cover
Contact Name
Aldila Wanda Nugraha
Contact Email
aldilanugraha89@gmail.com
Phone
+6281249651421
Journal Mail Official
aldilanugraha89@gmail.com
Editorial Address
Universitas Bhinneka PGRI Jl. Mayor Sujadi Timur. No.24, Plosokandang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kode pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA
ISSN : -     EISSN : 27209458     DOI : doi.org/10.29100
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA menyajikan hasil penelitian yang berkenaan dengan bidang kajian fisika, kimia, biologi, dan penerapan IPA atau sains dalam pendidikan. Jurnal diterbitkan 2 kali setahun (Januari dan Juli).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATERI KONSEP CAHAYA Ghani Fauzi
EDUPROXIMA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v1i1.1022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPApada materikonsep cahaya dengan menggunakan model experiential learning dan respon siswa terhadap model experientiallearning. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Cibiru 08 Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengansubjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 33 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain model John Elliot. Penelitian inidilaksanakan dengan tiga siklus, yang terdiri dari tiga tindakan pada setiap siklusnya. Pada penelitian inimenggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar evaluasi, lembar angket dan dokumentasifoto. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, kuantitatif, dan triangulasi. Berdasarkan hasilyang diperoleh selama melaksanakan penelitian tindakan kelas telah dideskripsikan dan dianalisis sehinggadapat ditarik kesimpulan bahwa model experiential learningdapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal iniditunjukan dari peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tiap siklusnya. Pada siklus I sebesar 61,02,siklus II sebesar 67,51, dan pada siklus III sebesar 76,82. Respon siswa terhadap model experiential learningpada pembelajaran IPA pada materi konsep cahaya pun sangat tinggi dan positif. Maka, peneliti menganjurkanpenerapan model experiential learning sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkanhasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran IPA.
IMPLEMENTASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN IPA SISWA SEKOLAH DASAR Rifa Agriyana
EDUPROXIMA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v1i1.1023

Abstract

Kemampuan pemahaman IPA bagi siswa sekolah dasar merupakan modal utama sebagai tahapan awal dalam menguasai materi sains yang akan dipelajari disekolah pada jenjang lebih tinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir siswa dalam memahami materi Pelajaran IPA, guru yang hanya menggunakan model mengajar secara Konvensional, sehingga menjadikan siswa hanya menghafal bukan memahami informasi materi pelajaran.Peneliti menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai alternatif untuk meningkatkan  kemampuan pemahaman IPA siswa sekolah. Peneliti menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimen. Pengumpulan sampel Secara purposive masing-masing terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui bantuan program SPSS Versi 20  for windows yaitu rata-rata untuk nilai hasil pre-test siswa kelas eksperimen diperoleh sebesar 40,62 dan hasil post-test kelas eksperimen sebesar 74,25. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan nilai signifikansi sebesar 0,00  yang berarti kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, ditarik kesimpulan bahwa nilai post-test  kelas eksperimen(Eksp) dan kontrol(Kntr) memiliki perbedaan nilai rata-rata yang signifikan. Artinya pembelajaran dengan menggunakan model CTL memiliki peningkatan hasil post-test siswa yang signifikan.Model CTL ini dapat menjadi salahsatu solusi alternatif bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan pemahaman IPA siswa Sekolah Dasar.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR Ari Puspita
EDUPROXIMA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v1i1.1024

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data yang dilakukan pada variabel (X) pendekatan kontekstual dan variabel (Y) literasi sains menggunakan angket. Teknik analisis data diarahkan untuk menguji hipotesisi yang diajukan sesuai dengan tujuan peneliti yaitu untuk melihat adanya pengaruh antara dua variabel penerapan pendekatan kontekstualdengan kemampuan literasi sains, maka teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan kontekstual dengan kemampuan literasi sains siswa. Implementasi penelitian ini adalah penggunaan pendekatan kontekstual di dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar.
PERBANDINGAN PENINGKATAN SERTA PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN NYATA DAN VIRTUAL PADA PELAJARAN IPA DENGAN MODEL INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SEKOLAH DASAR Rif’at Anam
EDUPROXIMA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v1i1.1025

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan peningkatan dan pengaruh penggunaan metode eksperimen nyata (EN) dan virtual (EV) dengan menggunakan model inkuiri terhadap Keterampilan Proses sains (KPS) siswa Sekolah Dasar (SD) pada materi kelistrikan. Untuk mengetahui peningkatan dan pengaruh KPS siswa pada kedua kelas eksperimen dilakukan penelitian kuasi eksperimendengan menggunakan metode penelitianRandomized Pretest-Postest Comparison Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI (enam) SD di Kota Bandung yang berjumlah 50 orang siswa yang terbagi dalam 2 kelas masing-masing berjumlah 25 orang siswa. Perlakuan (treatment) dilakukan sebanyak dua pertemuan pada setiap kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes berbentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua kelas eksperimen memiliki peningkatan dan pengaruh yang sama.
LEVELKEMAMPUAN KOGNITIF MAHASISWA PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER PADA MATERI HUKUM NEWTON BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM Wahyu Puspitasari
EDUPROXIMA (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN IPA) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v1i1.1026

Abstract

Kemampuan kognitif sangat berpengaruh dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran. Untuk itu, dosen perlu memahami kemampuan kognitif mahasiswa agar dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Taksonomi Bloom merupakan sistem pengklasifikasian yang mengklasifikasikan tujuan pendidikan menjadi tiga domain, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Bloom membagi ranah kognitif dalam enam tingkatan, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Berdasarkan konsep pengklasifikasian tersebut, peneliti akan melakukan proses pelevelan kemampuan kognitif mahasiswa dengan tujuan untuk menganalisis dan memperoleh informasi lebih detail tentang kemampaun kognitif mahasiswa, khususnya pada materi hukum Newton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 mahasiswa program studi sistem komputer, 3siswa berkempuan rendah memiliki kemampuan kognitif hanya sampai  level C3, 2siswa berkempuan sedang memiliki kemampuan kognitif sampai level C4 dan 1siswa yang berkemampuan tinggi dapat mencapai level C6. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan kognitif mahasiswa prodi sistem komputer pada materi hukum newton masih berada pada level C4

Page 1 of 1 | Total Record : 5