cover
Contact Name
nanang
Contact Email
kjc@uin-suka.ac.id
Phone
+6281229023291
Journal Mail Official
kjc@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kalijaga Journal of Communication
ISSN : -     EISSN : 26851334     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KKalijaga Journal of Communication always places studies related to Islamic broadcasting and journalism as the main focus on academic inquiry and invites comprehensive observations of multidisciplinary studies. The journal, which functions as a forum for the study of Islamic broadcasting in Indonesia and other parts of the world in a challenging local and global context, supports studies that focus on specific themes and studies across disciplines. Subjects include textual studies and fieldwork with a media development perspective.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Polemik Jilbab Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 dalam Media Daring Rif’atul Khoiriah Malik
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.04.2019

Abstract

This article discusses the daring mass media polemic that was preferred by Joduka Miftahul Jannah or Miftah, who was disqualified from the 2018 Asian Para Games for refusing to release the hijab. This disqualification creates dangers from various parties such as organizers, government and society. The focus of this research is three mass media who dare to report on the case, including Tribunnews.com, Detik.com, and Republika.co.id. This study uses qualitative research methods and Robert N. Entman framing analysis. The findings of this study indicate that the three media carried out different news constructions when reporting on the Miftahul Jannah case. Tribunnews.com focuses on problem solving, while Detik.com focuses on dependent judo regulations. Meanwhile, Republika.co.id has a focal point on the individual Miftahul Jannah who is firm with her stance as the main motive for her reporting.Tulisan ini membahas polemik media massa daring yang dialami oleh Joduka Miftahul Jannah atau Miftah yang diskualifikasi dari Asian Para Games 2018 karena menolak melepaskan jilbab. Diskualifikasi tersebut mengundang perdebatan dari berbagai pihak seperti penyelenggara, pemerintah, dan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah tiga media massa daring yang secara intens memberitakan kasus tersebut, di antaranya Tribunnews.com, Detik.com, dan Republika.co.id. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis framing Robert N. Entman. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga media tersebut melakukan konstruksi pemberitaan yang berbeda-beda saat memberitakan kasus Miftahul Jannah. Tribunnews.com fokus pada penyelesaian masalah, sedangkan Detik.com fokus pada peraturan judo yang berlaku. Sementara Republika.co.id memiliki titik fokus kepada individu Miftahul Jannah yang teguh dengan pendiriannya sebagai motif utama pemberitaannya.
Moral Evaluation dalam Pemberitaan Pesawat Lion Air JT-610: Narasi Berita Detik.com dan Kompas.com M Alfazri
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.05.2019

Abstract

This study aims to find the framing of detik.com and kompas.com on the evacuation process of the Lion Air JT610 plane crash, in the aspect of moral judgment. Every event that occurs which is informed by the media has a specific purpose to be conveyed so that the reader can be construed like what the media wants. One of the suppressive aspects of the news is to provide an image for the public to conduct moral judgments on events that occur. To achieve this goal, this study uses a qualitative method using the Robert N. Entman framing analysis approach. From the search for the news made, this study found that detik.com provides news quickly, while kompas.com features accurate news, so the preaching process takes longer than detik.com. Meanwhile, in the aspect of explaining the causes of the accident, detik.com prioritizes a comprehensive explanation by presenting various sources. This is different from kompas.com which tends to display news from one side. Two different aspects of taking a point of view between detik.com and kompas.com cause different moral judgments to emerge. Kompas prefers the point of view of the evacuation team by presenting the narrative of victims who died in the evacuation process. Meanwhile, detik.com takes the perspective of the victim, so that the misfortunes of the victim's family are highlighted.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan framing detik.com dan kompas.com atas proses evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air JT610, dalam aspek penilaian moral. Setiap peristiwa yang terjadi yang diinformasikan oleh media memiliki tujuan spesifik yang hendak disampaikan agar pembaca dapat terskontruk seperti keinginan media. Salah satu aspek penekan dalam berita adalah memberikan gambaran kepada masyarakat untuk melakukan penilaian moral atas peristiwa yang terjadi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis framing Robert N. Entman. Dari penelusuran terhadap berita yang dibuat, penelitian ini menemukan bahwa detik.com menyediakan berita secara cepat, sedangkan kompas.com menonjolkan pemberitaan yang akurat, sehingga proses pengabarannya lebih lama dibandingkan dengan detik.com. Sedangkan dalam aspek penjelasan penyebab kecelakaan, detik.com lebih mengutamakan penjelasan yang menyeluruh dengan menghadirkan sumber yang bervariatif. Hal ini berbeda dengan kompas.com yang lebih cenderung menampilkan berita dari satu sisi. Dua aspek yang berbeda dalam mengambil sudut pandang antara detik.com dan kompas.com menyebabkan adanya penilaian moral yang berbeda yang muncul. Kompas lebih mengutamakan sudut pandang tim evakuasi dengan menampilkan narasi korban yang gugur dalam proses evakuasi. Sedangkan, detik.com mengambil sudut pandang korban, sehingga kemalangan dari keluarga korban lebih ditonjolkan.
Konstruksi Realitas Media Online atas Pemberitaan “Raja Jokowi”: Sebuah Analisis Framing Muhammad Anshori
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.06.2019

