cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 55 Documents clear
Modeling Pengajaran dengan Teknik Total Phsical Response (TPR) Sebagai Variasi Pembelajaran Bahasa Inggris di SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo Edi Pujo Basuki; Novi Rahmania Aquariza; Tatik Muflihah; Destita Shari; Afib Rulyansyah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023403

Abstract

English is very important and in the era of globalization English will be found in everyday life. Therefore, children must be provided with sufficient provisions as early as possible to get learning English, one of which starts from elementary school age because at that age between the ages of 6-13 years, children are in a critical period, namely experiencing very rapid development of the brain, so that easy to understand, remember and apply. SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo, which is located in a remote area the of Tarik sub-district, is far from urban areas, making people have different thoughts about school. People in these areas tend to think that school is not important, so many children do not get an education. This results in a very small number of students in each class. The small number of students also makes teachers in the surrounding area less interested in working in the school which makes the school lack of teachers in it. Due to these conditions, we decided to do community service with the Total Physical Response (TPR) technique. TPR technique is a learning technique that focuses on body movement. This technique is often used in learning activities that require a student's memory. With movement, students are easier to memorize a vocabulary because they are not easily bored and move actively which can improve their ability to remember. This community service activity was carried out on Wednesday and Thursday, 22-23 June 2022. This activity lasted for 2 consecutive days. The results of this community service activity show that by teaching modeling with the Total Physical Response (TPR) technique 5th-grade students at SDN Gampingrowo 02 Sidoarjo, totaling 10 people, can understand English vocabulary easily. The TPR technique is very influential and succession introducing basic English to elementary school students. In addition, teachers can find out about learning with TPR strategies, namely using body movements and music. The TPR strategy can also train students' self-confidence. So, it is highly recommended to use the Total Physical Response (TPR) technique when adding English vocabulary.
Pembinaan Karakter Relgius Anak Usia Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Dzikir Sukron Djazilan; Nafiah Nafiah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023375

Abstract

Children who have high religiosity are considered to have guidelines for responding to life and have better endurance in managing the problems they face. The objectives of this community service are 1) To improve the religious character of elementary school-aged children at the Nafisa Foundation, 2) to provide guidance to elementary school-aged children at the Nafisa Foundation through regular dhikr activities, 3) To provide assistance in fostering children's religious character. elementary school age in the Nafisa Foundation. Efforts to be made to overcome these problems are to conduct routine training at the Nafisa foundation to overcome the problem of low religious character due to excessive gadget dependence, which is carried out through fostering the religious character of elementary school age children through regular joint dhikr activities This method of implementing community service is carried out to overcome partner problems regarding literacy and numeracy through four activities, namely pre PKM activities, implementation of PKM activities, evaluation of PKM implementation and follow-up and improvement of community service activities. The results of community service show that community service activities by doing dhikr can improve the religious character of elementary school age children in the Nafisa Foundation. The activities of fostering elementary school age children at the Nafisa Foundation through routine dhikr activities which are carried out at the end of every month. Assistance in fostering the religious character of elementary school age children at the Nafisa Foundation is carried out in addition to dhikr activities, but also through recitation activities carried out by the Nafisa Foundation which can improve the religious character of elementary school students. Abstrak: Anak yang memiliki religiusitas yang tinggi dianggap memiliki pedoman untuk merespon hidup dan mempunyai daya tahan yang lebih baik dalam mengelola permasalahan yang dihadapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah 1) Untuk meningkatkan karakter relegius anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation, 2) melakukan pembinaan anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation melalui kegiatan dzikir secara rutin, 3) Melakukan pendampingan pembinaan karakter relegius anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation. Upaya yang akan dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah melakukan pembinaan rutifitas di Nafisa foundation untuk menanggulangi permasalahan rendahnya karakter relegius karena ketergantungan gadget yang berlebihan dilakukan melalui pembinaan karakter relgius anak usia sekolah dasar melalui kegiatan dzikir bersama secara rutin. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra tentang literasi dan numerasi melalui empat kegiatan yaitu pra kegiatan PKM, implementasi kegitan PKM, Evaluasi pelaksanaan PKM dan tindak lanjut dan perbaikan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan dzikir dapat meningkatkan karakter relegius anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation. Kegiatan  pembinaan anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation melalui kegiatan dzikir secara rutin yang dilakukan setiap akhir bulan sekali. Pendampingan pembinaan karakter relegius anak usia sekolah dasar yang ada di yayasan Nafisa Foundation dilakukan selain melakukan kegiatan dzikir jugan dilakukan dengan kegiatan mengaji yang dilakukan oleh yayasan Nafisa Foundation yang dapat meningkatkan karakter relegius siswa sekolah dasar.
Program Keaksaraan: Wujud Kepedulian Pendidikan Kecamatan Maron Berdayakan Warga Lokal di Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Andini Hardiningrum; Rachma Rizqina Mardhotillah; Yusril Izza Nurfaiza
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023392

