cover
Contact Name
Teguh Arie Sandy
Contact Email
penjualide@gmail.com
Phone
+6285232777747
Journal Mail Official
jira@ahlimedia.com
Editorial Address
Jln. Ki Ageng Gribig, Gang Kaserin MU No.36 Malang 65138
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik
Published by Ahlimedia Press
ISSN : 27456056     EISSN : 27457036     DOI : https://doi.org/10.47387/jira.v1i1
JIRA merupakan Jurnal dengan lingkup Kegiatan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Lesson Study, Pengembangan Media Pendidikan dan Pemanfaatan Teknologi Terkini. Mendapatkan naskah penelitian bidang Pendidikan, terkait dengan: - Penelitian Tindakan Kelas & Lesson Study - Riset Kualitatif dan Kuantitatif - Studi Pendidikan dan Studi Literasi - Pengembangan Media Pembelajaran - Pemanfaatan TIK & Teknologi Terkini
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2021)" : 8 Documents clear
PENINGKATAN PARTISIPASI AKTIF DAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA MATERI NORMA DAN KEADILAN Elvira Nurini Hidayat
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wagir Kabupaten Malang dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran PPKn pada materi norma dan keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wagir yang berdasarkan pengamatan peneliti mempunyai nilai yang paling rendah dibandingkan kelas yang lain dalam hal partisipasi aktif dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Untuk menganalisis data dari hasil lembar observasi partisipasi aktif dan nilai rata-rata kelas mengunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil observasi peningkatan partisipasi aktif belajar siswa pada siklus II. Pada Siklus I siswa yang memenuhi kriteria minimum pemenuhan partisipasi aktif yaitu nilai minimum 70 sebanyak 20 siswa (62% jumlah siswa keseluruhan). Pada Siklus II terdapat kenaikan jumlah siswa yang memenuhi kriteria minimum pemenuhan partisipasi aktif yaitu nilai minimum 70 sebanyak 27 siswa (84% jumlah siswa keseluruhan). Untuk hasil belajar, nilai rata-rata pada Siklus I sebesar 78,59 naik menjadi 81,72 pada Siklus II. Berdasarkan ketuntasan klasikal, terjadi peningkatan jumlah siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal nilai 75, dimana untuk Siklus I sebanyak 24 siswa (75% jumlah siswa keseluruhan) memenuhi ketuntasan hasil belajar, meningkat pada Siklus II menjadi 30 siswa (94% dari jumlah siswa keseluruhan). Karena ketuntasan klasikal sudah tercapai dan partisipasi aktif siswa meningkat maka penelitian dihentikan sampai Siklus II. Berdasarkan hasil observasi partisipasi aktif dan nilai hasil belajar siswa tiap akhir siklus, didapatkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wagir Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 pada pembelajaran PPKn materi norma dan keadilan.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DALAM BELAJAR IPA DI SMPN 3 LAWANG KABUPATEN MALANG Rovia Kurniawati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.95

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan agar kita dapat mengetahui hasil peningkatan belajar peserta didik SMPN 3 Lawang terutama pada kelas VIII-G   pada bulan Pebruari - Maret 2019   tahun pelajaran 2018 - 2019, terdiri dari 30 peserta didik. Secara umum, penerapan siklus II yang berjalan dengan cukup baik, meskipun masih belum mencapai ketuntasan dalam belajar klasikal tetapi, sudah terjadi peningkatan mulai dari 53% pada siklus I hingga menjadi 78% pada siklus II. Dari seluruh langkah yang dilakukan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pada metode pembelajaran Thinks Pair and Share ini dapat mengembangkan atau meningkatkan hasil belajar dan peserta didik yang terlibat secara aktif didalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.
ICE BREAKING SEBAGAI STIMULUS DAN REINFORCEMENT DALAM BELAJAR BAHASA INGGRIS DI PROGRAM SKS (SISTEM KREDIT SEMESTER) DI SMA NEGERI 5 SURABAYA Sri Rahayu Prihatini
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.101

