidur dan dozing) (b) pertumbuhan dengan mengukur pertambahan berat badan, konsumsi pakan, feed convertion ratio (FCR) dan; (c) hen day production (HDP). Rancangan yang digunakan faktorial 3x3 dengan ulangan 3 kali, sehingga ada 27 unit percobaan dengan rancangan dasar acak lengkap. Setiap unit percobaan terdiri dari 13 ekor puyuh betina petelur. Hasil analisis ragam menunjukkan adanya interaksi antara photoperiod dan intensitas cahaya pada tingkah laku makan dan istirahat. Kesimpulan penelitian adalah pemberian cahaya dengan photoperiod yang lebih panjang dan intensitas tinggi mempengaruhi tingkah laku puyuh untuk makan sedangkan semakin pendek photoperiod dan semakin rendah intensitas cahaya maka puyuh akan lebih banyak beristirahat. Kata kunci : photoperiod, intensitas cahaya, tingkah laku, puyuh
ANALISIS EFISIENSI USAHATANGKAP UDANG DENGAN JARING ARAD DI KABUPATEN BATANG, JAWA TENGAH Sulistyowati, R. Pramono, Yusetyo NP
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 32, Nomor 2 September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v32i2.97

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menghitung efisiensi usahatangkap udang nelayan jaring arad di TPI Roban Timur, TPI Roban Barat, TPI Celong dan TPI Siklayu Kabupaten Batang berdasarkan investment criteria sederhana yakni Keuntungan, RC Ratio (Revenue Cost Ratio), IRR dan Payback Period.  Metode yang digunakan adalah deskriptif. responden nelayan  diambil secara random sampling sebanyak 30% dari populasi yang ada, sebanyak 105 nelayan.  Jaring arad yang berasal dari TPI Roban Timur Desa Sidorejo  Kecamatan Gringsing, Tpi Roban Barat Desa Sengon Kecamatan Gringsing, TPI Celong Desa Kedawung Kecamatan Tulis Dan TPI Siklayu Desa Kedung Segog Kecamatan Tulis, sedangkan kabupaten secara purposive sampling, metode pengumpulan data dengan data primer. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Nopember-Desember 2011. Hasil penelitian dari usahatangkap udang berdasar investment criteria menunjukkan keuntungan sebesar Rp 32.723.127,50 per tahun, nilai RC ratio sebesar 1,33 1 berarti usahatangkap udang ini efisien, IRR sebesar 32,77%/tahun suku bunga modal pinjaman 24%/tahun, modal kembali/payback periode selama 3,05 tahun.Kata kunci : efisiensi usaha, usahatangkap udang dengan jaring arad, Kabupaten Batang

Page 1 of 2 | Total Record : 11