Abstract

Kabupaten Probolinggo Jawa Timur termasuk wilayah yang dikenal sebagai "Kecamatan Maron". Isu-isu masyarakat berasal dari fakta bahwa anggotanya, secara keseluruhan, berpendidikan rendah, buta huruf, dan kekurangan keuangan. Orang tua yang tidak memiliki kemampuan literasi yang paling dasar sekalipun (Calistung) tidak dapat mendidik anak-anak mereka atau menginspirasi mereka untuk belajar. Sangat sedikit dari populasi usia sekolah yang telah berkembang melampaui tingkat sekolah dasar. Kunci untuk memecahkan masalah ini adalah dengan menekankan nilai pendidikan. Acara ini berfungsi sebagai platform dari mana kegiatan pendidikan diarahkan perbaikan masyarakat dapat dipromosikan. Masyarakat secara keseluruhan harus menyadari nilai pendidikan dan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendorong anak-anak menghadiri kelas. Alat untuk mencapai tujuan Mencampur ke dalam komunitas dan menggunakan persuasi dan kolaborasi adalah dua contoh. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan pendidikan, penyuluhan di Calistung, pengadaan taman bacaan, penayangan video pendidikan, dan pemberian kuis. Respons sosial yang baik terhadap nilai pendidikan diberikan oleh acara tersebut. Analisis terhadap survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagian responden mendukung pelaksanaan KKN PPM dan pendidikan nilai, khususnya bagi anak-anak usia sekolah yang berencana untuk melanjutkan pendidikan.
Pengembangan Profesional Pendidik SD dalam Penggunaan Aplikasi Sekolah Literasi Digital Berbasis Artikulasi Artificial Intelligence Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Mujad Didien Afandi; Putri Lailatul Aisah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023383

Abstract

Sekolah dasar yang berpartisipasi dalam gerakan literasi Kabupaten Probolinggo sangat penting untuk mensukseskan program kemitraan. SD Namira Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo merupakan rekanan bisnis awal. Program “Gadget Positive Literacy Culture School” saat ini sedang dilaksanakan di SDN Namira Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dalam rangka menumbuhkan kecintaan membaca dan menulis di kalangan siswa SD. Karena berbagai alasan, sekolah telah memutuskan untuk memberikan instruksi dalam program Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan yang tersedia di platform Sekolah Literasi Digital melalui adaptasi dari platform e-learning pemerintah Indonesia, Rumah Belajar. Dengan sedikit keberuntungan, pelatihan ini akan membekali para pendidik untuk tetap mengajar meski harus berpisah secara fisik akibat pandemi Covid-19. Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran yang meminta orang tua untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah untuk sementara waktu. Oleh karena itu, salah satu prinsip dasar dari filosofi kami sebagai sebuah organisasi adalah bahwa cara terbaik bagi sekolah dan orang tua untuk mendukung perkembangan akademik anak-anak mereka adalah dengan bekerja sama untuk memungkinkan anak-anak menerima pendidikan. pendidikan dalam kenyamanan rumah mereka sendiri. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan metode pendidikan yang lebih konvensional, seperti menghadiri kelas di lokasi fisik, atau, baru-baru ini,. Salah satu aspek yang membantu lembaga mitra ini adalah adanya elemen infrastruktur E-Learning. E-Learning adalah metode pengajaran yang menggabungkan instruksi kelas tradisional dengan pengaturan diskusi dan kolaborasi online yang lebih informal. Pernyataan E-Government pemerintah Indonesia secara maksimal, program yang berbasis pada platform Sekolah Literasi Digital berbasis Artificial Intelligence ini dapat melatih dan mulai menjadikan siswa di sekolah menjadi individu yang memiliki kepribadian berpikir kritis dan responsif. Platform pembelajaran yang dikenal sebagai "Rumah Belajar." Selanjutnya, sekolah akan menawarkan program pelatihan untuk platform pembelajarannya, yang akan didasarkan pada kecerdasan buatan, sehingga memecahkan masalah. Platform Indonesia akan dioptimalkan untuk mencapai tujuan ini. Pendidikan Online Pemerintah "Rumah Belajar".
Kelas Prenatal Yoga Sebagai Upaya Mengurangi Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil Nova Elok Mardliyana; A'im Matun Nadhiroh; Irma Maya Puspita
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023407

