Aceh Anthropological Journal
Aceh Anthropological Journal (AAJ) accepts the results of empirical research as well as a scientific view of theoretical conceptual using the Anthropological perspective of researchers, academics, and anyone interested in Anthropology studies. These journals apply peer-reviewed process in selecting high quality article. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The main scope of the submitted article is ethnographic research / qualitative research on topics related to certain ethnic / community communities, arts and cultures of specific communities, cultures and belief systems, ecological studies and their relationships with cultures, belief systems and humanity in Indonesia, in Aceh. The critical review should be concerned with the literature relating to anthropological studies
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2017)"
:
9 Documents
clear
KEGILAAN PARA FASHIONISTA (Studi Kajian Budaya terhadap Konsumerisme Tas Branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang)
Marisa, Ririn
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1143
Artikel ini membahas budaya mimikri fashionista yang senantiasa memiliki animo terhadap tas branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang. Mimikri adalah reproduksi belang-belang subjektivitas penjajah di lingkungan kolonial yang sudah ‘tidak murni,’ atau akibat dari retakan-retakan dalam wacana kolonial dalam bentuk tindakan meniru—me-mimik—dalam hal ini adalah jajahan wacana fashion. Menggunakan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan dengan teknik observasi partisipatif (particitoryobservation)pada kegiatan fashionista, wawancara mendalam pada perempuan di Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil penelitian ini adalah: (1) fashionista menganggap konsumsi tidak lagi sekedar bersifat fungsional sebagai pemenuhan kebutuhan dasar manusia, namun bersifat materi dan simbolik; (2) Nilai guna dan nilai tukar sudah beralih pada nilai tanda dan nilai simbol; (3) mimikri dipengaruhi informasi, teknologi dan lingkungan yang menimbulkan adanya pengamatan dan mengidolakan; dan (4) fenomena ini mudah ditemui pada masyarakat perkotaan dan heterogen yang juga dipicu munculnya pusat perbelanjaan, media massa dan penampilan orang lain.
Cosplay dan Idola Remaja Medan (Studi Kajian Budaya Tentang Mimikri)
Pakusodewo, Muhammad Reno
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1144
Artikel ini mengkaji tentang Komunitas Cosplayer di kota Medan, Subjek cosplay atau cosplayer pada dasarnya berangkat dari suatu fenomena yang terjadi di Jepang dan menyebar luas melalui media dan akhirnya menjadi sangat popular di banyak Negara. Fenomena ini terjadi dikarenakan juga adanya hubungan antara fenomena yang terjadi dengan suatu bentuk kepribadian individu. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejarah dan tujuan awal terbentuknya komunitas cosplay di kota Medan dan untuk mengetahui latar belakang cosplayer masuk dalam komunitas cosplay di kota Medan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif, yaitu untuk mempelajari dan mendeskripsikan sifat-sifat yang khas dari suatu fenomena sosial tertentu secara sistematis. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara dan diperkaya dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini, Pola cosplayer yang memulai cosplay karena dengan ber-cosplay, cosplayer dapat menikmati kesenangan dari memerankan diri yang berbeda dari dirinya sehari-hari.Pola cosplayer yang memulai cosplayer karena kecintaannya terhadap karakter anime, manga dan sebagainya, ber-cosplay dengan berpenampilan yang sama dengan karakter yang ia sukai tersebut.Pola cosplayer yang belum tentu memiliki ketertarikan pada anime dan game, tetapi memulai cosplay karena ajakan teman. Dan dampak lingkungan Cosplayer terhadap keluarga faktor penghambat cosplayer untuk menyalurkan hobi, menambah teman sehobi, mengisi waktu luang dan untuk senang senang. Serta, hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh-pengaruh kegiatan-kegiatan cosplay yang bermacam-macam terhadap cosplayer itu sendiri, karena cosplayer hanyalah menjadi cosplayer ketika adanya kegiatan cosplay tersebut.
BELANJA “ONLINE†SEBAGAI CARA BELANJA DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kajian Budaya Di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh)
Nurhayati, Nurhayati
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1140
Artikel ini membahas tentang belanja online di kalangan mahasiswa. Lokasi artikel ini adalah di kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh. Faktor-faktor dominan yang menyebabkan pemilihan cara berbelanja secara online yaitu karena adanya faktor kebutuhan dan faktor prestige, selanjutnya dalam berbelanja secara online sebagian mahasiswa berperilaku konsumtif karena lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda atau prestige. Hal tersebut membuktikan bahwa teori masyarakat konsumsi Baudrillard dialami oleh para informan. Mereka dalam memilih cara berbelanja secara online memiliki intended meaning (makna yang dimaksudkan) kepada suatu objek yang dituju dan dalam kegiatan belanja secara online banyak mengkonsumsi nilai tanda daripada nilai guna. Metode analisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang melihat fenomenalogis yang terdiri atas observasi dan wawancara mendalam pada mahasiswa Unimal yang aktif belanja online. Observasi untuk melihat fenomena belanja online di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh dan mengetahui faktor yang mendorong mahasiswa Unimal memilih cara belanja dengan menggunakan online. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam berbelanja secara online meliputi dua nilai yang sangat menonjol yaitu simulakra dan nilai tanda.
