cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4: August-October 2022" : 53 Documents clear
Learning English through Literary Works Afandi, Mujad Didien; Muflihah, Tatik; Aquariza, Novi Rahmania; Machmudah, Machmudah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022331

Abstract

Background. The lack of awareness and knowledge possessed by English teachers about the importance of literary works in learning English in elementary schools is a significant factor that makes English learning does not runs optimally. Therefore, this community service program (PKM) needs to be carried out to help students at one of MI (Islamic Elementary School) in Pranti village, Sidoarjo learn English effectively through literary works in the form of fairy tales. Method. The implementation of this program was divided into three stages, namely planning, implementation, and evaluation. At the planning stage, location survey and preliminary observation were conducted to get an overview of the partners. The team also discussed the problems experienced by the school and offered solutions. The implementation stage was carried out by conducting dissemination on learning English through literary works and implementation of English language learning through literary works. This program involved 25 third graders of the MI. Results. The result of the pretest revealed that all of the students (25 students) had unsatisfying scores.  After the implementation, the scores increased. All of the students (100%) achieved satisfying scores. The pretest and posttest scores showed a significantly different result as evidenced by the N-Gain score of 0.72 (72.2%). Conclusion. The community service program reveals that literary works in the form of fairy tales involved in classroom English learning through a short movie and flashcards is fairly effective to help the students learn English, especially in mastering the vocabulary. Abstrak: Kurangnya kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki oleh guru bahasa Inggris akan pentingnya karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar menjadi faktor signifikan yang menyebabkan pembelajaran bahasa Inggris menjadi kurang maksimal.Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini perlu dilakukan untuk membantu siswa di salah satu MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Desa Pranti, Sidoarjo mempelajari bahasa Inggris secara efektif melaui karya sastra yang berbentuk cerita dongeng. Metode. Pelaksanaan program ini dibagi dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Pada tahap perencanaan, survei lokasi dan observasi awal dilakukan untuk mendapatkan gambaran dari mitra. Tim ini juga mendiskusikan masalah yang dialami oleh sekolah tersebut serta menawarkan solusinya. Tahap pelaksanaan berisi kegiatan diseminasi tentang pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra (berupa cerita dongeng), implementasi pembelajaran bahasa Inggris melalui karya sastra, monitoring dan bimbingan tentang penggunaan karya sastra dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pada tahap terakhir, evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program setelah kegiatan PKM selesai. Program ini melibatkan 25 siswa kelas 3 di MI tersebut Hasil. Hasil pretes mengungkapkan bahwa semua siswa (100%) menghasilkan nilai yang tidak memuaskan. Setelah implementasi, nilai mereka meningkat. Semua siswa memperoleh nilai yang memuaskan. Nilai pretes dan posttes menunjukkan perbedaan signifikan yang dibuktikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,72 (72,2%). Kesimpulan. Program PKM ini mengungkapkan bahwa karya sastra dalam bentuk cerita dongeng yang dilibatkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas melalui film pendek dan flashcards cukup efektif membantu siswa dalam mempelajari bahasa Inggris, khususnya dalam penguasaan kosakata
Flipped Learning oleh Guru Sekolah Dasar: Sebuah Program Pengabdian Masyarakat Rulyansah, Afib; Budiarti, Rizqi Putri Nourma; Mardhotillah, Rachma Rizqina; Mariati, Pance; Nurfaiza, Yusril Izza
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022321

Abstract

Siswa sekolah dasar sangat terpukul oleh pandemi Covid-19, yang telah mempengaruhi hampir setiap bidang kehidupan mereka. Ada kebutuhan untuk menemukan model pembelajaran alternatif yang memadai dan relevan dengan fitur siswa dan dapat digunakan dalam keadaan terbatas seperti flipped learning. Sebagai bagian dari kontribusi masyarakat ini, Madrasah Ibtidaiyah telah diberi kesempatan untuk menerapkan pembelajaran terbalik sehingga sekolah lain, seperti itu, memiliki kesempatan yang sama untuk mempromosikan pembelajaran yang sukses. Teori flipped learning diperkenalkan pada hari pertama kebaktian ini, yang berlangsung selama dua hari. Sebagai bagian dari layanan ini, peserta pelatihan memiliki pilihan untuk membuat video instruksional yang akan digunakan. Untuk mengintegrasikan flipped learning di madrasah, guru mendampingi seluruh komponen pembelajaran. Menurut rata-rata skor pre-test 40 sampai 70, meningkat 30 persen, pengetahuan guru tentang flipped learning meningkat secara signifikan. Akibatnya, tidak hanya guru yang lebih mampu memahami murid mereka, tetapi siswa dan guru sama-sama mendapatkan perspektif dan perspektif baru tentang pembelajaran secara keseluruhan.
Pengaruh senam kegel terhadap intensitas penurunan nyeri dismenorea pada remaja putri di Kabupaten Serang Putri, Dian Priharja; Nency, Olivia
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022812

Abstract

Adolescence is an important period due to rapid physical, psychosocial, cognitive, and emotional growth, as well as sexual and reproductive maturity. In 2020, the incidence of dysmenorrhea in women worldwide was 90% with 10-16% suffering from severe dysmenorrhea. The symptoms they experience are not relieved and can increase the risk of endometriosis. Dysmenorrhea can significantly impact quality of life, and can even have a socioeconomic impact. Physical activity is one way that can be used to reduce the intensity of dysmenorrhea. This study is a pre-experimental design with a pretest-postest control group design. The sample was 100 grade VIII students who experienced menstruation with dysmenorrhea who were randomly selected from SMPN 1 Bandung, SMPN 2 Kibin, SMPN 1 Petir, and SMPN 3 Cikande in Serang Regency. The study was conducted in July 2022 which was divided into two groups, namely the group that did Kegel exercises and the group that did not do Kegel exercises. Kegel exercises were performed with a duration of 10-15 minutes when dysmenorrhea occurred. Dysmenorrhea pain scale was measured using Numerical Rating Scales (NRS). Analysis using T-Indepent Test with SPSS 27.0. There is a difference in pain levels in the group who do Kegel exercises with a group that does not do Kegel exercises in adolescent girls with a p-value = 0.037 (p less than 0.05). Kegel exercise affects the intensity of dysmenorrhea pain reduction in adolescent girls in Serang Regency.