Abstract

Kehamilan merupakan masa di mana ibu hamil mengalami perubahan fisiologis dan psikologis. Perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya keluhan atau ketidaknyamanan dalam kehamilan, yang termasuk dalam ketidaknyamanan fisik selama kehamilan di antaranya adalah nyeri punggung, nyeri pinggang, sulit tidur di malam hari/ insomnia, dan kram pada kaki. Sedangkan ketidaknyamanan psikologis yang dapat terjadi pada ibu hamil yaitu kecemasan dan rasa takut menghadapi proses persalinan. Berlatih yoga pada saat hamil merupakan salah satu solusi yang bermanfaat sebagai media selfhelp yang akan mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan, membantu proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama 2 kali pertemuan dengan tujuan untuk membantu ibu hamil dalam mengurangi keluhan atau ketidaknyamanan fisik dan psikologis selama kehamilan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan berkualitas. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa dari 7 orang peserta yang mengikuti kelas prenatal yoga, didapatkan sebanyak 5 orang (71%) merasakan bahwa ketidaknyamanan berkurang, sedangkan 2 orang (29%) mengatakan ketidaknyamanan menetap. Simpulan dari kegiatan ini adalah pengabdian kepada msyarakat yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi peserta ibu hamil, tujuan dari kegiatan ini tercapai yang ditandai dengan kegiatan berjalan lancar, peserta antusias mengikuti kegiatan, dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh peserta sebagian besar berkurang.
Pendampingan Guru Pos PAUD Tepadu dalam Pembuatan Media Pembelajaran Pada Anak Destita Shari; Andini Hardiningrum; Berda Asmara; Machmudah Machmudah; Mujad Didien Afandi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023399

Abstract

The learning process in schools requires the role of the teacher indirecting, guiding andi providing knowledge to students. In the learing process in early childhood, it is necessary to plan learning and learning media in learing activities. To optimize these activities, educators are expected to optimize the abilities and knowledge gained through mentoring activities in making learning media to be more creative and innovative. The location of the implementation of community service activities at the Pos Paud Terpadu Sekar Wangi Surabaya. The method implemented in assisting the manufacture of learning media is problem identification, discussion, evaluation. The result of community service activities is that the implementation of assistance in making learning media for Pos PAUD Terpadu is very effective for educators. The achievement of the implementation of mentoring activities consists of the suitability of learning planning, learning media adapted to the activity design. Implementation educators are required to design learning activities and learning media used, communicate in the process of learning activities. Abstrak: Proses pembelajaran di sekolah diperlukan peran guru dalam mengarah, membimbing dan memberikan pengetahuan untuk peserta didik.  Pada proses pembelajaran pada anak usia dini diperlukan perencanaan pembelajaran dan media pembelajaran pada kegiatan belajar. Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut pendidik diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan dan pengetahuan yang di dapatkan melalui kegiatan pendampingan pembuatan media pembelajaran agar lebih kreatif dan inovatif. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pos Paud Terpadu, Sekar Wangi  Surabaya. Metode  yang dilaksanakan pada pendampingan pembuatan media pembelajaran adalah identifikasi permasalahan, diskusi, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelaksanaan pendampingan pembuatan media pembelajaran untuk pendidik Pos PAUD Terpadu sangat efektif untuk pendidik. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan pendampingan terdiri dari kesesuaian perencanaan pembelajaran, media pembelajaran yang disesuaikan dengan rancangan kegiatan, Implementasi pendidik diwajibkan untuk merancang kegiatan pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan, menyampaikan dalam proses kegitan pembelajaran.
Pelaksanaan Kegiatan Training Desain Pembelajaran Inovatif di Masa Pandemi COVID-19 Jauharotur Rihlah; Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Asyita Al-Mufidah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023381