Fenomena Tukang Kredit Di Kampung (Studi Antropologi Ekonomi di Gampong Meunasah Blang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe)
Mardiana, Mardiana
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1141
Artikel ini mengkaji tentang Fenomena Tukang Kredit Di Kampung, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena tukang kredit kampung di Gampong Meunasah Blang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, dan bagaimana masyarakat tertarik pada transaksi tukang kredit tersebut. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan Dengan menggunakan metode penelitiannya adalah pendekatan kualitatif dan yang menjadi tekhnik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Observasi yang dilakukan adalah obsevasi non-partisipasi, observasi dilakukan untuk melihat bagaimana cara transaksi jual beli kredit dan bagaimana cara mengatasi pembeli yang sulit membayar cicilannya. Sedangkan wawancara dilakukan untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada tukang kredit, pelanggan yang membeli barang secara kredit dan masyarakat yang tidak membeli barang secara kredit. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pandangan masyarakat tentang fenomena perkreditan di Gampong Meunasah Blang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat kelas menengah kebawah di Gampong ini menyukai transaksi jual beli barang secara kredit dikarenakan penghasilan mereka yang kurang mampu membeli barang secara tunai atau kontan hal ini diketahui dengan banyaknya barang yang mereka beli secara kredit tidak membeli secara tunai dipasar atau toko-toko yang menjual barang-barang rumah tangga
Belajar Memperjuangkan Kebersamaan di Negeri Syariat : Studi “Life History†Strategi Adaptasi Mahasiswi non Muslim Universitas Malikussaleh
Istiqomah, Rizqi
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1142
Artikel ini melihat strategi adaptasi mahasiswi Non Muslim di Universitas Malikussaleh Lhokeumawe di linkungan syari’at Islam, Aceh. Fokus pembahasan melihat pengalaman keseharian mahasiswi non-muslim di Universitas Malikussaleh dalam berinteraksi dengan muslim di Aceh dan kehidupan sosial di lingkungan syariat Islam. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang memusatkan diri secara insentif terhadap sutu objek tertentu dengan mempelajari sebagai sutu kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan life history dimana data yang digunakan berasal dari pengalaman-pengalaman individu masyarakat dan pengalaman individu tersebut nanti akan digunakan untuk menggambarkan keadaan masyarakat yang akan diteliti terutama yang terkenan dengan permasalahan penelitian. Subjek penelitian adalah mahasiswi non Muslim di Universitas Malikussaleh. Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswi non muslim dalam pengalaman berdaptasi awalnya mahasiswi non Muslim ada perasan takut menetap di daerah perantaun Lhokseumawe, Aceh. Dalam strategi adaptasi mahasiswi Non Muslim melakukan penyesuaian diri, dengan menghormati keyakinan dari budaya lain. Berpakaian sopan seperti aturan yang telah ditentukan syariat Islam merupakan bentuk penghormatan tersebut. Mahasiswi Non Muslim beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan tetap melakukan kebiasaan- kebiasaan, praktik-praktik dan tradisi-tradisi mereka di tempat baru mereka beradaptasi, agar tetatp terjaga kebudayaan mereka. Hal ini ternyata membantu mereka dalam menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi dimana mereka berinteraksi dan bagaimana harus bersikap sehingga dapat menbangun kebersamaan antar keyakinan dan antarbudaya yang efektif.
KEGILAAN PARA FASHIONISTA (Studi Kajian Budaya terhadap Konsumerisme Tas Branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang)
Ririn Marisa
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1143
Artikel ini membahas budaya mimikri fashionista yang senantiasa memiliki animo terhadap tas branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang. Mimikri adalah reproduksi belang-belang subjektivitas penjajah di lingkungan kolonial yang sudah ‘tidak murni,’ atau akibat dari retakan-retakan dalam wacana kolonial dalam bentuk tindakan meniru—me-mimik—dalam hal ini adalah jajahan wacana fashion. Menggunakan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan dengan teknik observasi partisipatif (particitoryobservation)pada kegiatan fashionista, wawancara mendalam pada perempuan di Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil penelitian ini adalah: (1) fashionista menganggap konsumsi tidak lagi sekedar bersifat fungsional sebagai pemenuhan kebutuhan dasar manusia, namun bersifat materi dan simbolik; (2) Nilai guna dan nilai tukar sudah beralih pada nilai tanda dan nilai simbol; (3) mimikri dipengaruhi informasi, teknologi dan lingkungan yang menimbulkan adanya pengamatan dan mengidolakan; dan (4) fenomena ini mudah ditemui pada masyarakat perkotaan dan heterogen yang juga dipicu munculnya pusat perbelanjaan, media massa dan penampilan orang lain.