Abstract

This paper explores the meaning of reality constructions coverage two online media, Tribunnews.com and Detik.com, about "Raja Jokowi" in the general election 2019. The study uses a qualitative method with Entman analysis framing to express means of the media coverage—data collected by taking primary and secondary sources. Primer data took from two online media news that is restricted to November 11-20, 2018. Furthermore, I collected second sources from journals, research reports, online news portals, and books. All online media have been limited by news numbers; Tribunnews.com is five news, and Detik.com is five news. Resulting studies that two online media have been featured a neutral information about "Raja Jokowi" poster. It can be proved with choosing diction word that does not contain controversial. This condition is essential as a social stabilization strut in other to does not occurs a vertical conflict in the political momentum. Meanwhile, the campaign team of Jokowi, know as Tim Kampanye Nasional (TKN), has wisely explored in the media for all of the black campaigns; it will all be taken care by the authorities. The political elite’s consciousness to dampen the masses and fanatical society towards one of the spouses of presidential candidates is a maturity in democracy.Artikel ini mengeksplorasi makna konstruksi realitas pemberitaan dua media online, Tribunnews.com dan Detik.com, tentang “Raja Jokowi” pada momentum pemilihan presiden tahun 2019. Untuk mengungkapkan makna tersebut, studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing Entman. Data dikumpulkan dengan pengambilan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari berita online dua media dengan batasan waktu 11-20 Nopember 2018. Masing-masing media online di batasi jumlah beritanya; Tribunnews.com berjumlah 5 berita dan Detik.com berjumlah 5 berita. Sementara itu, sumber sekunder dikumpulkan melalui sumber dari jurnal, laporan penelitian, portal berita online, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media online tersebut memberitakan tentang poster “Raja Jokowi” bersifat netral. Hal ini dapat dibuktikan dengan pilihan diksi kata yang tidak mengandung kontroversi. Kondisi ini penting sebagai penyangga stabilitas sosial agar tidak terjadi konflik vertikal di tengah politik nasional yang memanas. Sementara itu, kampanye yang mengarah kepada Tim Sukses pemenangan Jokowi, disebut juga Tim Kampanye Nasional (TKN), dapat dihandel secara bijak. Pernyataan Ketua Tim Sukses Jokowi, Erick Tohir, secara bijak menyampaikan dalam media, segala sesuatu yang mengarah kepada kampanye hitam (black campign), semua akan diurus oleh pihak berwenang. Kesadaran elit politik untuk meredam masa dan masyarakat yang fanatik terhadap salah satu pasangan Calon Presiden adalah bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.
Arah Politik Muhammadiyah dalam Pemilihan Presiden 2019: Sebuah Analisis Framing Media Online Ali Ridho
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.01.2019