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di Kecamatan Krucil untuk membekali para pendidik sekolah dasar di Kecamatan Krucil dengan pengetahuan tentang pendekatan pendidikan yang efektif dan modern. Saat menerapkan ini, mana dari berikut ini yang merupakan pelatihan (workshop). Tanggalnya 13-18 Desember 2021, dan lokasinya di SD Tambelang I di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 40 orang, termasuk perwakilan guru dari masing-masing SD di Kecamatan Krucil, dengan ketentuan akan hadir di setiap lokasi pelaksanaan sebanyak 20 orang. Kerja Relawan yang Melibatkan Metode Kreatif Untuk Pendidikan Pandemi Covid-19 memberikan kesempatan unik untuk pendidikan dan pertumbuhan bagi semua yang ambil bagian. Ketiga hal tersebut merupakan hasil dari proyek ini, dan dimaksudkan untuk digunakan dalam mengajar dan dibagikan kepada rekan-rekan sehingga dapat membantu siswa dengan memberikan pelajaran yang menarik dan kreatif kepada mereka meskipun penyebaran virus Covid-19 meluas.
Pelatihan Dan Pendampingan Guru Sekolah Dasar Dalam Pembuatan Media Interaktif Berbasis Digital Aplikasi Scratch Nafiah Nafiah; Syamsul Ghufron; Pance Mariati; Afib Ruliansyah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023372

Abstract

A good learning process must contain interactive, fun, challenging, motivating aspects and provide more space for students to be able to develop creativity and independence, according to students' talents and interests. The purpose of this community service is 1) to provide training to elementary school teachers in making digital-based interactive media with scratch applications at Maarif LP Surabaya, 2) to assist elementary school teachers in making digital-based interactive media with scratch applications at Maarif LP Surabaya. Efforts that will be made to overcome these problems are conducting training and mentoring for elementary school teachers in making digital-based interactive media with scratch applications at Maarif LP Surabaya. This community service implementation method is carried out to overcome partner problems regarding the creation of digital-based interactive media with the scratch application through four activities, namely pre- community service activities, implementation of community service activities, evaluation of PKM implementation and follow-up and improvement of community service activities. The results of community service show that prior to the training and assistance in preparing learning media with the Scratch Application for Elementary School Teachers at the Maarif NU LP, Surabaya City, 81.3% had never known Scratch Application Digital-Based Interactive Media. After training and mentoring, 61.1% were familiar with Scratch Application Digital-Based Interactive Media. The results of the questionnaire also showed that 78.1% of elementary school teachers had never made the ability to make Scratch applications before training and mentoring was carried out and after training and mentoring were carried out, 8.3% were very able to use Interactive Media Based on Digital Scratch Applications, 55.6% could use Media Digital Based Interactive Scratch Application. Abstrak: Proses pembelajaran yang baik haruslah memuat aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi siswa untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat siswa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah 1)untuk memberikan pelatihan pada guru SD dalam pembuatan media interaktif berbasis digital dengan aplikasi scratch di LP Maarif Surabaya, 2) Melakukan pendampingan pada guru SD dalam pembuatan media interaktif berbasis digital dengan aplikasi scratch di LP Maarif Surabaya. Upaya yang akan dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah melakukan pelatihan dan pendampingan pada guru SD dalam pembuatan media interaktif berbasis digital dengan aplikasi scratch di LP Maarif Surabaya. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra tentang pembuatan media interaktik berbasis digital dengan aplikasi scratch melalui empat kegiatan yaitu pra kegiatan PKM, implementasi kegitan PKM, Evaluasi pelaksanaan PKM dan tindak lanjut dan perbaikan kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan, sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan pelatihan menyusun media pembelajaran dengan  Aplikasi Scratch bagi Guru Sekolah Dasar di LP Maarif NU Kota Surabaya menunjukkan 81,3% tidak pernah mengenal Media Interaktif Berbasis Digital Aplikasi Scratch. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan menunjukkan 61,1% mengenal Media Interaktif Berbasis Digital Aplikasi Scratch. Hasil angket juga menunjukkan 78,1 % guru SD tidak pernah membuat Kemampuan membuat aplikasi Scratch sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan  dan setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan menunjukkan 8,3% sangat bisa mengguanakan Media Interaktif Berbasis Digital Aplikasi Scratch, 55,6 % bisa menggunakan Media Interaktif Berbasis Digital Aplikasi Scratch.
Pembelajaran Berpikir Komputasional serta Lomba Gratis bagi Siswa dan Guru SDN II Bantaran Kabupaten Probolinggo Afib Rulyansah; Rachma Rizqina Mardhotillah; Rizqi Putri Nourma Budiarti; Nailul Authar; Yasmin Afra Firdhausyah
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023388