Cosplay dan Idola Remaja Medan (Studi Kajian Budaya Tentang Mimikri)
Muhammad Reno Pakusodewo
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1144
Artikel ini mengkaji tentang Komunitas Cosplayer di kota Medan, Subjek cosplay atau cosplayer pada dasarnya berangkat dari suatu fenomena yang terjadi di Jepang dan menyebar luas melalui media dan akhirnya menjadi sangat popular di banyak Negara. Fenomena ini terjadi dikarenakan juga adanya hubungan antara fenomena yang terjadi dengan suatu bentuk kepribadian individu. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejarah dan tujuan awal terbentuknya komunitas cosplay di kota Medan dan untuk mengetahui latar belakang cosplayer masuk dalam komunitas cosplay di kota Medan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif, yaitu untuk mempelajari dan mendeskripsikan sifat-sifat yang khas dari suatu fenomena sosial tertentu secara sistematis. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara dan diperkaya dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini, Pola cosplayer yang memulai cosplay karena dengan ber-cosplay, cosplayer dapat menikmati kesenangan dari memerankan diri yang berbeda dari dirinya sehari-hari.Pola cosplayer yang memulai cosplayer karena kecintaannya terhadap karakter anime, manga dan sebagainya, ber-cosplay dengan berpenampilan yang sama dengan karakter yang ia sukai tersebut.Pola cosplayer yang belum tentu memiliki ketertarikan pada anime dan game, tetapi memulai cosplay karena ajakan teman. Dan dampak lingkungan Cosplayer terhadap keluarga faktor penghambat cosplayer untuk menyalurkan hobi, menambah teman sehobi, mengisi waktu luang dan untuk senang senang. Serta, hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh-pengaruh kegiatan-kegiatan cosplay yang bermacam-macam terhadap cosplayer itu sendiri, karena cosplayer hanyalah menjadi cosplayer ketika adanya kegiatan cosplay tersebut.
BELANJA “ONLINE” SEBAGAI CARA BELANJA DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kajian Budaya Di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh)
Nurhayati Nurhayati
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1140
Artikel ini membahas tentang belanja online di kalangan mahasiswa. Lokasi artikel ini adalah di kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh. Faktor-faktor dominan yang menyebabkan pemilihan cara berbelanja secara online yaitu karena adanya faktor kebutuhan dan faktor prestige, selanjutnya dalam berbelanja secara online sebagian mahasiswa berperilaku konsumtif karena lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda atau prestige. Hal tersebut membuktikan bahwa teori masyarakat konsumsi Baudrillard dialami oleh para informan. Mereka dalam memilih cara berbelanja secara online memiliki intended meaning (makna yang dimaksudkan) kepada suatu objek yang dituju dan dalam kegiatan belanja secara online banyak mengkonsumsi nilai tanda daripada nilai guna. Metode analisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang melihat fenomenalogis yang terdiri atas observasi dan wawancara mendalam pada mahasiswa Unimal yang aktif belanja online. Observasi untuk melihat fenomena belanja online di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh dan mengetahui faktor yang mendorong mahasiswa Unimal memilih cara belanja dengan menggunakan online. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa bentuk gaya hidup konsumtif mahasiswa dalam berbelanja secara online meliputi dua nilai yang sangat menonjol yaitu simulakra dan nilai tanda.
Fenomena Tukang Kredit Di Kampung (Studi Antropologi Ekonomi di Gampong Meunasah Blang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe)
Mardiana Mardiana
Aceh Anthropological Journal Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Department of Anthropology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aaj.v1i2.1141
Artikel ini mengkaji tentang Fenomena Tukang Kredit Di Kampung, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena tukang kredit kampung di Gampong Meunasah Blang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, dan bagaimana masyarakat tertarik pada transaksi tukang kredit tersebut. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan Dengan menggunakan metode penelitiannya adalah pendekatan kualitatif dan yang menjadi tekhnik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Observasi yang dilakukan adalah obsevasi non-partisipasi, observasi dilakukan untuk melihat bagaimana cara transaksi jual beli kredit dan bagaimana cara mengatasi pembeli yang sulit membayar cicilannya. Sedangkan wawancara dilakukan untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada tukang kredit, pelanggan yang membeli barang secara kredit dan masyarakat yang tidak membeli barang secara kredit. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pandangan masyarakat tentang fenomena perkreditan di Gampong Meunasah Blang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat kelas menengah kebawah di Gampong ini menyukai transaksi jual beli barang secara kredit dikarenakan penghasilan mereka yang kurang mampu membeli barang secara tunai atau kontan hal ini diketahui dengan banyaknya barang yang mereka beli secara kredit tidak membeli secara tunai dipasar atau toko-toko yang menjual barang-barang rumah tangga