Abstract

This paper aims to discover how to frame Muhammadiyah’s political direction news in the 2019 Presidential Election on Republika.co.id, Kumparan.com, and Tribunnews.com. From this phenomenon arises a question of precisely the political direction of Muhammadiyah in the 2019 Presidential Election? The method used in this research is the framing analysis of Robert N. Entman’s model, which states that each media constructing news must go through two stages, namely the selection of issues and the highlighting of aspects. Analyzing data obtained through 4 steps, (1) Define problems, (2) Diagnose causes, (3) Make moral judgment, and (4) Treatment Recommendation. This research shows that Muhammadiyah is a social organization in an association engaged in da'wah Amar Ma'ruf Nahi Munkar and Tajdid. Muhammadiyah as a religious movement has always been a lyric for the participants of the presidential election because it has an excellent political power second after Nahdlatul Ulama (NU), which is said to be a representation of the voice of Muslims. In early September, the number one vice-presidential candidate, Ma'ruf Amin, visited the central office. Muhammadiyah, and the previous month, the number two pair, Prabowo-Sandiaga, also asked for a blessing to participate in the 5th Annual event. After that, I reveal that this study showed three online mass media: Republika.co.id, Kumparan.com, and Tribunnews.com in their coverage of Muhammadiyah's political direction in the 2019 presidential election were neutral. Muhammadiyah, as a religious organization, chose consistency to maintain neutrality in the presidential election and give all Muhammadiyah citizens freedom to vote at the five-yearly event.Paper ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian berita arah politik Muhammadiyah pada Pemilihan Presiden tahun 2019 di portal berita Republika.co.id, Kumparan.com dan Tribunnews.com. Dari fenomena ini muncul sebuah pertanyaan kemana sebenarnya arah politik Muhammadiyah pada Pemilihan Presiden Tahun 2019? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing model Robert N. Entman, yang menyatakan bahwa setiap media mengkontruksi berita harus melalui dua tahap, yaitu seleksi isu dan penonjolan aspek. Data yang diperoleh dianalisis melalui 4 tahap, (1) Define problems, (2) Diagnose causes, (3) Make moral judgement, dan (4) Treatment Recommendation. Penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi sosial kemasyarakatan dalam bentuk persyarikatan yang bergerak pada wilayah dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan selalu menjadi lirikan bagi peserta pemilihan presiden di setiap waktunya, sebab digadang-gadang memiliki kekuatan politik yang menjanjikan kedua setelah Nahdlatul Ulama (NU) yang konon merupakan representasi dari suara umat Islam. Pada awal bulan September yang lalu, calon wakil presiden nomor urut 1 Ma’ruf Amin berkunjung ke kantor PP. Muhammadiyah, dan bulan sebelumnya, pasangan nomor urut 2 yaitu Prabowo-Sandiaga juga meminta restu untuk mengikuti ajang 5 Tahunan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga media massa online yakni: Republika.co.id, Kumparan.com dan Tribunnews.com dalam pemberitaannya terhadap arah politik Muhammadiyah dalam Pilpres 2019 bersikap netral. Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan memilih istiqomah menjaga netralitas dalam Pilpres tersebut dan memberikan kekebasan bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk memberikan hak suaranya pada perhelatan lima tahunan tersebut.
Polemik Majelis Ulama Indonesia tentang Konsep Islam Nusantara: Sebuah Analisis Framing Media Online Zanniro Sururi Hsb
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.02.2019