Abstract

Dengan maraknya Industri 4.0, mahasiswa harus terbiasa dengan TIK di kelas agar dapat mengikuti perubahan yang cepat di lapangan dan belajar berpikir kritis terhadap tantangan yang kompleks. Kemampuan kognitif tingkat lanjut Siswa harus dapat menerapkan keterampilan penalaran dan logika yang telah mereka kembangkan ke dalam solusi situasi umum. Melatih pikiran anak untuk memecahkan masalah dengan cara yang sama seperti yang dilakukan algoritma komputer akan membantu mereka menjadi pemikir yang lebih kritis dan pemecah masalah dalam banyak aspek kehidupan. Dalam konteks sistem pendidikan, pemikiran komputasi mengacu pada perangkat atau pendekatan untuk pemecahan masalah yang, mirip dengan cara logika komputer, menetapkan komponen penting dari suatu masalah dan solusi untuk masalah itu. Keterampilan dan pengalaman diperlukan untuk membuat sistem komputasi yang memungkinkan komputer menjalankan perintah kita, serta memahami dan menjelaskan fenomena di dunia nyata melalui pemrosesan data. Staf pengajar di SDN Bantaran II Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo diberikan pengenalan pemikiran komputasi dan pelatihan Gerakan Bebras PANDAI sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat ini. Ide dan teknik mempraktikkan bebras dengan memberikan kegiatan untuk memecahkan tantangan gratis. Partisipasi siswa dalam kompetisi tanpa batas adalah tujuan akhir dari program ini.
Collaborative Teacher and Students Sebagai Realisasi Pembelajaran Inovatif Herman Herman; Dumaris E Silalahi; Yanti Kristina Sinaga
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023408

Abstract

This Community Service (PkM) aims to improve the quality of education based on activities carried out through learning that optimizes learning centered on collaboration between teachers and students. This PkM was held at RK Private Elementary School No. 4 on Jalan Kesatria in Pematang Siantar. This PkM is carried out based on the PkM method which is based on the method of education to the community. Education in PkM is realized through learning English in class VB at the elementary school. The PkM implementation went well according to the schedule set by the PkM Team and the school. The principal and teachers, especially the homeroom teacher for class VB, welcomed the implementation of this PkM well. In this PkM implementation, students respond actively. Learning activities occur in accordance with the expectation that teachers and students collaborate to understand and solve problems faced by students so that they can improve learning achievement, especially in learning English in accordance with predetermined learning objectives. So it can be concluded that the implementation of PkM brings innovation to learning English for elementary school students and also as a reference for teachers to implement innovative learning based on the 21st century in accordance with the development of education in Indonesia in order to achieve Indonesia's national education goals to create independent, innovative students and noble character