Abstract

Pada dasarnya situasi pembelajaran yang beku dan membosankan pernah dialami guru dan juga dirasakan oleh para peserta didik . Hal ini terjadi biasanya pada jam pelajaran akhir atau bisa juga bahkan diawal jam pelajaran karena situasi yang menjenuhkan. Kejenuhan belajar bisa terjadi ketika kondisi emosional dan fisik seseorang tidak dapat memproses informasi, pengetahuan dan pengalaman sehingga tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas belajar. Dalam kondisi seperti ini peserta didik tidak bisa konsentrasi dan kurang fokus akhirnya menimbulkan rasa lelah dan bosan. Dengan ice bearking diharapkan bisa dijadikan stimulus di dalam kelas di 15 menit pertama sebelum pembelajaran atau 15 menit di akhir pembelajaran sebagai kegiatan reinforcement (penguatan). Dengan harapan peserta didik mendapatkan motivasi untuk belajar mandiri di dalam kelompok. Sehingga masing masing peserta didik bisa menciptakan suasana yang kondusif dalam belajar kelompok. Dalam suasana yang kondusif peserta didik bisa merasa nyaman berdiskusi dalam belajar kelompok di program SKS (Sistem Kredit Semester). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan belajar mengajar di program SKS (Sistem Kredit Semester) pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Surabaya. Dalam penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian ini sebanyak 6 kelas pada kelas X SMA Negeri 5 Surabaya dengan jumlah populasi sebanyak 210 orang. Ice breaker adalah solusi yang sangat tepat guna menciptakan situasi yang kondusif. Dimana pola pikir dan pola tindak ke satu titik perhatian menjadi selaras untuk mengkondisikan suasana menjadi dinamis, focus dan menyenangkan. Maka sangat tepat dan jelas bahwa ice breaking memang diperlukan dalam proses pembelajaran terutama di program SKS (Sistem Kredit Semester) karena ice breaking bisa bermanfaat sebagai pembangkit energi pada saat kondisi lelah dan jenuh. Dengan harapan bisa meningkatkan focus peserta didik. Sehingga peserta didik merasa relax di kejenuhan mernikirkan pelajaran, akan merasa diberi sebuah ruang untuk sejenak berfikir ringan untuk mendapatkan motivasi di awal dan di akhir pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA YOEM (YES ONE EYE MONSTER) GAME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Ike Khusniyawati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.96

Abstract

Matematika dalam kegiatan belajar siswa di kelas awal Sekolah Dasar pada materi operasi hitung penjumlahan terdapat beberapa masalah, antara lain: problem yang pokok yaitu anggapan bahwa pelajaran Matematika merupakan bidang studi yang sulit dipelajari bagi siswa. Matematika juga membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berpikir tinggi. Bentuk penelitian termasuk penetlitian tindakan kelas. Siswa-siswa sedikit sekali yang teliti saat menyelesaikan latihan hitungan yang mengakibatkan hasilnya belum benar. Saat siswa melakukan penjumlahan bilangan, ada perbedaaan satu angka pada hasil mereka. Penelitian ini dilakukan sebelum pandemi sehingga penerapannya pada pembelajaran luring. Hasil penelitian didapat  N-gain 77% dapat disimpulkan bahwa pada pembelajaran luring yang dilakukan di sekolah melalui permainan Yes One Eye Monster efektif untuk melatihkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis serta pemecahan masalah. Selanjutnya kegiatan bermain Yes One Eye Monster mampu menunjukkan hasil yang signifikan pada hasil belajar siswa di lingkungan sekolah dasar.
MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA KELAS 12 IPA Heni Hasanah
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.102

Abstract

belajar dan keaktivan peserta didik dalam pembelajaran kimia materi Reaksi Redoks dan Elektrokimia melalui metode discovery learning untuk peserta didik kelas 12 IPA 4 di MAN 2 Kota Bandung, yang subjek penelitiannya terdiri dari 36 peserta didik yakni 16 putra dan 20 putri. Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang membantu peserta didik memahami konsep-konsep abstrak. Selain itu, peserta didik juga dilatih untuk memiliki keterampilan bekerja sama dalam kelompok atau timework, sehingga dapat menumbuhkan aktivitas dan inteaksi antar peserta didik. Analisis dalam penelitian dilakukan dengan mengolah data hasil tes akhir siklus, hasil observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh aktivitas peserta didik siklus I dalam kategori  baik (75) sedangkan pada siklus II dalam kategori sangat baik (92). Hal ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas peserta didik ke arah yang lebih baik. Dan nilai rata-rata peserta didik dalam menyelesaikan LKPD pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 87,9 dengan kriteria sangat baik, dan pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 92,5 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata nilai hasil evaluasi dari siklus I dan siklus II secara berturut-turut menggambarkan peningkatan yaitu dari nilai siklus I 68,59 (cukup) dan siklus II 82,7 (sangat baik), yang berarti terdapat  peningkatan hasil belajar. Dengan demikian diperoleh simpulan bahwa metode discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 12 IPA 4 di MAN 2 Kota Bandung pada materi Reaksi Redoks dan Elektrokimia. Jadi disarankan dalam pembelajaran berikutnya diharapkan menggunakan metode discovery learning dengan harapan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.
PEMANFAATAN KAHOOT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS BAGI SISWA KELAS VIIA SMPN 1 BATURETNO WONOGIRI Mr. Kavinji
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.98

