cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
jurnaladatdanbudayaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia
ISSN : 26156113     EISSN : 26156156     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jabi.v1i1
Jurnal ini memuat hasil penelitian dan pemikiran tentang adat istiadat dan budaya. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang adat dan kajian budaya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
DAMPAK PEMBENTUKAN LEMBAGA ADAT DESA TERHADAP LEMBAGA ADAT TONGKONAN DI KABUPATEN TORAJA UTARA Gasing Bulan Paledung
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.35077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak peraturan daerah Kabupaten Toraja Utara Nomor 3 Tahun 2014 tentang pemerintahan lembang yang mengatur pembentukan lembaga adat di setiap lembang atau desa di Kabupaten Toraja Utara terhadap lembaga adat Tongkonan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode evaluasi Finsterbusch & Motz yaitu Single Program Before After sebagai pendekatan untuk membantu dalam menjawab tujuan penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, serta melakukan studi pustaka yang bersumber pada buku serta jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian ini, yaitu terdapat dampak terhadap lembaga adat Tongkonan dengan hadirnya Peraturan daerah ini, yaitu 1) tidak adanya pengakuan dan penghormatan terhadap tongkonan; 2) adanya bergesernya penerapan norma adat dan ketidaksesusaian dengan adat Tongkona; dan 3) beralihnya fungsi Tongkonan ke lembaga adat desa atau lembang yang telah dibentuk oleh pemerintah.
MAKNA WARIS MASYARAKAT JAWA DALAM REGENERASI PETANI (STUDI KASUS PETANI DESA SINGGAHAN, PONOROGO) Alif Nurfalah
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.36155

Abstract

Regenerasi di sektor pertanian merupakan suatu hal sangat penting bagi eksistensi pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki tanggung jawab dalam mempetahankan sebutan tersebut yang salah satunya dengan menggiring generasi muda untuk masuk kedalam sistem pertanian di Indonesia. Karena pada umumnya sektor petanian saat ini bukan menjadi sebuah tujuan profesi generasi muda, hal tersebut dinilai tidak lebih menguntungkan daripada sektor industri, jasa, atau sektor yang lebih modern. Perspektif tersebut sebagai salah satu pemicu hambatan regenerasi pada petani. Namun beberapa masyarakat di desa dapat mengesampingkan pemikiran tersebut dan mengutamakan suatu hal yang harus mereka yakini yaitu adat istiadat. Beberapa pemuda di desa yang memiliki latar belakang suku Jawa yang kental (kejawen) menerima warisan sawah yang berkaitan adat istiadat dalam menjaga dan menghormati penginggalan leluhur menjadi faktor pendukung yang mempengaruhi masuknya pemuda kedalam sektor pertanian di DesaSinggahan. 
PENGARUH BUDAYA DAN TRADISI JAWA TERHADAP KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA MASYARAKAT DI KOTA SAMARINDA Alifuddin Ubaidillah Alifuddin; Bagus Wahyu Setyawan
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.38310

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses asimilasi budaya Jawa dengan budaya lainnya di Kota Samarinda; tradisi selamatan di Kota Samarinda; dan pengaruh budaya dan tradisi terhadap kehidupan sehari-hari di Kota Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dokumen, literatur baik dari buku, jurnal maupun essay yang ada sebagai sumber data. Selain itu, penulis juga melakukan wawancara yang nantinya dapat menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya dan tradisi Jawa terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat berdampak positif. Budaya dan tradisi seperti selamatan dapat menjadi salah satu penjalin tali silaturahmi antara masyarakat Jawa dan non-Jawa di Kota Samarinda. Selain itu, terciptanya kerukunan juga lahir dari penerimaan budaya dan tradisi oleh penduduk non-Jawa dan budaya serta tradisi Jawa mudah untuk mereka terima dan mereka lakukan.
PENGGUNAAN LISUNG DAN HALU DI DESA WALURAN MANDIRI Siska Hestiana
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.38914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fungsi lisung dan halu dalam bidang pertanian di Desa Waluran Mandiri dan upaya apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Waluran Mandiri dalam mempertahankan budaya penggunaan lisung dan halu dalam proses penumbukan hanjeli dari ancaman kepunahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sifat penelitian lapangan dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian, fungsi lisung dan halu di Desa Waluran Mandiri diklasifikasikan menjadi tiga fungsi, yaitu sebagai alat penumbuk padi, sebagai alat penumbuk biji hanjeli, dan juga sebagai daya Tarik wisata bagi pengunjung. Selain itu, upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mempertahankan budaya penggunaan lisung dan halu adalah dengan membuat lisung dan halu sebagai bagian dari program wisata yang ditawarkan bagi pengunjung ke Desa Wisata Hanjeli Desa Waluran Mandiri. Peran serta masyarakat dalam mempertahankan budaya ini sangat penting demi bertahannya budaya ini sebagai ciri khas dari wilayah Desa Waluran Mandiri. 
NILAI TRADISI NYEPI DI BALI I Wayan Mudana
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v3i2.53582

Abstract

Riset ini berupaya untuk melakukan analisis bahwa pelaksanaan hari raya Nyepi yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam kalender umat Hindu Bali juga memiliki nilia-nilai inklusif, berupa nilai-nilai pendidikan multikultural serta sosial didalam membangun realitas sosial yang ekuivalen, dimana setiap insan yang melakukan interaksi sosial tidak lagi melihat latar belakang sosial ataupun agama dari individu lain. Aspek lain yang lebih penting dari riset mengenai aspek kultural ini adalah bagaimana perayaan hari raya Nyepi mampu memberikan nuansa social equilibrium yang mengedepankan nilai-nilai pluralitas di tengah realitas masyarakat yang beragam. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan triangulasi data (observasi, wawancara, dan studi dokumen). Nyepi di Bali mengandung nilai-nilai multikulturalisme yang berlaku diterima secara universal oleh setiap orang di Bali. Hal ini dikarenakan, secara multikultural, Nyepi membuka pintu toleransi dan saling menghormati antaragama, suku multiras di Bali. Nilai-nilai tradisi multikultural Nyepi hanyalah salah satu contoh model multikultural tentang bagaimana kehidupan berjalan dengan baik di Bali.

Page 1 of 1 | Total Record : 5