Abstract

This study explores the Indonesian Ulema Council’s polemic coverage about the concept of Islam Nusantara through online media framing analysis. To look at online media framing, I use qualitative methods with Robert N. Etnman’s framing study that examines two things: selecting issues and the emphasis or promotion of certain aspects. The analysis contained four concepts: defining problems, diagnosing causes, making a moral judgment, and treatment recommendations. The results showed that three online media gave rise to a variety of news reports. Detiknews.com brings up news about scholars’ polemic in the Indonesian Ulema Council area behind Islam Nusantara’s concept eight times, CNNIndonesia.com five times, and Kompas.com three times. Interpretations of the three online media have different attitudes. Detiknews.com in framing can not be said to be neutral, but there has been a bit of a splash of neutrality by displaying statements as a bit of a counterparty, although dominated by pre-party views. CNNIndonesia.com is more impressed to provoke the public to respond to the construction of reality in framing because many use the election diction provocative title. Kompas.com is more neutral compared to Detiknews.com and CNNIndonesia.com. Kompas media tends to use the principle of cover both sides, and the news is more in the form of articles or public opinion.Studi ini mencoba untuk mengeksplorasi pemberitaan polemik Majelis Ulama Indonesia tentang konsep Islam Nusantara melalui analisis framing media online. Untuk melihat framing media online, penulis menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing Robert N. Etnman yang mengkaji dua hal, yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu. Analisis tersebut terdapat empat konsep, yaitu define problems (pendefenisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), make moral judgement (membuat pilihan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Hasil studi menunjukkan bahwa tiga media online memunculkan vitur berita yang beragam. Detiknews.com memunculkan berita tentang polemik ulama di kawasan MUI dibalik konsep “Islam Nusantara sebanyak 8 kali”, CNNIndonesia.com sebanyak 5 kali, dan Kompas.com sebanyak 3 kali. Interpretasi dari ketiga media online tersebut memiliki sikap berbeda-beda. Detiknews.com dalam melakukan framing belum bisa dikatakan netral, akan tetapi sudah ada sedikit percikan kenetralan dengan menampilkan pernyataan sekelumit pihak kontra walaupun didominasi pernyataan pihak yang pro. CNNIndonesia.com lebih terkesan memprovokasi masyarakat untuk menanggapi konstruksi realitas yang di framing karena banyak menggunakan pemilihan diksi judul yang provokatif. Kompas.com lebih netral dibandingkan dengan Detiknews.com dan CNNIndonesia.com. Media Kompas cenderung menggunakan prinsip cover both side dan pemberitaannya lebih banyak berbentuk artikel ataupun opini masyarakat.
Penahanan Rizieq Shihab dalam Bingkai Media Online Indonesia Thibburruhany Thibburruhany
Kalijaga Journal of Communication Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/kjc.11.03.2019

Abstract

This article aims to compare the framing carried out by three Indonesian online media regarding the incidents of Rizieq Shihab's detention in Saudi Arabia. Using Robert N. Entman's framing analysis, the researchers uncovered how Kompas.com, Tribunnews.com, and Detik.com framed the incident. The three media were chosen based on the number of visitors accessing the Alexa.com website ranking (10 November 2018). Issue selection and aspect prominence are two things that the authors compare from the three selected sites. Both were analyzed using a four-stage model starting with (1) defining problems; (2) cause diagnosis; (3) make moral judgment; and (4) treatment recommendation. This study concludes that the three online media have various framing. This has implications for the image of Rizieq Shihab’s figure built by each media.Artikel ini bertujuan untuk membandingkan pembingkaian yang dilakukan oleh tiga media online Indonesia terkait peristiwa penahanan Rizieq Shihab di Arab Saudi. Menggunakan analisis framing Robert N. Entman, peneliti membongkar bagaimana Kompas.com, Tribunnews.com, dan Detik.com melakukan pembingkaian terhadap peristiwa tersebut. Ketiga media tersebut dipilih berdasar banyaknya pengunjung yang mengakses melalui ranking situs Alexa.com (10 November 2018). Seleksi isu dan penonjolan aspek adalah dua hal yang penulis bandingkan dari tiga situs terpilih. Keduanya dianalisis menggunakan model empat tahap yang dimulai dengan (1) mendefinisikan masalah (define problems); (2) menemukan alasan (diagnose cause); (3) membuat pernyataan moral (make moral judgement); dan rekomendasi penyelesaian (treatment recommendation). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga media online tersebut memiliki pembingkaian yang beragam. Hal ini berimplikasi pada citra sosok Rizieq Shihab yang dibangun oleh masing-masing media.

Page 1 of 1 | Total Record : 6