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS melalui pemanfaatan kahoot bagi siswa kelas VIIA SMPN 1 Baturetno Kabupaten Wonogiri semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan di kelas VIIA SMPN 1 Baturetno Wonogiri semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Subyek penelitian adalah siswa di kelas VIIA sebanyak 30 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. Prosedur penelitian mengikuti penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran, serta hasil penilaian diri terkait isian angket motivasi belajar dan pencapaian nilai tes prestasi belajar pada akhir pembelajaran, pemanfaatan Kahoot di setiap awal proses pembelajaran terbukti mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS bagi siswa kelas VIIA SMPN 1 Baturetno semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Siswa semakin antusias untuk mengikuti proses pembelajaran dan hasil penilaian harian pun menjadi lebih meningkat. Oleh karena itu, berdasarkan bukti secara teoritik maupun empirik, dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemanfaatan Kahoot dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS bagi siswa kelas VIIA SMPN 1 Baturetno semester 2 tahun pelajaran 2019/2020.
IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN CREATING BROCHURE BY USING MEDIA OF ANIMATION VIDEO TO THE TENTH GRADE OF MIPA 1 SMA NEGERI 1 TONGAS PROBOLINGGO Surya Dewi Fatmawati
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.103

Abstract

This classroom action research was intended to improve the tenth grade students’ writing achievement in creating brochure at SMAN I Tongas Probolinggo by applying media of animation video. The respondents of this classroom Action research (CAR) were class XMIPA 1 that was determined purposively. The class XMIPA 1 were chosen as the subjects of this research because the class had more complicated problem dealing with writing and their average score in writing was the lowest among three existing classes that was 70.2 in the first semester. This CAR consisted of two cycles, in which each cycle covered four main stages including: the planning of the action, the implementation of the action, classroom observation. Meanwhile, the supporting data were gathered from interview and documentation. The result of the average score of the writing test in the first cycle was M=70,75 that was classified in the fair category. This result did not achieved the standard average score requirement in this research that was M≥75. Besides, based on the classroom observation that was done in the first cycle, it was found that the students’ involvement in the process of writing activities was 45%. Therefore, the actions were proceeded to the second cycle by revising the first action cycle such as: optimalizing the students’ participation in the process of writing activities, giving enough clues about the present tense ‘command sentences’, brochure and the way to apply media of animation video to the students. The results of the average score of the writing test in the second cycle was better M=75.86 that was classified in the good category. Besides, the students’ involvement in the writing process improved from 45% in the first cycle up to 84,6% in the second cycle. It means that both the students’ writing test and the students’ involvement in the writing process improved in the second cycle and fulfilled the target of this research. Based on the results, it could be concluded that the use of video animation media could improve the tenth st grade students’ writing achievement at SMAN I Tongas Probolinggo in two cycles. Then it is suggested to The English teacher to apply media of animation video as the alternative way of English teaching technique, especially in teaching writing a brochure. This is expected to facilitate and to help the students collaborate and share knowledge and experiences with their classmate to solve the writing problems.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI MEMBANDINGKAN BANYAK BENDA MELALUI MEDOT UNTUK SISWA KELAS I SDN NGAGEL I/ 394 SURABAYA Ida Handriyani
JIRA: Jurnal Inovasi dan Riset Akademik Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Ahlimedia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47387/jira.v2i3.99

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya siswa kelas I-a SDN Ngangel 1/ 394 belum tuntas belajar Matematika pada materi pelajaran membandingkan banyak benda. Penyebab kelemahan siswa dalam membandingkan banyak benda adalah : 1) siswa kurang menguasai materi perbandingan banyak benda, 2) siswa tidak teliti membandingkan banyak benda, 3) siswa kurang berkonsentrasi saat guru menerangkan materi membandingkan banyak benda. Hal ini disebabkan oleh pola pengajaran selama ini bersifat ceramah dan tanpa menggunakan media pembelajaran konkret sehingga siswa mudah bosan dan jenuh serta kurang terlibat aktif ketika pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa kelas I SDN Ngagel I/ 394 dengan penerapan medot (media sedotan).  Hasil pengolahan data yang telah dilakukan setelah penerapan media sedotan pada pembelajaran Matematika diperoleh hasil Aktivitas guru siklus I sebesar 73,75%, siklus II 85%. Sedangkan aktivitas siswa siklus I 61,90% dan di siklus II 70,78%. Tes hasil belajar siswa juga meningkat, persentase ketuntasan belajar Siklus I 67,86% dan meningkat di siklus II 82,14%. Skor rata-rata siswa siklus I sebesar 76,86, meningkat di siklus II menjadi 81,10. Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan penggunaan media sedotan pada pembelajaran matematika materi membandingkan banyak benda mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8